Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Tanpa judul.....


__ADS_3

Satu minggu sudah Ranti dan Bima berlibur di negara Prancis dan saat ini, Bima juga Ranti sudah sampai di tanah air dengan selamat.


Bima langsung pulang ke apartemen nya setelah memastikan Eta dan Ranti sudah di rumah, karena Bima harus mengerjakan pekerjaannya yang terbengkalai karena di tinggal pergi selama satu minggu.


Di tahanan Rangga saat ini......


Semenjak terbukti melakukan rencana kejahatannya, orang tua Rangga selalu menghindar dan tidak pernah mau membesuk Rangga di penjara.


Namun hari ini orang tua Rangga datang bersama orang tua Ayya, Rangga saat ini terlihat sangat berantakan.


Tubuhnya semakin kurus dan wajahnya terlihat kusam, tidak ada kata tampan di wajah nya padahal baru beberapa bulan mendekam di penjara.


Rangga di jatuhi lima tahun penjara dan Ayya tiga tahun penjara, sedangkan sekertarisnya Rangga hanya dua tahun penjara.


''Makasih karena mama dan papa mau menjenguk Rangga ke penjara. ''


ucap sendu Rangga saat mencium tangan kedua orang tuanya.


''Kami tetap orang tua kamu Rangga, kami hanya kecewa dengan obsesi kamu yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan keinginan kamu dan sekarang buah dari kejahatan kamu. ''


ucap Papanya Rangga dan membuat Rangga terdiam.


''Mama gak pernah mendidik kamu menjadi kriminal, Mama ingin kamu menjadi anak yang baik dan mama sedih Rangga, Mama kecewa karena salah mendidik kamu. ''


ucap Mamanya Rangga dan membuat Rangga menggelengkan kepalanya.


''Mama sama Papa gak salah, kalian mendidik Rangga sangat baik dan semua masalah yang terjadi itu murni karena obsesi Rangga, jangan pernah menyalahkan didikan kalian untuk Rangga. ''


jawab Rangga sambil menggenggam tangan mamanya.


''Kamu jaga diri Rangga dan kami menantikan kamu lima tahun lagi, semoga kamu bisa kuat menjalani masa tahanan kamu yah, Mama sama Papa menanti kamu pulang dan kami pamit karena jam besuk sudah selesai. ''


ucap mamanya Rangga karena petugas memberitahukan jam besuk sudah selesai.


Rangga langsung memeluk mama dan papanya sebelum di giring kembali kedalam sel tahanan, mama dan papanya Rangga langsung meninggalkan rumah tahanan untuk kembali ke kotanya.


Sedangkan di sebuah apartemen saat ini, Bima sedang termenung untuk membicarakan masalahnya pada Ranti, karena bagi Bima semua harus di bicarakan.


''Aku sudah dapat lampu hijau dari Ibunya Ranti, sekarang hanya menunggu ucapan Iya dari Ranti dan gimana membicarakannya. ''


ucap Bima sambil terdiam dan merangkai kata untuk di bicarakan pada Ranti.


Bima sudah membicarakan rencana pernikahannya dengan ibunya Ranti dan ibunya setuju bahkan sangat mendukung rencananya.


Ke esokan harinya.......


Ranti sudah siap dengan pakaian kerjanya untuk menuju butik, satu minggu Ranti tinggalkan dan hari ini pasti sangat menumpuk pekerjaannya.

__ADS_1


''Tante......aku berangkat yah, kerjaan aku udah numpuk minta di kerjakan. ''


ucap Ranti yang baru selesai dengan makan nya.


''Tunggu makanannya turun dulu dan jangan langsung pergi gitu ajah, lagian ini masih jam tujuh loh dan Rasya sajah masih mandi bersiap siap. ''


ucap Tante Mira dan membuat Ranti tersenyum.


''Tante aneh aneh ajah, kerjaan aku sama Rasya itu beda loh, aku berangkat yah dan titip Eta. ''


ucap Ranti yang langsung pergi setelah mencium tangan Tante Mira.


''Nanti kalau Eta udah besar jangan ikutin kelakuan Bunda kamu yah sayang. ''


ucap Tante Mira sambil menyuapi Eta makan.


Ranti di perjalanan hanya dua puluh menit dan sampai di butiknya yang masih tutup dan hanya karyawan nya yang lalu lalang.


Ranti langsung menghampiri asistennya untuk menanyakan semua laporan Butik selama dia tidak datang.


