Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 22


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, ayam jantan pun bersautan, lamat - lamat Aisha membuka matanya.


"Sudah subuh aja" gumam Aisha.


Ia bangkit dari tempat tidurnya, dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Kak shalatnya bareng yah" pinta Ayla.


"Boleh, kakak wudhu dulu kamu tunggu saja di kamar kakak".


Mereka pun melakukan shalat subuh berjamaah, setelah itu mereka berdoa bersama untuk ke dua orang tua mereka yang telah tiada.


"Kak"


"Kenapa dek ?"


"Aku rindu sama Ayah dan Ibu" ucap Ayla lirih


"Kakak juga rindu, kakak janji suatu saat nanti kakak akan ajak kamu mengunjungi makam ayah dan Ibu, Tapi kamu harus rajin belajar dan terus doain Ayah dan Ibu juga, terus inget gak boleh sedih nanti Ibu dan Ayah ikut sedih lihat kamu" ucap Aisha seraya memeluk Ayla.


"Terima kasih ya kak sudah jadi kakak terbaik buat Ayla. Ayla janji akan buat kakak bangga sama Ayla".


Hari ini Aisha berangkat bekerja seperti biasa, sampai di tempat kerja ia pun langsung menemui atasanya.


"Pak hari ini saya mau izin" ucap Aisha.


"Kenapa harus izin ?".


"Ada acara keluarga" ucap Aisha berbohong.


"Bagaimana dengan kerjaan kamu ?".


"Untuk kerjaan hari ini tidak terlalu banyak jadi saya bisa kerjakan besok hari".


"Ya sudah, tapi besok kamu harus lembur dan tak di bayar"


"Terima kasih".


Setelah mendapat izin libur, Aisha langsung memesan ojek online untuk menuju pesantren Al- Barokah. tujuannya sekarang adalah bertemu dengan orang tua Bani, karena ia yakin jika Bani sedang menikmati bulan madu bersama istrinya.


"Bukannya ini mbak yang kemaren" tegur satpam.


"Bagus deh kalau masih ingat" ketus Aisha. "Bani ada ?" tanya Aisha


"Pak Bani sedang keluar".


"Ini kesempatan ku untuk berbicara sama orang tuanya, pasti orang tuanya juga bakal mendukung, toh mereka juga ngerti soal agama" gumam Aisha dalam hatinya.


Tak lama ada sebuah mobil berhenti tepat di depan gerbang, dengan cepat satpam tersebut meninggalkan Aisha dan segera membuka pintu gerbang.

__ADS_1


"Mungkin itu mobil milik Bani" gumam Aisha.


"Siapa dia ?" tanya wanita paruh baya yang ada di mobil tersebut.


"Itu perempuan yang saya ceritakan kemaren" jawab Satpam tersebut.


Wanita paruh baya tersebut turun dari mobil di ikuti oleh sang menantu dan langsung menghampiri Aisha.


"Ibu pasti orang tuanya Bani ya" ucap Aisha seraya tersenyum ramah


"Iya saya orang Uminya Bani, dan ini Syifa istrinya Bani" mendengar hal itu raut wajah Aisha seketika berubah, cemburu sudah tentu Aisha sangat cemburu.


"Oh ini istrinya, tapi ko masih muda sekali, lebih cocok jadi adiknya" gumam Aisha.


"Bani sedang pergi, jika mau menunggu silahkan di dalam" ucap Wanita paruh baya itu dengan sopan.


"Hmm, sepertinya saya pergi saja deh, bilang saja pada Bani jika Aisha datang untuk menagih janjinya" ucap Aisha.


"Maaf kalau boleh tau janji apa ya ?" tanya Wanita paruh baya itu.


"Hmm saya gak bisa bicara sekarang, tanyakan saja pada Bani langsung" ucap Aisha. "Saya permisi" Aisha berlalu.


Sebenernya ia ingin sekali bicara dari hati ke hati bersama orang tua Bani, namun saat tau di sana ada istri Bani, Aisha pun mengurungkan niatnya, hatinya terasa sakit saat orang tua Bani memperkenalkan menantunya dengan bangga.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Tuan Rico baru saja pulang dari kantor, kedatangannya sudah di tunggu oleh kedua istrinya.


