Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
kepergian Bima......


__ADS_3

Ranti saat ini sudah berada di perusahaan Fashion nya dan pekerjaan nya dua kali lipat bahkan tiga kali lipat lebih banyak daripada di butik menurut Ranti.


Semenjak menikah dengan Bima, Ranti lebih sibuk di perusahaan ketimbang di butik, karena saat ini perusahaan yang di tinggalkan Ibunya sedang maju pesat.


Pintu ruangan Ranti di ketuk dan asistennya lah yang masuk setelah Ranti mengiyakannya.


''Permisi Bu....lima belas menit lagi meeting akan di mulai dan semua peserta meeting sedang menunggu Ibu sajah. ''


ucap asistennya Ranti dan Ranti hanya menganggukan kepalanya.


Ranti langsung bersiap dan segera menuju ruang meeting, perusahaan Fashion Ranti saat ini menjadi penyuplai berbagai toko pakaian, butik dan outlet di kota saat ini, bahkan sangat banyak yang meminta disain dari yang Ranti rancang.


Meeting pun di mulai dan seperti biasa semua berjalan lancar, di akhiri dengan penandatanganan dokumen kerjasama oleh Ranti.


''Aku ke kantor Bima ajah gitu, ini kan mau jam makan siang. ''


ucap Ranti saat berjalan menuju ruangannya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


Saat Ranti membuka pintu ruangannya ternyata Bima sedang menunggu sambil memainkan leptop milik Ranti.


''Ternyata ada bos baru yah di kantor ini. ''


ucap Ranti dengan senyumnya dan menghampiri Bima.


''Kamu ini ada ada ajah, kesal sih menunggu kamu lagi meeting dan jadinya mainin leptop kamu. ''


ucap Bima sambil beranjak dan menghampiri Ranti.


''Tumben kamu kesini?? ''


''Mau ngajakin makan siang, besok kan aku udah berangkat jadi.....besok gak akan bisa makan siang lagi sama kamu dan nunggu aku pulang. ''


''Gak bisakan di batalkan acara kamunya, masa baru menikah udah di tinggal ajah, gak seru....''


''Sayang.....pliis yah ijinin aku sama Rasya berangkat, gak lama hanya seminggu dan nanti pulang dari luar kota kuta bulan madu, karena proyek ini aku menunda bulan madu dan akan rampung pas di datangin kesana nanti. ''


''Iya di ijinkan dan aku juga kan sama sibuk. ''


ucap Ranti sambil mengajak Bima untuk makan siang dan Bima mengiyakannya.


Ranti memang harus mengijinkan Bima pergi karena memang proyek kali ini begitu besar dan sudah rampung tinggal meresmikannya.


Rasya pun harus ikut bukan hanya Bima karena disana nanti ada nama Rasya yang harus menandatangi berbagai dokumen.


Setelah makan siang, Ranti dan Bima memilih untuk berdiam di apartemen karena kalau di rumah, Eta akan menguasai Bima dan membuat Ranti cemburu, Bima mengalah dan mengikuti Ranti ke apartemen miliknya.

__ADS_1


''Belum juga pergi udah kangen ajah aku nya. ''


ucap Ranti saat setelah selesai melakukan penyatuan dengan Bima.


''Kamu ini ada ada ajah, ikut kalau gitu yah jangan tinggal di rumah. ''


jawab Bima sambil mencium kening Ranti.


''Kalau ajah ada yang bisa di andalkan, aku akan ikut sama kamu Bimm, sayangnya gak ada yang bisa di percaya. ''


keluh Ranti dan Bima langsung memeluk tubuh Ranti kedalam dekapannya.


Malam menjelang.....


Di kediaman Tante Mira saat ini, Eta sedang bermain dengan Rasya karena Rasya sengaja pulang lebih awal untuk menyiapkan keperluan selama dia di luar kota.


"Rasya.....kakak kamu pada kemana?? kenapa belum pada pulang?? "


ucap Tante Mira saat melihat jam menunjukan pukul tujuh malam dan Ranti juga Bima belum pulang.


"Palingan lagi melepas rindu Tante, tau sendiri kalau Kak Ranti menolak mengijinkan Kak Bima buat ikut sama aku. "


jawab Rasya dan Tante Mira pun mengangguk.


