Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 73


__ADS_3

Namun di lorong rumah sakit tanpa sengaja Aisha menabrak seorang perempuan yang tengah menggendong seorang bayi, untung saja jus yang Aisha tidak tumpah.


"Maaf" ucap Aisha pada seseorang yang di tabraknya.


"Aisha, iya kamu Aisha kan ?".


Aisha menatap perempuan yang sedang menggendong seorang bayi, di tatap dari bawah hingga atas, kepalanya menggeleng lemah, Aisha tak mengenal perempuan tersebut.


"Anda mengenal saya ?" tanya Aisha.


Perempuan tersebut tersenyum lalu menganggukan kepalanya. "Mungkin sekarang kamu tidak mengenal saya karena penampilan saya sudah berbeda, kehidupan kami sudah berubah seratus delapan puluh derajat" jelas perempuan tersebut seraya menunduk.


Aisha mengerutkan keningnya, Aisha tak mengerti apa yang yang dimaksud perempuan tersebut yang berbicara seperti itu.


"Saya Sari istri Mas Rico" jelas perempuan tersebut.


Mata Aisha terbelalak, ia tak percaya perempuan yang di hadapannya adalah mantan kakak madunya. penampilan yang berbeda membuat Aisha tak percaya dengan pengakuan perempuan tersebut.


"Biasa saja ekspresinya, banyak kejadian di luar dugaan setelah Mas Rico mendekam di penjara" jelas Sari.


"Ini a_nak kamu dan Tuan Rico ?" tanya Aisha ragu - ragu.


"Iya ini buah cinta ku dan Mas Rico, Aku masih bertahan menjadi istri Mas Rico walau keadaan kami tak seperti dulu". jelas Sari.


Sari nampak berbeda seratus delapan puluh derajat, wajahnya yah glowing kini nampak kusam seperti tak terawat, kerutan di wajahnya menujukan bahwa sepertinya ia sudah tak pernah melakukan perawatan lagi, pakaian yang selalu terlihat modis namun napak sangat lusuh.


'Apa yang terjadi dengan mereka ?' tanya Aisha dalam hatinya.


"Mbak Mika sekarang di mana, kenapa Mbak Sari ada di sini ?" tanya Aisha yang sudah sangat penasaran tentang kehidupan mantan suami dan mantan kakak madunya itu.


"Mika telah pergi entah ke Mana, ia pergi dengan membawa semua aset berharga milik Mas Rico, bahkan dengan teganya ia menjual rumah yang selama ini kita tempati" jelas Sari, terlihat gurat - gurat lelah di di wajahnya. matanya mulai berembun saat mencoba ?mencaritakan apa yang terjadi pada kehidupannya setelah Aisha pergi.

__ADS_1


"Mas Rico di penjara, aku pun dinyatakan hamil waktu itu dan kenyataan pamit nya adalah harus keluar dari rumah tersebut, aku bingung harus ke mana, dengan bantuan pengacara Mas Rico akhirnya aku pindah ke sini agar aku bisa dekat dengan Mas Rico, aku mengontrak sebuah rumah kecil, untuk menyambung hidup aku mencoba berjualan kue" Sari.


Hati Aisha begitu tersentuh mendengar penuturan dari Sari, namun Aisha juga merasa salut pada Sari yang masih mau bertahan dengan Tuan Rico yang sudah tak bergelimang harta lagi.


"Maaf semua ini gara - gara saya yang membuat Tuan Rico di penjara, mungkin jika tua. Rico tidak di penjara kejadianya tidak akan seperti ini". Ada rasa bersalah di diri Aisha melihat kondisi Sari sekarang.


"Kami tidak salah, Suami saya pantas untuk mendapat hukuman ini, mungkin ini semua adalah teguran, aku ikhlas menerima semuanya" lirih Sari.


"Lalu kenapa kamu berada di rumah sakit ini ?".


"Tadi Pagi aku mendapat kabar jika Mas Rico di larikan kerumah sakit karena sakit lambungnya kambuh lagi. semenjak tahu jika mbak Mika kabur membawa semua aset lalu menggugat cerai, Mas Rico sering melamun dan kadang tiba - tiba marah tak berasalan, bahkan menurut penjaga lapas Mas Rico kadang makan kadang tidak".


