Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 29


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa sudah lima hari Aisha mendekam dalam penjara, ia begitu merindukan sang adik. selama dalam penjara Aisha hanya menerung dan menangis, antara menyesal dan menyesal menyelimuti hatinya, Selama lima hari di penjara, Bayu hanya datang dua kali. bahkan Bayu menyatakan bahwa ia tak akan membantunya.


Penyesalan demi penyesalan terus di rasakan Aisha, apalagi kini sang adik telah mengetahui keberadaan sang kakak, jika tak ada sang adik mungkin Aisha telah nekad melakukan bunuh diri.


Beberapa hari lagi Aisha akan mengikuti sidang putusan, ia hanya berharap ada pada kebaikan yang maha pencipta agar dirinya tak mendapat hukuman yang berat.


Lima hari dalam tahanan telah membuat tubuh Aisha mengalami banyak perubahan, Aisha terlihat sangat kurus karena selama di penjara ia tak nafsu makan. wajahnya yang berseri kini berubah menjadi pucat, mata yang indah pun kini terlihat sangat bengkak karena selalu menangis. Aisha lebih banyak menghabiskan waktunya menyendiri dan menangis.


Sementara Bayu baru saja sampai di kediamannya, Bayu ingin bicara serius bersama Mamanya karena sang Papa sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan.


"Bayu sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan, apa kamu sudah punya calon yang ingin di kenalkan pada Mama".


"Bukan masalah itu mah".


"Laku apa ?" tanya Mamanya penasaran.


"Ini tentang Aisha dan Ayla" jawab Bayu dengan ragu - ragu.


"Kamu sudah bertemu dengan mereka, Hati - hati Bayu nanti bisa bahaya jika tuan Rico tau".


"Iya Bayu tau jika soal itu, pertama Bayu mau jujur sama Mama, Bayu minta maaf tak ada maksud Bayu berbohong sama Mama tapi Bayu melakukan semua ini demi melindungi semuanya" ucap Bayu.


"Biacara saja pada intinya jangan buat Mama semakin penasaran".


"Ma, Selama ini Bayu tau di mana Aisha dan Ayla berada".


"Apa ??!!" Mamanya Bayu sangat terkejut dengan penuturan yang di sampaikan oleh Bayu.


"Ma, dengerin Bayu dulu" ucap Bayu pelan, yang mengingat sang mama punya riwayat sakit jantung. "Ma, sekarang Ayla berbaring di rumah sakit karena ia mengalami sebuah kecelakaan, Ayla jadi korban tabrak lari" jelas Bayu.


"astagfirullah, lalu bagaimana kondisinya sekarang ?".


"alhamdulilah Ayla baik - baik saja, menurut dokter jika hari ini alat - alat yang menempel pada tubuh Ayla akan di copot. Ma, selama ini Bayu tidak pulang kerumah bukan karena Bayu menginap di rumah Bayu tapi selama ini Bayu menjaga Ayla di rumah sakit" jelas Bayu.


"Kenapa harus kamu yang menjaga, Aisha ke Mana, apa dia meninggalkan Ayla seorang diri dan lepas dari tanggung jawab ?".


"Aisha sudah lima hari di tahan di penjara".


"Apa ??!"

__ADS_1


Bayu menjelaskan masalah yang terjadi pada Aisha secara garis besarnya saja. hal itu membuat Mamanya merasa kasihan terhadap nasib Ayla ke depannya, setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Mamanya Bayu mau merawat Ayla, namun sang Mama enggan membantu atau pun terlibat dalam kasusnya Aisha. Akhirnya Bayu dan sang Mama pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Ayla.


Tiba di rumah sakit, Bayu langsung mengajak sang Mama untuk melihat kondisi Ayla, kedatangan Mamanya Bayu membuat Ayla terkejut.


"Gimana keadaan kamu sekarang nak ?".


"Aku baik - baik saja, kok tante ada di sini ?".


"Tante mau jenguk kamu sayang, maaf yah tante baru bisa jenguk sekarang" ucap tante Reni Seraya mengelus lembut rambut Ayla.


"Apa tante sudah tidak marah lagi sama Ayla ?" pertanyaan Ayla sangat menusuk hati tante Reni. ia merasa bersalah karena anak sekecil Ayla menjadi korban kebenciannya terhadap orang tuanya.


