Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
pelukan ketenangan


__ADS_3

Bima langsung keluar dari ruangan rawat Alea dan mencari makanan untuk kedua orang tuanya, Bima iseng menghubungi nomer Ranti dan ternyata Ranti mengangkatnya padahal saat ini sudah larut malam.


Dalam Panggilan...


''Kenapa belum tidur?? sekarang udah larut loh sayang, emangnya gak ngantuk?? ''


''Lagi gak bisa tidur Bimm, kamu juga kenapa malam malam nelphone. ''


''Kangen sama kamu dan tadinya iseng nelphone tapi ternyata kamu belum tidur. ''


''Kamu itu modus ajah, baru juga tadi ketemu masa udah kangen lagi. ''


''Beneran sayang, aku lagi di rumah sakit sekarang. ''


''Lagi apa di rumah sakit?? ''


''Alea mencoba mengakhiri hidupnya lagi, sekarang lebih ekstrim pakai kecelakaan mobil dan sekarang masih belum sadar. ''


''Ya ampun Alea.....Aku kesitu yah nemenin kamu sekalian lihat keadaan Alea. ''


''Jangan sayang, ini sudah larut malam dan besok ajah datang kesini sekalian bawa sarapan yah. ''


''Baiklah besok aku ke rumah sakit, kamu hati hati dan jaga kesehatan juga yah Bimm. ''


''Oke sayang kamu tidur yah, aku mau anterin makanan buat mama dan papa. ''


''Iya Bima......''


Panggilan berakhir......


Bima langsung menghampiri orang tuanya dan memberikan makanannya.


''Lebih baik mama sama papa pulang dan besok pagi datang kesini lagi, gak baik menginap di rumah sakit gini loh. ''


ucap Bima saat mamanya menerima makanan yang Bima bawakan.


''Udah Bimm, biarkan semua sesuai keinginan mama kamu ajah, lagian ini udah larut juga malas untuk pulangnya. ''


jawab Papanya Bima karena mamanya enggan menjawab ucapan Bima yang terus memintanya untuk pulang.


Bima keluar dari ruangan Alea dan duduk di kursi tunggu luar ruangan Alea, Bima terus memainkan handphone nya karena rasa kantuknya tidak ada sama sekali.


Pagi hari menjelang......


Bima pamit pada kedua orang tuanya untuk ke rumah karena pagi ini dia ada pekerjaan dan kedua orang tuanya pun mengiyakannya.


Alea sudah sadar semalam dan keadaannya masih belum pulih karena Alea mengaduh sakit di bagian kepalanya dan pagi ini akan dilakukan pemeriksaan ulang.


Bima langsung menuju kediamannya dan menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Tante Mira karena takutnya Ranti ke rumah sakit pagi ini.


''Bimm.....pagi sekali kamu datangnya ayo masuk dulu, Tante mau panggil Ranti. ''


ucap Tante Mira saat membuka pintu rumah dan ternyata Bima yang datang.


Rasya menghampiri Bima saat Tante Mira memberitahukannya.

__ADS_1


''Kak....tumben pagi sekali sudah mampir. ''


ucap Rasya saat menghampiri Bima di ruang tamu.


''Mau ketemu Ranti sebentar, takutnya dia menyusul ke rumah sakit pagi ini. ''


jawab Bima dan membuat Rasya mengerutkan keningnya.


''Siapa yang sakit memangnya kak?? ''


ucap Rasya.


''Alea di rawat dan seperti biasa dia mencoba mengakhiri hidupnya lagi. ''


jawab Bima dan membuat Rasya tersentak.


''Ngeri juga Alea, harus di damping Psikiater kak kalau begitu. ''


''Kakak juga lagi mencari Psikiater yang bagus untuk menangani Alea, Rasya... ibu udah berangkat ke prancis nya belum?? ''


ucap Bima dan Rasya menggelengkan kepalanya.


''Kan lusa perginya.... sekarang Ibu lagi mau sama Eta seharian, karena besok pagi ibu berangkat. ''


ucap Rasya dan Bima tersenyum menjawabnya.


Tak lama kemudian Ranti menghampiri dan tersenyum melihat Bima yang sudah menunggunya.


