
Ranti membuka matanya dan tersentak saat melihat hamparan tempatnya begitu sejuk sesuai dengan kesuakaannya, samar samar Ranti mendengar canda tawa orang dan membuat Ranti langsung mencari asal suaranya.
Alangkah bahagianya saat melihat Bima sedang bermain dengan Eta dan seorang anak laki laki di pangkuan Bima, Ranti mendekat sambil tersenyum.
''Bima.....apa ini tempat yang mau kamu tunjukan itu?? dan siapa anak yang kamu pangku?? ''
ucap Ranti saat mendekat ke arah Bima.
Bima tersenyum dan langsung menggendong anak laki laki yang ada di pangkuannya sedangkan Eta langsung memeluk Ranti.
''Ini adalah tempat aku dan anak laki laki kita sayang, aku akan tinggal disini berdua menunggu kamu menyusul suatu saat nanti. ''
ucap Bima dengan senyum yang terus merekah di wajahnya.
Ranti langsung mematung dan tidak mengerti maksud ucapaan Bima.
''Maksud kamu apa Bima dan kenapa hanya kalian berdua, anak kita belum lahir masih di dalam kandunganku Bimm. ''
''Tidak sayang, anak yang kamu kandung sudah lahir dan tempat ini belum saat nya kamu juga Eta menempatinya, aku akan menunggu kamu disini sayang, hiduplah dengan penuh bahagia dan jaga putri kita Eta jadikan anak yang berguna untuk semua orang yang ada di dekatnya, waktu aku gak banyak sayang dan aku sangat mencintai kamu Ranti Clarissa. ''
''Bimaaa.....jangan tinggalkan aku, aku mau ikut sama kamu. ''
ucap Ranti sambil mengejar Bima yang terus menjauhinya.
Ranti langsung terduduk dan menangis saat Bima menjauhinya sampai tidak terlihat.
''Bimaaaaaaa.......ini gak adil, aku mau sama kamu Bima......'' teriak Ranti dengan tangis yang begitu keras.
Ranti langsung tersentak saat Eta datang menghampirinya lalu menangis, Ranti langsung memeluk Eta penuh kasih sayang.
''Bunda ayo kita pulang, aku takut.....''
ucap Eta sambil menangis dan Ranti menganggukan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tim dokter sedang berusaha menindak Ranti yang sempat drop lagi setelah dua hari tak sadarkan diri, Eta terus menangis memanggil nama Ibunya dan membuat Tante Mira terus menenangkan nya, Eta terus mengamuk ingin ke rumah sakit dan sangat terpaksa Tante Mira membawanya ke rumah sakit.
''Berhasil.....''
ucap dokter saat kondisi Ranti stabil.
Ranti saat ini sudah berada di ruang perawatan dan sudah keluar dari ruang ICU, Eta langsung masuk kedalam ruangan dan membangunkan Ranti yang masih belum sadarkan diri.
''Bundaa....bundaa ....ayo kita pulang, Eta takut Bundaa.....Eta mau pulang sama Bunda. ''
__ADS_1
ucap Eta dengan tangisnya dan mengguncang tubuh Ranti.
''Sayang jangan dulu mengganggu Bunda yah, Bunda masih belum sehat dan kita tunggu Bunda membuka matanya. ''
ucap Tante Mira yang menenangkan Eta.
Ranti mengerjapkan matanya lalu tak lama matanya terbuka sempurna, Eta langsung meminta naik ke berangkar karena ingin memeluk Ranti.
''Bundaa....ayo pulang, Eta takut. ''
ucap Eta dan membuat Ranti terdiam.
Ranti melirik ke arah Tante Mira dan membuat Tante Mira mendekat.
''Bima mana?? ''
ucap Ranti dan membuat Tante Mira langsung terdiam.
''Tante jawab aku, Bima mana?? kandungan aku juga kenapa gak ada?? ''
ucap Ranti kembali karena Tante Mira hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.
''Bima.....Bima dan kandungan kamu gak bisa di selamatkan sayang. ''
ucap Tante Mira sambil menangis dan membuat Ranti langsung tersentak.
Saat ini Ibunya Ranti dan Rasya sedang menghadiri pemakaman Bima, kondisi kepala Bima yang mengalami luka berat membuatnya tidak terselamatkan, orang tua Bima langsung memakamkan Bima karena kalau menunggu Ranti akan sangat membutuhkan waktu lama, Ranti masih belum sadarkan diri sedangkan jasad Bima harus segera di kebumikan.
