
Setelah selesai dengan makanannya, ranti meminta pelayan merapihkan bekas piring kotor, Rangga langsung sibuk dengan iped di tangannya sedangkan Ranti merapihkan koper yang terisi pakaiannya.
Ranti langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan membiarkan Rangga sibuk dengan iped di tangannya, karena saat ini Ranti masih takut kalau Rangga meminta haknya sebagai suami kepada Ranti.
Pagi hari menjelang.....
Ranti membuka matanya dan tersentak saat merasakan tubuhnya di peluk erat dan Ranti sadar kalau itu adalah Rangga.
''Kenapa aku berharap Bima yang memelukku saat ini, Bima aku kangen kamu dan maaf karena aku harus meninggalkan kamu. ''
ucap Ranti sambil melepaskan pelukan Rangga di tubuhnya.
Ranti langsung menuju kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya, setelah selesai dengan kamar mandinya, Ranti langsung menuju lantai bawah untuk menyiapkan sarapannya karena semenjak kehamilannya Ranti gak bisa mengendalikan nafsu makannya.
''Loh Ranti, mana suami kamu kenapa turun sendiri?? ''
ucap ibunya Ranti saat putrinya turun tanpa suaminya.
''Kak Rangga masih tidur Ibu, lagian aku kan mau buat sereal ajah karena perutku laper bu..''
jawab Ranti dan Ibu nya mengangguk.
''Yasudah kalau gitu, ibu udah siapkan makanan dan kamu mendingan makan ajah yah, biar nanti di perjalanan makan sereal nya. ''
Saat Ranti menyiapkan sarapannya Rangga menghampiri dan sudah segar, Rangga langsung gabung untuk sarapan pagi.
''Barang barang cuma yang semalam di angkut ke mobil ajah kan?? gak ada tambahan. ''
ucap Tante Mira saat gabung untuk sarapan.
''Gak ada Tante dan nanti kan gampang kalau urusan pakaian. ''
ucap Rangga dan Tante Mira langsung mengangguk.
Setelah selesai dengan sarapannya, Ranti dan Rangga langsung bersiap untuk menuju bandara karena keberangkatanannya mengambil penerbangan pagi.
Sepanjang perjalanan menuju bandara Ranti hanya diam dan menatap jalanan di sampingnya, saat tiba di bandara ternyata orang tua Rangga datang untuk mengucapkan perpisahan.
__ADS_1
Sambil menunggu pemeriksaan kelengkapan surat surat nya, Ranti langsung menghampiri Tante Mira dan memberikan sebuah surat untuk di berikan kepada Bima, Tante Mira yang sudah mengerti pun langsung menyimpannya kedalam tas nya.
SEtelah kelengkapan surat selesai, Rangga langsung mengajak Ranti juga Ibu mertuanya menuju pesawat yang sudah siap.
Tante Mira langsung meneteskan air matanya saat Ranti sudah tidak terlihat, Rasya langsung menenangkan Tantenya dan mengajaknya menuju pulang.
''Ayo Tante, lebih baik kita pulang yah dan pesawat Kak Ranti juga sudah mengudara menuju prancis. ''
ucap Rasya dan Tante Mira mengangguk lalu mengikuti Rasya menuju mobil.
''Rasya.....antarkan Tante ke kantor polisi, ada titipan untuk Bima dari kakak kamu. ''
ucap Tante Mira dan Rasya mengangguk.
''Rasya tau Tante masalah Kak Ranti yang memutuskan Kak Bima demi Rasya bebas, kenapa kalian gak memberitahukan ke Rasya, tega sekali Tante dan yang lainnya ke Rasya. ''.
ucap Rasya dan Tante Mira langsung terdiam.
''Kamu tau kan Rasya, Ranti begitu menyayangi kamu dan akan melakukan apapun demi kamu, Bagi Ranti kamu paling utama di bandingkan kisah cintanya, karena Ranti selalu percaya kalau cinta akan tau kemana tempatnya walaupun dia dan Bima berpisah. ''
ucap Tante Mira dan Rasya langsung terdiam.
ucap Rasya dan Tante Mira hanya mengelus lengan Rasya agar Rasya bersabar.
Beberapa menit kemudian mobil yang di kemudikan Rasya sampai di halaman parkir rumah tahanan kota karena Bima sudah di pindahkan ke lapas khusus.
