Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 32


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain tepatnya di sebuah cafe yang berada di sebrang bandara, sepasang suami istri sedang menikmati sarapannya, namun Tuan Rico dan Sari tidak terlalu fokus pada sarapan yang ada di meja, pikiran mereka sama - sama tertuju pada sikap Mika yang di rasa aneh menurut mereka.


Selama liburan Mika tak banyak protes ketika Sari meminta waktu lebih banyak untuk berduan dengan sang suami. dan ketika sampai di tanah Air ketika Sari meminta sarapan berdua Mika pun tak menunjukan sikap protesnya.


"Ada apa dengan Mika, sikap dia tidak seperti biasanya, kini dia lebih banyak mengalah untuk sari, apa ini tanda - tanda jika Mika bener - bener sudah ikhlas aku madu" gumam tuan Rico dalam hatinya.


" Mbak Mika kenapa yah, sepertinya pasrah sekali, sejak berangkat berlibur ia tak banyak menujukan sikap potesnya, apa ini sebuah pertanda jika mbak Mika sudah mulai menyerah tapi aku rasa tidak, bukanya selama ini Mbak Mika ingin menguasi harta Mas Rico tapi kenapa sekarang dia seperti lemah tak seperti kemaren - kemaren. aku harus waspada bisa saja ini salah satu trik dia untuk menarik perhatian mas Rico" gumam Sari dalam hatinya.


Karena keasikan melamun, tanpa sengaja tuan Rico menyenggol sebuah gelas hingga gelas itu pecah dan berserakan di lantai.


"Kamu kenapa sih Mas ?" tanya Sari.


"Aku baik - baik saja" jawab tuan Rico. ia tak ingin bercerita tentang ke anehan istri pertamanya pada istri keduanya.


Pelayan pun datang untuk membersihkan pecahan gelas.


"Nanti ganti ruginya sekalian bayar makanannya" ucap tuan Rico.


"Tidak usah ganti rugi tuan" ucap pelayan seraya membersihkan pecahan gelas.


"Saya akan tetap ganti rugi. walaupun saya tau pemilik cafe ini adalah sahabat saya" ucap tuan Rico tegas.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?"tanya Sari lagi.


"Tidak ada".


"Jangan Bohong !!" bentak Sari.


"Jangan rusak suasana sarapan !!".


"Mas aku tau pasti kamu memikirkan Mbak Mika kan ?" gumam Sari dalam hatinya.


"Aku akan transfer sejumlah uang pada Mika sebagai ungkapan minta maaf ku karena pagi ini aku hanya sarapan berdua bersama Sari" gumam Tuan Rico.


Tuan Rico merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel lalu ia mentransfer sejumlah uang yang sangat pantastik untuk Mika.


"Aku sudah transfer uang ke atm, Aku minta maaf karena akhir - akhir ini aku lebih banyak waktu bersama Sari. Maaf aku belum bisa adil terhadap kalian. sebagai permintaan maaf ku, kamu boleh menghabiskan waktu kamu untuk bersenang - senang bersama teman - teman kamu". isi pesan dari tuan Rico untuk Mika.


Setelah selesai sarapan dan membayar ganti rugi gelas yang pecah, tuan Rico dan Sari langsung meluncur ke kediaman mereka, sampai di rumah Sari mencoba mencari keberadaan Mika, namun hasilnya nihil.

__ADS_1


"Mas kok Mbak Mika gak ada di rumah !!" Seru Sari.


"Mungkin dia sudah pergi bareng teman - temannya, sudahlah biarkan saja, Lagian aku juga mau langsung pergi lagi" ujar tuan Rico.


"Kamu mau ke mana lagi, kita baru saja sampai rumah, apa kamu tidak cape".


"Aku mau ke kantor" jawab tuan Rico singkat dan berlalu menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya sebelum pergi menuju kantornya.


Sementara di sebuah hotel,Mika baru saja selesai membersihkan badannya, lalu ia membuka ponselnya dan membaca pesan yang di kirim oleh sang suami.


Tersungging sebuah senyuman di bibir Mika tatkala ia mengetahui jika suaminya mentransfer sejumlah uang dengan jumlah yang sangat fantastik.


"Dasar lelaki bodoh gampang sekali di bodohinya, tunggu tanggal mainnya saja" Batin Mika.


