
Di dalam kamar hotel tuan Rico menyusun sebuah rencana. kedua anak buahnya mendengarkannya setiap perintah tuan Rico.
tiba - tiba ponselnya berdering, ternyata Mika sang istri yang menghubunginya.
"Kapan kamu pulang sayang ?" tanya Mika saat tuan Rico menganggkat ponselnya.
"Sepertinya besok aku baru balik, karena besok pagi ada sidang".
"Oh baiklah". setelah itu Mika pun menutup panggilannya dan tuan Rico kembali fokus ke rencan yang sedang di susunnya.
Rencana demi rencana mereka susun dengan matang, tuan Rico pun tersenyum lebar.
"Sampai kapan pun kamu tak akan pernah bisa lolos" gumam tuan Rico.
Matahari menyambut pagi dengan cahayanya, tuan Rico beserta timnya sudah siap untuk mendatangi pengadilan, tuan Rico tak mampu menunda sidang lagi, apalagi kini Aisha telah mampu melunasi hutangnya.
Sedangkan Bayu dan tim juga sedang bersiap - siap untuk datang ke persidangan, Bayu yakin jika hari ini bakal ada putusan tentang setatus pernikahan Aisha dan juga tuan Rico. Bayu membawa bukti kuat tentang perjanjian antara tuan Rico dan Aisha.
Persidangan pun berjalan dengan lancar, tuan Rico tak banyak bicara karena Bayu telah menyerahkan dua surat perjanjian tersebut, sehingga ketua hakim memutuskan jika mulai hari ini Aisha dan tuan Rico resmi bercerai.
Bayu menghela napasnya lega, perjuangannya tak sia - sia, kini Aisha dan tuan Rico telah resmi bercerai, bahkan yang membuat Bayu merasa lega adalah tuan Rico tidak akan berani mengganggu Aisha lagi.
Selesai persidangan tuan Rico beserta timnya langsung berlalu, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut tuan Rico usai persidangan selesai. bahkan ketika tuan Rico berpapasan dengan Bayu, ia tak menoleh sedikit pun ia seakan - akan berpapasan dengan orang yang tidak di kenalnya.
"Kalian terus pantau, aku akan kembali ke bali, jika ada sesuatu langsung hubungi saja" ujar tuan Rico. ia kembali ke Bali seorang diri, sedangkan kedua anak buahnya tak ikut pulang.
Di dalam sel tahanan Aisha sangat gelisah. ia sedang menunggu kabar dari Bayu tentang hasi sidang.
"Sepertiny kamu gelisah sekali ?" tegur Nia, Sesama narapidana yang berada dalam satu sel dengan Aisha.
"Aku sedang menunggu kabar dari saudara ku" jawab Aisha.
"Sepertinya kabarnya penting sekali, terlihat dari raut wajah kamu yang sangat terlihat gelisah" ujar Nia.
"Ya begitulah" sahut Aisha. ia tak ingin menceritakan detailnya kenapa dirinya bisa segelisah itu.
...๐พ๐พ...
Waktu terus berlalu, Kini tiba waktunya Aisha menghirup udara kebebasan. sejak siang Bayu sudah mempersiapkan segalanya untuk kebebasan Aisha.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Aisha, selain kebebasannya hari ini juga surat resmi cerai sudah keluar, sehingga ia menyandang setatus baru selain mantan narapidana Aisha juga kini punya setatus baru yaitu seorang janda.
__ADS_1
Setelah adzan isya berkumandang, Bayu langsung menuju lapas untuk menjemput Aisha.
"Apa kamu yakin akan pergi ke sana ?" tanya Bayu.
"Iya aku yakin, aku ingin menenangkan diri, aku ingin memulai hidup ku dengan sesuatu yang baru" jawab Aisha. "Dan untuk uang yang terpakai untuk melunasi hutang, aku akan ganti jika aku sudah bener - bener mendapatkan pekerjaan" jelas Aisha.
"Jangan pikirkan soal itu dulu, yang terpenting sekarang kamu sudah resmi bebas" ujar Bayu. "Kita nginep di rumah ku, besok baru kita berangkat ke sana" saran Bayu.
"Jika kamu tidak keberatan, lebih baik kita berangkat sekarang saja" ujar Aisha.
"Apa kamu yakin ?" tanya Bayu dan Aisha hanya menganggukan kepalanya. "Tapi kita mampir terlebih dahulu ke rumah untuk mengambil pakaian kamu" sambung Bayu.
