
Dua minggu berlalu dari sidang kelulusan Ranti, entah kesibukan Ranti atau memang Bima juga sibuk karena selama dua minggu belakangan Ranti dan Bima jarang berkomunikasi.
Seperti saat ini Ranti sedang sibuk dengan butiknya karena ibunya menyerahkan setengah urusan perusahaan fashion nya kepada Ranti, alhasil Ranti saat ini begitu sibuk.
''Bima kemana yah gak ada ngehubungi aku, apa pekerjaan jaksanya begitu sibuk. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil menatap jalanan dari kaca jendela ruangannya.
Saat sedang asik dengan lamunannya tiba tiba Rasya datang tanpa mengetuk pintu dan membuat Ranti terlonjak kaget.
''Kamu ini kebiasaan kalau masuk ke ruangan pribadi kakak tanpa mengetuk pintu. ''
omel Ranti pada adiknya namun Rasya malah cengengesan mendengar omelan kakaknya.
''Kakak aku mau bawa wanita ke butik kakak boleh gak?? tapi minta diskon yah. ''
ucap Rasya dan membuat Ranti mendelik sebal.
''Bisa gak kamu jangan mau di manfaatkan sama wanita, biarin suruh belanja uangnya sendiri dan kamu jangan jadi pahlawan kesiangan Rasya. ''
ucap Ranti dan Rasya langsung merayu Ranti.
''Pliis kakak cantik nya aku sekali ajah, aku naksir banget sama dia soalnya dan aku juga udah terlanjur janji juga kan kak, pliis..... kali ini ajah. ''
ucap Rasya dan Ranti pun mengangguk karena Rasya adalah adik kesayangan nya.
''kamu itu adik kesayangan kakak loh dan semua yang kakak miliki juga milik kamu Rasya, tapi janji yah ini terakhir kalinya kamu jadi pahlawan kesiangan untuk wanita. ''
ucap Ranti sambil mengusap bahu adiknya dan Rasya mengangguk.
''Yasudah aku mau jemput dia dan nanti aku kenalkan sama kamu yah kak. ''
ucap Rasya dan Ranti mengangguk.
Setelah Rasya pergi Ranti langsung menghubungi asistennya untuk menyiapkan harga khususnya dan asistennya mengiyakannya.
Saat asik dengan pekerjaannya handphone Ranti berdering dan Bima lah yang menghubungi, Ranti begitu bahagia saat Bima menghubunginya dan langsung di angkat hanya dalam dering ketiga.
Dalam panggilan....
''Hai calon istriku...... ''
''Hai juga Bima..... kamu jangan menggombal yah, aku kan jadi baper. ''
''Gak gombal ko Ranti, tapi fakta dan nyata. ''
''Terserah kamu ajah, kamu sehatkan Bima?? ''
''Sehat sekali dan kamu bagaimana Ranti, sehatkan?? ''
''Iya aku juga sehat, kamu sibuk yah sampai dua minggu ini gak ada hubungi aku. ''
''Cie... cie.... ada yang kangen nih sama aku. ''
''Bima pliis deeh jangan buat aku baper. ''
''Oke oke.... maaf karena bikin kamu baper dan dua minggu ini aku sibuk, ini juga baru sampai di rumah loh karena kangen kamu jadinya langsung nelphone. ''
''Memangnya kamu habis dari mana?? ''
''Ada seminar di surabaya dan aku wajib ikut, kita jalan yu nanti sore, sekarang aku mau tidur dulu ngantuk soalnya, gimana kamu mau kan Ranti?? ''
__ADS_1
''Kalau kamu masih lelah besok ajah ketemunya yah, gak baik memaksakan tubuh lelah nantinya malah tumbang loh ke kamunya. ''
''Besok ya beda lagi ketemunya, pokonya nanti sore aku jemput kamu di rumah yah dan ingat jangan menolak. ''
''Oke lah terserah kamu ajah baiknya gimana. ''
''Nah gitu dong nurut, yasudah kamu lanjutkan kesibukannya dan aku mau tidur dulu. ''
''Oke Bima selamat istirahat. ''
Panggilan Berakhir......
''Ada apa dengan hatiku ini, apa ini dan kenapa perasaan ku berbeda sekali kepada Bima. ''
gumam Ranti saat setelah menutup panggilan telphone nya.
Di lain tempat saat ini.....
Rasya sedang menunggu teman wanita nya untuk di ajak berbelanja di butik kakak nya dan Rasya begitu bahagia saat wanita itu berjalan menghampirinya.
''Alea.... gimana kelasnya udah selesai kan?? ''
ucap Rasya saat wanita pujaan hatinya menghampirinya.
