Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Etaya Clarissa.......


__ADS_3

Pagi hari menjelang......


Di kediaman Ranti saat ini.......


Ranti baru selesai memberikan Asi kepada Babby Eta dan menidurkan Babby nya di box bayi karena Babby nya tertidur pulas.


Setelah mencium kening Babby nya Ranti langsung menutup box dengan kelambu agar nyaman dari gangguan nyamuk.


''Tidur Eta nya sayang.....''


ucap Rangga saat keluar dari kamar mandi dan Ranti mengangguk.


''Udah di kasih Asi langsung tidur, ini setelan kantornya yah Kak, aku mau mandi dulu. ''


ucap Ranti sambil memberikan pakaian Rangga dan langsung menuju kamar mandi sebelum putrinya terbangun dan akan sangat susah.


Rangga selesai dengan pakaiannya dan menunggu Ranti selesai mandi, Rangga hanya melirik sekilas saat Ranti mengambil pakaiannya dan kembali fokus dengan handphone nya.


''Di kirain aku, kakak udah berangkat. ''


ucap Ranti sambil duduk di depan meja riasnya.


''Nunggu kamu takut Eta bangun nantinya. ''


jawab Rangga yang tetap fokus dengan handphone nya dan Ranti mengangguk.


''Hari ini aku mau bawa Eta ke rumah Ibu yah, ada Rasya sama Tante Mira yang mau bertemu dengan Eta. ''


ucap Ranti sambil memakai make up di wajah nya.


''Iya boleh, aku gak antar yah dan kamu di antar sopir sama pengasuh Eta, aku lagi banyak kerjaan soalnya. ''


ucap Rangga sambil beranjak dan menghampiri Ranti.


''Iya Kak gak masalah juga, aku ngerti dengan kerjaan kakak di kantor yang menumpuk karena kepindahan dadakan kakak ke Prancis. ''


ucap Ranti dan Rangga tersenyum.


''Aku berangkat duluan dan salam buat Tante sama Rasya yah. ''


ucap Rangga sesaat setelah mencium puncak kepala Ranti dan Ranti mengiyakannya.


Setelah Rangga keluar dari kamarnya, Ranti langsung terdiam karena sebentar lagi kemungkinan bertemu Bima akan terjadi dan Ranti akan bersiap dengan semuanya.


''Hay Eta sayang, kamu harus jadi anak yang kuat dan hebat seperti Papa Bima yaah, Bunda akan selalu menjaga kamu walaupun saat ini kamu sedang dengan Ayah Rangga yang menyangi kamu juga. ''


ucap Ranti saat membuka kelambu tidur putrinya dan langsung menggendongnya karena akan menuju ke rumah Ibunya.


Pengasuh Eta masuk dan menyiapkan keperluan Eta untuk di rumah Ibunya Ranti, pengasuh Eta adalah pengasuh yang biasa di prancis karena memang pengasuhnya berasal dari tanah air yang sengaja Rangga siapkan saat masih di Prancis.


Babby Eta yang masih berusia empat bulan pun tetap dalam pengawasan Ranti dan hanya sesekali di asuh oleh pengasuhnya.

__ADS_1


''Bu....semua keperual Babby Eta sudah siap. ''


ucap Pengasuh saat setelah packing keperluan Eta.


''Oke.....sekarang kita berangkat dan sarapan di mobil ajah yah. ''


ucap Ranti dan pengasuh pun mengangguk.


Selama di perjalanan Ranti terus mengajak berceloteh putrinya dan Putrinya hanya tersenyum, Ranti teringat kembali masa masa dahulu saat bersama Bima dan taman yang di lewati nya saat ini adalah taman yang dulu sering di jadikan tempat bertemu dengan Bima.


''Bima.....apa kamu sama sepertiku, selalu mengingat tempat dimana kita selalu bersama. ''


gumam Ranti dalam hatinya sambil tersenyum karena Eta saat ini tersenyum kepadanya.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di kediaman Ibunya Ranti, Ranti langsung keluar dari mobil dan menghampiri Tante Mira yang sudah menunggunya di depan pintu rumah.


''Kangeeen banget sama Tante. ''


ucap Ranti saat pelukannya terlepas.


''Tante juga kangen kamu sayang, ini putri kamu sayang....Cantik banget sih. ''


ucap Tante Mira sambil menggendong Babby Eta dan langsung mengajak masuk kedalam rumah.


Ranti langsung memeluk Rasya saat Rasya menghampirinya.


