Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 27


__ADS_3

"Aisha kamu di mana, Ayla terus tanyain kamu, nomor kamu juga tidak aktif, aku harus cari kamu ke mana, Aisha jangan buat aku cemas" batin Bayu.


Tak lama polisi itu datang lagi dan menghampirinya.


"Ibu Aiyra Samia Rumaisha kini sudah di tetapkan sebagai tersangka, jadi untuk memudahkan proses pemeriksaan kami harus menahannya dulu" jelas polisi.


"Apa jadi tersangka ?" Bayu terkejut dengan penuturan polisi. "Salah Aisha apa ?" tanya Bayu.


"Ibu Aiyra Samia Rumaisha di laporakan seseorang atas perbuatan yang tidak menyenangkan".


"Ini pasti ada kesalahpahaman, saya ingin bertemu dengan Aisha".


"Maaf pak, waktu kunjungan sudah habis, jika bapak ingin menemuinya silahkan kembali esok hari" ucap polisi tersebut.


Dengan rasa kecewa Akhirnya Bayu kembali ke rumah sakit, dalam pikirnya banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Aisha seputar penangkapannya dan siapa yang telah tega melaporkan Aisha.


"Mana kak Aisha ?" tanya Ayla saat Bayu memasuki ruang perawatan Ayla, Bayu tak langsung menjawab pertanyaan Ayla, ia masih berpikir antara harus jujur atau berbohong pada Ayla. "Apa kak Aisha baik - baik saja ? kenapa kak Bayu malah diam saja ?" tanya Ayla lagi.


"Emm itu. . hmmm anuu" Bayu bingung harus bicara apa pada Ayla.


"Kak, perasaan Ayla tidak enak apa kak Aisha baik - baik saja ?" tanya Ayla lagi.


"Kakak kamu baik - baik saja, tapi malam ini tak bisa datang ke sini karena ada kerjaan yang tak bisa di tinggalkan". Bayu terpaksa berbohong karena ia takut akan berpengaruh pada kondisi Ayla.


"Bener ada kerjaan, Kak Aisha tidak mengejar kak Bani lagi kan ?" pertanyaan Ayla membuat Bayu terkejut.


"Kenapa kamu bicara seperti itu ?" tanya Bayu penasaran.

__ADS_1


"Kak Aisha masih mengejar kak Bani, Ayla sudah melarangnya namun kak Aisha malah marah - marah sama Ayla hingga terjadilah peristiwa pengusiran dari kontrakan. kak Aisha kekeh ingin jadi istrinya kak Bani bahkan kak Aisha rela jadi istri keduanya kak Bani" jelas Ayla.


Mendengar penuturan Ayla membuat Bayu yakin jika Aisha di tahan di kantor polisi pasti ada hubungannya dengan Bani, karena tadi pagi sebelum Aisha di bawa pihak yang berwajib, Bani datang menemui Aisha.


"Lebih baik kamu istirahat saja, jangan pikirkan tentang masalah kakakmu, yang terpenting sekarang Ayla harus sembuh" Bayu berusaha mengalihkan pembicaraan mereka, karena menurutnya Ayla masih kecil dan belum pantas membahas masalah serumit itu.


Malam ini terpaksa Bayu harus menginap di rumah sakit karena Ayla tak ada yang menjaga, dan Bayu juga tak tega membiarkan Ayla sendirian atau di titipkan pada sang perawat.


...🌾🌾...


Semilir angin malam masuk lewat celah jendela silih bergantian, tidur di dalam penjara yang hanya beralaskan tikar tak pernah terbanyangkan oleh Aisha sebelumnya, Meringkuk di tahanan seorang diri, menyesali perbuatannya. andai saja waktu bisa di putar Aisha tak akan pernah nekad untuk menemui istrinya Bani, namun nasi sudah menjadi bubur kini Aisha harus menanggung semua atas tingkahnya selama ini.


Menangis, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menyesali berbuatannya, Mata yang sudah membengkak tak ia pedulikan lagi, bahkan perut yang belum terisi pun di biarkan begitu saja.


Suara riuh dari sel lain membangunkan Aisha dari tidurnya, ternyata waktu sudah pagi, rasanya baru saja dirinya memejamkan mata, berharap yang ia alami hanyalah sebuah mimpi.


