Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Makan siang.....


__ADS_3

Keesokan harinya...


Hari ini Ranti memutuskan untuk berkunjung ke butiknya yang dia percayakan kepada asisten kepercayaannya dan Ranti langsung berkeliling butik untuk mencari pakaian yang akan di pakai nanti saat sidang minggu depan.


Handphone Ranti berdering dan Ayya lah yang menghubunginya.


Dalam panggilan....


''Hallo..... Ranti kamu lagi dimana sekarang?? ''


''Lagi di butik, kenapa emangnya?? ''


''Tadinya mau ngajakin jalan dan temenin aku sih intinya karena aku malu cuma jalan berdua. ''


''Maksud kamu aku jadi obat nyamuk kamu pacaran, ogah banget. ''


''Bukan Ranti, aku mau ngajakin kakak sepupu aku buat keliling kota terus belanja kebutuhannya juga dan aku mau minta anterin ke kamu biar kita gak jalan berdua, begitu maksudnya. ''


''Boleh deh, ketemuan ajah gimana?? ''


''Kamu ke rumah aku ajah Rann.... mau kan?? ''


''Oke lah, aku selesaikan kerjaan dulu disini dan nanti langsung ke rumah kamu. ''


''Makasih Rantii....''


''Sama sama Ayya.... ''


Panggilan berakhir......


Ranti langsung memeriksa semua laporan dan hasilnya akurat dan Ranti langsung pamit kepada asistennya untuk pulang dan mempercayakan butiknya ke asistennya.


Ranti berjalan menuju mobil yang di parkir dan di kagetkan oleh Bima yang tiba tiba ada di hadapannya.


''Bimaaa.... kamu nyebelin deh bikin kaget. ''


ucap kesal Ranti sambil memukul lengan Bima.


''Habisnya kamu melamun, aku panggil gak jawab terus loh dari tadi. ''


ucap Bima dan Ranti terdiam.


''Masa siih, kok aku gak merasa yah. ''


''Itu karena kamu sibuk dengan handphone, makanya gak fokus dan menghiraukan aku yang manggil. ''


''Alaaah.... kamu alasan ajah, kamu buntutin aku kan sejak tadi?? ''


''Ngapain buntutin kamu, aku lagi anterin adik aku belanja di butik ini. ''


''Ohh.... terus adik kamu mana sekarang?? ''


''Dia udah di temenin mama, jadi aku langsung pulang deh dan gak sengaja melihat kamu. ''


''Modus ahh..... ''


''Makan siang yu sama aku sekarang. ''


ucap Bima tiba tiba dan Ranti mengangguk.


''Pakai mobil aku ajah yah, paling dekat. ''


ucap Ranti dan Bima mengangguk.


Bima langsung mengambil alih kemudi dan Ranti langsung duduk manis di samping Bima.

__ADS_1


Bima dan Ranti asik bercanda gurau sepanjang perjalanan menuju restoran dan Rantti melupakan Ayya yang sedang menunggunya datang.


''Ayo kita pergi berdua ajah Ayya, teman kamu kayanya gak akan datang deh. ''


ucap Rangga saat menghampiri Ayya yang sedang duduk di sofa menunggu Ranti.


''Sepertinya kak, Ranti gak datang ajah padahal udah satu jam aku nunggu. ''


jawab Ayya dan Rangga mengangkat bahunya.


''Yaudah kamu siap siap sana, kita berangkat sekarang biar gak terlalu sore nanti pulangnya. ''


ucap Rangga dan Ayya menyetujuinya lalu segera bersiap.


Akhirnya Rangga berangkat berdua dengan Ayya tanpa Ranti yang mangkir dari janjinya, Ayya pun tidak terlalu marah karena dia pun mengerti situasi Ranti yang sibuk dengan butiknya.


Ranti dan Bima saat ini sedang makan di sebuah rumah makan sederhana yang di pilih Bima, Ranti gak masalah karena baginya asal dengan Bima pasti akan mengasikan.


''Gak nyangka bisa makan siang dengan kamu, ini kebetulan gak tau kita berdua ini adalah jodoh. ''


ucap Bima dan membuat Ranti tersipu.


''Kamu gombal terus Bima. ''


ucap Ranti dan Bima tersenyum.


Ranti dan Bima langsung memakan makanan nya dan seperti biasa selalu bercanda gurau karena Bima yang selalu menghangatkan suasana.


''Oh iya aku udah ambil keputusan. ''


ucap Bima tiba tiba dan membuat Ranti menatapnya.


