Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 17


__ADS_3

Hampir satu jam Aisha dan Bayu berada di kafe tersebut, terbesit dalam pikirannya untuk bertanya tentang Bani pada Bayu, namun Aisha berpikir kembali. ia tak ingin Bayu mengetahui niatnya untuk kembali dengan Bani, apa lagi sekarang dirinya masih berstatus istri orang.


"Bay aku harus segera pulang, ini sudah waktunya Ayla pulang sekolah, aku takut nanti dia nyariin" ujar Aisha.


"Oh ya sudah biar aku antar aja sekalian biar tahu rumah kamu" sahut Bayu.


"Emang kamu tidak sibuk ?".


"Nggak ko, bentar yah aku bayar dulu".


Setelah membayar semua makanan dan Minumannya, Bayu pun mengajak Aisha untuk menuju tempat di mana Bayu memarkirkan mobilnya.


Di tengah - tengah perjalanan Bayu mendapat kabar jika Mamanya di larikan ke sebuah rumah sakit.


"Kenapa dengan Mama kamu ?" tanya Aisha melihat wajah panik Bayu.


"Mama di bawa ke rumah sakit !!" seru Bayu.


"Kita langsung kerumah sakit !!" seru Aisha. namun bukannya tancap gas, Bayu malah menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Loh kenapa berhenti di sini ?" tanya Aisha bingung.


"Hmmm. . " Bayu kebingungan, bingung harus bicara apa pada Aisha.


"Kamu mau ngomong apa ?".


"Hmm , maaf banget, sepertinya kamu harus turun dia sini" ujar Bayu seraya terunduk.


"Lah kenapa ? aku juga ingin menjenguk Mama mu". Aisha seketika jadi kebingungan dengan ucapan Bayu


"Aku tahu niat mu memang baik, tapi menurut ku ini bukan waktunya yang tepat untuk kamu bertemu dengan Mama dan Papa, aku takut mereka akan melaporkan keberadaan kamu pada suami mu itu". jelas Bayu.


Yang di katakan Bayu emang tak salah, apabila dirinya nekat untuk menemui orang tua Bayu, maka dirinya bisa terancam bahaya, apalagi sakitnya Mama Bayu masih ada kaitannya dengan Aisha.


Setelah berpikir sejenak, Aisha pun turun dari mobil, ia melanjutkan perjalanan pulang kerumahnya menggunakan ojek.

__ADS_1


Ketika Aisha sedang berada di lampu merah, ia sangat terkejut dengan mobil yang berada di sampingnya, mobil tersebut di dalamnya ada Anak buah tuan Rico beserta tuan Riconya.


yang di katakan Bayu benar, ternyata mereka ada di sekitar sini sedang mencari keberadaan aku, jadi aku harus bisa lebih waspada. . gumam batin Aisha.


Aisha menundukan kepalanya Agar orang yang di sampingnya tak mengenali dirinya. setelah lampu hijau nyala, mobil yang di tumpangi tuan Rico melaju dengan kencang, hal itu membuat Aisha dapat sedikit bernafas lega karena tuan Rico dan anak buahnya tidak menyadari keberadaannya.


Aisha tiba di rumahnya dengan perasaan yang campur aduk, apalagi sang adik belum pulang, biasanya jam segini Ayla sudah tiba di rumahnya.


Ya allah lindungi Ayla, semoga tuan Rico tidak bertemu dengan Ayla. doa Aisha seraya mondar - mandir menunggu sang adik, hingga ia di kejutkan dengan suara ketukan pintu.


Saat tau ternyata yang mengetuk pintu adalah sang adik, Aisha segera membuka pintu dan memeluk erat Ayla.


"Kakak kenapa ?" tanya Ayla kebingungan melihat tingkah sang kakak. namun Aisha tak menjawab pertanyaan Aisha, ia lebih memilih memeluk sang adik, keluarga satu - satunya yang di milikinya.


"Apa ada yang berbuat jahat pada kakak ?" tanya Ayla, Aisha segera menggelengkan kepalanya.


"Lalu kakak kenapa, kok tiba - tiba memeluk aku sambil menangis ?" tanya Ayla yang masih penasaran.


"Kita ceritanya di dalam saja ya" ucap Aisha seraya mengusap Air matanya.


