Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Ya ....dan tidak menerima penolakan.


__ADS_3

Setelah mengurus diskon untuk adiknya, Ranti langsung bersiap untuk pulang karena Bima akan menjemputnya dan Ranti mempercayakan butiknya kepada asistennya.


Hanya dua puluh menit mengendarai mobilnya, Ranti langsung sampai di kediamannya dan langsung menuju kamarnya untuk bersiap sebelum Bima menjemputnya.


Benar dugaan Ranti hanya satu jam tiba di rumah, Bima sudah menjemputnya.


Ranti langsung menghampiri Bima yang sedang menunggu di ruang tamu.


''Ya ampun Rantii... kamu masih pakai handuk, awas nanti melorot loh. ''


ucap Bima saat Ranti menghampirinya ke ruang tamu.


''Maunya kamu kan dan lagian aku pakai dalaman juga, gak akan malu kalau melorot, Bima tunggu tiga puluh menit lagi yah aku belum selesai bersiap. ''


ucap Ranti yang menghampiri Bima.


''Yaudah sana lanjutkan siap siapnya dan ingat jangan memakai pakaian mewah karena kita akan ke sebuah tempat sederhana. ''


ucap Bima dan Ranti mengangguk sambil berjalan kembali menuju kamarnya untuk melanjutkan bersiap siapnya.


Benar sajah Ranti sudah rapih dalam tiga puluh menit dan langsung menghampiri Bima yang setia menunggunya.


''Kamu memang laki laki penyabar karena mau menunggu aku yang berdandan lama. ''


ucap Ranti yang memuji kesetiaan Bima.


''Semua akan aku lakukan Ranti walaupun harus menunggu berapa tahun juga. ''


''Gombaal nya receh dan aku gak punya uang receh, ayo kita berangkat keburu malam. ''


''Oke tuan putri dan maaf kalau mobilku gak sesuai sama mobil milik kamu. ''


''Bima jangan bicara seperti itu karena aku gak suka, ingat Bima aku bukan wanita matre yang meminta pasilitas mewah. ''


ucap Ranti sambil masuk kedalam mobil milik Bima yang sudah di buka pintunya oleh Bima.


Bima langsung mengemudikan mobilnya menuju sebuah tempat makan yang akan menjadi kejutan untuk Ranti dan Ranti begitu antusias menuju tempat yang akan di kunjunginya dengan Bima.


Hanya tiga puluh menit perjalanan akhirnya sampai dan Bima langsung mengajak Ranti untuk turun dan masuk kedalam cafe.


''Waah.... ini cafe nuansa tempo dulu Bima, apa makanan dan minumannya juga ada yang zaman dulu juga atau lebih moderen?? ''


ucap antusias Ranti dan Bima hanya tersenyum lalu mengajak Ranti untuk duduk.

__ADS_1


''Kita lihat sajah yah nanti di daftar menu nya sekarang kamu duduk biar gak menghalangi orang yang akan memasuki cafe. ''


ucap Bima sambil menggandeng Ranti menuju meja yang di pesannya.


''Maaf... habisnya aku jatuh cinta dengan tempat ini Bima, sangat suka. ''


ucap Ranti sambil memilih menu makanan dan minumannya.


Bima pun memilih menu makanan dan minuman berbeda karena Ranti yang memintanya agar bisa mencoba berbagai menu.


''Bima stop menatap aku seperti itu. ''


protes Ranti sambil menutup wajah Bima dengan tangannya karena Bima terus menatap Ranti.


''Biarkan sajah Ranti, aku sedang memandang keindahan ciptaan tuhan yang begitu sempurna, aku rindu kamu Ranti. ''


ucap tulus Bima dan Membuat Ranti tersipu.


''Kamu kenapa jadi gombal terus dan membuat aku jadi geer dan baper tau. ''


jawab Ranti dan membuat Bima tersenyum sambil menggenggam tangan Ranti.


Pelayan datang membawa makanan dan minuman pesanan Ranti juga Bima dan setelah selesai menatanya di meja, Ranti langsung antusias mencoba makanannya dan ekspresi wajah Ranti sungguh menggemaskan bagi Bima.


''Enak banget makanannya loh ayo cobain Bima aku suapi yah. ''


Ranti dan Bima langsung memakan makanannya dan di iringi dengan obrolan yang kadang membuat Bima tertawa atau Ranti yang tersipu karena Gombalan dari Bima.


