
Tuan Rico Baru saja selesai melakukan meeting bersama beberapa kliennya, Saat keluar ruangan meeting tiba - tiba ponsel tuan Rico berdering.
"Nomor siapa ini ?" Gumam tuan Rico seraya memperhatikan nomor yang tertera di ponselnya.
"Hallo dengan siapa ini ?" tanya Tuan Rico, karena penasaran tuan Rico menjawab panggilannya.
"Apa benar ini dengan tuan Rico ?" tanya seseorang dari sebrang telepon.
"Iya, ini saya sendiri".
"Saya cuma mau mengabarkan jika kini keberadaan Aisha telah di ketahui" jelas seseorang.
"Ini dengan siapa ?".
"Saya tante Reni, orang tua dari Bayu".
"Oh jadi selama ini kalian tahu tentang keberadaan Aisha ?" bentak tuan Rico
"Saya baru mengetahui keberadaan Aisah sekarang, dan saya menghubungi anda hanya ingin memberi tahu anda tentang kondisi Aisha, karena bagaimana pun kamu adalah suami Aisha, dan merupakan satu - satunya keluarga yang di miliki Aisha ?".
"Maksudnya apa saya keluarga satu - satunya ? Aisha itu masih memiliki seorang adik".
"Menurut informasi yang saya dengar, jika Adiknya Aisha telah tiada beberapa bulan yang lalu". jelas tante Reni.
"Jadi Ayla sudah meninggal ?" tanya tuan Rico mengulang perkataan tante Reni, Tuan Rico sangat terkejut dengan kabar kematian Ayla.
"Menurut informasi ya seperti itu".
Setelah percakapan via telepon berakhir, tuan Rico segera menghubungi anak buahnya untuk segera datang ke kantornya, setalah itu tuan Rico juga memerintahkan pada asisten pribadinya untuk memesankan tiket penerbangan untuk saat ini juga.
Tuan Rico mempersiapkan keberangkatannya bersama dua anak buahnya dan juga seorang asistennya. namun saat mereka tiba di bandara , asisten tuan Rico memberitahu jika penerbangan mereka mengalami penundaan di karenakan ada sebuah kecelakaan kecil di landasan.
"Berapa lama penundaan ini berlangsung ?" tanya tuan Rico.
"Saya juga tidak tahu" ujar Asisten tuan Rico.
...🌾🌾...
Malam yang sunyi Aisha melewatinya di sel tahanan, Angin malam menusuk sampai ketulang. Aisha memeluk lututnya sendirian. keadaan ini lebih memprihatikan ketibang dirinya masih menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Aisha terjaga sepanjang malam, Rasa ngantung hilang begitu saja, yang ia inginkan adalah segera pagi, ia ingin bertemu Bani dan juga istrinya, ia ingin meminta maaf.
Mata hari pagi telah menyinari bumi, namun Aisha belum bisa menikmati hangatnya mentari, dirinya masih berada di dalam sel tahanan.
Aisha tak memiliki selera makan, makanan yang sudah di sediakan untuknya di biarkan begitu saja, pikiranya melayang entah ke mana.
Aisha melewati waktu pagi hanya dengan menerung di dalam sel tahanan.
"Aisha, ada kunjungan untuk anda !"
Aisha di bawa ke ruang kunjungan, melihat Bani dan juga seorang wanita berada di sana, Aisha langsung berlari mendekat ke arah Bani, Aisha bersimpul di hadapan Bani dan juga istrinya.
"Maafkan semua perlakukan aku" uca Aisha lirih.
Melihat Aisha menangis lirih, ada rasa tak tega di benak Bani, namun harus bagaimana lagi ibarat nasi sudah menjadi bubur.
"Mbak Aisha, bangun jangan seperti ini". ucap Asyifa.
"Aku wanita hina, aku tak pantas untuk di maafkan".
"Mbak tidak boleh berbicara seperti itu, semua orang pasti pernah berbuat salah dan hilaf karena kesempurnaan hanya milik Allah" Syifa berbesar hati telah memaafkan semua kesalahan Aisha. "Kami datang ke sini untuk mencabut laporan kami, jadi mulai hari ini mbak Aisha akan di bebaskan" jelas Aisha.
"Jangan cabut laporan itu, aku ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatan aku" ucap Aisha lirih.
