Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Rencana .........


__ADS_3

Dua bulan kemudian......


Alea sudah pulih dan kembali beraktivitas, kejiwaan Alea pun sudah kembali pulih dan Alea sudah sadar dengan semua yang di alaminya, Sedangkan Ranti masih menunggu masa tunggu nya yang hanya tersisa satu bulan dan di manfaatkan Ranti untuk berlibur dengan putrinya tanpa Bima yang selalu memberikan berbagai macam aturan aneh yang di buat untuk Ranti.


Saat ini Ranti sedang mengerjakan pekerjaannya di rumah, karena tiba tiba semalam setelah liburan dadakannya, Eta demam dan membuat Ranti menunda pekerjaannya karena kalau Eta demam hanya bisa di asuh oleh Ranti dan akan menolak siapapun termasuk Tante Mira yang mengasuhnya sehari hari.


''Sayang......kenapa Eta gak mau di gendong Tante yah?? biasanya kan Tante yang mengurus Eta. ''


keluh Tante Mira sedikit sendu karena Eta menolak saat akan di gendong.


''Eta lagi demam Tante dan seperti biasa akan nempel ke aku, gak mau ke siapa siapa dulu dan palingan dua hari nempelnya. ''


ucap Ranti dan Tante Mira mengangguk.


''Udah di kasih obat kan Eta nya?? ''


ucap Tante Mira sambil mengelus pipi chubi Eta yang sedang tertidur di pangkuan Ranti.


''Sudah Tante yang semalam Tante kasih, ini lihat tidur pulas di pangkuan aku dan saat aku pindahkan ke ranjang nya tadi malah nangis kejer. ''


''Yasudah kamu sabar yah sayang, kalau Eta mau Tante gendong pasti Tante yang gantiin kamu jaga Eta nya, Tante mau siapkan makan siang nya yah, Bima jadi kan makan siang di rumah?? ''


''Jadi.....malah dia panik pas tau anaknya sakit, nanti mau datang sama mama dan papanya sekalian jengukin Eta, masaknya di banyakin yah Tante. ''


''Oke sip..... Tante ke bawah dulu yah. ''


Tante Mira langsung keluar dari kamar Ranti dan langsung menuju dapur untuk membantu pelayan yang sedang menyiapkan makanan untuk makan siang.


Satu jam kemudian Ranti selesai dengan pekerjaannya dan langsung menggendong Eta, lalu merebahkan Eta di ranjang dengan sangat hati hati agar tidak terbangun.


''Syukurlah......Eta gak nangis dan aman. ''


ucap syukur Ranti saat berhasil merebahkan Eta di ranjang dan Eta tidak menangis seperti tadi.


Ranti langsung turun ke lantai satu untuk menghampiri Tante Mira yang sedang menyiapkan makanannya.


''Wiiih.....kerennya sudah selesai semua, aku kira masih ada yang harus di bantu Tante. ''


ucap Ranti saat menghampiri meja makan dan duduk sambil memakan buah potong yang di sediakan Tante Mira.


''Semua sudah selesai palingan tinggal nunggu nasi doang, kamu hubungi Bima dan tanyakan jadi gak makan siangnya?? ''


jawab Tante Mira dan Ranti langsung mengeluarkan handphone nya lalu menghubungi Bima.


''Satu jam lagi Bima sampai katanya, dia lagi di perjalanan mau jemput mama dan papa nya. ''

__ADS_1


ucap Ranti saat mendapatkan pesan balasan dari Bima.


''Cukup lah waktunya kalau satu jam, Tante mau mandi dulu kalau gitu dan kamu sana mandi masa dekil gini mau bertemu calon mertua sama calon suami. ''


ucap Tante Mira yang melihat pakaian yang Ranti gunakan sangat santai.


''Tante ini, emangnya mau lamaran harus pakai pakaian yang bagus, yaudah deh aku mau mandi sekarang. ''


jawab Ranti dan langsung berjalan menuju kamarnya.


Tante Mira hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponakannya yang sangat cuek dengan penampilan saat di dalam rumah.