"Boleh aku menengoknya ?".


"Tentu boleh".


Aisha berjalan mengikuti Sari menyusuri lorong rumah sakit, hingga langkah mereka terhenti di sebuah ruangan yang pintu depannya di jaga oleh dua orang polisi.


"Kenapa Mbak bicara seperti itu ?".


"Sudah banyak kesalahan yang kami perbuat pada mu, tapi aku melihat tak ada setitik benci di mata mu terhadap kami".


"Untuk apa kamu memelihara dendam yang hanya akan menyiksa batin ku saja".


Sari perlahan memutar handle pintu, tampaklah seseorang yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus menancap di tangan.


"Beginilah keadaan suami ku sekarang Aisha" ujar Sari seraya mempersilahkan Aisha masuk ke dalam ruang perawatan sang suami.


'Dia kan lelaki yang waktu itu bertemu di ruangan unit gawat darurat, jadi dia ternyata adalah tuan Rico, pantas saja aku seperti mengenalinya' batin Aisha.


Aisha nampak tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, tuan Rico yang tampil sangat gagah kini berbadan kurus tulang pipi pun terlihat menonjol rambutnya yang selalu tertata rapih kini terlihat bersih tak tersisa sehelai pun.

__ADS_1


"Sayang kamu datang dengan siapa ?" tanya tuan Rico.


"Mas ini dia Aisha mantan istri kamu, tadi tak sengaja aku bertemu dengannya di lorong rumah sakit" jelas Sari.


"Aisha, apa ini benar kamu ?" tuan Rico tak percaya jika perempuan cantik yang berada di hadapannya adalah mantan istri ke tiganya.


"Iya ini aku" jawab Aisha seraya mendekat ke arah tuan Rico. "Apa yang terjadi kenapa jadi seperti ini ?".


"Ini Semua gara - gara si Mika sialan itu, dia telah membawa kabur semua aset - aset ku. ternyata selama ini dia menikah dengan ku hanya karena harta ku saja" terlihat jelas di wajah tuan Rico jika ia sedang menahan marah tatkala harus mengingat mantan istri pertamanya itu.


"Sudahlah Mas tak perlu kamu ingat - ingat lagi mbak Mika, aku hanya ingin segera kamu sembuh dan keluar dari penjara kita buka lembaran baru lagi dari nol" lirih Sari mencoba menenangkan sang suami.


"Aisha kenapa kamu berada di rumah sakit ini ?" tanya Tuan Rico.


Aisha menepuk jidatnya, ia baru sadar telah meninggalkan tante Rena lama padahal tadi niatnya hanya keluar sebentar mencari minuman jus.


"Saya dengan menjenguk tante saya yang sedang sakit dan di rawat di rumah sakit ini. maaf aku harus segera pergi karena saya terlalu lama meninggalkan tante saya sendirian" jelas Aisha, ia dengan tergesa - gesa keluar dari ruangan tempat di mana Tuan Rico di rawat.


Tuan Rico menatap kepergian Aisha dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Sari, entah kenapa Sari melihat suaminya menatap Aisha secara dalam membuat dadanya sesak dan api cemburu berkobar begitu saja.


"Mas".


"Kenapa kamu bisa bertemu dengannya ?" tanya Tuan Rico.


"Apa kamu masih mencintainya ?" tanya Sari.


"Aku tak pernah mencintainya, aku menikahi dia karena sebagai pengganti hutang kedua orang tuanya, selama menikah dengannya aku tak pernah menyentuh dia sedikit pun, bagaimana bisa kamu bilang jika aku mencintainya".


"Tapi tatapan mu padanya tak bisa membohongi perasaan mu mas".


"Terserah kamu saja, apa kamu juga ingin meninggalkan ku dengan membuat alasan jika aku mencintai Aisha ?".

__ADS_1


"Jika aku ingin meninggalkan mu mungkin sudah sejak dulu aku lakukan Mas, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang mbak Mika lakukan. aku hanya merasa cemburu ketika kamu menatap Aisha seperti itu". jelas Sari seraya tertunduk.


__ADS_2