
Sari bisa sedikit bernapas lega setelah mendapat kejelasan tentang kondisi sang suami. bahkan Sari juga berencana untuk menjenguk suami di tahanan.
pagi ini Sari sarapan seorang diri karena Mika masih berada di dalam kamar, dan setelah sarapan Sari mengemasi barang bawaannya yang akan di bawa untuk menjenguk sang suami.
"Mbak, aku mau menjenguk Mas Rico apa mbak mau ikut" teriak Sari dari luar kamar.
"Pergi saja duluan, nanti aku nyusul !!" Seru Mika.
Setelah itu Sari pun pergi ke bandara dengan di antar oleh seorang supir. ia langsung memesan tiket untuk penerbangan menuju kota tempat dimana suaminya di tahan.
Sementara Aisha belum kembali ke yayasan ia menginap di rumah milik Bayu. rencananya hari ini Aisha baru akan kembali ke yayasan setelah berhari - hari menginap di rumah Bayu.
"Tuan Rico mengajukan banding !!" Seru Bayu.
"Itu yang aku takutkan, aku takut dia mendapat hukuman yang lebih ringan lagi" sahut Aisha.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Bayu.
"Aku gak tau, aku cuma bisa berharap tidak tidak mengganggu ku lagi dan orang yang ada di sekitar ku" ucap Aisha lirih.
Aisha sudah siap untuk kembali ke yayasan, kali ini Bayu yang akan mengantarkannya ke sana, jalanan yang macet sudah menjadi hal biasa pagi penduduk kota, saat mobil yang di kemudiakan Bayu memasuki area perhutanan di sanalah mereka mendapat udara yang sangat segar, tak ada asap kendaraan dan juga kemacetan, Bayu dan Aisha sangat menikmati udara tersebut yang bisa menyejukan hati setelah berbagai masalah mereka hadapi di kota.
Setelah melakukan perjalanan lebih dari tiga jam akhirnya Aisha dan Bayu tiba di yayasan, kedatangan mereka langsung di sambut hangat oleh Abah Anom dan istrinya.
"Umi kira nak Aisha gak akan kembali ke sini lagi". ujar Umi Lilah.
"Maaf Umi Aisha perginya lama, karena Aisha harus menyelesaikan semua urusan di sana dulu" Sahut Aisha.
"Iya Umi paham kok, Cuma Umi takut kalau nak Aisha kenapa - kenapa".
"Alhamdulilah Aisha baik - baik saja".
"Ayo masuk, pasti kalian sangat lelah" ajak Abah Anom dengan sangat ramah.
Bayu dan Aisha memasuki rumah Abah Anom, di sana mereka beristirahat menghilangkan lelah setelah perjalanan jauh.
Sementara Sari baru saja mendarat di bandara, ke datangannya sudah di tunggu oleh pengacara tuan Rico. dari Bandara Sari langsung menuju lapas tempat suaminya di tahan.
__ADS_1
"Rico, ada kunjungan untuk anda !!" Seru petugas lapas. tuan Rico pun di giring menuju ruang kunjungan.
Sari langsung memeluk sang suami, bahkan ia tak bisa membendung air matanya, Sari menangis sesegukan di dalam pelukan suaminya. Sari sangat sedih melihat sang suami yang menggunakan baju tahanan, wajahnya pun lusuh seperti kurang tidur.
"Sudahlah tak perlu menangis seperti itu !!" Seru tuan Rico.
"Aku sangat mengkhawatirkan kamu, bagaimana kondisi kamu ?".
"Seperti yang kamu lihat, aku baik - baik saja". jawab tuan Rico seraya melepasakan pelukan Sari.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Apa yang kamu lakukan sehingga kamu berada di sini, kenapa hukumannya lama sekali ?!" Sari langsung mengajukan beberapa pertanyaan pada suaminya.
"Itu hanya masalah sepele, mereka saja yang membesar - besarkan masalah ini". ujar tuan Rico.
"Sudah ku bilang jangan temui mantan istri kamu itu, coba saja kamu mau mendengarkan kata - kata ku mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini".
"Jika kamu datang ke sini hanya untuk berceramah lebih baik kamu sana pulang, aku tak butuh nasehat - nasehat dari kamu".
