Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 85


__ADS_3

"Mas aku ingin bertemu dengan teman lama ku apa boleh ?" tanya Lala.


"Boleh" jawab Rizal singkat.


"Oke, aku akan pergi tapi aku gak tahu pulang kapan karena ya namanya perempuan kalau sudah kumpul suka lupa waktu apa pagi kami jarang bertemu".


"Terserah kamu saja, tapi ingat pergunakan waktu mu di sini dengan baik karena kita gak akan tinggal lama di sini" ujar Rizal.


'Bagus jika kamu akan pergi dengan teman - teman mu jadi hari ini tak ada yang akan menganggu rencana ku' batin Rizal.


Lala benar - benar berubah, siapa saja yang melihatnya sekarang pasti tak akan mengenalinya, Lala sudah menjalani dia kali operasi plastik untuk mempercantik dirinya bahkan operasinya di lakukan di luar negri.


Taksi yang di pesannya sudah menunggu di bawah, Setelah pamit pada sang kekasih akhirnya Lala keluar dari kamar hotel dan menuju tempat di mana Taksi pesenannya menununggu.


"Cepat ya pak, karena saya sedang buru - buru" ujar Lala pada sopir taksi.


Lala benar - benar sudah tak sabar untuk menemui mantan suaminya yang kini sedang menjalani masa hukuman di balik jeruji besi karena berbuatannya sendiri yang seperti sok berkuasa.


"Kita sudah sampai mbak" ujar supir taksi tersebut membuayarkan lamunan Lala.


"Ini ongkosnya, kembaliannya ambil saja".


"Terima Kasih".


Lala melangkah dengan sangat anggun menuju sebuah tempat kunjungan, Lala mun menceritakan niatnya ingin menemui salah satu tahanan.


"Silahkan mbak tunggu di dalam, saya akan panggilkan orang yang mbak maksud".


Sementara di dalam sebuah sel tahanan yang berisikan beberapa orang narapidana, seorang sipir lalu memanggil nama tuan Rico.


"Apakah istri saya datang berkunjung ?" tanya tuan Rico.


"Sepertinya bukan istri anda, tapi seorang perempuan cantik yang datang".

__ADS_1


'Apa itu Aisha ?' batin Tuan Rico.


"Ayo, kita ke ruang kunjungan" ajak sipir pada tuan Rico.


Saat tiba di ruang kunjungan tuan Rico sedikit penyipitkan matanya setelah melihat siapa yang datang untuk menjenguknya. ternyata tebakan tuan Rico salah yang datang bukanlah Aisha, namun seorang perempuan yang dirinya sendiri tidak mengenalnya.


"Selamat siang tuan Rico, apakah seperti ini keadaan mu sekarang, sungguh kasian sekali" ujar perempuan itu seperti tengah menertawakan keadaan tuan Rico yang sangat memprihatinkan.


"Siapa kamu, apa tujuan kamu menemui saya ?".


Perempuan itu tersenyum, ternyata mantan suaminya sungguh tidak mengenali penampilan yang baru.


"Perkenalkan saya adalah Lala, kalau lebih lengkapnya lagi adalah Mikayla" ujar perempuan itu memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya.


"Kamu Mika ?!" pikik Tuan Rico tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Iya aku mantan istri pertama mu wahai tuan Rico yang terhormat" ujar Lala dengan nada seperti sedang mengejeknya.


Tuan Rico menggelengkan kepalnya, ia yakin perempuan yang ada di depannya bukanlah Mika mantan istri pertamanya, karena sepengetahuan dia Mika tidak seperti itu.


"Aku datang ke sini ingin melihat kondisi mu yang sangat menyedihkan ini, oh iya bagaimana kabar Sari, apa perempuan bodoh itu masih bersama kamu".


Tuan Rico menatap perempuan di hadapannya dengan tatapan tajam, dari sorot mata yang di tampilkan perempuan tersebut kini baru tuan Rico yakin bahwa perempuan yang ada di hadapannya kini adalah mantan istri pertamanya yang telah menguras habis seluruh kekayaaannya.


