
Ibu Ima pergi menuju kamar sang anak.
"Bangun nak, nak" Ibu Ima menggoyangkan tubuh Aisha.
Aisha yang sedang menikmati tidurnya pun terkejut saat ada yang menggoyangkan tubuhnya.
"Ibu, kenapa ibu ada di sini" Aisha terperanjat, ia sangat terkejut saat melihat sosok sang ibu berada di hadapannya. kemudian matanya memonitor ke seluruh ruangan. "Aku ada di mana ?" tanya Aisha.
"Kamu ada di rumah ibu dan Ayah" jawab Ibu Ima lembut.
"Ibu Serius ?" ibu Ima pun menganggukan kepalanya.
"Alhamdulilah akhirnya aku bisa bebas" gumam Aisha dan masih bisa terdengar oleh sang ibu. ia sangat bersyukur ternyata ini bukan sebuah mimpi baginya.
"Nak, di luar ada suami kamu" sahut ibu ima tentunya membuat Aisha terkejut.
"Untuk apa dia datang ke sini ?" tanya Aisha.
"Ayah yang mengundang dia datang ke sini" ujar Ibu Ima.
"Tapi untuk apa bu, keputusan ku sudah bulat, aku ingin bercerai dengan dia, apa ibu tidak percaya dengan semua yang aku ceritakan" ujar Aisha, ia sangat kecewa dengan Ayah dan Ibunya.
"Bukan begitu nak, kamu tau kan sikap ayah kamu seperti apa jadi, mengertilah".
"Tapi kenapa harus selalu Aisha yang mengertiin kalian, lalu kapan kalian ngertiin Aisha" ujar Aisha.
"Nak, Ayah mengundang suami mu hanya ingin bertanya apakah benar suami mu melakukan apa yang kamu takkan".
"Berarti ibu dan Ayah tidak percaya dengan Aisha ?".
"Kami sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk kamu nak" ujar Ibu Ima seraya membelai kepala Aisha.
Aisha bangkit dari tempat tidurnya, Ia tak ingin jika sang ayah termakan rayuan manis mulut sang suami.
"Mau kemana nak ?" tanya Ibu Ima.
__ADS_1
Aisha tak menjawab pertanyaan sang ibu, ia keluar kamar dengan tergesa - gesa , tujuannya adalah ruang tamu di mana Ayah dan Suaminya berada.
Saat mendengar perkataan Suaminya yang begitu manis, emosi Aisha semakin meningkat.
"Yang di katakan dia semuanya bohong, aku dan dia tidak pernah tidur bersama, bahkan dia tega menyewakan tubuh ku, aku di sekap di gudang, jarang di beri makan"ke munculan Aisha tentu membuat tuan Rico sangat terkejut.
"Aisha jaga sopan santun mu di hadapan suami mu !!" bentak pak Danu.
"Kenapa kamu pergi dari rumah, jika ingin berkunjung ke rumah orang tua mu pasti akan aku izinkan, gak harus dengan cara seperti ini, pasti kamu di rumah tak betah karena ulah kedua istri ku, kalau kamu mau bagaimana kalau kita beli rumah baru, yang hanya di tempati kita berdua" ujar Tuan Rico begitu manis, namun hal itu membuat Aisha semakin muak dengan sang suami.
"Lihat betapa baiknya suami kamu" sahut sang Ayah.
"Iya baik tapi hanya di depan ayah dan ibu saja, kalian tidak tau apa yang dia lakukan di belakang kalian" seru Aisha.
Tuan Rico kesal terhadap Aisha, namun ia berusaha untuk bersikap baik agar ke jahatannya tak terbongkar.
"Ayah bisa lihat luka lebam di tangan ku, ini semua ulah dia" ujar Aisha menunjukan sebuha luka lebam yang ada di bahunya akibat sebuah pukulan.
Pak Danu dan Ibu Ima sangat terkejut melihat beberapa luka lebam di bagian lengan dan bahu anak bungsunya. pak Danu pun menatap tajam ke arah Tuan Rico seakan - akan minta penjelasan.
