Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 57


__ADS_3

Aisha berjalan kaki menuju tempat ojek, tanp sengaja ia berpapasan dengan bu Nuni.


"Mau ke mana ?" tanya Nuni.


"Ini mau nganterin makanan ke rumah sakit" jawab Aisha.


"Emang siapa yang sakit ?".


"Gak ada yang sakit kok, tadi Umi minta tolong anterin makanan buat pak Dokter". jelas Aisha.


"Oh seperti itu, lampu hijau nih". goda bu Nuni


"Ah si ibu bisa saja" Aisha tersipu malu saat di goda oleh bu Nuni. "Aisha duluan yah" Aisha berlalu menuju pangkalan ojek.


Aisha tiba di rumah sakit setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit dengan menggunakan ojek pangkalan, setelah membayar ongkos ojek Aisha segera memasuki area rumah sakit.


"Ternyata di perkampungan seperti ini ada juga yah rumah sakit besar" gumam Aisha dalam hati seraya memperhatikan lingkungan rumah sakit tersebut.


"Pak di mana ruangan dokter Martin ?" tanya Aisha pada security yang berjaga di dalam rumah sakit.


"Pasti mbak ini ojek online yang mau mengantarkan makanan untuk dokter Martin ?" tebak sang security.


"Bukan, saya bukan ojek online" bantah Aisha. "Saya. . . ".


"Ah pasti ojek online, masa ia pacaranya Dokter Martin, tapi mbaknya cantik juga sih". Security tersebut memotong pembicaraan Aisha. "Titip sisi saja mbak, Dokter Martin sedang ada pasien" sambung security tersebut.


"Saya harus menyampaikannya langsung karena ini amanah" tolak Aisha.


"Ya sudah kalau mau tunggu paling satu jam lagi dokter Martin selesai praktek". jelas security.


Aisha melirik jam di tangannya, jika ia menunggu satu jam berarti ia harus menunggu dokter Martin hingga jam makan siang atau jam istirahat. Tapi jika di titip bagaimana jika nanti Umi bertanya tentang makanannya. akhirnya Aisha memutuskan untuk menunggu saja, lagian di yayasan tugas dia mengajar sudah selesai.


"Kalau mau menunggu di mana yah ?" tanya Aisha.


"Di sini saja mbak" security tersebut menunjuk sebuah bangku kosong.


"Terima kasih " ucap Aisha ramah.


Satu jam berlalu namun Dokter Martin belum menampakan batang hidungnya. hal itu membuat sedikit gelisah. ia takut jika ia sedang di permainkan oleh security tersebut, karena pasalnya sejak tadi security tersebut sering curi - curi pandang.


"Ini sudah satu jam, tapi kenapa dokter Martin belum ada juga ?" tanya Aisha.


"Sebentar saya cek dulu". jawab security tersebut seraya berlalu meninggalkan Aisha.

__ADS_1


Tak lama kemudian security tersebut kembali bersama seorang pria tampan dan gagah, pria tersebut menggunakan seragam dokter yang berwarna serba putih.


"Ini dok, ojek online yang mau nganterin makanan buat pak dokter, sudah suruh saya titip di sini saja tapi dia malah lebih milih menunggu" jelas Security pada dokter Martin.


"Ini saudara saya, dia di suruh Umi buat nganter makanan ke sini" ujar Dokter Martin dengan senyum menawannya. "Saya kira kamu belum nyampe, sampai - sampai aku mau menghubungi Umi" sambung dokter Martin.


"Maaf pak Dokter, maaf juga mbak cantik, Saya kira mbak ini ojek online, pantesan saja mau menunggu" ucap security yang merasa malu.


"Ayo ikut aku" ajak dokter Martin pada Aisha.


Aisha membuntuti dokter Martin, ia berjalan tepat di belakang dokter Martin, sepanjang lorong rumah sakit banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


"Ayo masuk" ajak Dokter Martin.


"Tapi dok, tidak baik berduaan di dalam ruangan apa lagi kita bukan muhrim takut jadi fitnah" ucap Aisha seraya tertunduk.


