Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 45


__ADS_3

Rumah tersebut adalah Milik Bani, sang istri yang sedang berada di dalam rumah pun sangat terkejut dengan suara ledakan tersebut, sehingga ia langsung buru keluar dari dalam kamarnya.


"Bi suara apa itu ?" tanya Syifa pada Asisten rumah tangganya.


"Tidak tahu neng, suara itu berasa dari depan rumah".


Mereka berdua langsung buru - buru mengecek kebagian depan rumah, terlihat seorang security sedang berlari tergopoh - gopoh menuju teras depan, di luar pagar beberapa warga sudah mulai berdatangan.


"Apa apa ini pak Yanto ?" tanya Syifa pada security tersebut.


"Sepertinya ada orang iseng yang melempar petasan ke pekarangan rumah" jelas security.


"Anak kecil ?" tanya Syifa.


"Saya tidak kurang tahu neng, karena saya sedang berada di toilet" ujar Security tersebut.


"Ada apa mbak, suara apa tadi ?" teriak seorang warga yang berada di depan pintu gerbang.


"Ada orang iseng yang lempar petasan bu" jawab Syifa.


Setelah memastikan keadaan penghuni rumah baik - baik saja, satu persatu warga pun mulai meninggalkan rumah Syifa. tak berselang Mertua Syifa pun datang.


"Ada apa ini nak ?" tanya Umi.


"Gak ada apa - apa, cuma tadi ada orang iseng lempar petasan ke pekarangan rumah" jawab Syifa.


"Tapi kamu gak apa - apa ? Mana Bani ?".


"Aku baik - baik saja Umi, Abang sudah berangkat kerja".


"Telepon dia sekarang suruh balik" ujar Umi, ia terlihat sangat panik.


"Baik Umi" sahut Syifa.


Sesuai permintaan sang mertua Syifa menghubungi suaminya, dan memberi tahu kejadian tersebut pada sang suami.


"Abang langsung pulang sekarang" sahut Bani lalu ia segera menutup teleponnya.


Bani terlihat sangat panik, ia pun segera mendatangi ruangan Tio untuk memberitahu hal tersebut.


"Ada apa Ini, kok panik sekali ?" tanya Tio.


"Ada yang melempar pesatan ke pekarangan rumah". jelas Bani.


"Anak kecil atau orang iseng mungkin" sahut Tio.

__ADS_1


"Tapi perasaan ku tidak enak".


Akhirnya Tio memutuskan untuk ikut pulang bersama Bani, ia juga sangat penasaran dengan petasan seperti apa yang di lempar kepekarangan Bani. Karena jarak antara oantor dan rumah tidak jauh, jadi tak memerlukan waktu lama untuk sampai ke rumah.


"Apa kalian baik - baik saja ?" Bani memastikan seluruh penghuni rumahnya baik - baik saja.


"Semuanya baik - baik saja" sahut Umi.


Sedangkan Tio bersama pak Yanto langsung mengecek tempat di mana terjadi ledakan, di sana sisa - sisa petasan berserakan.


"Ini bukan petasan biasa, tapi ini seperti petasan rakitan, dan tidak mungkin anak kecil yang melakukan ini" ujar Tio seraya memperhatikan serpihan petasan yang berserakan.


Setelah yakin jika itu adalah petasan rakitan, Tio langsung menghampiri Bani yang sedang berbincang - bincang dengan Umi dan juga sang istri.


"Bani sini sebentar ada yang harus di bicarakan" ujar Tio. dan Bani pun langsung menghampiri Tio.


"Ada apa ?" tanya Bani penasaran.


"Apa di depan rumah ada cctv ?" tanya Tio. Bani hanya menganggukan kepalanya. "Ayo kita lihat rekaman cctv tersebut" ajak Tio.


"Bentar deh, ada apa si sebenarnya ?" tanya Bani penasaran.


"Di lihat dari serpihan petasan tersebut, terlihat sepertinya itu bukan petasan biasa, itu seperti petasan rakitan, dan saya rasa tidak mungkin anak kecil yang melakukan itu" jelas Tio.


"Jadi ada seseorang yang sengaja melempar petasan tersebut ?" Tio pun mengangguk pelan. karena penasaran akhirnya Bani mengajak Tio untuk masuk keruangan cctv yang berada di dalam ruangan kerjanya.