"Kembalikan rumah, perusahaan serta aset - aset lainnya yang telah kamu curi Mika !" Seru tuan Rico geram, apalagi kalau mengingat kembali waktu itu gara - gara hartanya di kuras habis oleh sang mantan istri dirinya harus rela mendekam lama di balik dinginnya jeruji besi.


"Apa harta mu, yang mana yah ?".


"Saya akan melaporakan kamu karena telah menggelapkan seluruh kekayaaan saya !!" Seru Tuan Rico.


"Aduh kalau menghayal jangan tinggi - tinggi nanti kalau jatuh sakit loh. laganya mau masukin orang kepenjara lah sendirinya saja tak bisa membebaskan dirinya. terima dan nikmati saja waktu mu di sini". ujar Lala dengan nada yang mengejek dan meremehkan kemampuan Tuan Rico.


"Saya tidak main - main Mika !!" Seru tuan Rico geram, ia tak tak menyangka perempuan yang bertahun - tahun hidup bersamanya ternyata adalah seorang perempuan licik dan picik.

__ADS_1


"Pak, bawa saya ke dalam lagi. tidak penting rasa berbicara dengan perempuan macam dia" ujar tuan Rico seraya menunjuk ke arah Mika


"Mas Kita belum selesai bicara" teriak Mika.


Tuan Rico meninggalkan ruang kunjungan, tak peduli dengan teriakan Lala yang masih ingin berbicara dengannya. Tuan Rico sudah terlanjur kecewa dan juga sakit hati terhadap Lala. Tuan Rico semakin kesal setelah melihat penampilannya yang kian gelamor sementara dirinya, istri serta anaknya harus hidup serba kekurangan, apalagi kalau mengingat Sari yang harus berjuang banting tulang untuk membeli susu anaknya dan juga makan sehari - hari.


Karena tuan Rico sudah berlalu, akhirnya Lala pun ikut berlalu meninggalkan ruang kunjungan namun saat di pintu ruang kunjungan Lala berpapasan dengan perempuan yang di taksir hampir seusia dengan dirinya namun penampilannya berbeda seratus delapan puluh derajat dengan dirinya, perempuan itu menggunkan baju yang sangat lusuh, perempuan itu juga menggendong seorang anak.


"Dari sorot matanya kok aku gak asing dengan perempuan itu" batin Lala.


******


Suara kumandang adzan membangunkan Aisha dari tidurnya, ia bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu dan melakukan kewajibannya sebagai umat muslim, tak lupa juga Aisha berdoa untuk kelancaran usaha yang akan di rintisnya.


Selesai shalat Aisha pergi ke dapur, membantu asisten rumah tangga untuk membuat sarapan, sudah menjadi kebiasaan setiap pagi Aisha akan membantu bi Mimin untuk menyelesaikan tugasnya sebagai asisten rumah tangga di rumah Umi Fatimah.


"Masak apa pagi ini bi ?" tanya Aisha.


"Rencananya bibi mau bikin bubur ayam saja".


"Ide yang bagus !".


Aisha dan Bi Mimin bekerja sama membuat bubur ayam yang enak, hingga bubur tersebut tersaji di meja makan tepat dengan Umi Fatimah yang keluar dari kamarnya.


"Wangi sekali, kalian masak apa ?" tanya Umi Fatimah.


Umi Fatimah akan keluar kamar saat waktunya sarapan, setelah shalat subuh Umi Fatimah akan memilih untuk membawa al - Quran di dalam kamarnya.


"Bubur Ayam Umi" jawab Aisha seraya menarik kursi untuk Umi Fatimah.


"Ayo kita sarapan" ujar Umi Fatimah " Nak, panggil bi Mimin biar dia sararapan bareng kita" titah Umi Fatimah.


"Baik Umi" Aisha segera menemui bi Mimin yang sedang memilah - milah baju yang akan di cuci.

__ADS_1


Mereka bertiga sarapan dengan sangat lahap, tak ada pembicaraan ketika mereka makan karena Umi Fatimah tidak menyukai hal tersebut.


"Nak, apa kamu sudah menghubungi Yuni ?". tanya Umi Fatimah ketika mereka sudah selesai sarapan.


__ADS_2