"De, kita harus lebih hati - hati, ternyata tuan Rico berada di kota ini, ia sedang mencari keberadaan kita" ujar Aisha pelan.


"Kak Rico ada di sini ?" tanya Ayla senang dan Aisha hanya mengangguk pelan.


"Tapi kenapa kita harus hati - hati, bagaimana pun kak Rico kan suami kakak ". Ayla tidak mengetahui semua yang terjadi pada sang kakak, karena Aisha tidak cerita semuanya, menurutnya Ayla terlalu kecil untuk mengetahui masalahnya.


"Intinya mulai sekarang kakak dan tuan Rico bukan suami istri lagi, jadi kalau kamu melihat beliau maka kamu harus segera pergi menjauh atau ngumpet" ujar Aisha dan di angguki oleh Ayla.


...🌾🌾...


Tuan Rico hampir menyerah, kenapa sulit sekali mencari keberadaan Aisha, sudah berbagai cara di lakukan untuk mencari keberadaan Aisha, hingga ia mengancam keluarga Bayu bahkan mengintainya namun hasilnya masih nihil.


"Tuan, jangan - jangan Aisha tidak tinggal di daerah ini !!" seru salah satu anak buahnya.


"Kamu sendiri yang bilang jika Aisha dari bali terbang ke kota ini, tapi kenapa sekarang kamu bisa punya pemikiran seperti itu".

__ADS_1


"Memang dari pihak penerbangan mengatakan jika Aisha terbang ke kota ini, tapi setelah berbulan - bulan kita mencari keberadaan Aisha tapi belum membuahkan hasil, jadi saya sempat berpikir jika Aisha memang dari bali terbang ke kita ini tapi bisa saja setelah sampai kota ini Aisha pergi lagi ke kota lain" jelas anak buah tuan Rico.


"Kenapa Aisha tidak langsung saja terbang saja ke kota tujuan ?". tanya tuan Rico bingung.


"Ia sengaja melakukan itu untuk mengelabuhi kita agar tidak mudah menemukannya dan menyangka jika ia tinggal di kota ini nyatanya tidak".


"Yang di ucapkan kamu benar juga, tapi kita cari ke kota mana lagi ?".


"Nah itu yang sedang saya pikirkan !!" seru anak buah tuan Rico.


"Hari ini aku akan kembali terbang ke Bali, dan untuk kalian harus tetap stay di sini, cari keberadaan Aisha hingga ketemu kalau bisa cari ke kota lain !" titah tuan Rico.


Sejak mencari keberadaan Aisha, Tuan Rico meninggalkan semua pekerjaannya bahkan mengabaikan ke dua istrinya, walaupun tidak ada protes dari kedua istrinya.


Tuan Rico di antar ke Bandara oleh anak buahnya untuk terbang ke Bali, karena banyak pekerjaan yang berjalan sesuai rencana hanya gara - gara tuan Rico terlalu sibuk mencari keberadaan Aisha.


Ke datangan Tuan Rico pun di sambut baik oleh kedua istrinya.


"Bagaimana ?" tanya Mika.


"Masih Zonk".


"Sudah berbulan - bulan kita mencari Aisha tapi tidak ketemu, menurutku lebih baik sudahi saja pencariannya" saran Sari pada sang suami.


"Apa kamu bilang .!" bentak tuan Rico.


"Sudahi saja pencariannya, lebih baik kita fokus pada kehidupan kita" jelas Sari.


"Aku rugi banyak, hutangnya saja belum tertutupi, belum biaya hidup keluarganya, dan sekarang dengan seenaknya dia menjual rumah itu" ujar tuan Rico.


"Tapi mau sampai kapan pencarian ini ?".


"Sudahlah Sari, biarkan itu menjadi urusan suami kita dan kita sebagai istri tugasnya mensuport apa yang di lakukan suami" timpal Mika.


Tuan Rico pun berlalu meninggalkan ke dua istrinya, kepalanya pusing jika harus mendengarkan perdebatan di antara kedua istrinya itu.

__ADS_1


"Mbak, bagaimana jika Aisha nanti kembali, suami kita malah memilih Aisha dan membuang kita berdua !" Seru Sari entah kenapa ia mempunyai pemikiran seperti itu.


__ADS_2