
Terlihat di pekarangan rumah itu banyak orang dengan berpakaian rapih, namun ada sedikit yang membuat Sari terheran - heran.
"Kenapa di rumah banyak orang ?" tanya Sari pada pengacara.
"Saya juga tidak tau, lebih baik Nyonya turun duluan nanti saya menyusul" ujar sang pengacara.
Dengan langkah yang cepat, Sari segera menuju halaman rumahnya.
"Ada apa ini, kenapa banyak orang di sini ?" tanya Sari.
"Saya hanya minta gaji saya di bayarkan" ujar salah security yang bertugas menjaga rumah tuan Rico.
"Ini belum waktunya kalian gajian, saya dan suami tidak pernah telat membayar gaji kalian, kenapa sekarang kalian minta gaji !" Seru Sari.
"Nyonya kenapa rumah ini di jual, saya sudah bekerja puluhan tahun di sini, dari jaman kedua orang tua Tuan masih hidup, tapi sekarang nyonya tega menjual rumah ini karena tuan sedang dalam penjara". Seru security yang sudah bekerja puluhan tahun di rumah tersebut.
"Nyonya ternyata jahat, tidak sebaik yang kita pikir". ujar seorang supir yang menjadi supir pribadinya.
"Jaga mulut anda !!" bentak Sari.
"Ada apa ini ?" sang pengacara datang menghampiri Sari dan yang lainnya.
"Ini pak, Nyonya Sari ternyata diam - diam telah menjual rumah ini, dan sekarang kita semua di usir dari rumah ini karena pembelinya akan segera pindah kerumah ini" jelas security.
"Apa itu benar ??" tanya pengacara pada Sari.
"Saya tidak menjual rumah ini, anda tahu sendiri selama ini saya selalu bersama anda" jawab Sari.
"Lalu kalau bukan Nyonya siapa lagi, tuan Rico tidak mungkin menjual rumah ini". Sahut security.
"Apa di dalam ada orang yang membeli rumah ini ?" tanya pengacara.
"Tidak ada, yang di dalam hanya orang - orang suruhan pembeli saja". jawab security.
Karena penasaran, pengacara pun mencoba menemui orang - orang yang sedang membereskan barang - barang milik tuan Rico. begitu pun dengan Sari karena dirinya merasa tidak menjual rumah tersebut ia pun menasaran siapa yang telah tega memfitnahnya.
"Maaf boleh tanya, siapa yang menyuruh kalian melakukan ini ?" tanya pengacara dengan sopan.
"Anda siapa ?".
"Saya adalah pengacara dari keluarga Tuan Rico".
__ADS_1
"Siapa tuan Rico ?".
"Tuan Rico adalah pemilik rumah ini".
"Tapi di sertifikat, rumah ini atas nama Mikayla bukan Rico".
"Jadi yang menjual rumah ini adalah Mika ?!" Sari sangat terkejut saat mengetahui dalang dari penjualan rumah tersebut adalah mantan istri pertama suaminya.
"Yang menjual rumah ini bukan Mika tapi Lala dan sertifikat rumah ini sah atas nama Milayla bukan Rico".
"Setahu saya sertifikat rumah ini atas nama tuan Rico, kenapa bisa atas nama Mikayla, jangan - jangan sertifikat yang palsu ini juga ulah dia". Gumam pengacara dalam hatinya.
Sari bener - bener syok mendengar pernyataan orang tersebut. ia tak menyangka kalau Mika akan tega melakukan ini semua.
"Bagaimana ini ?" bisik Sari pada sang pengacara.
"Saya boleh lihat sertifikatnya ?" tanya sang pengacara.
Seseorang tersebut lalu menunjukan sertifikatnya, dan pengacara pun mengeluarkan sertifikat yang di bawanya.mencocokan semuanya, ternyata sertifikat yang di bawa seseorang tersebut memang asli.
"Bagaimana Mika bisa melakukan ini" gumam sang pengacara.
"Bagaimana pak ?" tanya Sari. ia bener - bener sudah lelah dengan semua ini, kadang terlintas dalam pikirannya untuk pergi meninggalkan sang suami seperti yang di lakukan Mika.
Seketika Sari tak sadarkan diri tubuhnya hampir terjatuh ke lantai untung saja dengan sigap sang pengacara menopang tubuh sari.
"Sebaiknya bapak bawa saja ibu ini keluar, dan juga barang - barang penting yang ada di rumah ini, dua jam lagi pemilik rumah akan datang" jelas seseorang.