"Aku datang jauh - jauh karena aku khawatir dengan kondisi kamu, aku khawatir karena aku sangat menyayangi kamu, lihat istri pertama kamu, dia tidak datang ke sini, malahan dia terlihat sangat santai saat mengetahui jika kamu di tangkap polisi" jelas Sari.
"Kenapa dia tidak ikut ?" tanya Tuan Rico.
"Kamu diam saja, semua sudah di urus oleh pengacara ku" Bisik tuan Rico.
"Apa itu bisa meringankan hukuman kamu ?" tanya Sari lagi.
"Tentu saja, bahkan bisa saja aku bebas bersyarat" ujar tuan Rico dengan sangat bangganya.
"Aku akan berada di sini hingga semua masalah kamu selesai, aku ingin memastikan jika kamu baik - baik saja"
"Itu terserah kamu !!" Seru tuan Rico.
Waktu berkunjung telah usai, Tuan Rico kembali di bawa ke dalam sel tahanan, sedangkan Sari ia langsung menuju sebuah hotel yang sudah di sewakan oleh pengacara tuan Rico.
"Pak, Apa Bapak bisa antar saya bertemu dengan Aisha ?" tanya Sari ketika mereka sudah sampai di hotel.
"Untuk apa ?" tanya pengacara tersebut.
__ADS_1
"Aku ingin bicara dengannya, aku ingin meminta dia untuk meringankan hukuman suami saya" jelas Sari
"Tapi pelapor utama tuan Rico bukanlah Aisha" terang pengacara.
"Bukan Aisha, lalu siapa ?" tanya Sari penasaran. yang ia tahu jika suaminya sedang bermasalah dengan mantan istrinya.
"Pak Bani" jawab pengacara.
"Siapa itu, sebenarnya masalah apa yang membuat suami ku di jadikan tersangka dan mendapat hukuman yang berat sekali ?" tanya Sari, ia semakin kebingungan, apa lagi setelah mengetahui yang membuat laporan ternyata bukan Aisha.
"Ini masih ada sangkut pautnya dengan Aisha, Bani merupakan mantan kekasih Aisha dulu" terang pengacara. ia pun langsung menjelaskan kronologi tentang penangkapan tuan Rico.
"Kalau gitu aku mau bertemu dengan Aisha dan juga Bani !!" Seru Sari.
"Kamu tak perlu melakukan hal itu, karena itu hanya saja kamu mengemis pada mereka, tanpa kamu melakukan itu suami mu akan bebas" larang pengacara. Sari pun manut dengan apa yang di katakan pengacara, walaupun dalam hati kecilnya ingin sekali bertemu dengan pelapor suaminya.
"Aku harus pergi karena masih banyak urusan, jika ada sesuatu tinggal hubungi saja saya" terang pengacara dan berlalu meninggalkan kamar hotel.
Sementara istri pertama tuan Rico sedang sibuk mencari sesuatu di dalam kamar sang suami, ternyata diam - diam Mika telah menduplikat kunci kamar sang suami. entah apa yang di cari oleh Mika, yang pasti setiap lemari dan sudut tak luput dari incaran Mika. sudah hampir lima belas menit Mika berada di kamar utama sang suami, namun ia belum juga menemukan yang ia cari.
"Dimana dia menyimpannya" gumam Mika.
Hampir semua sudut dan lemari sudah tersentuh oleh Mika, hanya satu bagian yang belum tersentuh yaitu sebuah lemari yang berada tepat di balik sebuah tirai. dan benar saja, di sana terdapat banyak barang berharga milik tuan Rico.
Mata Mika langsung berbinar - binar saat melihatnya, dengan cekatan ia langsung memindahkan semua barang berharga tersebut pada tas yang telah ia bawa. dan setelah itu ia segera merapihkannya kembali seperti tidak terjadi apa - apa.
"Kok Jalannya seperti itu" tegur seseorang membuat Mika terkejut dan mengentikan langkahnya saat ia keluar dari kamar utama sang suami dengan cara mengendap - ngendap.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
📍Aku Memilih_Mu
📍Bertemu Jodoh Di pesantren
📍Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.