Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Hamil......


__ADS_3

Ranti sedang di tangani di ruang UGD dan Tante Mira begitu cemas menunggu di luar karena sudah satu jam belum ada tanda tanda hasil dari pemeriksaan Ranti.


Handphone Ranti sempat berdering dan Rangga lah yang menghubungi, Tante Mira terpaksa memberitahukan keberadaan Ranti, Rangga langsung akan menyusul ke rumah sakit setelah tau rumah sakit mana saat ini Ranti berada dan Tante mira mengiyakannya.


Pintu ruangan terbuka dan Tante Mira langsung menghampiri dokter yang menangani Ranti.


''Bagaimana keadaan putri saya dokter?? ''


ucap Tante Mira dan dokter langsung meminta Tante Mira untuk masuk dan melihat kembali keadaan Ranti.


Tante Mira langsung memeluk Ranti yang menangis saat Tante Mira memasuki ruangan Ranti.


''Kenapa sayang?? ayo cerita ke Tante yah. ''


ucap Tante Mira yang menenangkan Ranti.


''Tante janji jangan kasih tau siapapun yah, janji yah Tante ke aku. ''


ucap Ranti dan Tante Mira mengangguk.


''Aku hamil tiga minggu Tante dan ini anaknynya Bima, janji yah jangan kasih tau siapapun siapa ayah dari bayi yang aku kandung dan jangan kasih tau siapapun kalau aku hamil, termasuk Rangga dan Ibu. ''


ucap Ranti dan Tante Mira langsung tersentak kaget lalu tak lama mengangguk.


''Jangan takut yah karena Tante akan ada untuk kamu sayang. ''


ucap Tante Mira sambil mencium kepala Ranti.


''Makasih Tante.......''


ucap Ranti dan Tante Mira hanya mengelus kepala Ranti untuk menenangkan nya.


Pintu ruangan terbuka dan ternyata Rangga lah yang masuk dan langsung menghampiri Ranti bahkan langsung memeluk Ranti karena Tante Mira melepaskan pelukannya.


''Kamu kenapa sayang?? kenapa bisa pingsan sih?? ''


ucap Rangga saat melepaskan pelukannya.


''Hanya kecapean ajah kan aku tiga hari kemarin lembur terus di butik Kak. ''


jawab Ranti dan Rangga menghembuskan nafasnya.


''Permisi....ini resep yang harus di tebus dan nona Ranti di perbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah stabil. ''


ucap suster sambil memberikan resep dan Tante Mira langsung mengambil resepnya.

__ADS_1


''Biar Tante yang ambil obatnya kamu bantu Ranti sajah yah Rangga dan Tante bawa mobil jadi kalian duluan pulang ajah. ''


ucap Tante Mira dan Rangga mengiyakannya.


Tante Mira langsung menuju apotek, sedangkan Rangga membantu Ranti untuk merapihkan pakaiannya karena suster selesai melepaskan infusan di tangan Ranti.


''Kita langsung pulang yah ke rumah kamu, mau pakai kursi rida atau jalan kaki ajah?? ''


ucap Rangga dan Ranti terdiam.


''Lebih baik menggunakan kursi roda sajah, gak baik untuk kandungan nya karena saat ini kondisinya sedikit lemah. ''


ucap suster yang tiba tiba memberikan ide dan Rangga langsung tersentak bahkan menatap Ranti.


''Maksudnya suster apa yah, hamil dan siapa yang hamil yah?? ''


ucap Rangga dan Ranti langsung terdiam pasrah menerima semua takdirnya.


''Nona Ranti sedang hamil memasuki minggu ketiga tuan dan kondisi kandungannya sedikit lemah, jadi lebih baik memakai kursi roda untuk sampai di lobi depan. ''


jawab suster dan Rangga langsung mengangguk.


Rangga dengan hati hati membawa Ranti untuk duduk di kursi roda dan Rangga langsung mendorongnya menuju lobi depan, tidak ada obrolan selama menuju lobi utama karena Ranti hanya diam dan Rangga pun sibuk dengan fikirannya.


Ranti saat ini sudah duduk di kursi depan mobil Rangga dan setelah mengembalikan kursi rodanya, Rangga langsung masuk kedalam mobil dan langsung mengemudikan mobilnya menuju kediaman Ranti.


ucap Rangga yang memecahkan keheningan dan Ranti hanya mengangguk.


