Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 11


__ADS_3

Tubuhnya terasa kembali di hantam petir di siang bolong, seluruh persendian tubuhnya tak lagi mampu menopang berat tubuhnya, membuat tubuh Aisha seketika menjadi ambruk ke lantai, mulutnya terasa terkunci, dan Air matanya pun seakan telah habis mengering ketika menangisi jasad yang Ayah.


Seorang wanita tua, terbaring kaku di ranjang rumah sakit, dengan wajah yang sudah memucat.


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin" ujar dokter.


Tak ada jawaban dari Aisha atau pun Ayla, hanya terdengar suara tangis histeris dari keduanya. Hati Aisha hancur sehancur - hancurnya, di tinggal kedua orang tuanya secara bersamaan, hanya karena dirinya tak bisa berpikir panjang dalam mengambil sebuah tindakan yang hanya memikirkan nasib dirinya saja.


"Kak Ibu telah pergi bersama ayah, kita tak punya siapa - siapa lagi" ujar Ayla di sela isak tangisnya.


Sebuah pernyataan yang sangat menyayat hati Aisha, Adiknya yang masih kecil yang masih membutuhkan ke dua orang taunya namun kini adiknya harus merelakan kedua pergi untuk selamanya hanya gara - gara kecerobohan dirinya.


Beberapa suster yang ada di ruangan tersebut, mencoba mengangkat tubuh Aisha yang terkulai lemas di atas lantai dan di bawanya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. sedangkan Ayla masih saja menangis seraya memeluk jasad sang ibu yang sudah terbujur kaku.


Tuan Rico yang menyaksikan tangis sang istri dan adik iparnya tak kuat untuk mendekat, ia pun lebih memilih kembali ke luar ruangan.


Ini bukan salah ku, siapa suruh Aisha kabar kerumah orang tuanya dan menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya yang memang mempunyai riwayat jantung. gumam Tuan Rico dalam hatinya.


Dua puluh menit kemudian, Kedua istri tuan Rico tiba di rumah sakit, kedatangan mereka sudah di tunggu oleh salah satu anak buah tuan Rico.


"Di mana suami saya ?" tanya Mika.


"Ada di dalam, silahkan ikuti saya !".


Anak buah tuan Rico pun membawa kedua istri tuan Rico menuju ruangan tempat ibunya Aisha di rawat.


"Mas jelaskan apa sebenernya yang terjadi ?" tanya Mika.


"Apa Aisha mengetahui semuanya ?" tanya Sari.


"Ceritanya panjang, intinya Aisha kabur kerumah orang tuanya, lalu ayahnya syok dan kena serangan jantung saat mengetahui tentang keadaan Aisha yang sebenarnya, dan untuk ibunya ia juga sama kena serangan jantung saat mengetahui suaminya meninggal" jelas Tuan Rico.


"Berarti Aisha ada di dalam ?" tanya Mika dan tuan Rico hanya menganggukan kepalanya. "Kalau gitu aku kedalam dulu" sambung Mika.


"Aku juga ikut" sahut Sari.

__ADS_1


Sementara tuan Rico tidak mengikuti kedua istrinya masuk. ia tak ingin mengganggu Aisha di dalam yang akan membuat suasana semakin kacau, karena dirinya yakin jika Aisha akan menyalahkan dirinya dalam kejadian ini.


"Kalian siapkan untuk pemakaman orang tua Aisha !!" titah Tuan Rico.


"Baik bos !". kedua anak buahnya langsung berlalu untuk mempersiapkan acara pemakaman untuk ke dua orang tua Aisha, mencari sebuah pemakaman yang dekat dengan tempat tinggal orang tua Aisha.


Di dalam ruangan Mika dan Sari mendekat ke arah Aisha yang sedang duduk terkulai di sofa.


"Kami turut berduka cita ya" ujar Mika.


Namun tak ada jawaban dari Aisha, ia hanya terdiam dengan tatapan kosongnya. bahkan dokter telah berusaha mengajak komunikasi namun tak ada respon dari Aisha.


"Apa tuan Rico ada di luar ?" tanya dokter pada kedua istri tuan Rico.


"Ia beliau ada di luar" jawab Sari.


Dokter pun pamit menemui tuan Rico untuk membicarakan tentang pengurusan jenazah.


"Maaf tuan, ini jenazah ibu Ima mau di bawa pulang sekarang ?" tanya Dokter.


