
Hari pertama di ibu kota, Mika bersama teman lelakinya menghabiskan waktu dengan mencoba berbagai menu makanan dan juga menonton.
Sejak pagi Mika telah bersiap untuk menjenguk sang suami.
"Apa kamu yakin mau pergi sendiri ?" tanya seorang pria yang menemani Mika.
"Yakin, kamu tunggu saja di sini, setelah itu kita nikmati liburan kita di sini !" Seru Mika. ia pergi menuju lapas dengan menggunakan taksi.
Mika telah sampai di lapas, ia pun langsung mengungkapkan tujuannya datang ke sana pada petugas lapas.
"Silahkan ibu masuk saja, tunggu di ruang kunjungan !" seru penjaga lapas.
Mika telah menunggu selama lima menit di ruang kunjungan, dan akhirnya sang suami muncul dengan menggunakan baju tahanan.
Tuan Rico tersenyum bahagia, istrinya yang selama ini ia tunggu akhirnya datang juga menjenguknya.
"Kamu ke mana saja, kata Sari kamu tak pernah pulang kerumah, bahkan nomor kamu juga tidak bisa di hubungi !" Seru tuan Rico. ia merentangkan tangan berharap Mika memeluknya melepas rindu yang selama ini tertahankan. namun sayang ternyata Mika menolaknya hal itu membuat tuan Rico sedikit kecewa.
"Bagaimana keadaan mu ?" tanya Mika.
"Aku sangat tersiksa di sini, aku tidak bisa makan dan tidur dengan nyenyak di sini" keluh tuan Rico.
"Aku datang ke sini hanya ingin menyampaikan surat ini" ujar Mika seraya menyodorkan sebuah amplop coklat ke arah tuan Rico.
"Surat apa ini ?" tanya Tuan Rico, lalu ia mengambil surat yang di berikan Mika, dan tertera di amplop tersebut tulisan pengadilan Agama. "Apa maksud surat ini ?" tanya tuan Rico bingung.
"Itu surat resmi cerai kita !" terang Mika.
"Apa cerai ?" tuan Rico bak di sambar petir di siang bolong saat Mika berbicara tentang cerai. "Jangan bercanda kamu, mana mungkin kita bisa pisah, pemberitahuan pada ku saja tidak ada" tuan Rico menyobek amplop tersebut dan membaca isinya.
"Mulai saat ini kita sudah resmi bercerai !" tegas Mika.
"Kamu tidak bisa bercerai dengan ku, apa kamu siap hidup susah tanpa uang ku, tenang saja dalam waktu sebulan atau dua bulan lagi aku bebas, aku akan membayar mereka agar segera melepaskan ku"ujar tuan Rico. untung saja ruangan kunjungan itu tertutup sehingga tak ada yang mendengarkan pembicaraan tuan Rico dan Mika. "Jangan - jangan bener kata Sari jika kamu telah berselingkuh" tuduh tuan Rico.
"Terserah kamu mau bicara apa pun, intinya kita sudah bukan suami istri lagi" ujar Mika.
"Jika kamu tetap bercerai dari ku, maka aku pastikan kamu tidak akan menerima sepeserpun harta dari ku, kamu akan jadi gembel tanpa uang ku, aku gak yakin jika di luar sana kamu akan mendapatkan pria sekaya aku, apa kamu sudah siap kehilangan kemewahan ini semua" jelas tuan Rico.
"Aku tak takut dengan itu semua !!" Seru tuan Rico.
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa bicara seperti itu karena belum merasakannya" ujar tuan Rico. "Ingat Jika kamu tak sanggup hidup menderita maka aku siap untuk rujuk dengan mu" ujar tuan.
"Sampai kapan pun tak sudi jika harus kembali dengan mu, berbagi suami dengan perempuan lain". ujar Mika dan berlalu meninggalkan tuan Rico.
"Tunggu aku belum selesai bicara !" seru tuan Rico, namun Mika tak menggubrisnya Mika terus saja melangkah meninggalkan ruang kunjungan.
Tuan Rico sangat kesal, ketika ia sedang dalam masalah kenapa istrinya malah menceraikannya tanpa bicara terlebih dahulu, dan yang membuat aneh kenapa tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu padanya, sebenarnya proses cerai seperti apa yang di lakukan oleh Mika. tuan Rico merobek surat cerainya hingga menjadi beberapa bagian, dan setelah itu ia kembali di bawa ke sel tahanan.
"Apa saya di perbolehkan menggunakan telepon di sini, karena saya ingin menghubungi pengacara saya karena ada sesuatu yang harus di bicarakan" ujar Tuan Rico.
"Silahkan, tapi waktu anda hanya lima menit".
