
Hujan deras membasahi bumi di iringi oleh suara petir yang silih bergantian. Aisha sedang menemani sang adik mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kak sepertinya ponsel kakak berdering deh".
"Masa sih dek, bentar kakak lihat dulu". Aosha beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Bani, menghubungi ku, apa orang tuanya sudah cerita tentang ke datangan ku tadi, lalu bagaimana dengan istrinya, apa mereka sekarang sedang berantem". gumam Aisha seraya menatap ke layar ponselnya.
"Lebih baik aku angkat saja panggilannya, mungkin Bani akan menepati janjinya" gumam Aisha.
"Besok kita ketemu di Cafe yz" ucap Bani lewat sambungan telepon.
"Kamu serius ngajak aku ketemuan besok ?" tanya Aisha balik.
"Pokoknya besok aku tunggu di Cafe jam sepuluh" ucap Bani lalu ia menutup teleponnya secara sepihak.
"Huh maen tutup saja teleponya belum juga selesai bicara" gerutu Aisha. "Aku yakin jika Bani sudah mengetahui ke datangan ku ke rumahnya" gumamnya dalam hati.
"Besok jam sepuluh, kebetulan besok aku bagian kerja lapangan jadi besok aku bisa temuin Bani tanpa harus izin dulu dan itu tandanya besok kerja harus bawa baju ganti" Gumam Aisha.
...๐พ๐พ...
Aisha berangkat kerja seperti biasanya, Namun ada yang berbeda dari Aisha hari ini, ia membawa sebuah tas yang di dalamnya terdapat baju ganti.
Banyak yang bertanya apa isi tas tersebut, Aisha hanya menjawab bahwa isi tas tersebut adalah bekal makanannya karena hari ini ada tugas lapangan dan hal itu membuat teman - teman kerjanya pun percaya begitu saja.
__ADS_1
Tepat pukul setengah sembilan, Aisha telah sampai di Cafe tersebut, ia pun langsung ke toilet untuk mengganti pakaiannya, dan setelah itu duduk menunggu ke datangan Bani.
"Untuk apa Bani membawa istrinya ?" batin Aisha.
Aisha tak menyangka jika Bani datang dengan istrinya dan juga Tio.
"Pasti istrinya yang minta ikut ke sini" batin Aisha, hatinya sedang di landa api cemburu.
"Hai Bani, akhirnya kamu datang juga" Aisha pun menyambut kedatangan Bani dengan senyuman manisnya, ia seakan melupakan Syifa yang sedang di genggam oleh Bani. Bani menarik kursi untuk istrinya duduk. membuat Aisha di bakar cemburu.
"Langsung saja ya, apa sebenarnya alasan kamu datang ke ruamah ku ?" tanya Bani to the point. ia tak ingin membuang waktunya hanya untuk hal yang tidak penting.
Syifa hanya terdiam mendengarkan apa yang suaminya katakan, begitu pun dengan Tio iya hanya menjadi pendengar setia, Aisha menatap tajam ke arah Asyifa, namun Asyifa pura - pura tak melihatnya dan bersikap biasa saja.
"Aku sudah bilang Bani, aku kembali hanya untuk mu, aku mau kamu menepati janji mu untuk melamar ku setelah aku kembali ke sini, Bani aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi saja, aku akan memperbaikinya" ucap Aisha memohon pada Bani, saat Aisha ingin menggenggam tangan Bani, dengan spontan Bani langsung menghindar.
"Selama tiga tahun kamu ke mana, kamu pergi tanpa kabar sedikit pun, jadi wajar jika aku mencari kebahagiaan ku sendiri, jadi aku mohon hargai ke putusan ku, aku sudah menikah, aku yakin kamu akan menemukan ke bahagiaan luar sana selain bersama ku" sambung Bani berharap Aisha akan mengerti.
"Ya aku salah telah membohongi mu, tapi beri aku ke sempatan sekali saja untuk memperbaikinya, Bani aku tahu di hati kecilmu masih tersimpan nama ku" ujar Aisha masih memohon.