Satu jam kemudian Bima datang dengan kedua orang tuanya dan Tante Mira langsung menyambutnya karena Ranti masih belum selesai bersiap.


''Mana Ranti sama Eta nya Tante?? ''


ucap Bima saat duduk di ruang keluarga.


''Ranti lagi bersiap kayanya dan Eta masih tidur deh, dari semalam rewel sekali Bimm. ''


ucap Tante Mira sambil menghidangkan minuman untuk calon besannya.


''Liburan gak ngajakin Bima, makanya gitu deh Eta nya sakit kan. ''


ucap Bima dan membuat Mamanya Bima memukul lengan putranya.


protes mamanya Bima dan membuat Bima tersenyum kecut menjawabnya.


''Udah ahh Bima mau nyusulin ke kamar ajah, mau lihat Eta juga sekalian. ''


ucap Bima sambil berjalan menuju kamar Ranti yang memang sudah Bima ketahui.


Bima tersenyum saat membuka pintu kamar Ranti ternyata Eta sedang duduk memakan makanan yang ada di tangannya.


Eta langsung merentangkan tangannya meminta di gendong oleh Bima dan Bima langsung menggendongnya.


''Anak papa sakit yaah, anget gini kening sama tubuh kamu sayang. ''


ucap Bima saat mendekap Eta di dalam pelukannya dan Eta langsung memeluk leher Bima dengan eratnya.


Ranti membuka pintu kamar mandi dan menggelengkan kepalanya saat melihat Bima sedang menggendong Eta sambil mengayun ngayunkan Eta di dekapannya.


''Tidurin ajah Bimm, nantinya manja banget loh anaknya kalau di gendong terus. ''


ucap Ranti dan Bima membiarkan Ranti berbicara tanpa merespon ucapan Ranti.

__ADS_1


''Ishhh......kebiasaan kamu kalau di bilangin gak pernah menjawab deh. ''


protes Ranti sambil berjalan menuju ruang ganti pakaiannya.


Bima hanya menggelengkan kepalanya dengan ucapan protes Ranti yang tidak di responnya.


Bima terus menggendong Eta sambil mengusap pungg


''Mau punya dede bayi yah kamu sayang, jadinya sakit deeh. ''


ucap Bima sambil mengelus kepala Eta.


''Ishh.....ngaco kamu, adik dari mana datangnya, apa kamu menghamili wanita lain?? ''


ucap Ranti yang kesal mendengar ucapan Bima.


''Dari kamu lah masa wanita lain, aku selau main sama kamu dan gak dengan yang lain Sayang....''


ucap Bima yang kesal dengan tuduhan Ranti padanya.


''Kalau aku gak akan mungkin laah, aku kan pakai kontrasepsi dan belum di lepas juga. ''


ucap Ranti dan membuat Bima langsung kesal karena menurutnya Ranti menggagalkan rencananya untuk menjerat Ranti menjadi miliknya.


''Kenapa gak kamu lepas ajah sih, ada aku yang akan bertanggung jawab kalau kamu hamil. ''


ucap kesal Bima dan membuat Ranti mengerutkan keningnya.


''Kamu ini kebanyakan mimpi yah, Eta masih kecil dan aku belum mau hamil sebelum kita resmi menikah Bima dan jangan memaksa aku. ''


tolak Ranti dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.


''Bulan depan kita rencanakan menikah karena akhir bulan ini sertifikat janda kamu bisa di ambil dan masa tunggu kamu udah selesai, jangan pernah menggunakan kontrasepsi lagi dan kamu harus membuangnya. ''


ucap Bima dengan nada tegasnya yang merencanakan masa depan dengan Ranti setelah semua urusan Ranti selesai.


''Terserah kamu ajah Bimm dan aku hanya ikutan ajah tanpa mau protes, aku mau melepaskan kontrasepsinya setelah resmi menikah dengan kamu yah Bimm. ''


ucap Ranti dan Bima hanya menganggukan kepalanya.


''Terserah pokonya aku mau kamu lepas kontrasepsinya setelah kita resmi menikah. ''


Tegas Bima dan Ranti mengiyakannya.


.......................

__ADS_1


tbc.


__ADS_2