Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 40


__ADS_3

Ketika sedang asik merayakan pesta ulang tahun sang teman, tiba - tiba ponsel Mika berdering.


"Terima kasih infonya" ujar Mika dan langsung menutup teleponnya. "Aku harus segera pulang".


"Aku antar yah".


"Tidak usah, aku sendiri saja".


Mika pun segera pamit pada teman - teman yang lainnya. Mika mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. setelah sampai di rumahnya dengan buru - buru ia masuk ke dalam rumah.


Mendengar ribut di lantai atas, Mika segera menghampiri suara tersebut. ia mendengar percakapan jika suaminya sangat marah karena dengan sangat lancang Sari memasuki kamar tuan Rico.


"Oh Jadi diam - diam kamu mengikuti aku" ucap Mika membuat Sari terkejut. "Untuk apa kamu mengikuti aku, kamu mau buktikan ke suami kita jika aku berselingkuh" sambung Mika.


"Dari mana saja kamu ?" tanya Tuan Rico.


"Aku baru saja menghadiri acara pesta ulang tahun teman ku di sebuah hotel, aku sudah kirim pesan pada mu sayang, tapi sepertinya ponsel kamu di nonaktifkan. dan setelah mendapat telepon dari security jika kamu sudah pulang, aku langsung segera pulang padahal pestanya baru di mulai" jelas Mika.


Sedangkan Sari hanya tertunduk, ia bener - bener tidak menyangka jika Mika mendengar semua ucapannya.


"Makanya jadi orang tuh harus banyak bergaul biar banyak teman, bukan cuma ngikutin madu mu secara diam - diam" ujar Mika pada Sari. "Sayang kamu sudah makan, Mau aku buatkan apa ?" sambung Mika.


"Tak perlu, aku sudah suruh pelayan masak tafi" jawab tuan Rico.


"Kalau gitu aku bantu siapkan makanannya ya" ujar Mika dan tuan Rico hanya menganggukan kepalanya tanda ia setuju.


"Kenapa kamu masih di sini, apa sekarang kamu sudah tak ingin menyiapkan makanan untuk suami mu ini" ujar tuan Rico pada Sari. tanpa banyak bicara Sari langsung berlalu, ia terus merutuki kebodohannya. ia memilih untuk ke kamarnya dari pada harus membantu Mika menyiapkan makanan untuk suami mereka, karena ia tau pasti Mika akan terus menyindirnya karena ia mengikuti Mika secara diam - diam.


"Mana Sari ?" tanya tuan Rico pada Mika yang sedang sibuk menghidangkan makanan di meja makan.


"Mungkin di kamarnya" jawab Mika. "Bi tolong panggilan Sari, bilang jika tuan ingin makan" titah Mika pada pelayan.


"Baik nyonya". pelayan tersebut langsung menuju kamar Sari. "Nyonya di tunggu tuan di meja makan" ujar pelayan bari balik pintu.


"Bilang bi saya tidak lapar, saya sedang istirahat, makan duluan saja" teriak Sari dari dalam kamar.


Sedangkan di meja makan, Mika memberikan pelayanan seperti biasanya, hingga tak ada kecurigaaan di diri tuan Rico.


"Gimana urusan dengan Aisha ?" tanya Mika seraya menaruh nasi di piring suaminya.

__ADS_1


"Dia ngotot ngingin bercerai, maka dari itu aku ajukan syarat, jika dia ingin bercerai maka dalam dua bulan ia harus melunasi hutang orang tuanya sebesar sepuluh miliar" jelas tuan Rico.


"Bagaimana jika Aisha bisa melunasi hutang orang tuanya ?".


"Sepertinya tidak akan bisa karena uang segitu pasti banyak menurutnya. apalagi dia sekarang mendekam di penjara, orang sudah di pnjara akan kesulitan untuk mencari kerjaan".


"Bener juga".