"Semuanya terlambat ! Seru Bani tegas "Ya memang melupakan mu memang tidaklah mudah, bahkan aku hampir gila karena kehilangan kontak mu, namun kamu sendiri yang mengajarkan aku untuk melupakan mu secara perlahan, hingga nama mu bener - bener hilang di dalam hati kecil ku" ujar Bani tegas membuat Aisha tak menyangka jika Bani benar - benar sudah melupakannya.
Pernyataan yang terlontar dari mulut Bani membuat Aisha kecewa, entah apa lagi yang harus di lakukannya demi membuat Bani bisa memberikannya kesempatan kedua.
"Syifa aku mohon pada mu, kita sesama perempuan, kamu pasti paham betapa besarnya cinta ku pada Bani, aku mohon pada mu, mintalah Suamimu untuk memberikan kesempatan satu kali lagi" ujar Aisha memohon pada Syifa.
__ADS_1
Syifa kaget dengan permintaan Aisha, sebagai sesama perempuan Syifa paham akan perasaan Aisha, namun di sisi lain Syifa gak rela jika suaminya memberikan ke sempatan pada wanita lain. Syifa hanya terdiam, ia bingung harus bagaimana.
"Aisha walaupun Syifa yang memohon, tapi aku tidak akan goyah, karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada kamu" ucap Bani. "Jadi aku mohon agar kamu tak lagi mengganggu rumah tangga ku" ucap Bani tegas.
Aisha hanya menunduk, air matanya tak terbendung lagi, ia tak menyangka jika Bani benar - benar melupakannya, perjuangannya serasa sia - sia selama ini, perjuangannya tak ada gunanya, kepergiannya dulu ternyata menjadi akhir kisahnya dengan Bani, saat ia kembali ternyata Bani telah mendapatkan ke bahagiaannya.
"Bani aku tak minta kamu untuk meninggalkan istri kamu, tapi aku hanya minta kamu memberikan aku ke sempatan ke dua" ujar Aisha lirih.
"Aisha, kehidupan kita sudah berbeda, kita sudah punya jalan cerita masing - masing, aku yakin suatu saat kamu akan menemukan pria yang bisa jadi imam terbaik untuk mu, namun itu bukan aku" ucap Bani lembut. Sejujurnya Ia tak tega melihat kondisi Aisha seperti saat ini, apa lagi dulu Aisha adalah orang yang selalu ada di relung hatinya.
"Perjuangan ku sia - sia, untuk apa aku hidup, kenapa aku gak ikut dengan kedua orangku saja, bunuh aku saja !!" ucap Aisha lirih.
Syifa merasa iba dengan kondisi Aisha, mendekat ke tempat duduk Aisha dan memeluknya memberi ketenangan. "jangan bicara seperti itu, Allah masih sayang kak Aisha, hingga allah masih memberikan sempatan untuk memperbaiki semuanya, inget ada adik kakak yang masih butuh perhatian dari kakak, aku yakin kakak adalah perempuan hebat dan kakak juga berhak bahagia, cinta itu tak harus memiliki, kadang cinta itu harus merelakan" ucap Syifa sontak membuat Aisha merenung, ia kaget dengan sikap Asyifa yang begitu peduli padanya.
"Maafkan aku, aku harus pergi" ucap Aisha dan langsung pergi berlari meninggalkan cafe tersebut, Syifa menatap kepergiaan Aisha dengan nanar, ia bingung harus bahagia atau sedih dengan ini semua.
Aisha berlari dengan perasaan yang hancur sehancur - hancurnya, kesempatan itu tak lagi di milikinya, entah apa tujuannya saat ini, nyatanya perjuangannya kali ini bener - bener tak ada gunanya.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
๐Aku Memilih_Mu
๐Bertemu Jodoh Di pesantren
__ADS_1
๐Hujan Kemarin
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.