Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 46


__ADS_3

"Apa kalian juga di ikutin oleh anak buah tuan Rico ?" tanya Bayu penasaran.


Tio mengeluarkan sebuah laptop dari dalam tasnya, kemudian ia memutar sebuah video.


"Lihat saja video ini !!" Seru Tio.


Bayu sangat tercengang melihat rekaman video yang di putar oleh Tio. "Jadi kalian mendapat teror juga dari tuan Rico ?".


"Saya tidak masalah mendapat teror dari siapa pun, tapi ini sudah menyangkut keselamtan istri saya, kamu tau sendiri jika istri saya sedang mengandung". ujar Bani.


"Kalian yakin ini anak buah tuan Rico ?" tanya Bayu untuk memastikan kebenarannya.


"Kami sudah menangkap kedua pelaku tersebut, dari pengakuannya ke duanya mereka di suruh oleh anak buah tuan Rico. kedua pelaku masih saya tahan di sebuah gudang" Jelas Tio.


"Kalau saya melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib menurut kamu bagaimana ?" tanya Bani.


"Saya setuju, saja juga akan bersaksi jika mereka diam - diam mengikuti saya, nanti saya juga akan menghadirkan Aisha" ujar Bayu.


Setelah bicara panjang lebar tentang hal tersebut Bani dan yang lainnya pun langsung pamit pulang, tujuan mereka selanjutnya adalah kantor polisi untuk membuat laporan tentang kasus teror tersebut.


Bayu segera menghubungi Aisha, untuk memberi tahu tentang masalah ini.


"Bagaimana keadaan mu sekarang ?" tanya Bayu.


"Aku baik - baik saja, bahkan aku merasa lebih tenang berada di sini" sahut Aisha lewat sambungan telepon.


"Ada sesuatu yang harus aku sampaikan" ujar Bayu.


"Apa itu ?".


"Seperti yang aku katakan, Anak buah tuan Rico Selalu mengikuti ku kemana pun, namun ternyata bukan hanya aku yang di buntuti tapi ada yang lainnya" jelas Bayu.


"Siapa, apa itu orang tua kamu ?"


"Bukan, dia adalah Bani, bahkan beberapa hari kebelakang rumahnya mendapat teror dari orang suruhan anak buah tuan Rico" jelas Bayu.


"Bani, apa urusannya dengan dia ?".


"Saya juga tidak tau, sepertinya tuan Rico curiga jika Bani juga terlibat dalam hilangnya kamu, Rumah Bani sering di awasi oleh orang suruhan anak buah tuan Rico, bahkan beberapa hari yang lalu rumahnya di lempari oleh petasan rakitan".


"Apa sebenarnya maunya tuan Rico ?". geram Aisha.


"Beliau tak ingin melepaskan kamu begitu saja".

__ADS_1


"Tapi aku sudah membayar semuanya sesuai permintaannya".


"Aku juga tidak tahu, Bani berencana untuk melaporkan hal tersebut, apa kamu mau bantu untuk memberatkan hukumannya nanti ?".


"Aku akan membantunya, apa lagi Bani tidak mengetahui apa pun tentang kepergian ku".


"Aku punya rencana".


"Apa itu ?". Bayu menceritakan sebuah rencana untuk menjebak tuan Rico.


"Tapi aku takut" ujar Aisha.


"Kamu tenang saja, karena ada aku dan yang lainnya yang akan mendampingi kamu walaupun dari kejauahan" jelas Bayu.


"Aku akan izin dulu dengan Abah dan Umi, jika nanti sudah dapat Izin, kamu tidak perlu menjemput aku, karena aku takut ada anak buah tuan Rico yang akan mengikuti kamu" jelas Aisha.


"Kamu naik apa ke sini ?" tanya Bayu.


"Itu masalah gampang, aku bisa naik taksi".


Sesuai perintah Bayu, Aisha menghubungi nomor tuan Rico, dengan rasa takut ia pun mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan tuan Rico karena ada hal yang harus di sampaikan. Aisha mengajak tuan Rico bertemu di sebuah cafe pilihan Aisha.


