Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Terpaksa........


__ADS_3

Rangga langsung membawa Ranti duduk di sofa untuk menjelaskan siapa korban dan ada hubungan apa dengannya karena Ranti terus mendesak bertanya.


''Ayo duduk dan minum dulu yahh.....''


ucap Rangga sambil memberikan air minum untuk Ranti.


Tante Mira terus menenangkan Ranti yang menangis dan Rangga langsung duduk di samping Ranti yang selesai meminum minumannya.


''Dia itu sekertaris aku di kantor dan aku baru tahu kalau ternyata adik kamu yang mencoba membunuhnya. ''


ucap Rangga dan Ranti terdiam.


''Emangnya keluarga korban gak ada Kak?? biar aku yang bicara baik baik agar semua bisa selesai dengan kekeluargaan, karena aku yakin Rasya gak mungkin melakukan hal sekeji itu. ''


ucap Ranti sambil menghapus air matanya yang terus terjun.


''Dia namanya Helen dan dia gak memiliki siapa siapa, dia juga dekat dengan Ayya dan Ayya sedang dalam perjalanan kemari. ''


ucap Rangga dan Ranti hanya diam.


''Apa gak bisa di selesaikan secara kekeluargaan Kak?? aku bersedia melakukan apapun untuk membebaskan Rasya dari jeratan hukum, mumpung kasusnya belum ke pengadilan Kak dan masih bisa di tarik, aku mohon Kak sama kamu. ''


ucap Ranti yang tiba tiba duduk bersimpuh dan membuat Rangga langsung membawa Ranti untuk duduk.


''Kamu jangan menyembah seperti itu Ranti, kakak bukan tuhan dan itu sangat gak pantas, besok kita bicarakan di kantor sajah jangan di rumah sakit yah. ''


ucap lembut Rangga sambil membawa Ranti duduk di sofa.


Tak berselang lama pintu ruangan terbuka dan Ayya lah yang masuk, Ranti tidak kaget karena sebelumnya sudah di kasih tau, namun Ayya langsung tersentak saat melihat Ranti yang ada di ruangan rawat.


''Gimana keadaan Mba Helen Kak?? ''


ucap Ayya saat masuk kedalam ruangan.


''Kamu lihat ajah sendiri Ayya, Helen sudah stabil keadaannya. ''


Jawab Rangga dan Ayya mengangguk.


''Rantii, lebih baik kita pulang yah dan nanti kan bisa di bicarakan di kantor nya Rangga, ayo sayang kita pulang yah. ''


ucap Tante Mira dan Ranti pun mengiyakannya.


''Benar yang di bilang Tante kamu Rann...besok pagi aku tunggu di kantor yaah. ''


ucap Rangga dan Ranti mengangguk.


Ranti akhirnya pulang dengan Tante Mira, sedangkan Rangga dan Ayya masih di rumah sakit menunggu helen sadar.


Setelah kepergian Ranti, Rangga langsung menyiapkan strategi dengan Ayya untuk besok di minta pada Ranti.


''Kak.....emangnya Ranti bakalan mau berpisah dengan Bima?? hanya demi adiknya. ''

__ADS_1


ucap Ayya dan Rangga mengangguk.


''Kamu kenal Ranti kan lama, kenapa masih belum bisa membedakan antara yakin dan tidak. ''


ucap Rangga yang tidak mengerti dengan jalan fikiran sepupunya.


''Aku kan sama Ranti sahabatan juga gak terlalu dekat, hanya satu tahun bersama karena Ranti loncat kelas terus. ''


ucap Ayya dan Rangga hanya mengangguk.


''Pokonya besok itu urusan Kakak yah dan tugas kamu hanya temani Helen dan hubungi Bima terus. ''


ucap Rangga sambil merencanakan untuk besok.


''Aku juga dari tadi hubungi Bima terus Kak, tapi yaa....begitu, gak ada jawabannya. ''


jawab Ayya dan membuat Rangga menghembuskan nafasnya dengan karakter Bima yang gak bisa di taklukan.


Di Kediaman Tante Mira.....


Ranti dan Tante Mira sampai di kediaman Tante Mira, Bima langsung menghampiri Ranti dan menggendong Ranti karena saat turun dari mobil, Ranti kehilangan keseimbangannya.


''Sayang....kamu kenapa?? ''


ucap Bima yang panik karena Ranti menangis di pelukan Bima.


''Sebentar yah Bimm .....Tante ambil minum untuk Ranti dulu. ''


ucap Tante Mira dan Bima mengiyakannya.


ucap Bimaa di sela usapannya nya ke Ranti yang ada di dalam pelukannya.