"Aku mohon jangan cabut laporan tersebut !" pinta Aisha seraya memohon pada Asyifa dan Bani.
Asyifa dan Bani terlihat bingung dengan apa yang di utarakan oleh Aisha.
"Kenapa ? ini bukan tempat yang baik untuk mbak Aisha" tutur Asyifa.
"Aku ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatan ku, jadi aku mohon jangan cabut laporan tersebut" jelas Aisha.
"Kamu yakin ?" tanya Bani.
"Aku serius !!" tegas Aisha.
Bani dan Asyifa pun tak mampu berbuat banyak hingga mereka pun menuruti semua permintaaan Aisha, namun Asyifa berjanji ia akan membuat Aisha mendapatkan hukuman yang ringan.
...🌾🌾...
__ADS_1
Tentang keberadaan Aisha kini sudah sampai ke telinga para istri tuan Rico. Mika terlihat begitu santai saat mengetahui jika suaminya sedang menjemput istri ke tiganya, namun berbeda dengan Sari, ia sangat gelisah karena baginya kehadiran Aisha akan membawa dampak buruk bagi hubungannya dengan sang suami.
Sari terlihat mondar - mandir di dalam kamarnya, ia sedang menyusun rencana untuk bisa kembali mengusir Aisha, bahkan ia jiga ingin mengusir Mika dari rumah tersebut.
Sementara di tempat lain, tuan Rico baru saja tiba di kediamanan keluarga Bayu, tuan Rico sudah tak sabar ingin bertemu dengan Aisha.
Tuan Rico beserta beberapa anak buah dan juga asisten pribadinya di persilahkan masuk ke dalam rumah milik orang tua Bayu.
"Langsung saja, mana Aisha !!" Seru tuan Rico.
"Silahkan duduk dulu, karena ada sesuatu yang harus di bicarakan terlebih dahulu" ujar Mama Reni.
"Aku tau apa yang ingin kalian bicarakan, pasti kalian akan minta ini kan ?" tuan Rico membuka sebuah koper yamg berisikan uang dengan jumlah yang sangat banyak. "Dasar keluarga mata duitan !" gerutu tuan Rico.
"Maaf bukan itu maksud kami" ujar Papa nya Bayu.
"Apa segini kurang ?" tanya tuan Rico dengan penuh selidik.
"Maaf tuan yang terhormat, maksud kami bukan masalah itu, tapi ada satu permasalahan yang harus tuan ketahui tentang Aisha" jelas Papanya Bayu.
"Apa itu ?". tanya tuan Rico penasaran.
"Jadi begini, beberapa bulan yang lalu Aisha terkena sebuah masalah yang mengakibatkan dirinya harus berurusan dengan pihak yang berwajib, dan dalam waktu bersamaan juga adiknya Aisha yang bernama Ayla mengalami sebuah kecelakaan yang akhirnya merenggut nyawa Ayla" terang Papanya Bayu.
"Berapa lama Aisha harus mendekam di penjara ??" tanya tuan Rico.
"Kepergian sang adik membuat kondisi Aisha semakin memburuk, hingga akhirnya Aisha mengalami depresi ringan".
"Jadi di mana Aisha sekarang di dalam penjara atau di rumah sakit jiwa ?" tanya tuan Rico lagi.
"Aisha sempat di rawat di rumah sakit jiwa selama beberapa bulan, sehingga kasusnya di tunda. dan beberapa hari yang lalu Aisha telah di nyatakan sehat sehingga kini Aisha harus menjalani proses hukum yang sempat tertunda".
"Di kantor polisi mana Aisha menjalani kasus tersebut ?".
"Jika tuan ingin bertemu dengan Aisha, tuan bisa terlebih dahulu menghubungi putra kami Bayu, karena Bayulah yang bertanggung jawab tentang keadaan Aisha" terang Mama Reni.
Sebelum pamit, tuan Rico terlebih dahulu meminta alamat kantor Bayu, ia berencana untuk bertemu Bayu untuk membicarakan tentang Aisha.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
__ADS_1
Pertama Author ucapkan terima kasih buat yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini. .
Sedih banget karena beberapa hari kebelakang Author tidak bisa update di karenakan Author mengalami sakit dan alhamdulilah sekarang keadaan author mulai membaik sehingga author bisa kembali menulis untuk melanjutkan cerita ini.