"Tante gak pernah marah kok sama kamu" ucap tante Reni, Cairan bening sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Kok tante sedih sih, maafkan Ayla dan keluarga ya".


"Tante gak sedih kok, tante cuma terharu saja bertemu dengan kamu" tante Reni menghapus cairan bening yang hampir jatuh. "Kamu cepet sembuh ya, nanti kalau dah sembuh kamu tinggal bareng tante ya" sambung tante Reni seraya menahan tangisnya.


"Tante Serius nyuruh Ayla tinggal bareng tante ?" tanya Ayla dengan penuh semangat dan tante Reni hanya menganggukan kepala seraya tersenyum pada Ayla. "Makasih tante, Tante dan kak Bayu memang orang baik".


...🌾...


Keesokan harinya, Alat - alat kesehatan yang berada di tubuh Ayla pun di lepas. hal itu membuat Bayu merasa senang karena sebentar lagi Ayla di perbolehkan pulang.


"Bayu, Ayla bagaimana ?" tanya Mama Reni panik saat mendapat kabar jika kondisi Ayla kembali drop.


"Dokter masih menanganinya" jawab Bayu.


"Kenapa ini bisa terjadi ?".


"Aku juga kurang paham Ma".


Bayu dan Mama Reni menunggu dengan cemas, Mereka tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya terhadap keadaan Ayla.


Sudah setengah jam dokter menangani Ayla, namun belum ada kepastian tentang keadaan Ayla.


"Bayu, kenapa lama sekali ?".


"Aku juga gak tau Ma".

__ADS_1


Tiba - tiba Pintu terbuka, dengan cepat Bayu dan Mama Reni segera menghampiri dokter.


"Dok bagaimana keadaan Ayla ?" tanya Bayu dan Mama Reni berbarengan.


Dokter pun menghela nafas panjangnya kemudian terdiam kembali.


"Dokter bagaimana keadaan Ayla ?" tanya Bayu lagi.


"Mohon maaf, pasien tak bisa di selamatkan" ucap Dokter dengan berat.


"Dok bohongkan" ucap Mama Reni.


"Dok kata kan Ini bohongkan" sahut Bayu.


"Kami semua sudah melakukan yang terbaik, namun pasien sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, kami turut berduka cinta ya". Bayu segera lari keruangan Ayla di ikuti oleh Mama Reni.


Tangis Bayu seketika pecah saat melihat Ayla sudah terbujur kaku, rasa bersalah pun kini menyelimuti perasaan Bayu.


"Ma, ini semua salah Bayu, harusnya Bayu tidak mengizinkan dokter untuk melepas alat - alat itu, jika tidak di lepas mungkin Ayla masih bersama kita Ma, ini salah Bayu mah".


"Nak Ini bukan salah kamu, ini sudah takdir, kasian juga Ayla jika harus bertahan hanya karena sebuah alat".


"Ma, bagaimana aku menjelaskan ini pada Aisha ?".


"Kamu bicara pelan - pelan saja, semoga Aisha bisa ikhlas menerima semua ini".


Bayu dan Mama Reni pun mengurus kepulangan jenazah Ayla, rencananya sebelum di makamkan Jenazah Ayla akan di bawa terlebih dahulu ke rumah Bayu dan Ayla akan di makamkan di pemakaman keluarga. sebelum pulang Bayu dan Mamanya menemui dokter terlebih dahulu untuk menanyakan tentang penyebab kematian Ayla.


Setelah puas mendengar penjelasan dokter Bayu merasa sedikit lega, karena bukan dirinyalah penyebab Ayla meninggal, melainkan kondisi Ayla yang drop, Ayla juga mengalami penyumbatan cairan di otak dan pembekuan darah, hal itu yang menyebabkan Ayla meninggal.


Bayu telah memerintahkan pada Asistennya untuk memberitahu tentang ke matian Ayla pada pihak kepolisan, Bayu juga meminta Agar pihak polisi mengizinkan Aisha untuk mengikuti proses pemakaman Ayla.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


📍Aku Memilih_Mu


📍Bertemu Jodoh Di pesantren

__ADS_1


📍Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2