Aisha hanya menatap makanan tersebut, nafsu makannya hilang seketika, dalam pikiran hanya bagaimana ia bisa keluar dari dalam penjara, karena bagaimana pun ada sang adik sang harus ia urus.


Sementara di rumah sakit, Pagi ini Bayu bersiap - siap untuk ke kantor polisi. Bayu menitipkan Ayla pada perawat. sampai di kantor polisi Bayu langsung mengutarakan niatnya untuk bertemu Aisha, setelah mendapat izin, Bayu pun di bawa ke ruang kunjungan.


"Silahkan bapak tunggu di sini" ujar anggota polisi.


Tak berselang lama, Polisi datang bersama Aisha. Awalnya Aisha kira yang datang itu adalah Bani namun ternyata dugaannya salah.


"Bayu dari mana kamu tau jika aku berada di sini ?" tanya Aisha.


"Kemarin aku sangat khawatir karena kamu tak kunjung kembali. Ayla sudah sadar ia selalu menanyakan keberadaan kamu, hingga aku putuskan untuk mencari kamu ke kantor polisi, dan ternyata kamu di tahan di sini" ucap Bayu. "Sebenarnya apa yang kamu perbuat sehingga kamu bisa di tahan di sini ?" tanya Bayu sang sangat penasaran.

__ADS_1


"Ayla sudah sadar ? Alhamdulilah" Aisha senang mendengar kabar tentang sang adik. "Bayu plis aku mohon, jangan beri tahu Ayla jika aku berada di sini. bilang saja jika aku sedanf bekerja di luar kota, aku tak ingin dia sedih jika tau keberadaan ku" pinta Aisha.


"Aku akan menuruti permintaan mu, asal kamu jujur sama aku, kenapa kamu bisa ada di sini, jika perlu aku akan carikan pengacara hebat yang agar bisa mengeluarkan mu dari sini".


"Aku mohon jangan beri tahu Ayla soal ini, kalau tau dia pasti marah. Masalah aku di tahan di sini biar aku selesaikan sendiri, karena ini hanya kesalahpahaman saja" jelas Aisha.


"Apa ini ada hubungannya dengan Bani ?" tanya Bayu.


Deg, Bibir Aisha seketika menjadi kaku, ia bingung antar harus jujur atau tidak, Aisha tahu jika ia jujur pasti Bayu akan marah besar kepadanya.


"Kenapa diam, benerkan ada hubungannya dengan Bani" tebak Bayu. "Aisha sudah ku bilang berapa kali, Bani itu sudah menikah, jangan kamu ganggu hubungan mereka".


"Bayu kamu tau kan bagaimana perasaan ku terhadap Bani, jadi apa aku salah jika aku mengerjar cinta ku, aku tak pernah meminta mereka bercerai, aku rela kok jadi istri keduanya" ucap Aisha tanpa merasa bersalah.


"Kamu tidak salah jika kamu mengejar cinta mu, namun yang harus kamu ketahui Bani sudah menolak mu bahkan Bani sudah mempunyai kebahagiaan bersama istrinya. iya kamu gak apa - apa jadi istri kedua tapi bagaimana perasaan istri pertama Bani".


Aisha terdiam, cairan bening menggenang di matanya pun jatuh begitu saja mengalir melewati pipinya.


"Aku gak mengerti dengan jalan pikiran kamu seperti apa, dan inget kamu masih sah istrinya tuan Rico di mata hukum negara" ucap Bayu lagi.


Bayu bener - bener tak habis pikir dengan pikiran Aisha, sudah jelas - jelas Jika Bani telag memiliki istri, Namun kenapa Aisha masih mengejarnya.


"Harusnya kamu punya pikiran yang luar, jika sudah seperti ini bagaimana dengan nasib adik kamu, harusnya sebelum bertindak kamu punya pikiran bagaimana nasib adik kamu kedapannya".


Aisha hanya tertunduk ia bener - bener menyesali perbuatannya, hanya air mata yang menggambarkan perasaannya.


"Aku kecewa sama kamu, aku juga gak bisa bantu kamu dalam masalah ini" ucap seraya bangkit dari tempat duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan Aisha tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Aisha.

__ADS_1


...🌾🌾🌾🌾🌾...


__ADS_2