Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Hari Bahagia Ranti dan Bima....... # part 2


__ADS_3

Setelah Ranti memyetujui pernikahan di langsungkan minggu depan, semua keluarga Ranti dan keluarga Bima ikut senang.


Ranti sempat kesal karena hanya dirinya yang tidak mengetahui rencana yang di konsep oleh Bima, bahkan semua sudah rampung tinggal menunggu hari H nya sajah.


Seperti malam ini di kediaman Ranti, orang tua Bima datang bahkan Alea pun ikut datang ke rumah Ranti setelah Bima memberitahukan kalau Ranti setuju dengan pernikahannya.


''Kesannya aku kaya orang bodoh tau Bimm, semua keluarga aku dan kamu tau dengan tanggal pernikahan, bahkan semua sudah rampung dan hanya aku yang gak mengetahuinya, bagaimana kalau aku gak setuju menikah minggu depan coba?? ''


ucap Ranti saat berdua dengan Bima di halaman belakang rumah nya.


''Maafkan aku yah.....kalau kamu gak mau yah kita punya rencana kedua, ketiga dan seterusnya loh, tapi aku sudah punya firasat kalau kamu mau dan pasti mau lah karena aku kan Bima.....''


jawab bangga Bima dan Ranti hanya mendelik sebal ke arahnya.


''Terus gaun pernikahannya emang udah ada?? ''


tanya Ranti dan Bima mengangguk tersenyum.


''Ibu kamu yang menyiapkan langsung dan disainer Prancis langsung yang mendisainnya, disainer idola kamu. ''


jawab Bima dan membuat Ranti langsung tersenyum mendengarnya.


''Seriusan....???? ''


''Serius lah, bahkan sudah ada di lemari kamar Ibu kamu saat ini. ''


''Ahhh.....kamu membuat aku bahagia Bimm. ''


ucap riang Ranti sambil memeluk Bima dan Bima membalas pelukannya begitu erat.


''Semoga kamu dan Eta selalu bahagia nantinya setelah kita di perdatukan dalam ikatan suci pernikahan, kamu wanita yang paling aku sayangi Ranti, aku bersyukur karena dapat memiliki kamu. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil mencium puncak kepala Ranti penuh sayang.


Saat Bima dan Ranti asik berpelukan, seseorang menarik narik celana Bima dari bawah dan begitu terkejutnya saat melihat Eta yang menariknya, Eta sudah bisa berjalan walaupun masih dalam langkah yang pelan.


''Putri cantik Papa sudah bisa berjalan tanpa di pegang tangannya. ''

__ADS_1


ucap bahagia Bima saat melepas pelukannya dari Ranti dan menggendong Eta.


Eta hanya tertawa dan memeluk leher Bima saat Bima mendekapnya dengan penuh kasih sayang, Ranti mengusap punggung Eta yang ada di pelukan Bima saat ini.


Ranti langsung mengajak Bima untuk masuk saat Rasya memberitahukan kalau kedua orang tua Bima pamit untuk pulang karena malam sudah larut.


''Kalian berdua di pisahkan dulu yah sampai nanti hari pernikahan tiba, di pingit dulu biar pas nanti bertemu lagi kalian akan pangling. ''


ucap Mamanya Bima saat pamit pulang dan mengajak Bima juga untuk pulang.


''Iya Mama.....Ranti akan nurut dan palingan Bima tuh yang akan banyak alasan nantinya buat bertemu. ''


jawab Ranti dan Bima melototkan matanya.


''Awas ajah kalau kamu yang hubungi aku duluan, gak akan respon yah aku. ''


gumam Bima dalam hatinya sambil pamit untuk pulang.


Ranti masuk kembali kedalam rumah saat mobil Bima sudah terlihat keluar dari area halaman rumahnya, Ranti langsung menghampiri Ibunya yang sedang duduk sambil bermain dengan Eta.


''Ibu ini kompakan sekali dengan Bima dan makasih karena Ibu mewujudkan impian aku dengan memesan gaun pengantin dari disainer idola aku, makasih banyak Buu.....''