Di dalam rekaman cctv tersebut, terlihat dua orang yang sedang memperhatiakan rumahnya dari sebrang jalan, setelah situasi terlihat sepi, kedua orang tersebut terlihat melemparkan sesuatu ke pekarangan rumah Bani. Namun sayang kedua orang tersebut menggunakan penutup kepala dan wajah, bahkan mereka menggunakan flat nomor yang palsu.


"Ini bisa di katakan sebuah teror !" seru Tio.


"Tapi siapa yang melakukan teror ini ?".


"Tentu musuh kamu, jangan - jangan ini ulah Malik" tebak Tio.


"Gak boleh soudzon begitu".


"Terus siapa lagi, hanya dia yang sering mengusik ketenangan kamu" ujar Tio.


Yang di katakan Tio memang ada benarnya, Namun ia tak ingin menuduh seseorang tanpa bukti, apa lagi sekarang Malik sedang dalam penjara.


"Aku keluar sebentar" ujar Bani.


Tio masih penasaran dengan orang tersebut, sehingga ia memutuskan untuk memutar rekaman cctv dari beberapa hari kebelakang. dan benar saja dengan dugaan Tio, jika orang tersebut telah mengawasi rumah Bani sejak beberapa hari kebelakang, dalam rekaman cctv beberapa hari kebelakang, Tio bisa melihat dengan jelas palt nomor kendaraannya dan juga wajah orang tersebut. oleh karena itu Tio segera memindahkan rekaman tersebut pada ponselnya. setelah selesai Tio kembali memanggil Bani dan menceritakan semua yang ada di dalam cctv.


"Siapa mereka sebenarnya ?" tanya Bani penasaran.

__ADS_1


"Aku kurang tau, tapi tenang saja aku akan mencari tahu semua ini" ujar Tio dan setelah itu pamit untuk kembali ke kantor karena masih banyak kerjaan yang harus ia selesaikan.


Sementara di tempat yang berbeda, Bayu mulai merasa risih dengan orang - orang yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi. kini Bayu mulai kucing - kucingan jika ingin keluar, kadang ia menggunakan mobil sewaannya untuk keluar agar tak di ikuti oleh anak buah tuan Rico.


Ke esokkan harinya Bayu mendapat kabar jika Bani dan teman yang lainnya akan datang ke kantornya karena ada sesuatu yang harus di bicarakan, hal itu membuat Bayu pemasaran.


"Apa kalian sudah berangkat menuju ke kantor saya ?" tanya Bayu lewat sambungan telepon.


"Kami sudah di dekat kantor kamu, namun sepertinya ada yang mengawasi kantor kamu dari sebrang jalan" ujar Tama.


"Untuk soal itu panjang ceritanya, aku sarankan jika kalian mau datang ke sini jangan menggunakan mobil pribadi" Saran Bayu.


"Ya sudah besok aku dan yang lainnya akan kembali" ujar Tama lalu menutup teleponnya.


Sesuai janjinya, ke esokkan harinya lagi Tama dan yang lainnya mendatangi kantor Bayu dengan menggunakan mobil sewaan, mobil tersebut di sewa atas nama orang lain.


"Apa mereka curiga ?" tanya Bayu.


"Sepertinya tidak" sahut Bani.


"Hal penting apa yang ingin kalian sampaikan ?" tanya Bayu.


"Apa orang - orang yang mengawasi kantor kamu itu orang suruhan tuan Rico ?" Tanya Tama. dan Bayu pun menganggukan kepalnya.


"Ada apa lagi ini, bukannya urusan tuan Rico dan Aisha sudah selesai ?" tanya Bani penasaran.


"Sepertinya Mereka tak rela melepaskan Aisha begitu saja, saya mencurigai mereka akan menculik Aisha, namun aksi mereka gagal karena Aisha telah terlebih dahulu pergi meninggalkan kota ini" jelas Bayu.


"Maksud kamu ?" tanya Bani yang belum sepenuhnya mengerti.


"Mereka mencurigai saya jika saya telah menyembunyikan Aisha" ujar Bayu.


"Lalu di mana Aisha sekarang ?" tanya Tama.


"Aisha ada di suatu tempat yang jauh dari kota ini, ia sedang menenangkan diri di sana" jawab Bayu. "Oh iya kalian mau biacara soal apa ?" tanya Bayu balik.


"Ini masih ada hubungannya dengan Aisha dan juga tuan Rico !!" Seru Tio.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


📍Aku Memilih_Mu


📍Bertemu Jodoh Di pesantren

__ADS_1


📍Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2