
Tuan Rico beserta yang lainnya menjalani proses pemeriksaan, tuan Rico selalu membantah apa yang di tuduhkan kepadanya. berbeda dengan anak buahnya, ia mengaku hanya menjalankan perintah dari tuan Rico.
Kabar penangkapan tuan Rico sudah sampai ke kuping ke dua istrinya, dan keduanya menunjukan ekspresi yang berbeda, Mika terlihat lebih santai, sedangkan Sari ia sangat khawatir dengan kondisi sang suami.
"Kenapa mbak Mika biasa saja, Suami kita di tangkap !!" Seru Sari.
"Lalu aku harus bagaimana, kamu tau suami kita punya segudang uang, jadi santai saja ia akan segera bebas" Ujar Mika.
"Untuk menyogok pihak kepolisian itu tidak mudah".
"Percayakan semuanya pada pengacara suami kita, aku yakin dia adalah pengacara hebat, kasus seberat apapun bisa ia menangkan" jelas Mika.
Setiap hari tuan Rico menjalani pemeriksaan, ia masih tetap dengan bantahannya. karena berkas dan barang bukti sudah lengkap hingga akhirnya kasus tuan Rico di limpahkan ke pengadilan. Sidang akan di gelar dengan agenda keterangan pelapor dan juga para saksi, jika memungkinkan sidang akan di lanjut dengan bacaan tuntutan.
Tuan Rico beserta pengacara dan Timnya sedang menyusun rencana agar mereka bisa memenangkan persidangan tersebut, bahkan tuan Rico telah menyediakan uang untuk menyogok jaksa dan Timnya.
Sidang pun di mulai, tuan Rico telah duduk di kursi kesakitan, saksi demi saksi di hadirkan, namun dari semua saksi yang telah di hadirkan di bantah mentah - mentah oleh tuan Rico dan Tim nya, mereka sangat pandai dalam memutar balikkan fakta. tim pengadilan pung menghadirkan saksi terakhir yaitu Aisha.
Aisha menjadi saksi terakhir yang di hadirkan, semua yang di sampaikan Aisha kembali di bantah oleh tim tuan Rico, hingga sedikit terjadi perdebatan antara tuan Rico dan Aisha. jaksa dan hakim berdiskusi dan menutuskan untuk menunda sidang hingga satu jam kedepan.
"Bagaimana jika mereka yang memenangkan persidangan ini" ujar Aisha ketakutan.
"Tenang saja, kita sudah punya banyak bukti !" ujar Tama ikut menenangkan Aisha.
"Aku harap kamu jangan terpancing emosi lagi, karena itu bisa membuat persidangan akan menjadi dalam" saran Bayu.
"Maaf, aku gak bisa kontrol emosi ku tadi" ujar Aisha seraya menunduk.
"Lebih baik kita cari makan siang dulu" ajak Bani.
"Aku mau ke mushola saja" ujar Aisha sementara yang lainnya pergi mencari makan siang.
Di dalam mushola Aisha melaksanakan shalat dzuhur lalu ia berdoa agar proses sidang tersebut berjalan lancar.
Sidang kembali di gelar, Aisha kembali memberikan keterangannya dan lagi - lagi pengacara tuan Rico membantahnya
__ADS_1
"Anda diam, atau keluar dari ruangan ini !!" Seru Ketua hakim. "Silahkan lanjutkan keterangan anda !" titah ketua hakim pada Aisha.
Aisha telah selesai memberikan keterangannya. terlihat Jaksa dan ketua hakim sedang berunding.
"Sesuai barang bukti dan juga beberapa saksi, kama dari itu saya putuskan jika saudar terdakwa dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman penjara selama sepuluh tahun dan denda dua puluh miliar rupiah" ujar Jaksa seraya mengetuk palu sebanyak tiga kali.
Aisha dan yang lainnya bisa bernafas lega dan tersenyum penuh kegembiraan, karena mereka lah yang memenangkan kasus tersebut.
Berbeda dengan tim Tuan Rico, mereka akan mengajukan banding agar bisa menerima hukuman yang lebih ringan lagi. Sementara anak buah tuan Rico hanya mendapat hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar seratus juta rupiah, hukuman tersebut lebih ringan dari tuan Rico yang merupakan dalang dari semuanya.