''Sudah hal seharusnya bahkan kewajiban Ibu sebagai orang tua kamu sayang, semoga kamu selalu di limpahi kebahagiaan dengan pernikahan kamu yang sekarang, Ibu hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kamu. ''


jawab Ibunya Ranti dan membuat Ranti bahagia.


...****************...


Satu minggu kemudian.......


Saat ini Ranti sedang di rias oleh make up artis yang sengaja di undang oleh Ibunya, Ranti begitu cantik dengan gaun yang sederhana namun elegan saat di pakai di tubuh Ranti.


perpaduan warna gold dan putih menjadi gaun pertama yang Ranti gunakan, bahkan warna pakaian Bima pun senada dengan gaun Ranti.


Senyum bahagia terus mengembang di wajah Ranti saat Bima berhasil mengucap janji suci pernikahannya, Ranti dan Bima telah SAH menjadi sepasang suami istri secara agama dan secara negara.


Pernikahan Ranti dan Bima di gelar di sebuah ballroom hotel mewah milik keluarga Ranti, Ranti begitu bahagia dengan semua dekorasi karena dia sama sekali tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Bima lah yang mengatur semuanya di bantu Rasya juga Alea yang turut andil dengan konsep pernikahannya.


Saat ini Ranti dan Bima sedang di atas pelaminan menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir.


''Terimakasih Bima.....semua sangat membuat aku bahagia. ''


ucap Ranti dengan tulusnya dan membuat Bima tersenyum.


''Sudah sangat menjadi kewajiban aku sayang dan hari ini aku bosan banget mendengar kamu berucap terimakasih, cukup balas menjadi istri yang selalu mendampingku di kala susah dan senang. ''


Jawab Bima dan Ranti mengangguk.


''Aku akan selalu ada di samping kamu dan mendampingi kamu, asal kamu selalu menamiku Bima karena kamu yang aku inginkan. ''


ucap Ranti dan Bima langsung memeluk tubuh Ranti kedalam dekapannya karena tamu yang datang sudah mulai mengurang.


''Tapi maafkan aku yah, kita gak bisa berbulan madu dulu dan aku hanya bisa menyiapkan kamar khusus di hotel ini, kamu tau kan banyak kerjaan yang harus aku urus tapi aku berjanji setelah semua urusan kerjaan selesai, kita akan berbulan madu ke tempat yang kamu inginkan. ''


ucap Bima dengan nada sedih dan Ranti tersenyum dengan semua ucapan Bima.


''Aku mengerti Bibim sayang, gak usah memaksakan untuk berbulan madu karena bagiku hanya bersama kamu sudah cukup, aku mengerti dengan semua tanggung jawab pekerjaan kamu karena aku mengalaminya, gak usah memaksakan untuk mempercepat pekerjaan Bimm, takutnya semua malah jadi hancur karena pikiran kamu bercabang, cukup kita jalani hari hari kita menjadi sepasang suami istri, satu atap satu kamar tidur dan satu ranjang, itu sudah cukup bahkan sangat cukup. ''


ucap Ranti yang begitu mengerti dengan keadaan Bima saat ini karena memang Ranti mengalaminya sendiri dan Ranti tidak akan pernah egois dengan keinginannya.


''Kamu memang istri paling pengertian sayang. ''


ucap singkat Bima dan langsung mencium kening Ranti penuh sayang.


''Kalian ini sangat romantis sekali, nanti yah sayang sayangnya setelah di dalam kamar, ayo kalian makan dulu karena tamu undangan juga sudah mulai membubarkan diri. ''


ucap Mamanya Bima yang tiba tiba menghampiri sepasang pengantin yang sedang bermesraan di atas pelaminan.


''Iya Mama kami akan makan sekarang. ''


jawab Bima dan mamanya mengangguk.


''Kalian langsung ke kamar sajah karena pesta juga sudah selesai, mama sama yang lain akan pulang langsung yah karena hari pun sudah mulai larut. ''

__ADS_1


ucap Mamanya Bima dan kedua pengantin mengiyakannya.


tbc.......


__ADS_2