Tuan Rico dan Mika pun menikmati makanan yang terjadi, mereka tak peduli jika Sari tak berada di antara mereka karena hal tersebut sudah biasa terjadi.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Waktu terus berjalan, Bayu masih di sibukan dengan menawarkan tanah, sudah menemui beberapa pembeli namun belum ada yang cocok dengan harga yang di inginkan Bayu.


waktu kebebasan Aisha pun semakin dekat, itu artinya batas waktu pelunasan hutang mun semakin terbatas. karena niatnya ingin membantu Aisha terbebas dari sang suami, Bayu pun tak patah semangat menawarkan tanah tersebut kepada teman bahkan rekan bisnisnya, hingga suatu hari ada seseorang yang ingin membeli tanah tersebut dengan harga yang sangat tinggi.


"Apa bapak serius ingin membeli tanah ini dengan harga segitu ?" tanya Bayu.


"Saya Serius, saya ingin membangun Villa dan juga hotel di tempat ini, tempat ini sangat strategis, jadi bagaimana apa bapak setuju dengan penawaran saya ?".


"Saja setuju, kita urus semua surat - suratnya di kantor saya" tawar Bayu.


"Ini kartu nama saya, besok kita bertemu di kantor saya pukul sepuluh pagi".


"Sepertinya kalau jam segitu saya tidak bisa karena masih ada kerjaan, kemungkinan saya datang setelah jam makan siang".


"Oh baik lah, karena semakin cepat di urus semakin baik".


Setelah urusannya beres, dari lokasi tersebut, bayu langsung menuju lapar perempuan, karena hari ini adalah jadwal Bayu untuk menjenguk Aisha, Dalam seminggu jika tidak ada kepentingan Bayu hanya akan menjenguk Aisha sebanyak dua kali, karena ia juga di sibukan dengan berbagai bisnis yang di kelolanya.


"Aisha ada kunjungan untuk anda" ucap petugas penjaga lapas.


"Pasti itu Bayu". Gumam Aisha.


Benar saja dugaan Aisha, jika yang mengunjunginya adalah Bayu.


"Bagaimana kondisi kamu ?" tanya Bayu.


"Aku baik - baik saja".

__ADS_1


"Ini aku bawakan makanan untuk kamu".


"Terima kasih, Maaf aku selalu merepotkan kamu".


"Tanah itu sudah laku dengan harga yang sangat tinggi, sehingga kamu bisa melunasi hutang orang tua kamu".


"Kamu Serius ?" tanya Aisha seakan tidak percaya.


"Dari hasil semuanya hanya kurang sedikit lagi, namun kamu tenang saja aku akan menutupi semua kekurangannya, jadi kamu bisa melunasi hutang orang tua kamu dan kamu akan terbebas dari suami kamu tersebut". jelas Bayu.


"Terima kasih Bayu, aku gak tau jadi jika tidak ada kamu, aku janji jika nanti aku sudah punya uang aku akan mengembalikannya".


"Jangan pikirkan soal itu yang terpenting sekarang kamu bisa terbebas dari suami mu itu".


Hari itu jam kunjungan Aisha tak banyak, Mereka belum selesai berbincang - bincang tapi Aisha harus segera kembali di bawa ke dalam tahanan.


"Bayu aku percayakan semua sama kamu". ucap Aisha.


"Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kamu".


Sementara Tuan Rico semakin kegirangan saja, karena belum ada tanda - tanda Aisha akan membayar hutangnya. padahal waktu sudah berjalan hampir tiga minggu, sedangkan sidang perceraiannya terus di undur di karnakan tuan Rico menolak untuk bercerai sedangkan pihak Aisha yang di wakili pihak pengacara yang di sewa Bayu tetap ngotot ingin bercerai, hingga persidangan pun berjalan sangat alot.


"Pesankan tiket penerbangan untuk besok, kita akan mengunjungi Aisha" ujar tuan Rico pada kedua anak buahnya.


"Baik tuan" sahut salah satu anak buahnya.


Sedangkan Bayu sedang mengurus surat jual beli tanah bersama asisten pribadinya. Bayu sangat senang karena ia bisa membantu Aisha terbebas dari sang suami. proses jual beli pun berlangsung dengan cepat dan lancar. uang sudah di tangan Bayu, dengan cepat Bayu menghitung uang tersebut dan menjumlahkannya dengan uang dari tabungan dan juga hasil jual perhiasan. hasilnya hampir mencapai target. hanya kurang sedikit dan Bayu siap menutupi semua kekurangannya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar

__ADS_1


__ADS_2