"Kamu pasti kesusahan makanya menghubungi saya" ujar tuan Rico.


"Abah, Umi, Aisha mau bicara" ujar Aisha dengan sangat sopan.


"Ada apa nak, apa kamu ada masalah ?" tanya Umi dengan wajah penuh ke khawatiran.


"Aku mau minta izin ke kota" sahut Aisha pelan, ia takut jika Umi dan Abah tak memberinya ijin untuk pergi.


"Kenapa nak, kamu tidak betah tinggal di sini ?" tanya Abah.


"Bukan seperti itu, tapi ada urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu" jelas Aisha.


"Kapan kamu berangkatnya ?" tanya Abah.


"Kemungkinan besok habis subuh, dari sini aku menggunakan taksi".


"Ya sudah, tapi hati - hati di jalan, apalagi kamu seorang diri". nasehat Abah.


"Iya Abah, terimakasih" sahut Aisha.


Ada rasa cemas dalam diri Abah mau pun Umi untuk membiarkan Aisha pergi sendirian, apalagi setelah mengetahui rentetan masalah yang pernah di lalu Aisha, namun apa daya mereka tak mampu untuk melarangnya, mereka hanya bisa berdoa agar Aisha selalu mendapat perlindungan.

__ADS_1


Sementara setelah mendapat telepon dari Aisha, tuan Rico langsung pergi ke bandara untuk menuju kota dimana ia dan Aisha akan bertemu esok hari.


"Kenapa sih harus kesana lagi" protes Sari, ia kesal karena akhir - akhir ini sering di tinggal oleh sang suami.


"Ada urusan" ujar tuan Rico seraya berjalan keluar rumah.


"Mau ke mana lagi, kok bawa koper ?" tegur Mika yang baru saja keluar dari kamar.


"Besok Aisha mengajak aku bertemu" jelas Tuan Rico.


"Aisha, Aisha dan Aisha, kenapa kamu selalu mengutamakan dia, kamu harus ingat dia itu mantan istri kamu dan aku adalah istri kamu yang sah" Sari emosi tatkala tau jika suaminya akan menemui mantan istrinya tersebut.


"Emang salah jika suami kita menemui mantannya, nggak kan ? mungkin masih ada urusan yang belum terselesaikan, apalagi semenjak mereka resmi berpisah mereka belum pernah bertemu" sahut Mika.


"Lihat Mika saja tidak keberatan aku bertemu dengan mantan istri ku, tapi kenapa kamu keberatan, jika aku berhasil membawa Aisha, lihat sudah banyak pria yang ngantri ingin menyewa Aisha, lalu siapa yang menikmati uang sewanya, ya tentunya kalian istri - istri ku" jelas tuan Rico.


"Iya mbak Mika gak akan pernah keberatan, karena dia sudah punya lelaki lain, dia berselingkuh !!" Seru Sari seraya menunjuk ke arah Mika.


"Buktikan jika aku memang berselingkuh !!" Seru Mika dengan nada yang seperti mengejek.


"Terserah kalian semua, aku berangkat sekarang" tuan Rico berlalu meninggalkan kedua istrinya yang masih berdebat tentang perselingkuhan Mika.


"Aku akan buktikan semuanya, tunggu saja mbak akan di usir dari rumah ini dan aku akan menjadi nyonya di rumah ini !" Seru Sari.


"Kalau mimpi jangan terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit" ejek Mika.


"Walaupun tupai pandai melompat tapi ia pernah jatuh juga, sepandai - pandainya mbak menyembunyikan nya namun suatu saat akan kebongkar juga !".


"Lagi belajar pribahasa ya" ejek Mika. "Oh iya kenapa kamu ngotot sekali menuduh aku berselingkuh, atau jangan - jangan kamu sendiri yang berselingkuh, untuk menutupi hal tersebut kamu menuduh saya yang berselingkuh" ujar Mika.


"Enak saja, jangan memutar balikan fakta ya, lihat saja aku akan membuktikannya" ujar Sari seraya berlalu menuju kamarnya.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


📍Aku Memilih_Mu


📍Bertemu Jodoh Di pesantren


📍Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2