Aisha pamit pada sesama rekan narapidana, rasa sedih dan bahagia campur menjadi satu, rasa sedih harus berpisah dengan narapidana lain yang sudah di anggapnya seperti keluarga.
"Jangan pernah balik lagi ke sini ya" ujar penjaga lapas pada Aisha.
Jam sepuluh malam Aisha dan Bayu meluncur ke sebuah tempat yang sangat jauh dari pusat kota, jarak yang mereka tempuh hampir tiga jam. sebuah yayasan yang terletak di pinggiran menjadi pilihan Aisha setelah bebas dari dalam penjara, di sana ia ingin menenangkan diri menata kehidupannya kembali.
Setelah menempuh waktu sekitar tiga jam lebih, akhirnya mereka sampai di sebuah yayasan yang mereka tuju, kedatangan mereka sudah di tunggu oleh pihak yayasan.
"Aisha, bangun kita sudah sampai" Bayu menggoyangkan tubuh Aisha yang tertidur sangat lelap.
Aisha membuka perlahan - lahan matanya. terlihat banyak bangunan di sana.
"Kita sudah sampai".
"Benarkah, maaf aku ketiduran tadi" ujar Aisha.
Seorang pria paruh baya datang menghampiri mereka, dengan segera Bayu turun dari dalam mobil dan menghampiri pria paruh Bayu tersebut serta langsung memberi salam hormat.
"Maaf Abah, kami datang jam segini dan mengganggu waktu istirahat Abah" ujar Bayu.
"Tidak apa - apa, jam segini Abah sudah terbiasa bangun untuk melakukan shalat malam, oh iya ayo masuk, angin di luar kencang sekali" ujar pria Paruh baya tersebut ramah.
Bayu memarkirkan mobilnya, lalu mengajak Aisha untuk turun, Aisha dan Bayu di ajak masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.
"Ayo masuk, maaf rumahnya segini adanya" ujar pria paruh baya.
"Tidak apa - apa" sahut Bayu. "Oh Iya perkenalkan ini Aisha, orang yang saya ceritakan waktu itu" Bayu memperkenalkan Aisha pada pria paruh baya tersebut.
"Perkenalkan saya pemilik yayasan di sini, orang - orang memanggil saya dengan panggilan Abah Anom" ujar pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Aisha menunduk memberi hormat pada abah Anom.
"Ayo silahkan duduk".
Tak lama, seorang wanita paruh baya datang dengan membawa minuman.
"Perkenalkan ini istri saya, orang sering memanggilnya Umi Lilah" Abah Anom memperkenalkan istrinya. "Umi Ini nak Aisha dan nak Bayu" sambung Abah Anom. Bayu dan Aisha pun memberi salam secara bergantian seraya memperkenalkan dirinya.
"Nak Aisha semoga nanti betah yah tinggal di sini" ujar Umi dengan sangat ramah.
"Insya allah Umi". sahut Aisah.
Tak terasa hampir satu jam mereka berempat berbincang - bincang, Abah Anom menceritakan keadaan yayasan tersebutnpada Aisha. selain tempat untuk orang - orang menenangkan diri, di yayasan tersebut terdapat beberapa anak yatim piatu.
"Sepertinya saya harus segera pulang, Abah dan Umi juga harus istirahat" ujar Bayu.
"Kenapa gak nginep saja di sini nak Bayu" sahut Abah Anom.
"Saya pulang saja Abah, karena besok masih banyak urusan" jawab Bayu.
"Tapi ini sudah malam, apa kamu yakin mau pulang sekarang" sahut Aisha.
"Tenang saja aku akan baik - baik saja" ujar Bayu. "Dan ini ada ponsel untuk kamu, jika ada sesuatu kamu bisa langsung menghubungi aku, di dalamnya sudah ada kartu beserta normor aku" sambung Bayu seraya menyerahkam ponsel yang telah di belinya beberapa hari yang lalu.
"Abah, Umi saya titip Aisha yah, jika ada sesuatu bisa langsung hubungi saya" ujar Bayu.
"Iya pasti kita akan menjaga Aisha, nak Bayu juga hati - hati di jalan" sahut Abah Anom.
...๐พ๐พ...
Pagi buta pukul empat subuh, kedua anak tuan Rico sudah berangkat menuju lapas tempat Aisha di tahan, mereka berencana akan membawa kabur Aisha dan akan membayar orang lapas agar mempermudah aksinya. mereka sangat terkejut saat tau jika Aisha sudah keluar lapas sejam semalam, hal itu langsung di laporkannya pada Tuan Rico.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
๐Aku Memilih_Mu
๐Bertemu Jodoh Di pesantren
๐Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar