Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 26


__ADS_3

"Tolong ibu jelaskan maksud dari video ini" ucap petugas kepolisian pada Aisha, Polisi tersebut membalikan laptopnya. berapa terkejutnya Aisha saat melihat video tersebut.


"Apa istrinya Bani telah melaporkan ku, tapi bagaimana bisa ada rekaman ini" batin Aisha yang ke takutan, tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin pun bercucuran.


"Silahkan jelaskan isi video tersebut" ucap polisi membuyarkan lamunan Aisha.


Aisha menarik napas dan membuangnya secara kasar, ia tak ingin jika polisi mencurigai dirinya.


"Pak saya di panggil ke sini untuk di mintai keterangan tentang Adik saya yang mengalami kecelakaan bukan ?" tanya Aisha.


"Bukan bu, Kami memanggil ibu karena ada seseorang yang melaporkan ibu atas perbuatan yang tidak menyenangkan, dan viedo tadi sebagai barang buktinya" jelas polisi.


"Aku yakin ini pasti perbuatan istrinya Bani, bukannya berpikir tentang kebahagiaan sang suami ini malah melaporkan ku ke pihak yang berwajib" gerutu Aisha dalam hatinya.


"Di video ini memang saya sedang memasuki sebuah ruang perawatan, ini adalah ruang perawatan teman saya, saya menjenguknya karena beliau sedang sakit, lalu di mana letak kesalahan saya ?".


"Apa ibu mengenal pasien di dalam ruangan tersebut dan apa saja yang ibu lakukan di dalam ruangan tersebut ?".


"Aduh pak kan saya sudah bilang jika saya menjenguk temen saya, berarti saya mengenal pasien yang ada di dalam dong. ya seperti orang menjenguk pada umumnya" ucap Aisha berusaha santai saat menjawab pertanyaan yang di ajukan pihak kepolisian.


Saat Aisha di cecear berbagai pertanyaan, seorang laki - laki yang di dampingi seprang polisi memasuki ruang pemeriksaan. Aisha terkejut dengan ke datangan pria tersebut, namun di sisi lain Aisha bahagia dengan kedatangan pria tersebut karena ia yakin jika pria tersebut akan membantunya untuk terlepas dari jerat hukuman.


"Bani, aku senang kamu datang, pasti kamu sudah mendengar tentang penangkapan ku dan ini semua karena ulah istri mu, aku di tuduh melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan dengan bukti hanya sebuah video ketika aku akan menjenguknya di rumah sakit kemaren, aku yakin pasti kamu akan membantu aku untuk keluar dari kantor polisi".

__ADS_1


Bani tak menggubris Aisha, ia lebih memilih duduk di tempat yang sudah di sediakan lalu ia menyerahkan bukti lain pada pihak kepolisan.


"Bani istri mu itu keterlaluan sekali, aku hanya menjenguknya tapi aku malah di laporkan ke pihak kepolisian. Istri mu itu gak ada dewasa - dewasanya sekali, kamu salah dalam memilih istri, dia itu gak cocok jadi istri kamu, dia lenih cocok jadi adik kamu. istri mu itu menjijikan sekali".


"Apa kamu bilang istriku menjijikan, istri ku kekanak - kanak kan ?" Bani menatap Aisha dengan tatapan yang tajam, Bani berusaha menahan emosinya saat ada orang yang terang - terangan menjelek - jelekan istrinya di hadapannya. "Istri ku adalah wanita yang solehah, dia wanita yang mempunyai sikap yang sangat dewasa, dan satu hal yang harus kamu tau bahwa bukan istri ku yang melaporkan kamu tapi aku, istri ku tidak mengetahui tentang pelaporan ini, sudah ku katakan pada mu Aisha, sekali lagi kamu ganggu keluarga ku maka aku terpaksa akan melaporkan mu, masih ingatkan dengan kata - kata itu" ucap Bani dengan tegas dan menuh penekanan.


