
Bayu pergi meninggalkan kantor polisi dengan rasa kecewa terhadap Aisha, ia juga bingung harus bagaimana menjelasakan semua ini pada Ayla.
Sebelum kembali ke rumah sakit Bayu terlebih dahulu menuju kantornya, karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani. penampilan Bayu yang kacau menjadi pusat perhatian karyawannya, tak sedikit dari karyawannya yang membicarakan tentang penampilan Bayu.
Bayu memasuki ruangan pribadinya, ia sangat terkejut karena di sana sudah ada mamanya sedang duduk menunggu ke datangannya.
"Mama sedang apa di sini ?" tanya Bayu.
"Harusnya Mama yang bertanya, habis dari mana kamu jam segini baru sampai kantor, apa kamu tau sudah berapa lama Mama menunggu kamu di sini ?!".
"Aku . . aku" Bayu kebingungan antara jujur atau jangan pada Mamanya. tapi bagaimana kalau Bayu jujur nanti Mamanya akan melarang dirinya untuk tidak berhubungan dengan keluarga Aisha, dan bagaimana nantinya Nabis Ayla di rumah sakit.
"Kenapa selamam kamu tidak pulang kerumah, dan kenapa dari tadi Mama telepon nomor kamu tidak akitif ?". tanya Mamanya dengan tatapan yang tajam, ia merasa aneh dengan penampilan sang anak. "Kenapa penampilan kamu acak - acakan seperti ini, Apa kamu sedang ada masalah ?".
"Mama mau apa tumben datang kesini ?" Bayu mencoba mengalihkan pembicaraan Mamanya.
"Mama ke sini karena nomor kamu tidak bisa di hubungi dan sejak kemaren kamu tidak pulang, ada sesuatu yang Mama ingin bicarakan sama kamu".
"Mama mau bicara apa ?".
"Sudah hampir tiga minggu tuan Rico tidak pernah datang lagi ke rumah, bahkan anak buahnya sudah tidak ada yang mengintai rumah kita" jelas Mamanya Bayu.
"Bagus kalau gitu" jawab Bayu singkat.
"Mama takut kalau mereka sudah menemukan Aisha".
"kenapa Mama takut ? bukannya Mama sudah tidak peduli dengan keluarganya Aisha lagi ?".
"Nak Mama memang kecewa dengan keluarga mereka tapi bagaimana pun mereka masih keluarga kita, Mama berharap Aisha dan adiknya baik - baik saja".
"Apa aku jujur saja tentang Aisha sama Mama" gumam Bayu.
"Ma, Apa perlu kita cari keberadaan Aisha ?" tanya Bayu.
"Mama rasa tidak perlu nak, karena jika kita berhubungan dengan Aisha takut sewaktu - waktu tuan Rico atau pun anak buahnya datang dan akan menghancurkan keluarga kita. Kamu tau kan siapa tuan Rico, ia akan dengan mudahnya menghancurkan bisnis kamu ataupun Papa".
"Lebih baik aku tidak cerita dulu soal Aisha pada Mama, apalagi sekarang Aisha di penjara" gumam Bayu.
Hampir satu jam Bayu dan Mamanya membicarakan masalah perusahaan yang mereka bangun dari nol, setelah itu Mamanya pamit karena harus pergi bersama teman - teman arisannya.
__ADS_1
Bayu segera menyelesaikan kerjaannya, karena ia harus buru - buru ke rumah sakit lagi. karena sekarang Ayla menjadi tanggung jawabnya. Bayu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi agar bisa cepat sampai di rumah sakit.
...🌾🌾...
Tuan Rico baru saja selesai meeting bersama kliennya, ia pun langsung memasuki ruang pribadinya, di dalam sudah ada kedua anak buahnya yang menunggu.
"Ada info apa untuk hari ini ?" tanya tuan Rico.
"Sama seperti sebelumnya tuan, sepertinya Aisha memang tidak tinggal di kota itu" jelas anak buah tuan Rico.
"Bagaimana dengan keluarganya yang ada di kota itu ?".
"Selama penyelidikan sepertinya memang bener jika keluarganya Bayu memang tidak mengetahui ke beradaan Aisha, sedangkan saudara yang lainnya, mereka mengira jika Aisha masih berada di Bali, Bahkan mereka juga tidak mengetahui tentang meninggalkan kedua orang tua Aisha".