Setelah mendapat izin, tuan Rico pun segera menggunakan telepon umum tersebut, untung saja dia hapal nomor sang pengacara, ia memerintahkan pengacaranya untuk datang sekarang juga ke lapas.
Kecewa, marah, dan terkejut semua bercampur menjadi satu, taun Rico tak menyangka jika Mika bisa melakukan hal tersebut, padahal menurutnya istri pertamanya itu tak terlalu banyak menuntut, kadang Mika banyak mengalah untuk Sari.
Setengah jam kemudian pengacara datang ke lapas sesuai permintaan tuan Rico.
"Kenapa anda menyuruh saya datang ke sini, sepertinya penting sekali ?" tanya sang pengacara.
"Mika tadi datang ke sini !" seru tuan Rico.
"Bagus dong, berarti istri - istri anda sudah pada datang semua menjenguk anda, tapi kenapa Mika tidak menghubungi saya jika dia mau datang ke sini ?" tanya sang pengacara balik.
"Apa itu ?".
"Dia datang dengan membawa surat cerai, aku dan dia sudah resmi bercerai, tapi kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya pada ku, apa kamu tau soal kabar tersebut ?".
"Apa Mika menceraikan anda, Mana mungkin. saya sebagai pengacara keluarga anda tidak mendapatkan kabar apa pun tentang masalah perceraian tersebut" jelas sang pengacara.
"Tapi kenapa surat itu bisa keluar dan pengadilan mengabulkan permintaan cerainya, ini aneh sekali" ungkap tuan Rico.
"Aku akan menanyakan ini langsung ke pihak pengadilan" ujar sang pengacara.
"Kapan aku bisa bebas ?" bisik tuan Rico.
"Mereka meminta lebih dari yang sudah kita tawarkan" ujar pengacara dengan suara yang pelan.
"Berapa yang mereka minta ?". pengacara pun membisikan sesuatu ke telinga tuan Rico. "Gila apa mereka ingin memeras kita !!" seru Tuan Rico terkejut dengan nominal yang di bisikan pengacaranya.
__ADS_1
"Jika tuan sanggup membayar segitu, mereka akan membebaskan tuan dan menutup kasus ini rapat - rapat" jelas sang pengacara. "Jika penahanan tuan bocor ke para klien ini akan sangat merugikan tuan" sambung sang pengacara.
"Uang sebanyak itu memang kecil untuk ku, tapi apa dengan membayar segitu mereka akan menjamin jika kasus ini tidak akan sampai bocor keluar".
"Itu sudah pasti !!".
Tuan Rico menyuruh sang pengacara untuk datang kerumahnya dan mengambil uang yang akan di gunakannya nanti. bahkan tuan Rico memberitahu di mana ia meletakan kunci kamar pribadinya sekaligus ruang kerjanya.
"Baik tuan Saya akan lakukan itu, Sekarang mohon izin saya harus segera mengurus keberangkatan saya ke bali, karena saja juga harus mempertanyakan status perceraian tuan" ujar sang pengacara.
...๐พ๐พ...
Sejak pulang menjenguk sang suami, Sari terlihat tak begitu bersemangat, tubuhnya terasa begitu lemas, Sari menghabiskan waktunya hanya berbaring di kamar, hanya untuk keluar kamar pun tubuhnya tak kuat, kepalanya terasa berputar - putar.
"Nyonya, lebih baik kita ke rumah sakit saja, aku khawatir jika nyonya kenapa - kenapa" ujar sang pelayan .
"Benar kata kamu, tubuhku lemas, sudah lebih dari dua minggu aku terbaring di sini, tapi tak ada perubahan, kalau gitu suruh supir siap - siap kita berangkat sekarang" ujar Sari.
"Baik Nyonya".
"Kamu juga siap - siap, karena aku butuh orang untuk menemani ku ke rumah sakit" titah Sari.
"Iya Nyonya" pelayan tersebut tunduk akan perintah Sari.
Tiba di rumah sakit Sari langsung di periksa oleh dokter, ia tak perlu antre karena sang suami merupakan pemilik rumah sakit tersebut.
"Dari pemeriksaan luar, nyonya sehat - sehat saja, tapi untuk lebih jelasnya nyonya bisa melalukan tes Lab, karena dari sana sakitnya nyonya akan ketahuan" jelas sang dokter.
Sari sangat terlihat tegang saat dokter membacakan hasil laboratorium milik Sari.
"Dari hasil lab juga semuanya baik - baik saja" terang sang dokter seraya tersenyum.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
๐Aku Memilih_Mu
๐Bertemu Jodoh Di pesantren
__ADS_1
๐Hujan Kemarin
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.