''Buu.....Kakak sudah sadar dan sempat histeris saat mengetahui Kak Bima meninggal. ''
ucap Rasya dan membuat Ibunya Ranti langsung menangis.
''Akan sangat berat beban kakak kamu saat ini, Bima adalah laki laki yang di cintainya, kita langsung ke rumah sakit setelah selesai semuanya disini. ''
ucap Ibunya Ranti dan Rasya mengangguk.
Acara pemakaman Bima selesai dan Ibunya Ranti langsung pamit ke rumah sakit karena Ranti sudah sadar, orang tua Bima meminta maaf karena tidak bisa ikut menjenguk Ranti dan membuat Ibunya Ranti maklum.
Rasya langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit bersama ibunya, sepanjang perjalanan hanya diam tanpa ada obrolan.
Beberapa menit kemudian Rasya dan ibunya sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang perawatan Ranti.
''Ranti histeris dan memanggil manggil nama Bima terus kak. ''
ucap Tante Mira saat Ibunya Ranti mendekat.
__ADS_1
''Sekarang tugas kita semua untuk meyakinkan Ranti kalau ini bukan akhir hidupnya, aku takut Ranti akan nekad setelah ini. ''
jawab Ibunya Ranti dan membuat Tante Mira terdiam.
''Rasya bawa Eta pulang ajah yah, gak baik anak sekecil Eta di rumah sakit. ''
ucap Rasya dan Ibu juga Tante nya mengiyakannya karena Eta juga sedang tertidur di sofa.
Satu minggu kemudian.....
Ranti sudah di perbolehkan pulang, kondisinya masih lemah dan tatapannya kosong, dengan terpaksa Ibunya membawa pulang agar Ranti bisa di rawat di rumah.
''Dengarkan Ibu, ada Ibu, Tante Mira, Rasya dan Eta yang akan menjaga kamu, ini bukan akhir dari hidup kamu sayang, ini adalah awal kamu untuk bangkit karena Eta membutuhkan kamu saat ini. ''
ucap Ibunya Ranti dan Tante Mira mengiyakannya.
Tante Mira langsung melakukan panggilan Vidio karena Eta di rumah selalu menangis mencari Bunda dan papanya.
dalam panggilan Vidio saat ini.....
''Bundaa.....Eta mau Bunda sama papa, Bunda pulang yah Eta takut. hiks....hikss.....''
''Jangan nangis sayang, Bunda akan pulang nemenin Eta yah. ''
''Bunda janji....''
''Iya sayang, Bunda janji sama Eta. ''
Panggilan berakhir.....
Administrasi Ranti selesai dan Tante Mira juga Ibunya menggandeng Ranti menuju mobil yang sudah menunggu nya di area lobi utama rumah sakit.
''Aku mau ke makam Bima.....''
ucap Ranti dan Ibunya mengangguk karena Tante Mira menyetujuinya setelah Ibunya Ranti memberikan kode.
Mobil saat ini menuju pemakaman Bima, Ranti tak hentinya menangis sepanjang perjalanan, Ranti di himpit Ibu dan Tantenya.
Sesampainya di pemakaman Ranti langsung di gandeng berjalan karena beberapa kali Ranti terlihat tidak seimbang dan hampir jatuh.
Sesampainya di makam Bima, Ranti langsung duduk dan menaburkan Bunga untuk makam Bima.
''Bibim sayang, ini tempat yang kamu bilang akan menunggu aku, jahat sekali kamu meninggalkan aku sama Eta, tapi aku sadar sekarang Bibim, sesuai keinginan kamu Bibim sayang, aku akan kuat dan menjaga Eta lalu membuatnya sukses sesuai keinginan kamu, tenanglah di alam kamu Bima dan aku ikhlas sekarang dengan kepergian kamu, Aku akan menunggu SAMPAI BATAS PENANTIAN ku Bima dan sampai kita bisa di pertemukan kembali, aku sangat mencintai kamu Bima Nugraha. ''
ucap Ranti sambil menangis pilu dan membuat Ibu juga Tantenya mendekat lalu menenangkan Ranti.
__ADS_1
TAMAT.