"Iya dok, kami akan bawa pulang bersamaan dengan jenazah pak Danu" jelas tuan Rico.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Iring - iringan dua mobil Ambulance yang membawa jenazah Pak Danu dan Ibu Ima kini sedang melaju menuju sebuah pemakaman umum, sebelumnya jenazah pak Danu dan Ibu Ima di bawa terlebih dahulu kerumahnya lalu di shalatkan di masjid deket rumah mereka. banyak warga yang terkejut dengan kepergian pak Danu dan Ibu Ima, karena yang mereka tau jika Pak Danu dan Ibu Ima dalam keadaan sehat - sehat saja, bahkan pagi harinya ada beberapa warga yang masih berinteraksi dengan Ibu Ima ketika mereka sedang berbelanja sayur.


Iring - iringan mobil ambulance pun tiba di pemakaman, Aisha yang di gandeng oleh Mika sedangkan Sang Adik Ayla di gandeng oleh Sari, tak banyak orang yang menghadiri pemakaman pak Danu dan Ibu Ima termasuk keluarga besar dari ibu Ima dan pak Danu. pemakaman hanya di saksikan oleh Aisha, Ayla, kedua istri tuan Rico, beberapa anak buah tuan Rico, beberapa tokoh masyarakat dari tempat tinggal Ibu Ima dan pak Danu dan Tuan Rico.


Pemakaman tersebut berlangsung secara haru, karena Aisha dan Ayla tak henti - hentinya menangis saat menyaksikan kedua orang tuanya di turunkan ke liang lahat secara bersamaan.


"Ibuuuuu. . Ayahhhh. . Ayla ikut . . " teriak Ayla saat petugas pemakaman menurunkan tanah secara perlahan ke liang lahat Ibu Ima dan pak Danu.


Tangis Ayla membuat Aisha semakin tersayat, ia pun memeluk sang adik dengan serat, saling memberikan kekuatan.


"Kak kita sudah tak punya ibu dan Ayah" lirih Aisha.

__ADS_1


"Kamu masih punya kakak yang akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk mu" sahut Aisha dalam tangisnya.


Pemakaman kedua orang tua Aisha pun telag selesai, beberapa warga yang ikut pemakaman pun telah berpamitan untuk pulang.


"Ayo kita pulang" Ajak Mika pada Aisha dan Ayla.


Aisha dan Ayla menolak untuk di ajak pulang, ia masih ingin berada di dekat pusaran ke dua orang tuanya.


"Kalian pulang saja, biarkan aku yang urus Aisha dan juga adiknya" ujar Tuan Rico.


"Baiklah, kita berdua pulang duluan yah" ujar Mika.


Hari semakin sore namun Aisha dan Ayla masih enggan untuk beranjak dari pusaran kedua orang tuanya.


"Ini sudah sore sebaiknya kita pulang saja, kalian juga harus istirahat, jangan terus menangis nanti Ibu dan Ayah akan sedih melihat kalian seperti ini" ujar Tuan Rico.


"Jika kamu ingin pulang, pulang saja, Saya masih ingin di sini, lagian kami juga tak tau harus pulang ke mana" ujar Aisha.


"Orang tua mu sudah tiada, sekarang kamu punya tanggungan yaitu adik kamu, jadi jangan hanya pikirkan kebahagiaan kamu saja tapi pikirkanlah masa depan adik mu, kamu saya izinkan untuk tinggal di rumah saya dengan membawa adik mu" jelas tuan Rico.


"Maaf untuk saat ini saya tidak pulang ke rumah anda, saya akan tinggal sementara di rumah pemberian anda yang di tempati oleh orang tua saya. jadi saya mohon untuk pengertiannya, saat ini saya baru saja kehilangan kedua orang tua saya, jadi biarkan saya menenangkan pikiran saya terlebih dahulu" ujar Aisha.


"Baik kalau itu mau mu, tapi saya harap nanti kamu bisa kembali tinggal di rumah saya bersama adik kamu, saya pamit pulang duluan, nanti kalian pulang di antar kedua anak buah saya" sahut tuan Rico.


"Terima kasih atas pengertiannya, saya dan adik saya bisa pulang sendiri, lebih baik suruh anak buah mu pulang ikut bersama mu".


"Baiklah jika itu mau".


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren

__ADS_1


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2