"Kamu tenang saja, di dalam ada dua orang perawat dan satu orang dokter, jadi tidak hanya kita berdua" jelas dokter Martin seraya tersenyum pada Aisha. "Ayo masuk" ajak dokter Martin.


Aisha masuk ke ruangan dokter Martin, benar saja di sana ada dua orang perempuan berpakaian perawat dan satu orang pria yang menggunakan pakaian yang hampir sama persis dengan yang di gunakan dokter Martin.


"Ini kenalin namanya Aisha, dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri, dia tinggal di yayasan dan mengajar anak - anak yatim piatu" jelas dokter Martin


"Aku Dokter Rey, Asistennya dokter Martin".


"Aku Meysha, aku juga sama perawat yang membantu dokter Martin ketika parktek".


"Aku Aisha".


"Oh iya kalian kan belum pada makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bareng, pasti kalian rindukan masakan Umi aku". ujar Dokter Martin seraya memperlihatkan tempat makanan tersebut.


"Wahh makan lezat bin gratis lagi !!" seru dokter Rey.


"Untung kita belum ke kantin yah, jadi perut masih banyak ruang yang kosong" sahut Meysha.


"Haha dasar si tukang makan" gerutu Hana.


"Ayo Aisha kita makan bareng, pasti kamu juga belum makan, apa lagi tadi kamu harus nunggu sampai satu jam" ujar Dokter Martin.


"Tidak usah, aku pulang saja" jawab Aisha.


"Kenapa pulang ?" tanya Rey.


"Ayo gabung saja kita makan bareng, masakan Uminya Dokter Martin juara banget rasanya" puji Hana.

__ADS_1


Aisha hanya tersenyum, dalam hatinya ia merasa minder berada di antara mereka, apakah mereka akan tetap memperlakukan dirinya seperti itu jika tahu kenyataannya jika Aisha adalah seorang janda dan juga mantan Narapidana.


"Ayo kita makan bareng" Ajak Dokter Martin lagi.


Akhirnya Aisha mau ikut gabung makan siang bareng mereka, pantas saja Umi membawakan dokter Martin banyak makanan ternyata yang makan bukan hanya dokter Martin saja melainkan bersama rekan - rekan kerjanya.


"Ayo makan yang banyak" ujar dokter Martin dan Aisha hanya menganggukan kepalanya.


Akhirnya mereka berlima makan bersama di ruangan dokter Martin, sedangkan peralatan makan, Hana mengambilnya dari dapur rumah sakit. tak ada suara hanya terdengar benturan antara sendok dan piring, mereka semua menikmati makanan yang di bawa oleh Aisha.


"Sudah, biar aku saja yang merapihkan ini" Selesai makan Aisha ingin membereskan bekas makan namun di larang oleh Meysha.


"Kalau gitu aku pamit langsung pulang saja, takut nanti Umi nungguin" ujar Aisha.


"Kamu pulang naik apa ?" tanya dokter Martin.


"Mungkin naik ojek saja" jawab Aisha.


"Maaf aku tak bisa mengantar kamu pulang karena lima belas menit lagi aku ada praktek" ujar dokter Martin.


"Tidak apa - apa" Aisha pamit pulang pada yang lainnya, Dokter Martin mengantar Aisha hingga pintu gerbang utama rumah sakit.


"Maaf jadi merepotkan" ujar dokter Martin.


"Tidak merepotkan kok" jawab Aisha.


Dokter Martin memanggil salah satu tukang ojek yang kebetulan sedang mangkal di sana. tak lupa dokter Martin juga membayar ongkos ojek tersebut.


"Hati - hati di jalan" ujar dokter Martin seraya melambaikan tangannya pada Aisha.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Tuan Rico merasa ada yang tak beres, kenapa ia belum juga bisa keluar dari penjara padahal sudah banyak uang yang ia keluarkan untuk membayar para petugas agar ia bisa bebas dengan cepat. bahkan sejak pengacaranya pulang dari Bali, belum datang lagi untuk menjenguknya, hanya ada sang istri yang setiap hari datang dengan membawakannya makanan.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar


__ADS_2