Tante MIra langsung menghampiri penjaga dan meminta bertemu dengan Bima, petugas langsung membawa menuju ruang tunggu dan menunggu kedatangan Bima.
Rasya ikut masuk karena ingin bertemu dengan Bima, Tante MIra mengijinkannya dan membawa Rasya untuk masuk.
Beberapa menit kemudian Bima datang dan Bima tersenyum saat melihat Tante MIra dan Rasya datang, namun Bima terlihat melihat kesemua area tunggu mencari keberadaan Ranti, Tante Mira yang mengerti pun langsung meminta Bima untuk duduk.
''Mana Ranti Tante?? ''
ucap Bima yang menanyakan keberadaan Ranti.
''Ranti sudah pergi ke prancis Bima, ini ada titipan surat dari Ranti untuk kamu dan nanti bacanya saat Tante sudah pergi yah. ''
__ADS_1
ucap Tante Mira dan Bima mengangguk.
''Rasya kamu mengantar Tante, makasih yah...''
ucap Bima dan Rasya mengangguk tersenyum.
''Kakak baik baik ajah kan disini, maafkan Rasya yah karena kesalahan Rasya semua jadi kena imbasnya, perayalah kak Bima, kak Ranti melakukan semua ini hanya demi Rasya dan cinta nya kak Ranti begitu besar untuk kak Bima. ''
ucap Rasya dan membuat Bima mengerutkan keningnya dan menatap Tante mIra untuk meminta penjelasan.
''Ada saatnya kamu juga akan mengetahui kebenarannya Bima, untuk saat ini Tante hanya minta ke kamu untuk percaya kepada Ranti yah, Ranti kemarin melangsungkan pernikahan dengan Rangga, kakak sepupu nya Ayya, pliis jangan anggap Ranti jahat karena menghianati kamu Bima, percayalah semua demi kebaikan semuanya Ranti melakukannya, Ranti juga meminta maaf karena dia gak menepati janjinya yang akan menunggu kamu sampai bebas walaupun harus sampai batas penantian dia, maafkan Ranti yah Bima. ''
ucap Tante Mira dan membuat bIma terdiam lalu meneteskan air matanya.
''Ranti janji ke aku Tante mau menunggu sampai aku bebas, kenapa dia malah menikah dengan laki laki lin, sakit dan kecewa saat ini yang aku rasakan Tante, Ranti melanggar sumpah dan janjinya ke aku, Ranti sangat tega melakukan semuanya ke aku Tante. ''
ucap Bima dan membuat Tante MIra terus menjelaskan nya namun Bima menggelengkan kepalanya dan langsung masuk kembali kedalam sel tahanannya.
''Tante bagaimana ini?? kak Bima belum mendengarkan penjelasannya dulu kenapa kak Ranti mengingkari janjinya. ''
ucap Rasya dan Tante Mira langsung mengajak Rasya untuk meninggalkan tahanan.
''Biarkan Bima menenangkan hati dan fikirannya dulu Rasya, percuma kita jelaskan nantinya Bima akan tetap menolaknya, nanti kita datang dan memberitahukan semuanya. ''
ucap tante Mira dan Rasya mengangguk lalu menuju parkiran untuk segera pulang.
Di dalam sel tahanan saat ini Bima sedang menangis dan merasakan hatinya sakit kedua kalinya, wanita yang di cintainya memilih menikah dengan laki laki lain di saat Bima masih tersandung kasus.
''kenapa kamu tega Ranti, aku begitu mencintai kamu dan kamu dengan entengnya menerima pernikahan laki laki lain dan membiarkan aku kesakitan saat ini. ''
ucap Bima sambil meremas suratnya dan melemparnya ke sudut sel tahanannya.
Sungguh saat ini BIma begitu kalut dan hatinya begitu sakit, Bima masih terngiang dengan ucapan Rasya yang meminta maaf karena nya Ranti dan dirinya harus berpisah.
''Apa maksud dri ucapan Rasya tadi dan Tante Mira bilang belum saatnya aku tau, ada apa ini sebenarnya dan apa ada kaitannya dengan pernikahan dadakan Ranti juga Rangga?? ''
ucap Bima sambil terdiam dan terus terngiang ucapan Rasya dan Tante Mira.
__ADS_1
..............
tbc...