
"Innalillahi" kata Abah Anom dan Umi Lilah kompak. mereka berdua bener - bener kaget dengan berita yang di sampaikan oleh Aisha.
"Aku harus ke kota sekarang Umi, mungkin aku akan menginap dua hari di sana" jelas Aisha.
"Iya nak, Umi dan Abah turut berduka cita dan Maaf gak bisa datang ke sana langsung" ujar Umi Lilah.
Aisha berjalan dengan lunglai menuju sebuah pangkalan ojek untuk menuju jalan besar dari sana ia baru akan mencari taksi.
"Pak cepat ya saya buru - buru nih" ujar Aisha pada tukang ojek.
"Iya mbak".
Tiba di jalan besar, Nasib baik sedang berpihak pada Aisha karena pas turun dari motor Aisha langsung mendapatkan taksi. Aisha langsung menyebutkan alamat tujuannya.
sepanjang perjalanan menuju rumah Bayu, Bayang - bayang kepergian kedua orang tuanya menari di pikirannya, ada rasa rindu ingin berkunjung ke tempat peristirahatan kedua orang tuanya namun jarak yang sangat jauh dan kondisi keuangan Aisha yang cukup sehingga ia harus menahan keinginannya tersebut. namun Aisha berjanji jika ia memiliki rezeki yang lebih ia janji akan berkunjung ke sana.
Tiga jam perjalanan akhirnya Aisha tiba di rumah Bayu, rumah tersebut terlihat sangat ramai karena banyak orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa, begitu pun di depan rumahnya karangan bunga turut berduka cita pun tertata rapih, banyak dari rekan bisnis Bayu mau pun Papanya Bayu yang mengirim karangan bunga.
"Di mana om ?" tanya Aisha saat tak melihat jenazah Papanya Bayu.
"Jenazah Papa masih di dalam perjalanan, tadi Mama bilang mungkin setengah jam pagi mereka akan tiba" jawab Bayu. ia terlihat begitu tegar. "Kamu ke sini sama siapa ?".
"Aku sendiri".
"Dokter Martin ?".
"Kenapa harus dia yang di tanyakan. Dia sedang ada tugas jadi sangat sibuk banget". terlihat gurat - gurat kekecewaan di wajah Aisha saat membicarakan tentang dokter Martin.
Aisha berdiri di samping Bayu, membantu Bayu menyambut para pelayat yang silih bergantian.
"Ini calon kamu Bay ?" tanya salah satu pelayat yang datang.
__ADS_1
"Oh bukan bu, ini Aisha sepupu saya" jawab Bayu.
"Apa dia anaknya pak Willy dan bu Asri ?".
"Iya bu, Saya anak pak Willy dan bu Asri" jawan Aisha seraya tersenyum, namun ibu - ibu tersebut langsung menunjukan wajah yang tak bersahabat.
"Dimana kedua orang tua mu ?".
"Mereka sudah meninggal sekitar dua tahun yang lalu" jawab Aisha.
"Oh, bagus dengan orang serakah seperti mereka memang harus segera lenyap dari muka bumi ini. oh iya Bayu, Tante saranin kamu jangan deket - deket deh sama anaknya si Willy dan juga si Asri apa kamu tidak tahu betapa serakah dan jahatnya mereka terhadap keluarga kamu" kata - kata ibu - ibu tersebut sukses membuat hati Aisha berdenyut nyeri bagaimana bisa orang sudah telah tiada namun kejelekannya selalu saja di bicarakan.
"Tente hanya orang luar yang tidak mengetahui inti permasalahan keluarga kami, jadi tante tak perlu membuka luka lama yang sudah kami obati, aku dan keluarga ku tahu harus bagaimana bersikap" Bayu tak suka dengan ibu - ibu tersebut, Bayu takut Aisha tertekan dengan kata - kata ibu - ibu tersebut.
"Ya sudah, tapi jangan menyesal ya nanti". ibu - ibu tersebut pun langsung berlalu.