''Iyaa.....ini anaknya Bima. ''


jawab Ranti dan membuat Rangga menghembuskan nafasnya.


''Kita secepatnya menikah Ranti, sebelum perut kamu membesar dan kasihan anak kamu di dalam perut kalau harus lahir tanpa ayah, Bima juga masih menjalani kasusnya karena sampai saat ini Ayya masih koma dan belum bisa di mintai keterangan. ''


ucap Rangga dan Ranti melototkan matanya.


''Aku gak mau menikah sama kamu Kak dan ini bukan anak kamu juga kenapa kamu yang harus menikahi aku kak?? biarlah aku dengan kehamilanku tanpa suami. ''


ucap Ranti yang menolak ajakan menikah dari Rangga.


''Pliis....jangan egois Ranti, pokoknya kita akan segera menikah sebelum kehamilan kamu di ketahui publik Ranti, malu dengan nama keluarga dan orang orang taunya kamu adalah calon istri saya, ingat Ranti saya sudah bosan mendengarkan semua alasan kamu yang menolak ajakan saya untuk menikah, sekali ini sajah biarkan saya yang bertanggung jawab untuk menikahi kamu dan saya ikhlas menerima semuanya, asalkan kamu ijinkan saya menikahi kamu. ''


ucap Bima dengan nada tegasnya dan membuat Ranti terdiam.


''Baiklah Kak, aku mau menikah dengan kamu tapi aku gak mau terlalu meriah pernikahannya, hanya ingin keluarga sajah yang hadir. ''

__ADS_1


jawab Ranti dan Rangga langsung mengiyakannya.


''Gak masalah untuk saya, minggu depan kita menikah dan saya yang akan mengurus semuanya, tugas kamu hanya fokus dengan kehamilan kamu yah. ''


ucap Rangga sambil mengelus kepala Ranti.


Sungguh saat ini Ranti begitu sedih dan ingin menjerit, Ranti mengira dengan kehamilannya Rangga akan melepaskannya karena jiji dengan keadaan Ranti, namun siapa sangka Rangga malah bahagia dan mendesak Ranti untuk menerima pernikahannya.


''Ya tuhan.....entah apa yang akan terjadi kedepannya denganku, aku tetap menginginkan Bima yang menikahiku tapi semua sangat sulit, karena kak Rangga memiliki kelemahanku. ''


gumam Ranti sambil menangis dan menatap jalanan saat ini menuju rumahnya.


''Janji yah kak, jangan sampai orang orang tau kalau aku sedang hamil saat ini, biarkan taunya aku sedang tidak hamil kak. ''


ucap Ranti dan Rangga mengangguk.


''Iya laah dan aku maunya orang orang tau kalau kamu hamil anak aku. ''


ucap Rangga dan Ranti hanya diam.


Sesampainya di kediaman Ranti, Rangga ikut masuk kedalam rumah karena ingin mengabari Tante Mira yang sudah tiba duluan di rumah.


''Tante bisa bicara sebentar, ada yang mau saya bicarakan sama Tante. ''


ucap Rangga saat sudah duduk di sofa ruangan keluarga.


''Boleh.....Tante mau membantu Ranti ke kamar dulu yah biar Ranti nya istirahat. ''


ucap Tante Mira dan Rangga mengangguk.


Sesampainya di kamar Ranti, Tante Mira membantu Ranti untuk merebahkan tubuhnya.


''Tante jangan kaget yah kalau kak Rangga membicarakan pernikahan aku dengan dia, tadi suster memberitahukan kehamilan aku gara gara kursi roda dan terpaksa aku menceritakan semua ke kak Rangga, aku kira kak Rangga akan jiji dan memutuskan hubungan, tapi ternyata kak Rangga malah semangat buat nikahin aku dan bersedia menjadi ayah dari anak yang aku kandung Tante. ''


ucap Ranti sambil menangis dan memeluk Tante Mira.


''Sabar yah sayang, mungkin ini semua sudah jalan.takdir terbaik Tante yakin kamu kuat dan bisa menjalani semuanya. ''


ucap Tante Mira dan Ranti mengangguk.


''Yasudah Tante mau kedepan lagi menghampiri Rangga dan kamu istirahat jangan banyak memikirkan hal yang gak penting, karena saat ini ada nyawa yang harus kamu jaga. ''


ucap Tante Mira kembali saat melepaskan pelukannya kepada Ranti dan Ranti mengangguk.


........................

__ADS_1


tbc...


__ADS_2