
Setelah makan siang selesai, Ranti membantu mamanya Bima merapihkan meja makan, berkali kali mamanya Bima menolak tapi Ranti tetap membantunya dan akhirnya mamanya Bima membiarkan Ranti membantunya.
''Maafkan mama yah Ranti, mama saat itu dalam keadaan marah dan memarahi kamu. ''
ucap mamanya Bima mengawali pembicaraan karena Ranti diam tidak berbicara.
''Gak apa apa ko tante, Ranti ngerti posisi dan ngerti perasaan tante yang kesal dan marah karena Ranti tiba tiba mengakhiri hubungan dengan Bima, maafkan karena Ranti gak jujur dari awal. ''
jawab Ranti dan mamanya Bima tersenyum lalu memeluk Ranti.
''Panggil mama lagi yah, kamu kan menantu di keluarga ini dan nanti mama mau bicara sama kamu juga Bima mengenai hubungan kalian. ''
ucap Mamanya Bima saat melepaskan pelukannya dan membuat Ranti tersenyum senang.
''Makasih mama sudah menerima Ranti kembali. ''
ucap Ranti dan membuat mamanya Bima tersenyum.
''Kenapa berterimakasih, mama yang harusnya berterimakasih karena kamu melahirkan keturunan keluarga Nugraha dan mama sampai sekarang terus membayangkan nasib kamu saat terkurung dengan penjahat itu, dalam keadaan hamil dan tertekan. ''
ucap mamanya Bima dan Ranti tersenyum.
''Ranti menjalaninya dengan ikhlas mama, ada Bima di hati dan pikiran Ranti, walaupun saat itu Bima gak ada mendamping. ''
jawab Ranti dan membuat mamanya Bima kembali memeluk Ranti.
Dari arah pintu dapur Bima hanya tersenyum sambil melipat kedua tangannya melihat dua wanita kesayangannya sedang berpelukan dan Bima langsung menghampirinya.
''Kalian pelukan gak ajak ajak Bima. ''
ucap Bima dan membuat mamanya Bima mendelik sebal ke arah putranya.
''Sebaiknya kamu jaga jarak dulu sama Ranti, sana bawain makanan kedepan Mama mau ke kamar Alea dulu anterin makanan. ''
ucap Mamanya Bima dan Bima mengangguk lalu mengajak Ranti menuju ruang keluarga bergabung dengan papanya yang sedang bermain dengan Eta.
Mamanya Bima langsung menuju kamar Alea dengan nampan berisi makanan untuk Alea, walau bagaimanapun Alea tetap putrinya dan satu bulan di pisahkan membuatnya Rindu.
''Alea.....makan dulu yah, ada kehidupan di perut kamu yang harus di isi nutrisi. ''
ucap mamanya Bima saat menghampiri ke kamar Alea.
''Mama udah maafin aku kan?? ''
ucap Alea dan mamanya tersenyum sambil mengelus kepala putrinya.
__ADS_1
''Walau bagaimanapun kamu tetap anaknya Mama dan Mama sayang sama kamu, mama gak marah hanya kecewa ajah dengan tindakan dan kelakuan kamu, berubahlah sayang karena mengikuti obsesi itu akan membuat kamu terluka dan hancur, ayo makan makanannya dan gabung ke bawah, ada keponakan kamu dan Ranti. ''
ucap mamanya Bima dan Alea menganggukan kepalanya.
Mamanya Bima langsung keluar dari kamarnya Alea setelah melihat Alea memakan makanan yang di bawakannya dan menuju ruang tengah yang sedang riuh dengan canda tawa.
''Rumah ini menjadi hangat kembali setelah kedatangan Ranti dan cucuku, semoga gak ada lagi masalah yang menghampiri keluargaku kembali. ''
ucap mamanya Bima yang melihat ke arah ruang keluarga.
Mamanya Bima langsung bergabung dan duduk di samping suaminya yang sedang bermain dengan cucunya.
''Bima.....kapan kalian menikah?? ''
ucap mamanya Bima dan membuat Bima langsung menatap ke arah mamanya lalu melirik Ranti.
