
Saat ini di ruangan Ayya sedang ramai oleh polisi dan Bima yang ada di ruangan itu menjadi tersangka utamanya, Ayya langsung di bawa menuju rumah sakit karena kondisinya kritis akibat tembakan di bagian dada sebelah kirinya.
Bima hanya diam saat polisi membawanya menuju kantor polisi, pasrah saat ini yang Bima lakukan.
''Mudah mudahan kamu tidak di libatkan Ranti, aku tau kamu gak salah atas insiden ini, karena aku lihat sendiri bagaimanan kejadian itu. ''
gumam Bima dalam hatinya sambil terdiam dan mengikuti polisi.
Di kediaman Rangga saat ini.....
Ranti telah tiba dan menunggu Rangga yang sedang membersihkan tubuhnya, handphone Rangga terus berdering dan Ranti membiarkannya.
Hubungan Rangga dan Ranti tidak tau menuju kemana arahnya karena Ranti selalu mengulur waktu kalau Rangga mengajaknya menikah.
Rangga mengikuti maunya Ranti karena memang Rangga gak mau kehilangan Ranti, Ranti sudah berada di sampingnya sajah sudah senang.
''Maaf yah menunggu lama kamunya, makasih sudah membawakan berkasnya dan kamu tahu kan Ranti, aku hanya percaya sama kamu. ''
ucap Rangga saat menghampiri Ranti yang sedang duduk menunggunya.
''Iya Kak.....kenapa gak yang lain ajah ambil berkasnya?? bisa kan?? dan bukan aku. ''
ucap Ranti dan Rangga menggelengkan kepalanya.
Handphone Rangga berdering dan ternyata orang tua AYya yang menghubungi dan meminta Rangga menuju rumah sakit.
''Kita ke rumah sakit sekarang, Ayya masuk rumah sakit ada yang mencoba membunuhnya. ''
ucap Rangga dan Ranti hanya mengangguk.
Selama di perjalanan Ranti hanya diam dan bingung harus bersikap apa, karena insidennya itu membawa dirinya.
''Kenapa bisa ada yang mencoba membunuh Ayya sih, sudah ada pelakunya?? ''
ucap Rangga saat sampai di depan ruang rawat Ayya dan menghampiri om juga tantenya.
''Tersangka utama nya Bima, karena hanya ada dia di dalam ruangan setelah Ranti pergi dari ruangannya. ''
ucap Papa nya Ayya dan Rangga langsung terdiam.
''Di ruangan Ayya gak ada CCTV, makanya sulit kan mengetahuinya dan kita hanya bisa menunggu Ayya sadar saat ini. ''
ucap Rangga dan mamanya Ayya hanya mengangguk.
Dokter yang menangani Ayya keluar ruangan dan memberitahukan kalau operasinya berhasil namun tinggal menunggu Ayya sadar, namun semua harapan hanya sedikit karena pelurunya mengenai sisi jantungnya dan Ayya saat ini di nyatakan koma setelah operasi.
Ayya sudah di rawat di ruang ICU dan siapapun dilarang masuk karena harus sterill, Rangga langsung mengajak Ranti pulang karena Ranti sudah gak kuat dengan bau obat.
''Muka kamu pucat sekali, kita periksa yah mumpung masih di rumah sakit. ''
ucap Rangga dan Ranti menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Aku mau pulang ajah Kak, mobilku nanti antarkan yah ke rumah. ''
ucap Ranti dan Rangga mengiyakannya.
''Kamu percaya gak kalau Bima pelakunya?? aku merasa gak mungkin deh. ''
ucap Rangga dan Ranti menatap wajah Rangga langsung mengangkat bahunya.
''Entahlah, Bima yang aku kenal gak mungkin melakukan kejahatan. ''
ucap Ranti dan Rangga langsung terdiam.
Setelah sampai di kediaman Ranti, Rangga langsung pamit dan tidak mampir karena dia akan mengurus kasus hukumnya Ayya.
Ranti langsung menangis dan memikirkan nasib Bima yang menjadi tersangka utama akibat ulahnya dan Ranti memutuskan esok akan menghampiri Bima di penjara.
''Maafkan aku Bima, semua karena ulahku dan kamu yang jadi korbannya. ''
ucap Ranti sambil terdiam dan memikirkan cara untuk membebaskan Bima.
Keesokan harinya.....
