
Sari bersiap untuk ke rumah sakit di bantu oleh para pelayan. tubuhnya yang lemas tak bisa membuat Sari berdiri sendiri, untuk ke toilet saja ia di bantu oleh pelayan yang bertugas bergantian menjaga Sari.
Perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu hampir setengah jam karena jalanan yang macet karena ada sebuah kecelakaan.
Tiba di rumah sakit Sari langsung di periksa oleh dokter, ia tak perlu antre karena sang suami merupakan pemilik rumah sakit tersebut.
"Kenapa dengan anda nyonya Sari ?" tanya sang dokter.
"Badan saya lemas, kepala juga sering pusing, kadang saya juga mual dan muntah" jelas Sari.
"Silahkan Nyonya berbaring biar saya periksa terlebih dahulu". Dokter pun memeriksa keadaan Sari.
"Dari pemeriksaan luar, nyonya sehat - sehat saja, tapi untuk lebih jelasnya nyonya bisa melalukan tes Lab, karena dari sana sakitnya nyonya akan ketahuan" jelas sang dokter.
"Saya mau hasilnya sekarang langsung keluar" pinta Sari.
"Baiklah".
Sari di dorang di kursi roda oleh pelayan yang menemaninya, Sari langsung menjalani serangkaian pemeriksaan di ruang laboratorium. hampir dua puluh menit Sari menjalani pemeriksaan.
"Hasilnya akan keluar setengah jam lagi !" Seru petugas laboratorium.
"Apa tidak bisa lebih cepat lagi ?" tanya Sari.
"Itu sudah yang tercepat, biasanya hasil akan keluar esok hari" jelas petugas laboratorium.
Untuk menunggu hasilnya Laboratorium keluar, Sari memilih menunggunya di kantin rumah sakit. Setelah menunggu empat puluh menit, Sari di hubungi oleh dokter jika hasil laboratorium miliknya telah keluar dan Sari pun segera mendatangi ruangan dokter tersebut.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Sari ketika sudah sampai di ruangan dokter. Sari sangat terlihat tegang saat dokter membacakan hasil laboratorium milik Sari.
"Dari hasil lab juga semuanya baik - baik saja" terang sang dokter seraya tersenyum.
"Jika baik - baik saja, kenapa tubuh saya lemas sekali, katanya rumah sakit ini sudah memiliki alat canggih tapi mendeteksi penyakit ringan seperti itu saja tidak mampu" protes Sari.
"Saya belum selesai menjelaskannya" ujar sang dokter seraya tersenyum.
"Ya sudah cepetan, jangan sepotong - sepotong kalau bicara !!" Seru Sari kesal.
"Sabar Nyonya" sahut sang dokter. "Dari Hasil labaoratorium yang nyonya lakukan memang nyonya baik - baik saja, namun ada satu kabar yang harus saya sampaikan pada nyonya".
"Cepat bicara jangan berbelit - belit !! Seru Sari.
"Selamat Nyonya anda dinyatakan positif hamil" Seru sang dokter.
"Serius ?".
"Coba nyonya ingat - ingat kapan terakhir nyonya mengalami mentruasi ?".
"Saya bener - bener lupa akan hal itu, karena akhir - akhir ini saya sibuk memikirkan suami saya" jelas Sari.
"Kondisi Nyonya sangat lemah, jadi saya sarankan nyonya untuk menjalani perawatan hingga kondisi Nyonya kembali pulih" saran sang dokter.
"Apa saya tidak bisa menjalani perawatan di rumah saja ?" tanya Sari.
__ADS_1
"Melihat kondisi Nyonya yang seperti ini saya lebih menyerankan untuk menjalani perawatan di rumah sakit saja" jelas sang dokter.
"Baiklah".
Sari langsung di bawa ke ruang perawatan yang di peruntukan keluarga tuan Rico, di sana Sari langsung di tangani oleh para perawat.
...๐พ๐พ...
Aisha baru saja selesai mengajar, ia melihat di luar banyak orang yang berkerumun hal itu membuat Aisha penasaran.
"Ini ada apa ?" tanya Aisha.
"Kita sedang menyambut ke datangan dokter Martin" jawab salah satu pengurus yayasan.
"Siapa dokter Martin, apa dia dokter akan memeriksa kondisi para anak yatim dan juga yang lainnya ?" tanya Aisha.
"Bukan".
"Lalu ?".
"Dokter Martin adalah anak tunggal Abah dan Umi, beliau baru saja pulang setelah menjadi dokter relawan di sebuah tempat bencana" jelas pengurus yayasan. "Sepertinya beliau sudah datang, ayo kita gabung dengan yang lain" sambungnya.
Aisha pun hanya menurut saya, ia ikut menyambut ke datangan dokter Martin bersama pengurus lainnya. penyambutan ke datangan dokter Martin pun cukup sangat meriah.