"Nanti kalau kerjaan ku sudah beres !" jawab tuan Rico dengan tegas.


"Kamu itu serius atau tidak sih untuk ngajak aku liburan" gerutu Sari.


"Kalau semua kerjaan selesai pasti kita liburan, sabar saja dulu" ucap Tuan Rico seraya berlalu meninggalkan Istrinya menuju kamar pribadinya.


"Kalau memang niat punya anak mah gak perlu liburan, toh bikin di sini juga bisa" sindir Mika.


"Bilang saja kamu sirik" ketus Sari.


"Aku, Sirik, untuk apa, lihat saja siapa nanti yang hamil duluan itulah pemenangnya dan yang kalah silahkan angkat kaki dari rumah ini !" tantang Mika.


"Oh Mbak ngajak lomba cepet hamil" ucap Sari seraya tertawa. " Harusnya sebelum bicara seperti itu Mbak ngaca dulu deh, Mbak kan yang paling lama menikah tapi kok sampai sekarang belum hamil juga atau jangan - jangan Mbak mandul yah, upsss keceplosan".


"Gak usah ngomongin orang, sendirinya saja seperti apa" ucap Mika seraya berlalu. hari ini ia akan pergi bersama teman - teman arisannya.


Kesal dengan Jawaban Mika, Sari pun berniat untuk mengadukan perbuatan Mika pada sang suami.


"Sayang aku boleh masuk gak ?" teriak Sari.


"Mau apa lagi, ia nanti kita akan liburan tapi setelah pekerjaan ku selesai" teriak tuan Rico dari dalam kamarnya.

__ADS_1


"Bukan masalah itu, tapi masalah mbak Mika".


"Ada apa lagi kalian, heran aku kapan kalian akurnya, tiap hari berantem mulu pusing aku dengernya".


"Makanya aku mau bicara sama kamu sayang".


"Tunggu di ruang keluarga, aku mau ganti baju dulu".


"Oke sayang".


Sesuai janjinya, Tuan Rico menuju ruang keluarga untuk menemui istrinya.


"Ada apa dengan Mika, dan di mana dia sekarang ?" tanya Tuan Rico.


"Mbak Mika pergi, katanya mau ada arisan gitu". jawab Sari. "Mas, Masa mbak Mika ngajak aku taruhan siapa yang cepat hamil dia pemenangnya, jadi kalau kalah harus angkat kaki dari rumah" jelas Sari.


"Lalu masalahnya apa ?". Sari sangat terkejut dengan ekspresi suaminya yang biasa saja.


"Kan Hamil itu bukan ajang perlombaan sayang, Hamil itu adalah sebuah anugrah terindah dari tuhan yang harus di jaga dengan baik" jelas Sari.


"Heran aku sama kalian, kemaren pada ingin menunda kehamilan hingga kalian menyarakan aku mencari istri baru, tapi kenapa sekarang kalian berlomba - lomba untuk segera hamil".


"Sayang waktu itu, aku gak mau hamil karena di ancam mbak Mika, jika aku hamil katanya kamu akan menceraikan ku, tapi setelah sekarang di pikir - pikir kenapa harus takut kehilangan mu jika kamu memang jodoh ku, sekuat apapun badai memisahkan kita pasti kita akan tetap bersama" ucap Sari.


"Apa Mika bicara seperti itu ?" tanya tuan Rico dengan tatapan yang serius.


"Yes sepertinya Mas Rico percaya dengan kata - kata ku, Sari di lawan !" gumam Sari bersorak - sorak bahagia dalam hatinya.


"Iya sayang, mana berani aku berbohong pada mu" ucap Sari seraya bergelayut manja pada sang suami.


"Aku tidak percaya jika Mika seperti itu" Gumam Tuan Rico.


"Sayang malam ini tidur bareng aku yah". tuan Rico hanya menganggukan kepalanya, pikirannya masih memikirkan istri pertamanya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


"Besok kita ketemu di cafe yz besok pagi !" ucap seseorang lewat sambungan telepon.


"Kamu serius ngajak aku ketemuan besok ?".


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2