"Kamu gak apa - apa kan, jangan kamu masukan ke hati ya ucapan ibu - ibu tadi" hibur Bayu. Aisha pun mengangguk pelan.
"Ayo kita kedepan" ajak Bayu seraya menarik tangan Aisha.
Tante Rena turun dari Ambulance yang langsung di sambut oleh Bayu, ibu dan anak itu berpelukan menumpakan segala perasaannya dalam pelukan.
petugas dengan sigap langsung mengeluarkan jenazah Papanya Bayu dan di bawa masuk ke dalam rumah, Bayu dan Aisha memapah tante Rena yabg sudah tak berdaya lagi.
"Tante harus kuat, Om sudah tenang di sana. inget tante ada Bayu yang masih membutuhkan tante" ujar Aisha.
Hari semakin sore, jenazah Papanya Bayu di bawa ke mesjid untuk di shalatkan dan setelah itu baru akan di bawa ke pemakaman keluarga.
Suasana pemakaman terasa sangat haru apalagi tante Rena berkali - kali pingsan karena tak sanggup menahan kesedihannya, Aisha setia berada di samping sang tante, sementara Bayu ikut turun ke dalam liang lahat.
Matahari sudah di gantikan tugasnya oleh Bukan. Bayu, Tante Rena dan Aisha masih berada di pemakaman karena sejak pemakaman selesai tante Rena menolak pulang.
__ADS_1
"Ayo Ma, kita pulang Papa pasti akan sedih jika melihat Mama seperti ini" rayu Bayu.
"Mama tak becus mengurus Papa kamu nak sehingga papa kamu pergi meninggalkan kita semua" lirih tante Rena seraya berderai Air mata.
"Ini bukan kesalahan Mama yang tak bisa merawat papa tapi ini takdir Ma".Bayu tak boleh terlihat lemah karena ada sang Mama yang membutuhkan sandaran.
Setelah berbagai macam bujuk rayuan akhirnya tante Rena mau ikut pulang bersama Bayu dan Aisha. tiba di rumah terlihat sangat sepi karena sebagaian sanak saudara Bayu telah pulang karena mereka punya kesibukan masing - masing.
"Tante makan dulu ya" ujar Aisha dengan membawa semangkuk sop dan sepiring nasi.
"Tante gak lapar". lirihnya.
"Aisha mengerti sekali perasaan Tante, Aisha pernah berada di posisi tante. tapi ada hal yang harus di ingat oleh tante jika tante terus - terusan seperti ini dan nantinya tante sakit siapa doang yang akan mendoakan Om dan mengunjungi makam Om, apa tante tidak ingin ke sana dan Apa Tante tidak kasiahn pada Bayu ia pasti akan merasa sangat sedih jika melihat tante seperti ini". Aisha terus membujuk Tante Rena untuk makan karen Aisha yakin jika sejak Papanya Bayu di nyatakan meninggal sang Tante pastinya belum makan.
"Aisha makasih sudah hadir saat kondisi tante seperti ini, maaf jika dulu tante tak ada di samping mu saat kamu berada di posisi seperti ini" lirih Tante Rena.
"Sudah tak perlu membahas Masa lalu, sekarang tante makan ya" bujuk Aisha dan Akhirnya Tante Rena mau makan walaupun hanya beberapa suap saja.
...*****...
Desas - Desus kepergian Aisha terus di bicarakan oleh para pengurus Yayasan apa lagi tadi Aisha pergi dengan tergesa - gesa mata sembab dan juga membawa tas yang lumayan besar.
"Mungkin Aisha ada keperluan keluarga".
"Bukannya Aisha itu hidup sebatang kara ?".
"Iya juga sih, tapi jika memang Aisha mau keluar dari sini pasti ia pamit dulu sama kita - kita".
"Atau jangan - jangan ini ada kaitannya dengan Dokter Martin yang membawa Zahra ke sini".
"Sepertinya bukan itu deh alasan Aisha pergi, kalau karena Zahra kenapa baru sekarang kenapa enggak dari kemarin saja".
__ADS_1
"Jadi Aisha pergi !!" Seru dokter Martin terkejut.