''Kamu ini ngebuat aku jadi baper tau, stop Bima ngegombalnya. ''


protes Ranti dan membuat Bima langsung mengangguk lalu melanjutkan makannya.


Bima langsung memesan cemilan untuk mendampingnya mengobol dengan Ranti karena cafe semakin malam malah semakin ramai pengunjung.


''Ranti ada sesuatu yang mau aku bicaran ke kamu tapi janji jangan menjeda dulu sebelum aku selesai mengucapkannya, bisa kan?? ''


ucap bima secara tiba tiba dan membuat Ranti terdiam sejenak lalu menganggukan kepalanya tanda setuju.


''Ranti kamu percayakan akan adanya cinta pada pandangan pertama?? ''


ucap Bima dan Ranti langsung menatap wajah Bima mencari kebenaran di sorot matanya dan hasilnya itu jujur.


''Entah lah Bima karena aku juga belum pengalaman soal percintaan. ''

__ADS_1


ucap jujur Ranti dan membuat Bima tersenyum.


''Aku mengalaminya Ranti, aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat seorang gadis dengan polosnya mengeluarkan kartu Debit untuk membayar tagihan pada bus dan aku jatuh cinta pada gadis yang tersentak kaget saat aku memberitahukan kalau bus hanya berhenti di halte dan gadis itu adalah kamu Ranti aku jatuh cinta sama kamu Ranti pada pandangan pertama dan semakin hari semakin besar rasa cinta ini untuk kamu Ranti, aku mau kamu menjawab IYA dan TIDAK ADA PENOLAKAN. ''


ucap jujur Bima yang menekan kata IYA di akhir kalimatnya.


Ranti langsung tersenyum lalu menganggukan kepalanya sambil meneteskan air matanya.


''IYA Bima aku menerima nya karena aku juga memiliki perasaan lebih sama kamu, tapi entah sejak kapan rasa itu tumbuh, pokonya saat kamu dua minggu kemarin gak ada kabar aku tuh galau tau. '' jawab jujur Ranti dan membuat Bima langsung menghampiri Ranti lalu memeluk erat Ranti dan Ranti membalas pelukannya.


''Makasi makasih karena cintaku gak bertepuk sebelah tangan. ''


ucap bahagia Bima sambil melepaskan pelukannya di tubuh Ranti dan Ranti mengangguk.


Bima langsung mengeluarkan sebuah kotak dari saku jaketnya dan di berikan kepada Ranti, Ranti langsung menerimanya lalu membukanya saat Bima mengangguk menyetujui tatapan Ranti yang meminta ijin untuk membuka kotaknya.


''Cantik sekali kalungnya..... ''


ucap Ranti saat membuka kotak nya dan isinya sebuah kalung dengan liontin yang begitu cantik berlambang hati.


Bima langsung mendekat dan memasangkan kalungnya di leher Ranti, kalungnya begitu cantik saat Ranti memakainya.


''Ini adalah bukti cinta aku sama kamu dan sayang aku sama kamu Ranti, jaga kalungnya yah dan jangan pernah terlepas, ini hadiah jadian kita hari ini. ''


ucap Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.


''Aku akan siapkan hadiah untuk kamu Bima dan kamu juga harus menerimanya, makasih kalungnya cantik sekali tau. ''


ucap Ranti saat Bima mengiyakannya.


''Kalungnya sangat cantik karena di pakai orang yang tepat, kamu sangat cantik Ranti dengan kalung yang melingkar di leher kamu. ''


ucap tulus Bima dan Ranti mengiyakannya.


''Makasih Bima makasiiih banyaaaaaak. ''


ucap Ranti dengan senyum bahagia yang mengembang di wajahnya.


Setelah selesai dengan makanannya, Bima langsung mengajak Ranti berjalan jalan mengelilingi kota di malam hari untuk merayakan hari jadi hubungan nya, Ranti juga Bima malam ini begitu bahagia karena sangat terlihat dari wajah dan senyum keduanya yang terus mengembang.


Bima mengajak jalan jalan Ranti mengelilingi tempat tempat yang indah dan ramai di malam hari, sungguh ini semua pengalaman pertama untuk Ranti karena sehari hari Ranti hanya bergelut dengan pelajaran karena itu sudah perjanjian dengan ibunya yang mutlak harus di patuhi Ranti.


Setelah lulus semua peraturan pun di lepas oleh ibunya Ranti dan membuat Ranti bahagia karena pengalaman pertamanya juga Bima adalah cinta pertama nya.

__ADS_1


....................


Tbc....


__ADS_2