''Wajarlah karena mereka masih pengantin baru kan, kamu nanti akan merasakannya kalau menikah nanti Rasya. ''


Sedangkan di apartemen saat ini Ranti dan Bima masih bergelung di bawah selimbut setelah selesai melakukan penyatuannya kembali entah ke berapa kalinya mereka melakukannya.


''Ayo kita bersih bersih sayang, udah malam takutnya orang rumah nyariin kita loh. ''


ucap Bima dan Ranti mengangguk.


''Badan aku sakit semua Bimm, gendong dan mandikan aku yah. ''


ucap Ranti merengek karena memang saat ini tubuhnya sakit semua akibat perbuatan Bima.


''Salah sendiri mancing mancing dan jadinya aku khilaf deh. ''


ucap Bima sambil tersenyum dan menggendong Ranti menuju kamar mandi.


Hanya dua puluh menit Bima dan Ranti selesai mandi, Bima langsung mengajak Ranti untuk segera pulang dan memutuskan untuk makan malam di rumah.


''Kalian ini habis dari mana?? udah pada makan malam belum?? ''


ucap Tante Mira saat Bima dan Ranti baru tiba di kediaman nya.

__ADS_1


''Ketiduran Tante di apartemen dan gak kerasa udah malam ajah. ''


jawab Ranti sambil menuju meja makan sedangkan Bima langsung menggendong Eta yang meminta di gendong.


''Kalian makan malam dulu sana, biar Eta sama Rasya dulu ajah Bimm. ''


ucap Tante Mira dan Bima mengangguk lalu memberikan Eta pada Rasya.


Ranti langsung menyiapkan makanan di piring untuk Bima, untungnya Bima bukan tipe pemilih makanan dan akan memakan makanan apapun yang di sajikan oleh Ranti di piringnya.


Makan malam pun hanya berdua karena Tante Mira dan Rasya sudah duluan makan, Bima dan Ranti begitu lahap memakan makanannya dan tidak ada obrolan sampai makan malam selesai.


Singkat cerita.....


Pagi hari menjelang......


Ranti sudah bersiap untuk menyiapkan semua pakaian yang akan di Gunakan Bima saat nanti di luar kota, bahkan Ranti menyiapkan beberapa suplemen obat yang biasa di konsumsi Bima.


''Semua sudah selesai packing nya dan koper kamu juga udah di bawa supir untuk di simpan ke bagasi, kalau ada yang mau di bawa lagi bisa menyusul nanti di bawanya. ''


ucap Ranti saat Bima keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar.


''Gak perlu kayanya, semua yang kamu persiapkan aku sudah cocok, makasih istriku sayang. ''


ucap Bima sambil mencium kening Ranti karena saat ini Ranti sedang ada di hadapannya.


''Ada maunya ajah bilang aku cantik. ''


jawab Ranti saat Bima berbicara manis padanya saat ini.


''Kamu ini mematahkan semua kata kata yang sudah aku susun dengan baik. ''


ucap Bima sambil melepaskan pelukannya pada Ranti dan membuat Ranti langsung tertawa.


Setelah selesai dengan persiapannya, Bima langsung gabung untuk sarapan sambil memangku Eta di pangkuannya dan sesekali menyuapi Eta makanan.


''Putri cantik Papa belum makan yah, lahap sekali makannya. ''


ucap Bima saat menyuapi Eta yang selalu membuka mulutnya saat Bima menyodorkan makanannya.


''Bukan belum makan Bimm, emang Eta selalu membuka mulutnya kalau ada yang kasih makanan, makanya badannya sudah gembul sekarang. ''


ucap Tante Mira dan Bima langsung mencium pipi gembul Eta dengan gemas.


Bima selesai dengan sarapannya dan memberikan Eta pada Tante Mira setelah Bima pamit karena Eta harus di amankan saat Bima keluar dari pintu, kalau Eta mengetahuinya pasti akan mengamuk dan ingin ikut dengan Bima.

__ADS_1


Ranti hanya mengantar sampai pintu karena Bima dan Rasya menggunakan perjalanan darat menuju kota tujuan, Ranti terus melambaikan tangannya saat mobil yang di gunakan Bima meninggalkan pekarang rumah.


Ranti hanya bisa pasrah dengan keadaan yang harus memisahkan nya dengan Bima, Ranti malah bertekad untuk terbiasa dengan kepergian Bima untuk menjalankan bisnis nya karena memang tuntutan pekerjaan yang di emban nya saat ini.


__ADS_2