Tok tok tok


Pintu kamarnya di ketok seseorang, lalu ia membuka pintu tersebut, karena ia yakin jika orang yang mengetuk pintunya adalah seseorang yang ia tunggu kedatangannya.


"Oh Honey, Akhirnya kamu datang juga !"Seru Mika.


"Kenapa kamu malah ke hotel, kenapa tidak pulang bersama suami mu ?". tanya seseorang tersebut.


"Kamu harus hati - hati, sepertinya madu mu itu ingin menyingkirkan kamu".


"Kamu tenang saja, karena ada sebuah rahasia besar yang tidak mereka ketahui".


"Apa itu ?". Mika pun membisikan sesuatu ketelinga seseorang itu. "Kamu Serius ?" tanya seseorang tersebut, ia seakan - akan tidak percaya dengan apa yang di katakan Mika, dan Mika pun hanya mengangguk seraya tersenyum.


"Satu lagi, lihat ini" Mika menunjukan sebuah bukti transferan dan pesan dari suaminya.


"Wow banyak sekali" mata seseorang itu berbinar - binar tatkala melihat nominal angka yang tertera di layar ponsel. "Suami mu itu bener - bener gampang di bodohi !" Seru seseorang tersebut seraya tersenyum. akhirnya mereka berdua tertawa puas.


"Aku sudah tak sabar ingin melihat ke hancurannya" Seru Mika seraya tertawa.


...🌾...


Satu bulan telah berlalu, Namun ke dua istri tuan Rico tidak ada yang menunjukan tanda - tanda bahwa mereka hamil.


"Satu bulan sudah berlalu, tapi tak ada di antara kalian yang menunjukan jika kalian sedang hamil" Seru tuan Rico saat selesai sarapan Pagi.

__ADS_1


"Kamu sabar dulu dong sayang, karena hamil itu tidak segampang itu" ujar Sari.


"Hmm bagaimana aku bisa hamil, waktu kamu lebih banyak bersama istri kedua kamu !" ketus Mika.


"Kenapa Mbak Mika bicara seperti itu, kemaren - kemaren mbak tak pernah protes, wajar dong Mas Rico lebih sering bersama aku toh mbak Mika aja sering keluyuran sampai gak inget waktu" timpal Sari.


"Tapi aneh yah, kamu yang sering bersama Mas Rico tapi kok gak hamil - hamil atau jangan - jangan . . ".


"Sudah tidak udah pada Ribut, heran aku kenapa sekarang kalian sering berantem, padahal kemaren - kemaren kalian akur - akur saja" Tuan Rico memotong pembicaraan Mika.


"Mbak Mika saja yang nikah duluan tidak hamil - hamil, jangan - jangan mbak Mika itu mandul, makanya Mbak Mika gak mau hamil dengan alasan belum siapa" Sindir Sari


Mendengar perkataan Sari, Mika hanya tersenyum kecut, ia tak membalas perkataan Sari.


"Kenapa diam saja, benerkan apa yang aku katakan !" Seru Sari.


"Jika kalian masih saja seperti ini, lebih baik aku pergi saja" ujar tuan Rico.


"Kamu mau kemana lagi ? Jangan bilang kalau kamu mau mencari keberadaan Aisha !".


"Itu bukan urusan kamu !!" Seru tuan Rico. Sari hanya mendengus kesal saat mendapat jawaban seperti itu dari sang suami. berbeda dengan Mika yang hanya menunjukan ekspresi yang datar.


Mobil yang di kendarai tuan Rico meluncur menuju sebuah Cafe di mana dirinya akan bertemu dengan anak buahnya yang di tugaskan untuk mencari keberadaan Aisha.


"Ada kabar apa soal Aisha ?" tanya Tuan Rico.


"Maafkan Kami bos, keberadaan Aisha bener - bener sulit di temukan" ujar anak buah tuan Rico seraya tertunduk. "Kemaren ada yang bilang jika Aisha bekerja di sebuah perusahaan sebagai spg, namun ketika di telusuri ternyata Aisha telah keluar dari perusahaan tersebut" jelas Anak buah tuan Rico.


"Apa kalian tidak bertanya tentang tempat tinggal Aisha, jika mereka tidak mau memberitahu kalian bisa kasih mereka pilihan yang menarik ?".


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


📍Aku Memilih_Mu


📍Bertemu Jodoh Di pesantren


📍Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2