''Bima maunya secepatnya mama, tapi kan kita harus menunggu Ranti selesai masa nya dulu, lagian Bima udah menyiapkan semuanya tinggal menunggu sajah. ''
jawab Bima dan mamanya mengangguk.
Ranti hanya bisa pasrah dengan keputusan Bima karena memang Bima sudah memberitahukan sebelumnya dan merancang semuanya.
''Syukur lah kalau gitu, mama hanya mau cucu mama dapat pengakuan yang sah ajah Bimm dan sudah waktunya kalian bersatu membina rumah tangga yang sempat putus dan nanti mama mau ada pertemuan kembali keluarga dengan keluarga Ranti untuk membicarakan semuanya. ''
ucap mamanya Bima dan Bima mengiyakannya.
ucap Bima dan mamanya tersenyum.
Ranti begitu bahagia dengan semuanya karena Ranti dan Bima akhirnya akan bersama kembali setelah dua tahun berpisah karena masalah yang di buat oleh Rangga dan Ayya.
Bima mengajak Ranti ke halalama belakang rumah dan Ranti mengiyakannya lalu pamit pada mama dan papanya .
''Kamu bahagia sayang?? ''
ucap Bima saat sampai di halaman belakang rumahnya.
''Bahagia sekali Bimm, semoga gak akan ada masalah lagi setelah ini, aku gak tau bisa menghadapinya gak tau engga kalau sampai terjadi masalah lagi. ''
jawab Ranti sendu dan membuat Bima langsung membawa Ranti kedalam dekapannya.
''Kita akan lalui bersama sayang, aku janji akan selalu ada di samping kamu dan putri kita, kamu harus jujur dengan masalah apapun yah jangan ada yang di tutupi. ''
ucap Bima dan Ranti mengangguk sambil memeluk erat tubuh Bima.
Ranti begitu nyaman dalam dekapan Bima, laki laki yang di cintai dan di sayanginya, laki laki cinta pertamanya dan ayah dari putrinya.
__ADS_1
''Kapan mau menikah sayang?? ''
ucap Bima sambil melepaskan pelukannya.
''Nanti nunggu masanya aku habis dulu, tiga bulan menunggu sambil menunggu berkas janda. ''
ucap Ranti dan membuat Bima tersenyum.
''Ada memangnya berkas janda?? ''
ucap Bima yang sengaja mengerjai Ranti.
''Ishhh....jaksa kok gak tau berkas janda, kalau berkas itu gak ada nantinya kita gak bisa menikah secara hukum, aku gak mau nikan secara agama ajah. ''
ucap kesal Ranti dan membuat Bima tersenyum.
''Iya sayang.....aku juga tau kok cuma mau becandain kamu ajah biar gak tegang. ''
ucap Bima sambil tersenyum karena membuat Ranti kesal.
Ranti dan Bima terus mengobrol hingga sore hari dan Ranti harus pulang karena Tante Mira meminta segera pulang.
''Santai ajah sayang, jarak dari sini ke rumah Tante Mira hanya lima menit dan gak akan lama. ''
ucap Bima saat Ranti meminta Bima mengantarkannya pulang.
Ranti memilih langsung masuk kedalam rumah untuk berpamitan ke mama dan papa nya Bima, ternyata mamanya Bima sedang menggendong Eta yang sedang tertidur di gendongannya.
''Mama....papa.....Ranti pamit pulang yah udah sore soalnya. ''
ucap Ranti dan mamanya Bima langsung sendu.
''Nginep ajah yah mama masih ingin sama Eta loh, kan deketan juga jarak rumah kamu kesininya. ''
ucap mamanya Bima dan membuat Bima tersenyum.
''Mama.....besok masih bisa bertemu Eta, orang tua Ranti lagi menunggu ada yang mau di bicarakan, besok besok yah Ranti ngingep nya. ''
ucap Bima dan mamanya Bima mengangguk lalu memberikan Eta ke Ranti.
''Kalian hati hati yah dan kamu Ranti, jangan sungkan main kesini walaupun Bima gak ajakin kamu. ''
ucap mamanya Bima dan Ranti mengangguk.
Bima langsung membawa Ranti menuju mobilnya dan Ranti langsung masuk setelah Bima membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
............
tbc.