Perkataan Bani bagaikan petir di siang bolong untuk Aisha, betapa terkejutnya Aisha ternyata Bani dengan tega melaporkan dirinya ke polisi padahal kini ia sedang dalam kesusahan, selain di usir dari kontrakannya, adiknya kini di rawat di ruang ICU karena menjadi korban tabrak lari dari orang yang tak bertanggung jawab.


"Kamu tega Bani" ucap Aisha lirih, ia tak sanggup lagi menahan air matanya.


Ada rasa tak tega saat melihat Aisha menangis namun Bani melakukan ini agar Aisha tak berbuat lebih pada keluarganya yang ujungnya akan merugikan Aisha juga. Bani berharap dengan kejadian ini Aisha akan sadar dengan tingkah lakunya selama ini.


"Tega sekali kamu, sekarang kamu puas melihat aku mendekam di penjara, padahal aku sedang berjuang hidup bersama adik ku, aku tak punya siapa - siapa lagi. sekarang aku di penjara lalu siapa yang akan merawat adik ku di rumah sakit, bagaimana cara aku membiayai perawatan adik ku" ucap Aisha lirih, berharap Bani akan mencabut laporannya.


Serangkaian pemeriksaan pun telah di lakukan, dan kini Aisha di tetapkan sebagai tersangka, Aisha langsung di bawa ke sel tahanan, karena masih ada serangkaian pemeriksaan lagi, maka Aisha di tempatkan di sel tahanan sementara.


...🌾🌾...


Di rumah sakit, Ayla baru saja sadarkan diri, ia terus mencari keberadaan sang kakak, Bayu yang berada di situ berusaha menjelakan pda Aisha jika sang kakak sedang ada urusan di luar dan akan segera kembali.


Sore menjelang Aisha belum juga kembali, hali itu membuat Bayu merasa khawatir, jika terjadi sesuatu dengan Aisha.


"Kenapa Aisha belum kembali, harusnya jika ia hanya di mintai keterangan saja dua atau tiga jam sudah kelar, tapi ini sudah hampir mau magrib Aisha belum kembali, atau jangan - jangan Aisha ketangkap oleh anak buah tuan Rico" batin Bayu.

__ADS_1


"Kak Bayu, kenapa Kak Aisha belum datang juga, sebenarnya Kak Aisha ke mana ?" tanya Ayla.


"Tadi bilangnya kakak kamu mau pergi sebentar karena ada urusan". jelas Bayu.


"Kak jangan - jangan kak Aisha bertemu dengan kak Rico" tebak Ayla.


"Kamu di sini sendirian gak apa - apakan, nanti ada suster yang menemani kamu, kakak akan cari kak Aisha dulu" ucap Bayu, seketika jadi panik.


"Ayla gak apa - apa kok".


Setelah pamit pada Ayla dan menitipkan Ayla pada perawat, Bayu pun pergi meninggalkan rumah sakit untuk mencari keberadaan Aisha, tujuan pertamanya adalah kantor polisi, mungkin dari sana ia bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Aisha.


"Maaf pak ada yang bisa kami bantu ?" tanya polisi pada Bayu.


"Saya sedang mencari saudara saya yang bernama Aisha, tadi pagi ia di bawa ke kantor polisi ini untuk di mintai keterangan, apa Aisha masih ada di sini, karena belum ada balik ke rumah" jelas Bayu.


"Tunggu sebentar, saya akan tanyakan dulu pada petugas yang bagian pemeriksaan" ucap polisi tersebut. tak lama kemudian polisi otu kembali lagi. "Maaf pak hari ini kami tidak melakukan pemeriksaan pada yang bernama Aisha". jelas polisi tersebut.


"Tapi tadi saudara saya di bawa ke sini kok".


"Apa boleh tau nama lengkapnya, biar gampang mencari datanya ?".


"Namanya Aiyra Samia Rumaisha".

__ADS_1


Polisi itu kembali masuk ke dalam, sedangkan Bayu menunggu dengan cemas.


"Ibu Aiyra Samia Rumaisha kini sudah di tetapkan sebagai tersangka, jadi untuk memudahkan proses pemeriksaan kami harus menahannya dulu" jelas polisi.


__ADS_2