''Rasya ...... Rasya di penjara Bimm, dia terbukti mencoba melakukan pembunuhan, korbannya masih belum siuman karena luka tembak, hikss....hikss...''


ucap Ranti sambil menangis dan membuat Bima terdiam.


''Memangnya udah terbukti dan ada saksinya kalau Rasya yang melakukannya?? ''


ucap Bima dan Ranti menganggukan kepalanya.


''Aku besok mau ke kantor Kak Rangga mau membicarakan semuanya, korbannya itu sekertaris Kak Rangga dan udah di anggap saudara juga, mudah mudahan bisa di selesaikan secara kekeluargaan sebelum kasusnya ke pengadilan. ''


ucap Ranti dan Bima mengangguk sambil mengelus lengan Ranti.


''Sabar yah sayang, aku yakin Rasya pasti gak salah dan semua hanya kesalah pahaman ajah. ''


ucap Bima menenangkan Ranti yang kembali menangis.


''Ayo minum dulu, dari tadi kamu nangis ajah Rann...sabar dan tenang, Tante udah hubungi Ibu kamu dan dia akan pulang, palingan besok baru sampai di tanah air. ''


ucap Tante Mira sambil memberikan air minum untuk Ranti.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Bima pamit karena sudah larut dan gak mungkin Bima menginap, sedangkan Ranti sudah tertidur dan Bima yang membuat Ranti tertidur.


Pagi Hari menjelang......


Ranti dan Tante Mira sudah siap menuju perusahaan Rangga, untuk membicarakan masalah Rasya dan Ranti terus berdoa agar semua bisa berjalan lancar dan Rasya segera bebas.


Hanya sepuluh menit perjalanan, Ranti dan Tantenya sudah sampai di perusahaan Rangga dan langsung di sambut oleh asisten Rangga untuk menuju ruangan Rangga.


''Ayo duduk Ranti...Tante.....silahkan. ''


ucap Rangga saat Ranti memasuki ruang kerjanya.


''Langsung ajah Kak, bagaimana jadinya dan apa syaratnya agar kasus Rasya gak ke pengadilan?? ''


ucap Ranti yang langsung ke intinya dan membuat Rangga salut kepada kasih sayang Ranti untuk adiknya.


''Gini Rann.....Kakak hanya minta kamu menikah dengan Kakak dan lepaskan tunangan kamu, maaf karena Kakak meminta hal yang sulit untuk kamu pilih. ''


ucap Rangga dan membuat Ranti terdiam mematung bagai di sambar petir siang bolong.


Ranti langsung terdiam dan tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. ''Ya Tuhaan.....apa ini semuanya?? kenapa harus ada pilihan sesulit ini yang harus aku alami. '' gumam Ranti sambil memejamkan matanya.


''Kenapa harus menikah sama kamu Kak?? gak ada pilihan lain kah?? ''


ucap Ranti yang mencoba meminta sedikit protes kepada Rangga.


''Ayya dan Helen seperti adik saya Rann, Ayya mencintai tunangan kamu dan Helen bersedia mencabut tuntutan hukumnya ke adik kamu, asal Ayya bisa bahagia dan kamu lepas dari tunangan kamu. ''


ucap Rangga kembali dan Ranti langsung terdiam.


''Bibim maafkan aku semua terpaksa demi adik kesayanganku, aku lebih sayang Rasya dan semoga kamu bahagia tanpa aku. ''


gumam Ranti dalam hatinya sambil memejamkan matanya dan tak terasa air matanya terus mengalir.


''Baik Kak, aku akan lepaskan Bima tapi beri aku waktu untuk melepaskan Bima dan aku janji akan menerima pernikahan dengan Kakak. ''


ucap Ranti dan Rangga mengangguk lalu mengeluarkan sebuah perjanjian.


''Ayo tanda tangani berkas perjanjiannya Rann....dan pengacara Kakak akan langsung ke kantor polisi untuk mencabut gugatan nya. ''


ucap Rangga dan Ranti langsung menandatangani suratnya.


''Makasih Kak dan aku tunggu kebebasan Rasya. ''


ucap Ranti dan Rangga langsung menghubungi pengacaranya.


''Kamu Kakak kasih waktu dua minggu untuk melepaskan Bima dan kembali ke sisi Kakak, kamu hari ini bisa menjemput Rasya pulang karena pengacara sedang memprosesnya di kantor polisi. ''


ucap Rangga dan Ranti mengangguk lalu segera meninggalkan ruangan Rangga.


Tante Mira begitu prihatin dengan semua yang menimpa kedua keponakannya, Ranti berkorban demi kebahagiaan adiknya dan melepaskan Bima cintanya, entah apa reaksi Bima jika tahu semuanya.

__ADS_1


..........


tbc....


__ADS_2