
Tante Mira langsung menghampiri Rangga yang sedang menunggunya di ruang keluarga.
''Ada apa Rangga?? ''
ucap Tante Mira yang langsung pada intinya tanpa basa basi.
''Rangga akan menikahi Ranti minggu depan Tante, biar urusan pernikahan Rangga yang atur dan Tante tinggal hubungi Ibunya Ranti juga keluarga terdekat sajah. ''
jawab Rangga dan membuat Tante Mira tersentak.
''Kenapa tiba tiba mau menikahi Ranti?? ada apa?? ''
ucap Tante Mira yang pura pura tidak mengetahui alasannya Rangga.
''Ranti hamil Tante dan aku sudah mengetahui semuanya, daripada nantinya akan memalukan keluarga dengan kehamilan Ranti tanpa suami, lebih baik aku yang menikahi dan bertanggung jawab atas kehamilan Ranti, belum tentu Bima mau mengakui dan bebas dengan mudah karena kasusnya. ''
ucap Rangga dan Tante Mira mengangguk pasrah karena Ranti pun sudah menyetujuinya.
''Tante hanya akan memberitahu ke Ibunya Ranti, karena keluarga Ranti gak ada yang dekat semua jauh. ''
ucap Tante Mira dengan nada yang sedih.
''Yasudah bagaimana baiknya sajah, aku pamit Tante untuk mempersiapkan semuanya. ''
ucap Rangga dan Tante Mira mengangguk.
''Kenapa jadi sulit gini kamu sayang, pasti sangat sakit kan kamu dan Tante takin kamu kuat seperti ayahmu dulu yang di tentang pernikahannya. ''
gumam tante Mira setelah kepergian Rangga.
Rangga langsung menuju rumah sakit untuk mengabari om juga tantenya, baru mengabari orang tuanya.
Rangga begitu bahagia dengan pernikahannya dan akan memiliki Ranti seutuhnya.
Sesampainya di rumah sakit Rangga langsung menuju ruangan Ayya dan ternyata ada orang tuanya sudah tiba di rumah sakit.
''Mama dan Papa kenapa gak ngabarin Rangga kalau sudah tiba disini?? ''
ucap Rangga sambil mencium tangan orang tuanya.
''Periksa handphone kamu, mama terus hubungi dan om kamu juga tante kamu hubungi kamu tapi gak ada satu pun yang kamu respon. ''
__ADS_1
ucap mamanya Rangga dan Rangga langsung memeriksa handphone nya.
''Maaf Mama, tadi Rangga dari rumahnya Ranti dan handphone nya silent. ''
ucap Rangga dan semua menggelengkan kepalanya.
''Kamu ini ada perlu apa ke rumah Ranti?? ''
ucap mamanya Ayya.
''Rangga mau menentukan tanggal pernikahan dengan Ranti dan Ranti sudah menyetujuinya sekarang, pernikahan kami minggu depan jadinya. ''
ucap Rangga dan semua tersentak kaget.
''Buru buru sekali, kamu gak menunggu kondisi Ayya stabil dulu?? atau kamu mengancam Ranti yah?? ''
ucap papa nya Rangga dan Rangga menggelengkan kepalanya.
''Sudah jangan memikirkan kondisi Ayya, karena Ayya belum bisa di prediksikan dan bagus sekali karena Ranti akhirnya setuju menikah dengan kamu. ''
ucap mamanya Ayya dan kedua orang tua rangga pun setuju.
''Kamu atur semuanya, tapi mama minta jangan mewah dulu yah, hormati duka tante kamu dan Ayya. ''
Rangga langsung mempersiapkan semuanya dan Ranti hanya diam menunggu saatnya tiba hari pernikahan.
Satu minggu kemudian....
Hari ini adalah hari pernikahan Ranti dan Rangga, tidak ada pesta raya ataupun undangan, keluarga Rangga menghormati duka Ayya yang masih belum sadarkan diri sedangkan Ranti memang enggan untuk pesta raya karena baginya tidak penting.
Ranti sudah di rias dan memakai kebaya yang begitu pas dan sangat cantik di kenakannya, Ranti ingin menangis teriak dengan kenyataannya yang menimpa saat ini di hidupnya.