Sosok seorang lelaki yang gagah dengan pakaian seragam dokter, di gandeng oleh Abah Anom dan Umi Lilah, di belakangnya ada sebagian pengurus yayasan dan para anak - anak yang tinggal di yayasan.
"Jangan di liatin nanti tergoda, ia masih lajang loh" ujar Yuni yang menggoda Aisah.
Hahaa apa aku bakal merasakan jatuh cinta lagi, sepertinya tidak mungkin, mana ada orang yang mau dengan wanita seperti aku. lagian aku gak kepikiran untuk mencari pendamping lagi. aku menyukai kehidupanku yang seperti ini. gumam Aisha dalam hatinya.
Di rumah Abah Anom terlihat sangat ramai. ke datangan Dokter Martin sangat lah di tunggu - tunggu, mereka sangat Antusias saat dokter Martin menceritakan pengalamannya saat menjadi tenaga relawan bagaian medis di tempat yang terkena bencana.
Selesai bercerita, Umi Lilah mengajak makan bersama, hal itu di sambut gembira oleh para anak yatim, Bagi mereka ini adalah sebuah pesta.
"Umi apa dia orang baru di sini ?" bisik sang anak.
"Dia dulu hanya ingin menenangkan diri tapi dia lama - lama betah tinggal di sini dan memutuskan tinggal di sini, sakarang dia sering ikut mengajar anak - anak yatim piatu" Jelas Umi Lilah.
"Apa keluarganya tidak keberatan anaknya tinggal di sini ?".
"Dia anak yatim piatu" jawab Umi. dan dokter ganteng itu pun menganggukan kepalanya. "Nanti Umi kenalin deh" sambung Umi Lilah.
Acara penyambutan pun telah selesai, Anak yatim dan yang lainnya telah kembali ke tempatnya masing - masing, hanya ada sebagian pengurus yayasan yang sedang beberes termasuk Aisha.
"Nak Aisha" panggil Umi Lilah.
"Iya Umi" jawab Aisha, Lalu Umi Lilah memberi kode agar Aisha mendekat.
"Ini kenalin, dia anak Umi dan Abah, dia namanya Martin" jelas Umi pada Aisha. Umi Lilah juga mengenalkan Aisha pada putra tunggalnya.
"Martin".
"Aisha".
__ADS_1
"Semoga betah ya tinggal di sini".
"Insya Allah" jawab Aisha seraya tersenyum ramah.
Aisha kembali melanjutkan kerjaannya, sebagian pengurus yayasan mereka bercerita sosok seorang dokter muda yang bernama Martin. sesekali mereka memuji kebaikkan dan juga ke tampanan dokter Martin, sedangkan Aisha hanya menjadi pendengar setia saja.
"Dokter Martin masih lajang loh" goda Yuni.
"Lalu kenapa kalau lajang ?" tanya Aisha.
"Kali saja kamu mau daftar, saya lihat kalian berdua cocok loh !" ujar Yuni seraya menggoda Aisha.
"Kenapa harus aku, emangnya mbak Yuni gak tertarik tuh sama dokter Martin".
"Tertarik sihh, malahan kalau bisa mau nambah lagi" ujar Yuni seraya tersenyum.
"Ah mbak Yuni bisa aja, satu aja belum habis - habis" Keduanya pun hanya tertawa kecil.
...๐พ๐พ...
Kondisi Sari kini berangsur membaik, rasa lemas yang selama ini di rasakan pun telah hilang, hanya saja tinggal mual dan muntah, namun menurut dokter itu hal wajar karena rata - rata orang hamil akan mengalami hal seperti itu.
Sari meraih ponselnya yang berada di samping tempat tidurnya, kemudian ia menghubungi pengacara sang suami.
"Apa Nyonya akan ke sini menjenguk suami anda ?" tanya sang pengacara.
"Oh tidak, saya hanya ingin berbicara langsung dengan suami saya, apa bapak bisa ke temat suami saya sekarang ?".
"Maaf nyonya sepertinya untuk sekarang ini tidak bisa, karena saya sedang ada di Bali" jelas sang pengacara. "Apa ada sesuatu yang penting ?" tanya pengacara.
"Saya hanya ingin mengabarkan kabar gembira buat suami saya" jelas Sari.
"Apa itu ?".
"Saya sedang hamil".
"Selamat Nyonya !" ucap sang pengacara yang ikut gembira dengan kabar tersebut. "Semoga kabar ini bisa menjadi obat luka buat tuan Rico".
"Obat luka, maksudnya apa ya ?".
"Apa nyonya tidak tahu tentang kabar antara tuan Rico dan Nyonya Mika ?".
"Ada apa dengan mereka ?". tanya Sari penasaran.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
๐Aku Memilih_Mu
๐Bertemu Jodoh Di pesantren
๐Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar