Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 25


__ADS_3

Suara langkah kaki berlalu lalang, menemani malam yang dingin, Aisha dengan setia menunggu perkembangan sang adik yang masih dalam keadaan kritis. bait - bait doa pun terus terucap dari bibirnya untuk kesembuhan Ayla, karena hanya Ayla satu - satunya keluarga yang di milikinya saat ini.


Penyesalan hanyalah sebuah penyesalan yang tak mungkin bisa mengembalikan keadaan ke semula, andai dirinya lebih bisa bersabar, andai dirinya mau mengikuti apa yang di katakan sang adik, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi.


"Ibu, Ayah, maafkan Aisha. Aisha tidak bisa menjaga Ayla dengan baik, Aisha gagal menajdi kakak yang melindungi adiknya" ucap Aisha dengan lirih.


Baru saja ia memejamkan matanya, namun harus kembali terbangun karena suara langkah kaki yang begitu nyaring di teling.


"Ada apa ini ?" ucap Aisha, saat melihat seorang dokter dan beberapa perawat tengah berlarian menuju ruangan sang adik.


"Sus ada apa ini, apa adik saya baik - baik saja ?" tanya Aisha pada salah satu perawat.


"Pasien bernama Ayla drop, dan sekarang dokter sedang menanganinya" jawab perawat tersebut dengan ramah.


"Astagfirullah". ucap Aisha, tubuhnya terkulai lemas saat mengetahui keadaan sang adik.


"Mbak tenang saja, dokter sudah menanganinya, dan insya allah adik mbak akan baik - baik saja" ucap perawat itu menenangkan Aisha.


Tak lama kemudian dokter pun keluar ruangan dan mengatakan jika Ayla telah melewati masa kritisnya, dan kini kondisinya baik - baik saja, dan tinggal menunggu Ayla sadarkan diri, jika kondisinya terus membaik, Ayla bisa di pindahkan ke ruang perawatan.


Mendengar penjelasan dokter Aisha langsung sujud syukur, tak henti - hentinya Aisha mengucap rasa syukurnya atas kondisi sang adik yang mulai membaik.


"Terima kasih dok" ucap Aisha.


...🌾🌾...


Matahari telah terbit, Bayu datang dengan membawa makanan untuk Aisha.


"Kamu makan dulu" ucap Bayu seraya menyerahkan makanan yang ia bawa untuk Aisha.


"Aku tidak lapar" ucap Aisha lirih, perut yang kosong sejak kemaren Aisha hiraukan, karena ia masih memikirkan tentang kondisi sang adik.


"Kamu harus makan, nanti kamu sakit, jika Ayla tau kamu seperti ini pasti dia sedih" bujuk Bayu.

__ADS_1


Setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya Aisha mau menerima makanan dan memakan makanan yang di bawakan oleh Bayu.


Bayu tersenyum lega karena akhirnya Aisha mau makan, dalam hatinya banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Aisha tentang permasalahan yang terjadi antara Aisha dan Ayla. namun dalam situasi seperti ini rasanua kurang pas untuk bertanya seperti itu.


Aisha sudah menceritakan inti permasalahan dirinya dan sang adik, namun Aisha tidak menceritakannya secara detail, hal itu yang membuat Bayu menjadi sangat penasaran tentang permasalahan mereka.


"Oh iya, aku titip Ayla bentar, soalnya aku ada urusan sebentar" ucap Aisha saat ia selesai makan.


"Iya" jawab Bayu singkat.


Ketika Bayu dan Aisha sedang berbincang - bincang masalah biaya perawatan Ayla dan masalah tempat tinggal yang baru untuk Aisha. mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan Bani.


"Bani, Sedang apa kamu di sini ?" tanya Aisha ada rasa senang bertemu Bani namun ada juga rasa takut jika Bani akan marah jika ia tau kalau Aisha diam - diam telah menemui istrinya.


"Aku sengaja datang ke sini untuk bicara dengan kamu" jawab Bani dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.


"Kamu Serius ?" tanya Aisha lagi, ia merasa senang karena dugaannya salah jika Bani akan marah. "Mungkin istrinya sudah membujuk Bani agar mau menikah dengan ku". Batin Aisha senang. "Kita bicaranya di luar saja" sambung Aisha.


Karena tak enak dengan Bayu, Akhirnya Aisha meminta Bayu untuk meninggalkan mereka berdua.


"Ada masalah apa lagi mereka ?". Batin Bayu.


"Mau bicara apa kamu ?" tanya Aisha seraya tersenyum manis.ia tak sabar mendengar ucapan jika Bani mau menikahinya.


"Untuk apa kamu menemui istri ku ?" tanya Bani dengan tegas.


"Hah menemui istri mu" Aisha mengulang pertanyaan Bani. "Aku yakin pasti istrinya ngadu yang aneh - aneh pada Bani, lebih baik aku jangan ngaku saja" ucap Aisha dalam hatinya. "Bani, ketemu istri mu saja baru sekali, malahan aku lupa dengan wajahnya, lagian untuk apa aku menemui istri mu" ucap Aisha.


"Aku cuma mau ngingetin jika ancaman ku tak pernah main - main jika kamu masih mengganggu keluarga ku terutama istri ku" ujar Bani.


"Maksud kamu apa ?" tanya Aisha.


"Tidak ada maksud apa - apa, jika mau memang benar tidak menemui istri ku ya sudah, aku permisi dulu masih banyak kerjaan".

__ADS_1


"Bani tunggu, kita belum selesai bicara !" Aisha berusaha mencegah Bani untuk pergi.


"Ingat Aisha, jangan pernah ganggu keluarga ku atau. . " Bani tak melanjutkan kata - katanya ia lebih memilih berlalu meninggalkan Aisha.


"Atau apa Bani, tunggu" Aisha berusaha mengejar Bani, namun saat ingin berlari tangan Aisha di tarik oleh Bayu. "Lepasin Bayu !".


"Ada masalah apa lagi kamu dengan Bani, jangan bilang jika kamu masih mengejar Bani !".


"Itu bukan urusan mu !!" bentak Aisha. ia marah pada Bayu, karena Bayu ia gagal mengejar Bani.


"Aisha dengerin aku !" Bayu berusaha menengkan Aisha. "Aisha, Bani kini sudah menikah, kamu sudah tak bisa mengharapkan dia lagi. seharusnya sekarang fokus kamu pada Ayla dan juga dengan status kamu, dalam hukum negara kamu masih sah istrinya tuan Rico.". tegas Bayu. "Fokus kita sekarang cuma satu, kesembuhan Ayla" Sambung Bayu.


Aisha dan Bayu pun kembali ke ruang tunggu, tak ada pembicaraan di antara keduanya, meraka hanyut dalam pikiran mereka masing - masing.


Kedatangan dua orang yang berpakaian polisi membuat Aisha dan juga Bayu merasa terkejut.


"Apa ibu yang bernama Aiyra Samia Rumaisha ?" tanya salah satu anggota kepolisan tersebut.


"Iya saya sendiri" jawab Aisha dengan ekspresi ke bingungan.


"Silahkan anda ikut kami ke kantor polisi".


"Ada apa ya ?" tanya Aisha bingung.


"Nanti kita bicarakan di kantor polisi, karena ada kami butuh keterangan dari anda, kami dari kantor polisi Z".


"Kantor polisi z, itu kan tempat di mana Ayla mengalami kecelakaan, mungkin pelakunya sudah di tangkap". ucap Batin Aisha."Tapi siapa yang membuat laporan, apa Bayu telah membuat laporan tentang Ayla, tapi kenapa Bayu belum cerita" Batin Aisha.


Aisha pun ikut dengan pihak kepolisian, dan menitipkan Ayla pada Bayu. sama halnya dengan Aisha Bayu juga bertanya - tanya tentang kedatangan Polisi. Ia juga punya pikiran yang sama seperti Aisha, jika polisi membawa Aisha ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Ayla.


Sampai di kantor polisi Aisha langsung di bawa ke ruang pemeriksaan. polisi pun langsung mengajukan beberapa pertanyaan seputar identitas Aisha, Namun saat polisi menunjukan sebuah rekaman cctv Aisha langsung terkejut.


...🌾🌾🌾🌾🌾...

__ADS_1


__ADS_2