''Semua sangat memuaskan Nanda dan kamu patut di acungi jempol. ''


ucap Ranti saat setelah memeriksa laporannya dan hasilnya sudah benar.


''Mba Ranti bisa ajah deh, Nanda kan mengerjakan semua sesuai dengan tugas juga. ''


''Oh iya.....mulai minggu depan saya akan fokus ke perusahaan fashion, kamu yang ambil alih dulu butik dan semuanya yah, saya percaya sama kamu Nanda dan jangan mengecewakan saya. ''


ucap Ranti dan Asistennya hanya bisa menganggukan kepalanya.


''Baik Mba......saya akan melakukan semua pekerjaan dengan baik dan mudah mudahan tanpa kesalahan juga. ''


jawab Asistennya Ranti dan langsung pamit keluar dari ruangan kerja Ranti.


Siang hari di apartemen Bima saat ini....


Bima hari ini sengaja tidak masuk ke kantornya, karena memang semalaman tidak dapat memejamkan matanya.


Bima sudah rapih dengan pakaian santai nya dan akan menghampiri Ranti ke butiknya setelah makan siang, namun saat Bima sedang berjalan menuju mobilnya Rasya memanggilnya dan membuat Bima mengerutkan keningnya.


''Kak Bima sedang apa disini?? ''


ucap Rasya dan membuat Bima mengerutkan keningnya.


''Kakak emang punya unit di apartemen ini, kamu sendiri lagi apa disini?? ''


jawab Bima dan membuat Rasya tersentak.

__ADS_1


''Ya ampun kak, jadi maksudnya kakak membeli unit di apartemen ini?? ''


''Iya.....emangnya kenapa?? ''


''Kenapa gak bilang ke Rasya, kenapa harus membelinya kak?? ''


''Maksud kamu apa Rasya?? kakak ga ngerti loh?? ''


''Apartemen ini kan milik keluarga kak dan buat apa kakak membelinya, Rasya akan kasih kalau emang kakak mau tinggal di apartemen. ''


''Jadi Apartemen ini milik kamu?? ''


''Betul kak, yasudah gak penting deh dengan semuanya dan sekarang kakak mau kemana?? ''


''Kita ke butik kakak kamu dan bicarakan disana ajah Rasya. ''


Rasya langsung ikut dengan Bima kedalam mobilnya Bima dan menuju butik Ranti, sepanjang perjalanan Bima hanya diam dan Rasya pun ikut terdiam.


Setelah sampai di butik Ranti, Bima langsung berjalan masuk kedalam butik di ikuti Rasya di belakangnya, Ranti mengerutkan keningnya saat Bima datang bersama Rasya.


''Kalian datang barengan kesini?? ''


ucap Ranti sambil beranjak dan menghampiri Bima yang duduk di sofa di dalam ruangannya.


''Kamu kenapa gak bilang kalau apartemen yang aku tempati itu milik keluarga kamu sayang, bikin malu ajah tau. ''


ucap Bima dan membuat Ranti mengerutkan keningnya lalu menatap ke arah Rasya.


''Maaf Bibim, bukan nya aku gak mau bilang tapi aku tuh gak tega ajah merusak kebahagiaan kamu yang membeli apartemen untuk kita huni nanti setelah menikah, lagian itu bukan punya aku tapi punya mendiang Ayah, aku bangga sama kamu Bimm karena harga satu unit Apartemen itu kan lumayan dan kamu bisa membelinya, udah jangan sedih gitu. ''


ucap Ranti dan membuat Bima mendelik sebal ke arah Ranti.


''Nanti Rasya urus pengembalian uang pembelian apartemen nya dan itu gak usah di beli kak karena itu juga bagian dari kakak, kakak kan bagian dari keluarga kita dan Rasya harap kakak malah ikut membantu Rasya mengelola nya. ''


ucap Rasya dan membuat Bima mengembuskan nafasnya.


''Bukan ranah kakak loh, kakak gak berminat juga. ''


jawab Bima dan Rasya hanya diam.


''Nanti di pelajari dulu Bibim, kasian Rasya mengurus perusahaannya sendiri. ''


ucap Ranti dan Bima langsung mengangguk.


Ranti langsung tersenyum dan berterimakasih pada Bima karena mau membantu Rasya mengurus perusahaannya.


tbc......

__ADS_1


__ADS_2