''Keputusan apa Bima?? ''


''Aku akan langsung bekerja sebagai jaksa di pengadilan negeri di kota ini, tanpa menunggu wisuda. ''


ucap Tegas Bima dan membuat Ranti langsung tersenyum.


''Selamat Bima, aku ikut bahagia dan kamu juga semangat yah. ''


ucap tulus Ranti dan Bima mengangguk.


''Kamu juga semoga lulus sidang dan langsung memulai karir kamu nya Ranti, aku akan dukung kamu selalu. ''


ucap Bima dan Ranti mengiyakannya.


''Makasih Bima... ''


''Sama sama Ranti.... ''


Ranti dan Bima kembali memakan makanannya dan sesekali mengobrol beberapa hal, Bima saat ini terus menatap ke arah Ranti yang sedikit berbeda pakaiannya, ingin bertanya tapi Bima merasa sungkan.


''Ada apa?? lihatin aku kaya lihat wajah tersangka. ''


ucap Ranti yang merasakan Bima sedang memperhatikannya.


''Kamu ini dasar, belum apa apa udah nyindir kerjaan aku ajah. ''


jawab Bima sambil tertawa dengan ucapan Ranti.


''Habisnya, lihatin aku serius sekali dan awas kamu nanti jatuh hati ke aku. ''


ucap Rindu menggoda Bima dan membuat Bima mengerutkan keningnya.


''Bisa jadi sepertinya. ''

__ADS_1


jawab Bima dan membuat Ranti menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai dengan makan siangnya Ranti memilih untuk pulang karena Rasya terus menghubunginya dan membuat Bima pun gak bisa menahan Ranti lebih lama lagi.


''Bima..... gimana kalau aku anterin kamu pulang yah, mau kan?? ''


ucap Ranti dan Bima mengerutkan keningnya.


''Masa siih harus aku yang kamu antarkan, aku yang akan antarkan kamu dan nanti aku pulang bisa menggunakan taksi atau bus. ''


jawab Bima dan Ranti mengiyakannya.


''Yaudah kamu yang mengemudikan mobilnya, aku mau hubungi nomer Rasya dulu. ''


ucap Ranti sambil memberikan kunci mobilnya pada Bima.


Ranti langsung menghubungi Rasya saat sudah duduk di kursi mobil yang di kemudikan Bima, Dalam panggilan....


''Hallo Rasya.... kamu dimana sekarang?? ''


''Iya kak apa?? telat kakak ngabarinnya, aku udah di jemput sama supir ibu. ''


''Maaf kan kakak yah, tadi beneran handphone di tas dan kakak gak denger deringnya. ''


''Kakak sibuk apa sih?? sampe gak denger aku nelphone loh. ''


''Kakak lagi makan siang dan sekarang di perjalanan pulang kok, ibu udah pulang belum?? ''


''Ibu lagi ada kerjaan ke luar kota, makanya supirnya bisa jemput aku. ''


''Oke deh nanti di rumah ceritakan semuanya yah, kakak tutup panggilannya. ''


''Baik kak, kakak hati hati yah. ''


Panggilan berakhir.....


''Sepertinya kamu sama adik kamu dekat sekali?? ''


ucap Bima saat Ranti menyimpan handphone kedalam tas.


''Sangat dekat, malahan Rasya itu aku yang ngurusin dari kecil karena ibu sibuk dengan bisnisnya setelah ayah meninggal. ''


jawab Ranti dan Bima langsung menggenggam tangan Ranti.


''Maaf membuka luka lama kamu. ''


ucap Bima dan Ranti menggelengkan kepalanya.


''Kamu lebay Bima, lagian ayah meninggal udah lama banget dan aku juga udah terbiasa. ''


ucap Ranti dan Bima mengangguk.


''Jadi kamu hanya tinggal bertiga dengan adik dan ibu kamu?? ''


''Betul... lebih tepatnya aku sama Rasya karena ibu selalu sibuk ke luar kota juga sih, kalau kamu Bima masih lengkap orang tua nya??. ''


''Masih lengkap dan aku juga punya satu adik perempuan satu. ''


''Sama dong kita punya adik dan bedanya kamu perempuan dan aku laki laki adiknya. ''


Bima sampai di kediaman mewah Ranti dan langsung memparkirkan mobilnya di area parkir dan Ranti mengajak Bima masuk kedalam rumah nya, membuat Bima langsung bahagia karana Ranti gak mengusirnya.


................


tbc ....

__ADS_1


__ADS_2