Sang pengacara bingung harus berbuat apa, untuk memberi tahu Tuan Rico saja ia harus ke jakarta terlebih dahulu. akhirnya pengacara tuan Rico meminta bantuan Security untuk membawa Sari kedalam mobilnya.
"Maaf pak apakah bisa bicara sebentar" ujar sang pengacara pada orang yang di perintah untuk membereskan rumah tersebut.
"Boleh" jawab orang tersebut.
"Perkenalkan nama saya Akbar, saya ada pengacara dari keluarga Tuan Rico. sebagai pengacara keluarga saya sangat mengatahui tentang keluarga ini, termasuk rumah ini" ujar sang pengacara memulai obrolannya.
"Yang saya ketahui rumah ini di beli Tuan Rico saat ia masih lajang dan rumah ini atas nama Tuan Rico. Mikayla adalah istri pertama tuan Rico dan sekarang sudah bercerai, sepertinya Mika telah memalsukan tanda tangan Tuan Rico untuk membalik nama kepemilikan rumah ini" jelas sang pengacara.
"Jujur sebenarnya saya tidak mengetahui apa pun tentang pembelian rumah ini, saya hanya di tugaskan untuk merapihkan rumah ini saja" jelas seseorang tersebut.
"Bisa tidak sebelum saya memberskan semua barang di rumah ini, saya ingin bicara terlebih dahulu dengan bos anda" pinta sang pengacara.
__ADS_1
"Saya hubungi bos saya dulu".
Lima menit kemudian seseorang tersebut kembali menghampiri pengacara tuan Rico.
"Dia sedang dalam perjalanan mungkin lima belas menit lagi sampai" ujar seseorang tersebut.
"Baik saya tunggu".
Seraya menunggu, Akbar menciba menghubungi kantor polisi ia berharap bisa berbicara dengan tuan Rico.
"Saya Akbar pengacara dari Tuan Rico, biaa biacara dengannya karena ada hal penting yang ingin saya tanyakan" ujar Akbar saat sambungan telepon. tersambung.
"Hallo ada apa kamu menghubungi ku, kamu sudah sampai ke Bali, apa semua baik - baik saja ?" tuan Rico merasa terheran - heran saat mendapat kabar jika pengacaranya menghubunginya lewat sambungan telepon.
"Maaf tuan, sepertinya kondisi sekarang tidak sedang baik - baik saja" jelas Akbar.
"Maksud kamu apa ?" tanya tuan Rico dengan suara yang sedikit meninggi. "Apa Sari baik - baik saja ?" tanya Tuan Rico.
"Istri anda baik - baik saja tapi . . ".
"Tapi apa ? bagaimana dengan kondisi calon anak saya ?".
"Semuanya baik - baik saja" jawab Akbar lalu menghela nafas panjang. "Saya sudah tiba di bali, saat sampai rumah tiba - tiba depan rumah sudah ramai orang, ternyata itu adalah para pekerja di rumah ini, mereka meminta di bayarkan gaji mereka" jelas Akbar.
"Setelah saya selidiki ternyata di dalam ada seseorang yang sedang memberekan barang - barang di rumah ini, setelah saya tegur ternyata rumah tuan sudah di jual oleh Mbak Mika" pungkas Akbar.
"Kamu tidak salah bicarakan, rumah itu atas nama saya bagaimana bisa Mika menjualnya" Tuan Riko tak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh pengacaranya.
"Awalnya saya juga tidak percaya tuan, tapi setelah saya cek ternyata mereka mempunyai sertifikat rumah ini yang asli atas nama Mbak Mika, sepertinya Mbak Mika telah balik nama rumah ini lalu.menjualnya" jelas Akbar.
Setelah mendengar penjelasan Akbar, Tuan Rico sedikit demi sedikit mencerna satu persatu kalimat yang di bicarakan oleh Akbar.
"Mika sialan" geram Tuan Rico. Tuan Rico merasa semakin frustasi, bagaimana tidak kini dia berada di penjara lalu rumah miliknya di jual oleh Mika sedangkan perusahaannya kini sedang tidak setabil.
"Cari Mika sampai ketemu !!'.
"Baik tuan"
...🥀🥀🥀🥀🥀...
Hallo para reader 👋👋👋
__ADS_1
Author sangat terharu sekali, kalian begitu setia dan juga antusias menunggu kelanjutan dari cerita "Sakinah bersama mu".
Author ucapkan banyak - banyak terima kasih buat kalian semua, karena Author tak akan berada di titik ini tanpa kalian semua.