''Kakak sehat dan baik baik ajah kan?? ''


''Kakak sangat baik Rasya, kamu tambah tampan ajah deh setahun gak ketemu kakak. ''


jawab Ranti dan Rasya hanya tersenyum.


''Dia keponakan aku kak?? ''


ucap Rasya saat melihat Babby Eta yang di gendong Tantenya dan Ranti mengangguk tersenyum.


Ranti langsung menuju meja makan karena saat ini perutnya begitu lapar dan membiarkan putrinya di asuh tante juga adiknya karena ada pengasuh juga yang biasa menjaga putrinya.


''Nama anak kakak siapa?? ''


ucap Rasya yang ikut gabung makan dengan Ranti.


''Namanya ETAYA CLARISSA, panggilannya Eta. ''


jawab Ranti dan Rasya tersenyum.


''Nama yang unik kak dan kenapa gak pakai nama belakang Kak Rangga?? ''


ucap Rasya dan berhasil membuat Ranti terdiam karena saat Eta lahir pun Rangga ngotot menginginkan anaknya Ranti memakai nama belakangnya.


''Eta itu kakak yang mengandung dan melahirkan, kakak juga yang mengurus dari bayi, jadi wajarlah namanya ada nama belakang nama kakak di kepanjangannya, kakak gak mau ada nama laki laki di belakang nama Putri cantik kakak. ''

__ADS_1


ucap Ranti dan Rasya pun mengerti dengan semuanya.


''Masuk akal juga sih, tapi kan Kak Rangga pasti maunya ada nama nya di belakang nama putrinya kak. ''


ucap Rasya kembali dan Ranti hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Ranti.....ini Eta nya malah nangis loh. ''


ucap Tante Mira dan Ranti meminta pengasuh eta membuatkan susu nya.


''Nanti pengasuhnya Eta buatkan susu buat Eta nya Tante, emang udah jadwal minum susu juga sih. ''


ucap Ranti sambil menghampiri Tante Mira.


''Kamu ini kenapa pakai susu formula sih, emang Asi kamu gak keluar?? ''


ucap Tante Mira dan Ranti tersenyum.


''Tante tau kan kalau aku akan kembali ke butik, nanti kasihan pengasuhnya kalau harus bulak balik ke butik pas Eta menangis dan stok Asi di rumah habis, paling eta malam sampai pagi di kasih Asi nya atau kalau sedang sama aku baru di kasih Asi, kalau sekarang kasih sufor ajah gak masalah. ''


ucap Ranti dan Tante Mira mengangguk.


Rasya pamit menuju perusahaannya karena Ibunya sudah duluan pergi dan Ranti mengiyakannya, Ranti kembali duduk dengan Tante Mira dan memberikan susu yang sudah di buatkan pengasuh untuk Eta.


''Mirip Bima sekali matanya sayang, gak nyangka anak kamu perempuan, sangat cantik mirip kamu waktu kecil loh. ''


ucap Tante Mira dan Ranti memberi kode agar Tante Mira jangan membiacarakan Bima karena ada pengasuh Eta adalah orang kepercayaan Rangga dan Tante Mira pun langsung membahas yang lain.


Di sebuah cafe saat ini....


Rangga baru selesai meeting dan segera meninggalkan cafe untuk menuju perusahaannya, namun jalan nya terhenti saat seorang wanita menabrak dan menumpahkan makanan ke jasnya.


''Bisa lihat gak kalau jalan, jas saya jadi kotor kan. ''


ucap kesal Rangga sambil berlalu dari wanita yang masih diam terpaku.


''Tampan sekali dan idaman aku banget sih, fiks....aku harus mendapatkannya. ''


ucap wanita itu sambil terus memperhatikan punggung Rangga yang menjauh dari hadapannya.


''Alea....kamu kita tunggu malah melamun disini, kenapa makanannya malah di jatuhkan sih?? ''


ucap teman Alea saat menghampiri Alea yang begitu lama dan tidak kembali ke meja setelah menukar makanannya.


yaaa.....dia adalah Alea nugraha, adik kandung dari Bima yang jatuh hati pada Rangga pandangan pertama, Alea yang begitu terobsesi dengan pria kaya dan tampan pun langsung jatuh hati kepada Rangga, karena Alea bisa mengenali kalau Rangga adalah orang dari kalangan atas karena pakaian yang di pakai Rangga terlihat mahal dan jam tangan yang di gunakan Rangga pun sudah menjadi bukti kuat kalau Rangga adalah tipenya.


Alea belum mengetahui kalau Rangga adalah suaminya Ranti dan musuh Kakak kandungnya sendiri.


...........


tbc.

__ADS_1


__ADS_2