"Kenapa susah sekali mencari keberadaan Aisha, padahal aku sudah mengerahkan semuanya" gerutu tuan Rico.
"Kenapa gak lapor polisi saja, atau kita bikin pengumuman orang hilang nanti yang menemukan bakal ada imbalannya" saran anak buahnya.
"Jika untuk lapor polisi sepertinya tidak memungkinkan, tapi kalau bikin pengumaman akan aku pikirkan lagi" ucap Tuan Rico. "Bagaimana untuk persiapan liburan saya dan istri saya ?" tanya tuan Rico.
"Sedang di urus".
"Baik tuan".
Tiba - Tiba pintu ruangan kerja tuan Rico di buka oleh seseorang yang tak lain adalah istri tuan Rico.
"Mas kita berliburnya hanya berdua" protes Sari saat mendengar tuan Rico berkata bahwa mereka akan berlibur bertiga.
"Kalau masuk ruangan orang itu ketuk pintu dulu" protes tuan Rico.
"Maaf, habisnya aku kesal kenapa kamu ajak mbak Mika juga".
Tuan Rico pun mengisyaratkan kepada ke dua anak buahnya agar keluar dari ruangannya.
"Mika juga istri ku !!" bentak tuan Rico.
"Tapi aku maunya kita hanya berdua".
"Pergi bertiga atau tidak sama sekali !!".
__ADS_1
"Mas, kita pergi berlibur untuk program anak, bukan hanya semata - mata untuk bersenang - senang, jika Mbak Mika ikut pasti ia akan mengganggu program kita punya anak".
"Mika juga istri ku, ia berhak untuk ikut, dan saya juga berharap punya anak dari dia !" ucap tuan Rico tegas. "Hanya ada dua pilihan pergi bertiga atau tidak sama sekali !!".
"Ya sudah terserahlah" Sari sangat kecewa dengan suaminya itu.
"Ada apa datang ke sini ?" tanya tuan Rico.
"Aku ini istri mu, emang tidak boleh jika aku datang ke sini".
"Cepat katakan apa mau mu !!".
"Aku bete di rumah gak ada teman, sedangkan mbak Mika pergi dan belum kembali" jelas Sari.
"Oh iya, Mas kamu gak curiga gitu kan mbak Mika sering keluar, walaupun bilangnya ketemu temen - temennya jangan - jangan diam - diam mbak Mika punya simpanan di luar sana, kamu ingatkan Mas jika Mbak Mika sering pergi dan bilangnya mau nginap di hotel bareng temen - temennya. dia kan seorang istri harusnya tau dong batasannya seperti apa, kalau sudah nikah suami adalah prioritas utama".
"Jika kamu datang ke sini hanya untuk bicara seperti itu lebih baik kamu keluar sekarang dari ruangan saya karena masih banyak kerjaan harus saya selesaikan !". tegas tuan Rico.
Sari hanya mendengus kesal dengan sikap suaminya itu, entah kenapa sulut sekali buat Sari untuk menyingkirkan istri pertama dari suaminya.
"Kenapa masih di situ ?" tanya tuan Rico.
"Aku mau nemenin kamu kerja, aku janji tak akan menganggu kerjaaan kamu" ucap Sari yang tak ingin di usir dari ruangan sang suami.
...🌾🌾...
Bayu sudah tiba di rumah sakit, ia menyusuri lorong demi lorong rumah sakit hingga ahirnya ia tiba di ruangan tempat Ayla di rawat.
"Kak Bayu, kak Aisha mana ?" tanya Ayla.
"Kakak kamu ada tugas ke luar kota" jawab Bayu.
"Kerja apa ? sebelumnya kakak gak pernah tuh kerja sampai ke luar kota".
"Kakak kamu melakukan ini semuanya demi kamu".
"Kak, Ayla memang masih kecil, namun hati Ayla mengatakan jika kak Aisha sedang tidak baik - baik saja, ayolah jujur kak di mana kak Aisha berada sekarang".
"Ayla lebih baik kamu fokus pada kesehatan kamu ya, kakak kamu insyallah baik - baik saja".
__ADS_1