Ranti saat ini telah bersiap menuju kediaman Tante Mira untuk mengantarnya ke penjara membesuk Bima karena Ranti tidak berani sendirian.
''Kak....apa benar kak Bima terlibat pembunuhan dan korbannya kak Ayya?? ''
ucap Rasya saat Ranti bergabung untuk sarapan.
ucap Ranti dan Rasya mengangguk.
''Mau Rasya yang antarkan gak?? atau mau Tante ajah yang antarkan kakaknya?? ''
''Udah biar Tante ajah dan kamu antarkan kakak ke rumah Tante MIra yah karena kakak malas nyetir juga Rasya. ''
''Yasudah nanti Rasya antarkan setelah makan yah. ''
ucap Rasya dan Ranti mengiyakannya.
...****************...
Ranti langsung menunggu Tante mira bersiap karena Ranti menghubungi Tante Mira sebelumnya dan tidak menunggu lama di rumah Tante Mira, sedangkan Rasya langsung menuju perusahaan setelah mengantarkan Ranti ke rumah Tantenya.
''Kita langsung berangkat yah Tante, nanti di mobil bicarakannya. ''
ucap Ranti saat Tante nya sudah rapih dan Tantenya mengiyakannya.
Tante Mira mengemudikan mobilnya dan Ranti duduk.di sampingnya menemani Tante nya.
''Gimana ceritanya sih Bima bisa melakukan percobaan pembunuhan ke Ayya?? ''
ucap Tante Mira dan Ranti menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
''Susah jelasinnya Tante dan pokoknya bukan Bima pelakunya dan gak ada yang mencoba melakukan pembunuhan terhadap Ayya, Ayya sendiri yang melakukannya. ''
ucap Ranti dan Tante Mira mengiyakannya karena memang tidak percaya Bima melakukan kejahatan.
Sesampainya di kantor polisi Tante Mira langsung menggandeng Ranti menuju masuk dan berbicara dengan polisi untuk bertemu dengan Bima.
Setelah polisi mengiyakannya, Tante Mira dan Ranti langsung menunggu di ruangan khusus di dalam.kantor polisi untuk membesuk.
Tak menunggu waktu lama, Bima datang dan polisi langsung keluar dari ruangan.
''Ya ampun Ranti, kenapa kamh datang kesini sih dan barusan keluarga Ayya datang kesini. ''
ucap Bima yang khawatir karena Ranti menemuinya.
''Gak apa apa Bima, kan ada Tante yang nemenin jadi aman juga gak akan curiga. ''
ucap Tante Mira dan Bima mengangguk.
''Bima hanya takut jadi masalah ke Ranti nya Tante, Rangga kan sangat sensitif orangnya. ''
ucap Bima dan Ranti langsung menangis.
''Maafkan aku Bima, aku janji akan menunggu kamu benas dari penjara, sampai habis batas penantianku menunggu kamu Bima. ''
ucap Ranti sambil menangis dan membuat Bima tersentak dengan semua tindakan Ranti.
''Udah jangan menangis yah, semua aku lakukan demi kamu Ranti dan aku sangat mencintai kamu, makasih sudah mau menunggu sampai aku bebas. ''
ucap Bima dan Ranti mengangguk.
''Kamu sudah ada pengacara yang membela belum Bima?? mau Tante siapkan?? ''
ucap Tante Mira dan Bima menggelengkan kepalanya.
''Temen Bima udah ada yang ngurusin Tante, tapi tetap ajah Bima tersangka karena menunggu Ayya nya sadar buat kesaksian juga. ''
ucap Bima dan Tante Mira mengangguk.
''Kamu sabar yah Bima, ini makanan buat kamu makan yah, besok aku kesini lagi Bima. ''
ucap Ranti sambil memberikan bungkusan berisi makanan dan Bima mengangguk.
Bima di jemput kembali untuk masuk kedalam sel tahanan karena jam besuk sudah selesai, Tante Mira langsung membawa Ranti pulang karena Ranti terus menangis.
''Sabar sayang, kamu pasti kuat dan Tante tau bukan kamu juga pelakunya dan Ayya nya ajah fsikopat. ''
ucap Tante Mira yang sudah mendengarkan penjelasan dari Ranti mengenai kejadian sebenarnya.
Tiba tiba Ranti pingsan dan membuat Tante mira langsung membawa Ranti menuju rumah sakit terdekat dari kantor polisi.
..........
__ADS_1
tbc.