Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 41


__ADS_3

Di atas sejadah Aisha melantunkan doa berharap ia bisa terbebas dari sang suami. ia berdoa agar di beri kelancaran dalam proses sidang perceraiannya. Aisha sangat gelisah karena belum ada kabar dari Bayu tentang hasil dari penjualan tanah tersebut.


"Ya allah aku hanya ingin terbebas dari manusia seperti tuan Rico, ampuni hamba jika jalan yang hamba tempuh agar terhindar dari suami hamba salah" Aisha mengakhiri doanya. tak di sadari tetesan bening dari pelupuk mata mengalir begitu saja.


Hari ini Aisha menjalani hari tanpa semangat, karena ia belum mendapat kabar kepastian dari Bayu.


"Aisha, ada kunjungan untuk anda" ucap penjaga lapas.


"Apa itu Bayu, tapi kalau bukan dia siapa lagi. tapi tumben sekali pagi begini Bayu sudah datang" gumam Aisha dalam hatinya.


Aisha di bawa ke ruang kunjungan oleh penjaga lapas. dan Aisha sangat terkejut saat mengetahui ternyata bukan Bayu melainkan Tuan Rico suami Aisha.


"Selamat pagi istri ku" sapa tuan Rico dengan senyumannya.


"Waktu berkunjung hanya dua puluh menit, jadi gunakan waktu tersebut sebaik mungkin" ujar penjaga lapas.


"Terima kasih" ucap tuan Rico ramah pada penjaga lapas, dan penjaga lapas pun berlalu meninggalkan ruang kunjungan dan berjaga dari kejauhan.


"Untuk apa anda datang ke sini lagi, berapa kali sudah saya katakan jika keputusan ku sudah bulat ingin bercerai dengan anda" ujar Aisha dengan nada yang ketus.


"Aku ke sini hanya ingin mengingatkan jika waktu yang ku berikan untuk pembayaran hutang orang tua kamu semakin terbatas, kalau kamu tidak sanggup untuk membayarnya bisa bilang dari sekarang agar semuanya cepet selesai, kamu bisa bebas dari penjara lebih cepat dan kembali ikut ke bali bersama saya" ujar tuan Rico seperti sedang mengejek Aisha.


"Tenang saja, aku akan melunasi hutang orang tua ku !!" ketus Aisha.


"Apa kamu yakin dengan keputusan mu itu, jika kamu hidup bersama ku, kamu tak perlu memikirkan biaya hidup, kamu akan banyak mendapat fasilitas".


"Aku tak butuh hidup mewah dengan berbagai fasilitas, yang ku butuhkan adalah hidup dengan ketenangan". ucap Aisha.


"Ingat !! aku hanya memberi mu waktu selama dua bulan, dan tidak akan ada penambahan hari lagi !!" tegas tuan Rico.


"Tak perlu khawatir aku akan melunasinya, dan aku juga tau batas waktunya. hanya satu yang harus anda ingat jika aku dapat melunasi hutang ku maka anda tidak berhak mempersulit lagi proses perceraian kita" ujar Aisha.


"Hahaa, jangan berpikir terlalu jauh dulu, yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana cara melunasi hutang kamu, sedangkan kamu saja berada di dalam penjara".

__ADS_1


Waktu kunjungan pun telah habis, Aisha kembali di bawa ke tahanan, sedangkan tuan Rico dan anak buahnya langsung menuju sebuah hotel yang sudah di pesannya. tuan Rico akan menginap beberapa hari karena lusa akan ada jadwal sidang perceraiannya bersama Aisha.


Ke esokan harinya Bayu mendatangi lapas perempuan. Bayu datang dengan membawa kabar bahagia untuk Aisha.


"Aku punya kabar baik !!" seru Bayu senang.


"Apa itu ?" tanya Aisha penasaran.


"Aku sudah berhasil mengumpulkan uang sebanyak sepuluh miliar !!" Seru Bayu.


"Kamu Serius ?" tanya Aisha seakan - akan Bayu hanya sedang menghiburnya.