''Udah dong Rasya dan aku mau nagih janji kamu yang akan kasih aku diskon di butik milik kakak kamu. ''
ucap Alea dan Rasya mengangguk.
''Kita langsung ke butik atau mau makan siang dulu?? ''
ucap Rasya dan Alea terdiam sejenak.
ucap Alea dan Rasya langsung membawa Alea menuju mobilnya.
Dalam perjalanan Alea sibuk dengan handphone nya dan Rasya hanya bisa diam tanpa mengomentari kegiatan Alea.
Alea sebenarnya tidak memiliki perasaan kepada Rasya dan Alea berkali kali menolak Rasya saat mengutarakan isi hatinya dan Alea memilih menjadi teman, Rasya pun tidak mempermasalahkannya.
''Waww.... ini butik yang waktu itu aku sama mama belanja dan di traktir sama kak Bima loh dan ini butik milik kakak kamu ternyata. ''
ucap Alea yang begitu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
''Ayo kita masuk dan mulai belanja nya, aku juga akan kenalkan kamu ke kakak aku juga. ''
ucap Rasya dan Alea langsung menyetujuinya.
Di dalam butik yang mewah dan luas itu, Ranti sedang memilih pakaian untuk di pajang di area depan dan dengan setia asistennya mendamping Ranti.
''Mba Ranti..... itu bukan nya Mas Rasya yah dan datang dengan wanita. ''
ucap asistennya Ranti.
''Betul sekali nanda dan tolong kamu lanjutkan yah saya mau menghampiri anak nakal itu. ''
ucap Ranti dan asistennya langsung mengambil alih pekerjaan Ranti.
Ranti langsung berjalan mendekat ke arah Rasya dan juga wanitanya.
''Hai Rasya.... ''
ucap Ranti dan Rasya langsung tersenyum canggung.
__ADS_1
''Alea kenalkan ini kakak aku namanya Kak Ranti. ''
ucap Rasya dan Alea langsung memperkenalkan diri.
''Saya Alea kak temannya Rasya. ''
ucap Alea dan Ranti mengangguk.
''Ayo silahkan lanjutkan memilih pakaiannya dan enjoy yah Alea. ''
ucap Ranti dan Alea mengangguk.
Ranti langsung menuju area depan butik dan memperhatikan Rasya yang menemani Alea memilih pakaiannya.
Di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, seorang pemuda sedang mencari cari sebuah kotak yang hilang entah kemana.
''Mama beneran gak melihat kotak nya dan tadi pagi kan ada di kamar Bima, tapi pas Bima membuka mata ternyata kotaknya gak ada loh. ''
ucap Bima dan mamanya menghembuskan nafasnya.
''Coba tanya Alea deh kak, dia tadi sebelum pergi kan masuk ke kamar kamu. ''
ucap mamanya Bima dan Bima langsung kesal.
''Anak itu selalu seenaknya kan Bima udah kasih dia oleh oleh, itu kan kotak buat hadiah nya Ranti mama. ''
kesal Bima dan langsung menghubungi adiknya namun adiknya tidak menjawabnya.
''Anak itu memang gak bisa di peringati mama, Bima kadang suka kesal ke dia. ''
ucap Bima dengan nada sangat kesal karena hadiahnya yang akan di berikan ke Ranti telah di ambil adiknya.
''Salah kamu sendiri karena memanjakan adik kamu Bima dan hasilnya kan Alea jadi seenaknya gitu. ''
jawab mamanya Bima dan membuat Bima langsung menuju kamarnya untuk bersiap menjemput Ranti.
Bima menyiapkan sebuah kalung yang indah untuk hadiah yang akan di berikan kepada Ranti, namun kalung itu entah kemana.
Bima menghubungi adiknya kembali dan ternyata di angkat.
Dalam panggilan....
''Alea kamu yang ambil kalung di kamar kakak kan?? ''
''Iya kak karena Alea suka kalungnya cantik banget, sekarang Alea pakai kalungnya loh. ''
''Alea itu bukan untuk kamu kalungnya tapi untuk pacar kakak loh, jangan seenaknya jadi adik yah main ambil barang gitu, itu mencuri namanya. ''
''Kakak pelit banget dan malah memilih kasih ke orang lain dari pada ke adik sendiri. ''
''Kakak udah kasih kamu handphone keluaran terbaru itu lebih dari cukup, ingat Alea kamu jangan pernah melakukan hal ini lagi karena kakak gak akan memaafkan kamu kalau mengulangi nya lagi. ''
Panggilan berakhir.....
''Akhhh.... anak itu benar benar melunjak, itu kalung kan susah banget aku mendapatkannya. ''
ucap kesal Bima dan langsung bersiap karena Bima harus membeli kembali kalung baru untuk hadiah ke Ranti.
...............
tbc.....
__ADS_1