Selesai persidangan Tuan Rico beserta anak buahnya kembali di giring menuju mobil tahanan, tak satu pun istrinya yang datang ke persidangan hanya pengacara yang mendampingi tuan Rico selama persidangan.
"Puas Anda !!" Bentak tuan Rico saat berpapasan dengan Bani dan yang lainnya.
"Maaf tuan, Saya hanya ingin memberi peringatan pada anda jika saya memang tidak terlibat dalam kepergian Aisha, anda salah sasaran !!" ujar Bani.
"Aku pasti akan membalas semua perbuatan kalian !".
"Apa tuan tidak malu, melakukan hal itu pada orang yang tak bersalah, bahkan tidak tahu apa pun" sahut Tio yang sangat geram melihat tingkah tuan Rico.
...๐พ๐พ...
Di saat semua orang sedang terlelap tidur bahkan ada yang sedang bermimpi indah, ada seorang perempuan yang sibuk mengemasi pakaiannya dalam koper, tak lupa juga ia memasukan barang berharga dari mulai perhiasaan, uang, dan beberapa sertifikat. setelah semua beres, ia mengendap - mengendap keluar kamar seperti seorang maling.
Ternyata di luar sudah ada sebuah mobil yang menunggu.
"Kamu gak ikut ?" tanya si pengemudi mobil tersebut.
"Besok aku nyusul" bisik perempuan tersebut dan kembali ke dalam rumah seperti tak terjadi apa - apa.
Pagi hari intik hujan menyambut hari itu, udara dingin pun masuk melalui celah jendela, namun hal itu tak menyurutkan semangat para pelayan untuk melakukan aktivitasnya seperti menyuci , membersihkan rumah dan juga menyiapkan makanan untuk majikannya.
Pagi yang dingin karena guyuran hujan, Seisi rumah di kejutkan dengan sebuah berita tentang tuan mereka yang dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman selama sepuluh tahun.
"Mbak Mika bangun !!" teriak Sari seraya menggedor pintu kamar milik Mika. Sari terus menggedor pintu hingga si pemilik kamar terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Ada apa sih, pagi - pagi sudah ganggu orang saja" Gerutu Mika yang kesal karena waktu istirahatnya terganggu. "Ada apa ? bisa gak pelan - pelan saja !!" protes Mika saat setelah membuka pintu kamarnya.
"Mbak apa sudah tau, jika Mas Rico di nyatakan bersalah dan ia mendapat hukuman selama sepuluh tahun !!" Seru Sari.
"Terus ?" ucap Mika dengan sangat santainya, ia tak menunjukan rasa khawatir atau pun terkejut.
"Heran aku sama mbak, sejak penangkapan Mas Rico, mbak gak pernah menunjukan kekhawatiran atau pun ke panikkan sama sekali" Sari sangat emosi melihat Mika yang terlalu santai dengan kasus suaminya.
"Lalu aku harus bagaimana, Suami kita sudah membayar mahal seorang pengacara, ya sudah serahkan saja pada pengacara aku yakin mereka akan melakukan yang terbaik" jelas Mika.
"Aku curiga sama mbak, jangan - jangan . . ".
"Curiga apa lagi, saya selingkuh ?" Mika memotong pembicaraan Sari. "Sana pergi, ganggu orang istirahat saja" usir Mika.
"Tapi mbak, apa mbak gak ada rencana biat jenguk Mas Rico, dia pasti sangat membutuhkan dukungan kita sebagai istrinya, apa lagi kemaren pas sidang kita tidak datang" ujar Sari.
"Suami kita bukan orang lemah seperti yang kamu pikirkan tersebut " ujar Mika lalu menutup kembali pintu kamarnya.
"Aku belum selesai bicara !" teriak Sari.
"Aku mau istirahat" teriak Mika dari dalam kamar.
Akhirnya Sari memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar Mika, ia pun berlalu menuju kamarnya dan mencoba menghubungi pengacara suaminya untuk menanyakan kondisi sang suami.
"Pak bagaimana kondisi suami saya ?" tanya Sari.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
๐Aku Memilih_Mu
๐Bertemu Jodoh Di pesantren
๐Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.