''Maafkan aku Bibim karena menerima pernikahan dengan Rangga, sampai kapan pun kamu tetap menjadi laki laki yang spesial di hatiku. ''
gumam Ranti dalam hatinya dan tak lama Ibu juga Tantenya masuk ke ruangan rias Ranti lalu mengajak menuju area dimana Rangga sudah menunggunya.
Beberapa menit kemudian setelah Ranti datang menghampiri Rangga, Rangga dan Ranti telah SAH menjadi pasangan suami istri baik secara agama atau pun negara.
Setelah menandatangani berkas berkas pernikahan Ranti dan Rangga langsung bertukar cincin dan acara selanjutnya adalah meminta restu kepada kedua orang tua rangga dan ibu juga tantenya Ranti.
''Kamu jangan sedih yah sayang, nanti tante yang akan datang membesuk Bima di penjara dan akan menjelaskan semuanya. ''
__ADS_1
ucap Tante Mira saat Ranti menangis di pelukannya.
''Makasih tante dan jangan bicarakan kehamilan Ranti ke Bima, sampaikan maaf untuk Bima karena Ranti gak bisa memenuhi janji untuk menunggunya. ''
ucap Ranti dan Tante nya mengangguk.
Ranti memutuskan untuk tinggal di Paris dengan Rangga untuk menemani ibunya Ranti yang akan memindahkan perusahaan fashion nya ke tanah air, sedangkan di tanah air akan ada Rasya dan Tante Mira yang akan mengurus perusahaan selama Ranti berada di prancis.
Setelah semua keluarga Rangga meninggalkan kediaman Ranti, Rangga dan Ranti langsung menuju kamar untuk mempacking pakaian Ranti karena besok Ranti akan segera berangkat dengan Rangga dan Ibunya Ranti.
''Kamu yakin untuk menetap sementara di Prancis?? kenapa gak di tanah air sajah. ''
ucap Rangga saat menghampiri Ranti yang sedang mempacking pakaiannya.
''Aku gak mau Kak kalau semua mengetahui kehamilanku, nanti setelah lahiran baru aku akan kembali ke tanah air dan aku gak mau Kak Rangga memaksa. ''
jawab Ranti dan Rangga langsung menyetujuinya.
Rangga pamit ke kantornya dan Ranti mengiyakannya karena memang Ranti saat ini ingin istirahat tanpa gangguan Rangga yang selalu menempel padanya setelah SAH menjadi suaminya.
''Ya tuhan apakah dosa kalau aku menolak melayani Kak Rangga kalau dia minta nanti, sedangkan hatiku enggan memberikannya. ''
ucap Ranti sambil merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak lama Ranti tertidur pulas.
Ragga langsung menguru surat surat kuasa untuk menyerahkan pekerjaannya kepada asistennya selama Rangga menemani Ranti di Prancis dan sesekali Rangga akan datang kalau memang sangat di perlukan karena dari jauh pun Rangga masih bisa mengerjakan pekerjaannya.
Rangga tiba di kediaman Ranti pukul sembilan malam dan Ranti masih tertidur dengan menggunakan gaun pengantinnya.
Ranti membuka matanya saat Rangga mencium bibirnya dan membuat Ranti tersentak kaget lalu duduk setelah melepaskan ciumannya.
''Kamu kenapa masih menggunakan gaun pengantin?? ayo bersihkan tubuh kamu dulu yah, Kakak akan meminta bibi menyiapkan makan malam dulu. ''
ucap Rangga dan Ranti mengangguk lalu menuju kamar mandi setelah Rangga keluar dari kamarnya.
Hanya sepuluh menit Ranti selesai menyegarkan tubuhnya karena takut Rangga kembali ke kamar dan Ranti masih belum selesai memakai pakaiannya.
Rangga masuk kembali kedalam kamarnya dengan pelayan yang membawakan makan malam untuk Ranti dan untuknya.
Rangga langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan Ranti langsung menyiapkan pakaian ganti untuk Rangga dan setelahnya langsung menata makanan di meja.
Sepuluh menit kemudian Rangga selesai mandi dan memakai pakaian yang di siapkan untuk nya oleh Ranti, Rangga langsung duduk di sofa di dalam kamar Ranti lalu memakan makanannya.
__ADS_1
...................
tbc..