"Kemaren sudah ku bilang jika tanah tersebut laku dengan harga yang sangat tinggi melebihi harga pasaran. Memang uang hasil jual taha, perhiasan dan dari tabungan memang masih kurang dikit, tapi kamu tidak perlu khawatir aku akan menutupi semua kekurangannya".


"Terima kasih banyak Bayu, entahlah apa yang akan terjadi jika tidak ada kamu".


"Nanti setelah pulang dari sini, aku akan langsung menemui tuan Rico, dan menyerahkan ini semua, karena esok hari ada jadwal sidang perceraian kalian, aku berharap jika besok akan ada sidang putusan dan kamu akan resmi bercerai dan terbebas dari suami kamu".


"Aku hanya berharap yang terbaik, aku janji akan membayar uang yang kamu gunakan untuk menutupi kekurangan hutang orang tua ku, dan aku juga akan mengumpulkan uang untuk mengganti uang hasil jual tanah" ujar Aisha.


"Aku gak bisa lama - lama di sini, aku harus segera menyerahkan uang ini" ujar Bayu.


"Kamu hati - hati, dia bukan orang sebarangan, dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan".


"Aku sudah mengerti seperti apa dia sesungguhnya".


Kini Bayu meluncur menuju tempat di mana ia akan bertemu dengan tuan Rico yaitu di sebuah cafe yang berada di hotel tempat tuan Rico menginap.


"Kenapa kamu mengajak saya bertemu ?" tanya tuan Rico.


"Sudah ku bilang ada hal yang harus kita bicarakan".


"Apa Aisha tidak sanggup untuk membayar hutangnya dan meminta perpanjangan waktu pembayaran ?". tanya tuan Rico seraya tersenyum seperti sedang mengejek.

__ADS_1


"Anda salah, saya datang ke sini justru akan membayar lunas semua hutang orang tua Aisha !" seru Bayu.


"Hahaha . . jadi anda akan menjadi pahlawan untuk Aisha" ucap tuan Rico mengejek Bayu.


"Terserah anda mau menganggapnya apa, yang terpenting sekarang saya akan menyerahkan uang sesuai jumlah hutang orang tua Aisha !" ucap Bayu mencoba mengontrol emosinya agar tak terpancing oleh tuan Rico.


"Baiklah, mana uang tersebut, biarkan anak buah saya yang akan menghitung ulang uang tersebut". ujar tuan Rico.


"Saya akan kasih uang ini, tapi ada yang harus anda tanda tangani" ujar Bayu.


"Apa lagi ini, apa anda ingin menjebak saya ?" tuduh tuan Rico.


"Buang jauh - jauh pikiran kotor anda. saya hanya ingin anda menanda tangani sebuah surat perjanjian jika anda tidak akan mengganggu Aisha lagi" jelas Bayu.


"Kenapa harus ada surat perjanjian ?" tanya tuan Rico.


"Hanya untuk memastikan jika anda akan memenuhi semua perjanjian pertama jika Aisha sanggup melunasi hutangnya, maka anda harus siap bercerai dengan Aisha dan tidak akan mengganggu hidupnya lagi !!" tegas Bayu.


"Apa anda tidak percaya dengan saya, sampai harus ada surat perjanjian segala macam". ujar tuan Rico.


"kenapa ? anda sepertinya takut sekali menandatangani surat perjanjian ini" sindir Bayu.


Tak terima dengan ucapan Bayu, dengan penuh emosi ia segera menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Sudah saya tanda tangani, sekarang mana uang itu" ucap tuan Rico dengan penuh emosi.


"Ini tuan" Bayu menyerahkan sebuah koper besar yang berisi uang sebesar sepuluh miliar.


Tuan Rico menerima koper tersebut dengan emosi, kemudian menyerahkannya kepada anak buahnya agar menghitung kembali jumlah uang tersebut.


"Jumlahnya sepuluh miliar" ujar salah satu anak buah tuan Rico.


"Urusan anda dan Aisha sudah selesai, sampai ketemu di persidangan esok hari dan satu hal lagi jangan persulit sidang besok, atau anda bisa di tuntut karena sudah ada perjanjian hitam di atas putih" tegas Bayu dan berlalu meninggalkan tuan Rico beserta anak buahnya.

__ADS_1


...🌾🌾🌾🌾🌾...


__ADS_2