"Jadi luka itu di sebabkan karena ulah kedua istri saya, mereka cemburu gara - gara tiap malam saya tidur bersama Aisha, padahal saya punya alasan kenapa saya selalu tidur dengan Aisha. Mereka melakukannya ketika saya sudah berangkat bekerja, maka dari itu saya tidak tau persis kejadiannya" jelas tuan Rico.
prok prok prok ( suara tepuk tangan Aisha ). "Hebat sekali anda mengarang ceritanya, apa dulu anda juara mengarang tingkat kecamatan" ejek Aisha.
"Tapi emang begitu kejadiannya" bela tuan Rico.
"Aku yakin hati kecil ayah bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi dengan anaknya" ujar Aisha membuat Pak Danu terdiam membisu.
Dalam hati kecil ia percaya dengan anaknya, namun menurut logikanya ia berpikir jika tuan Rico tidak akan tega melakukan apa yang di tuduhkan oleh Aisha.
"Gak apa - apa sekarang Ayah lebih percaya kepada dia ketimbang anak sendiri, tapi Aisha minta jangan paksa Aisha kembali kepada dia, tekad Aisha sudah bulat" ujar Aisha membuat pak Danu bingung harus berpihak kepada siapa.
"Aku mengerti, mungkin kamu butuh waktu untuk menenangkan diri, jadi aku izinkan kamu untuk menginap beberapa hari di rumah kedua orang tua mu" ujar tuan Rico
"Aku tak butuh izin kamu !! mau di izinin atau enggak aku tetap akan tinggal di sini, dan aku akan segera urus surat perceraian kita" ujar Aisha.
__ADS_1
"Ayah izin ke kamar sebentar" ujar pak Danu seraya berlalu dan di ikuti oleh sang istri.
Sepeninggalan Pak Danu dan Ibu Ima, tuan Rico mendekat ke arah Aisha, kemudian ia menjambak rambut Aisha yang terurai.
"Silahkan saja ajukan cerai, tapi aku menggantungkan status kamu, dan inget orang tua mu lebih percaya dengan aku ketimbang kamu anaknya. satu lagi ingat hukuman mu akan bertambah karena kamu telah berani kabur" ujar tuan Rico dengan tatapan tajam penuh amarah.
"Lepaskan anak ku" teriak seseorang seraya histeris melihat kejadian tersebut.
Tuan Rico langsung melepaskannya, ia tidak menyangka jika aksinya akan ketahun oleh mertuanya.
"Kenapa bu ?" tanya pak Danu yang baru keluar dari kamarnya, ia terkejut melihat sang istri berteriak histeris.
"Ayah, tadi ibu melihat Rico menjambak rambut anak kita, dari sorot matanya seperti orang yang sedang marah" jelas Ibu Ima pada sang Suami. ibu Ima memang melihat kejadian tersebut, namun karena jarak yang agak lumayan membuat Ibu Ima tidak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan Aisha dan Tuan Rico.
"Ibu mungkin salah liat, tadi saya sedang membujuk Aisha agar mau ikut pulang dengan saya" ujar Tuan Rico.
"Tapi ibu melihat sangat jelas" ujar Ibu Ima.
Aisha mendekati sang ibu, kemudian di peluknya erat, tangis keduanya seketika menjadi pecah.
"Ibu gak usah sedih ya, insya allah Aisha bisa melewati semua permasalahan ini" ujar Aisha pada sang Ibu.
"Nak Rico apa yang di katakan ibu tadi bener ?" tanya pak Danu. tuan Rico tidak langsung menjawab ia sedang mencari alasan agar mertuanya percaya kepadanya. "Katakan saja jika kalian sedang ada masalah, selesaikan secara baik - baik, Ayah hanya tidak ingin kalian mengambil langkah yang salah" ujar pak Danu.
"Ya yang di katakan Aisha memang benar, aku telah menyewakan tubuh Aisha kepada teman - teman ku. itu semua ku lakukan untuk melunasi hutang kalian yang tak terhitung lagi nilainya".
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
📍Aku Memilih_Mu
📍Bertemu Jodoh Di pesantren
📍Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.