
"Nak, apa kamu sudah menghubungi Yuni ?". tanya Umi Fatimah ketika mereka sudah selesai sarapan.
"Sudah Umi, Kata Yuni hari ini Umi Lilah sudah di perbolehkan pulang tapi gak tahu pasti jamnya karena harus menunggu Dokter dulu".
"Alhamdulilah".
"Umi sepertinya kita tidak bisa menjenguk Umi Lilah sekarang karena takutnya kalau kita kerumah sakit nanti malah Uminya sudah pulang dan Aisha juga hari ini harus persiapan untuk pembukaan toko bagaimana kalau besok saja".
"Boleh kalau gitu, Maaf sepertinya Umi tidak bisa menemani mu untuk persiapan pembukaan toko karena Umi kadang masih suka pusing apa lagi kalau berdiri lama - lama".
"Tidak apa - apa, Umi istirahat saja Aisha insyaAllah bisa menghandle semuanya, doakan Aisha ya semoga usaha yang Aisha rintis ini bisa sukses".
"Umi selalu mendoakan Mu nak".
Aisha memeluk Umi Fatimah dengan perasaan sangat haru karena ia kembali bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus menyayangi anaknya.
Aisha sudah siap untuk pergi, kali ini Aisha akan membeli perlengkapan untuk tokonya. Kali ini Aisha pergi bersama supir Umi Fatimah agar ada yang membantu jika nanti ada barang berat yang harus di angkat.
"Umi, Aisha pergi dulu" pamit Aisha.
"Hati - hati, kalau ada apa - apa langsung hubungi Umi yah" pinta Umi Fatimah.
Tiba di ruko yang akan menjadi tokonya, di tatap seluruh penjuru ruangan tersebut dengan perasaan haru, Aisha tak henti - hentinya mengucapkan syukur atas semua yang di dapatnya. Aisha tak menyangka jika dirinya akan berada di titik sekarang, dulu saat keluar penjara Aisha sempat kehilangan arah tujuan hidupnya sehingga ia memilih mengasingkan diri di yayasan yang di kelola oleh Abah Anom dan Umi Lilah.
"Mbak, perkenalkan ini kakak saya Rita" ujar Rudi yang merupakan salah satu karyawan toko sembako milik Umi Fatimah.
"Ehh. . " Aisha nampak terkejut dengan kehadiran Rudi yang menurutnya sangat tiba - tiba.
"Maaf jika saya mengganggu mbak Aisha".
"Tidak apa - apa, tadi saya sedang berpikir takut ada yang kurang, ini kakak kamu ?".
__ADS_1
"Iya mbak, ini Kak Rita".
"Salam kenal mbak, saya Aisha" ujar Aisha seraya menyodorkan tangannya.
"Saya Rita" perempuan yang di taksir usianya hanya berselisih beberapa tahun darinya pun menyambut uluran tangan Aisha.
Beberapa hari yang lalu, Aisha memang bercerita tentang keinginannya mencari orang untuk membantu Aisha dalam mengembangkan usaha toko kuenya, Rudi yang tak sengaja mendengar keinginan Aisha lalu menyarankan kakak saja yang membantu Aisha, Rudi bercerita jika kakaknya itu pandai membuat kue namun karena terkendala biaya sehingga sang kakak tak bisa menyalurkan bakatnya.
Setelah berbincang - bincang sebentar dengan Rita, Aisha menjadi tahu jika ternyata Rita merupakan seorang janda anak satu, anaknya kini sudah berusia delapan tahun dan sudah memasuki bangku sekolah dasar. Rita merupakan janda yang di tinggal mati oleh sang suami karena sebuah kecelakaan kerja, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Rita bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dari rumah ke rumah.
Hari mulai siang, Aisha dan Rita sibuk dengan pekerjaan mereka, Rencananya hari ini Aisha akan membuat beberapa kue saja, seperti Brownise coklat dan pandan. ternyata Rita sangat cekatan dalam meracik adonan kue dan kerjanya juga rapi serta bersih sehingga Aisha merasa bersyukur di pertemukan dengan Rita.