''Katanya di rumah sakit?? ini sudah ada di rumah. ''


''Hari ini ada kerjaan dan takutnya kamu ke rumah sakit lagi, makanya aku mampir ajah. ''


jawab Bima dan Ranti mengangguk lalu duduk di samping Bima.


''Pantesan ajah sepagi ini udah sampe di rumab, yaudah tunggu bentar, aku mau ambil Eta dulu. ''


ucap Ranti dan Bima hanya mengangguk.


Ranti menghampiri kamar Ibunya dan membawa Eta karena Ibunya akan bersiap menuju butik milik Ranti.


Bima tersenyum saat Ranti memberikan Eta padanya dan Bima langsung mencium kening Eta lalu memeluknya dengan erat.


''Ikut aku ke rumah mama yaa, sekalian kita berangkat bersama. ''


ucap Bima dan Ranti mengangguk.


Ranti langsung membawa Eta dan memberikannya pada Tante Mira, Setelah pamit Bima langsung mengajak Ranti ke rumahnya terlebih dahulu untuk bersiap.


''Alea beneran mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke terotoar?? ''


ucap Ranti saat Bima menjelaskan kecelakaan Alea.


''Itu menurut saksi mata yang melihatnya, kecelakaan disengaja dan tunggal terus membuat kemacetan kemarin. ''


ucap Bima dan Ranti hanya mengangguk.

__ADS_1


Tak lama perjalanan akhirnya sampai di rumahnya Bima, Bima langsung mengajak Ranti masuk dan meminta Ranti menyiapkan pakaian kerjanya, sedangkan Bima langsung masuk kedalam kamar mandi.


''Kamarnya gak berubah dan tetap seperti terakhir aku masuk kedalam kamar kamu Bimm. ''


gumam Ranti dalam hatinya saat menatap keseluruhan kamar Bima.


Ranti langsung mengambil pakaian Bima dan menyimpannya di ranjang, Ranti tersenyum saat melihat foto kebersamaannya di masa lalu dengan Bima masih di pajang di kamar Bima.


''Kamu bucin sekali sama aku Bimm, sampai ada foto lama kita masih kamu pajang. ''


ucap Ranti sambil tersenyum mengambil bingkai foto nya.


''Siapa yang bucin sayang?? ''


ucap Bima tiba tiba sambil memeluk Ranti.


''Kamu lah Bimm, masa iya aku yang bucin. ''


jawab Ranti dan membuat Bima langsung mencium pipi Ranti.


''Emang aku bucin sangat sama kamu sayang. ''


ucap Bima sambil mengeratkan pelukannya dan membuat Ranti langsung melepaskan pelukan Bima namun Bima enggan melepaskannya.


''Biarkan seperti ini sebentar sajah sayang, aku butuh pelukan ketenangan ini karena kepalaku begitu sakiy dan pusing sekarang. ''


ucap Bima dan Ranti langsung berbalik lalu memeluk Bima.


''Aku sayang kamu Ranti, jangan pernah meninggalkan aku lagi yah karena kamu dan Eta adalah bagian dari hidupku. ''


ucap BIma saat membalas pelukannya Ranti.


''Aku juga sayang kamu Bima, mudah mudahan gak ada lagi yang memisahkan kebersamaan kita. ''


jawab Ranti dan Bima langsung mengecup kening Ranti.


''Aku gak mau lepas kendali dan memakan kamu sekarang sayang, aku mau sabar sampai kita di jadikan pasangan yang sah. ''


ucap Bima sambil melepaskan pelukannya dan membuat Ranti mendelik sebal.


''Nanti siang setelah dari pengadilan aku jemput kamu ya sayang, kita ke rumah sakit sama sama dan aku mau mengajak kamu ke suatu tempat. ''


ucap Bima kembali saat Ranti fokus dengan kancing baju Bima.


''Oke lah terserah kamu ajah Bibim, aku hanya bisa menurut dan tidak bisa membantah. ''


jawab Ranti sambil merapiihkan pakaian dinas Bima.


''Kamu benar benar wanita yang aku sayangi sekali sayang. ''


ucap Bima sambil mengajak Ranti keluar kamar karena Bima takut kelepasan menerkam Ranti saat ini juga.


Ranti hanya menurut mengikuti kemanapun Bima membawanya karena Rabti mempercayakan semuanya kepada Bima.


...............

__ADS_1


tbc.


__ADS_2