"Dari aromanya sepertinya ini sangat lezat sekali" ujar Aisha saat mengeluarkan sebuah loyang yang berisikan brownise pandan.
"Langsung di cicipi saja mbak, kali saja ada yang kurang" ujar Rita yang tangannya masih sibuk membuat adonan kue.
Setelah kue pertama jadi dan dingin Aisha langsung memotongnya dan memasukan potongan kue tersebut ke dalam mulutnya, matanya merem melek menikmati setiap kunyahan kue tersebut.
"Ahh ini kuenya enak banget, lebih enak dari buatan ku" ujar Aisha seraya kembali memotong kue tersebut.
Setelah menikmati kue yang masih hangat, Aisha kembali membantu membuat beberapa adonan kue untuk di bagikan ke beberapa pemilik ruko yang berdekatan dengan ruko miliknya.
Rencananya besok adalah acara peresmian toko, Aisha akan mengadakan acara syukuran kecil - kecilan untuk tokonya, acara tersebut akan di adakan esok hari sekitar pukul sepuluh pagi.
Rencananya Aisha ingin mengundang Umi Lilah sebagai pengisi acara syukuran tokonya namun karena kondisi Umi yang sedang tidak baik - baik saja hal itu membuat Aisha meminta bantuan pada Umi Fatimah untuk mencarikan seorang ustazah untuk mengisi acara syukuran pembukaan tokonya.
"Mbak mau makan siang sama apa, aku amu keluar sekalian membagikan kue ini" ujar Aisha.
"Apa saja terserah mbak Aisha" jawab Rita.
"Nasi padang mau ?" tanya Aisha.
__ADS_1
"Boleh".
Aisha keluar dari tokonya dengan membawa beberapa kotak kue. rencananya kue tersebut akan di bagikan ke beberapa pemilik ruko dan orang yang berlalu lalang di sekitar sana.
Senyum tersungging di bibir Aisha tatkala semua orang memuji rasa kue yang Aisha bagikan. dalam sekejap kue yang Aisha bawa pun sudah ludes dan akhirnya Aisha memutuskan untuk menuju sebuah rumah makan khas padang.
"Mbak kita makan dulu yuk" ajak Aisha saat ia sudah kembali ke rukonya.
"Iya mbak" jawab Rita.
Keduanya menikmati makanan mereka walau sesekali Rita harus mengecek kue yang sedang di panggang karena takut gosong.
"Mbak besok kita akan mengadakan syukuran kecil - kecilan di tokok ini, jadi besok saya minta mbak datang jam tujuh yah biar bisa bantu beres - beres" ujar Aisha.
"Sip mbak, lagian kontrakan saya gak jauh dari sini".
"Mbak ngontrak ?".
"Iya mbak, saya gak enak kalau harus tinggal di rumah kedua orang tua saya karena di sana sudah ada Rudi serta istrinya.
Jam lima sore, Aisha dan Rita sudah selesai membuat kue, yang sudah jadi di tata rapih di dalam sebuah lemari pendingin.
Hari ini Aisha kembali ke rumah dengan rasa letih dan bahagia bercampur menjadi satu, saat turun dari dalam taksi online Umi Fatimah datang menyambutnya membuat rasa lelah yang menderanya hilang seketika.
"Bagaimana persiapan buat besok na ?" tanya Umi Fatimah.
"Beres Umi" ujar Aisha seraya mengacungkan jempolnya.
"Kamu gak mengundang Bayu untuk acara besok ?".
Aisha menepuk jidatnya pelan seraya mengucapkan kalimat istighfar, kalau Umi Fatimah tidak mengingatkannya mungkin Aisha akan melupakan sepupunya tersebut karena kesibukan mempersiapkan semuanya Aisha lupa memberi tahu Bayu.
__ADS_1
"Nanti Aisha telepon Umi, Aisha permisi dulu mau bersih - bersih".
Aisha berlalu menuju kamarnya yang berada di lantai atas, ia kembali merutuki kebodohannya yang lupa memberi tahu Bayu tentang rencana pembukaan tokonya. tiba di kamar Aisha segera merogoh ponselnya yang berada di tas selempangnya lalu mencari kontak atas nama Bayu dan menekan logo gagang telepon.