
Setelah melakukan penerbangan belasan jam akhirnya pesawat yang di tumpangi Ranti mendarat sempurna di bandara pusat kota Prancis.
Supir Ibunya Ranti sudah menjemput dan langsung menuju kediaman Ibunya Ranti, Eta yang kelelahan masih tertidur pulas di pangkuan Ranti karena selama di pesawat Eta terus menempel pada Bima.
''Ibu ada kerjaan jadi masih di kantor Kak, barusan ngabarin ke aku. ''
ucap Rasya saat membuka pesan dari ibunya dan Ranti hanya mengangguk.
''Akhirnya sampai juga di rumah, aku pengen cepat cepat berendam deh. ''
ucap Ranti saat sampai di dalam rumah dan duduk di sofa setelah merebahkan Eta di sofa sampingnya.
''Bawa ke kamar Eta nya jangan di sofa gitu Ranti, kasihan punggungnya nanti sakit. ''
ucap Tante MIra yang melihat cucunya di sofa.
''Empuk Tante sofa nya juga, kalau keras gak akan aku tidurkan Eta disini. ''
ucap Ranti dan Tante Mira langsung membawa Eta menuju kamarnya.
''Ishhh......dasar Tante Mira sangat sangat over perhatiannya. ''
ucap Ranti kembali saat Tante nya membawa Eta menuju kamarnya.
Bima menghampiri Ranti dan langsung duduk di sampingnya, Rasya asik dengan handphone nya dan Ranti sibuk memejamkan matanya.
''Tidurnya di kamar sana jangan di sofa, nanti sakit loh kepalanya. ''
ucap Bima sambil mengelus pipi Ranti yang sedang memejamkan matanya.
''Sebentar lagi yah, aku masih nyaman gini dulu posisisnya. ''
jawab Ranti dan Bima hanya mengiyakannya dan langsung beranjak untuk membuat minuman tanpa mengajak Ranti namun mengajak Rasya.
''Nanti malam Rasya ajak kakak nongkrong di sebuah Cafe tapi ada di outdoor, nyaman banget tempatnya loh. ''
ucap Rasya seteleh menunjukan mesin pembuat Coffe.
''Besok aara ulang tahun Eta loh, kakak mau istirahat sajah biar fresh besok. ''
tolak Bima dan membuat Rasya menepuk jidatnya karena lupa dengan ulang tahun keponakannya.
''Ya ampun kak, Rasya sampai lupa kalau besok Eta kan ulang tahun. ''
ucap Rasya sambil tersenyum dan Bima menggelengkan kepalanya.
''Kamu itu pelupa sekali, padahal masih muda loh umur kamu Rasya. ''
__ADS_1
''Namanya lupa gak bisa di tentukan dengan umur lah kak. ''
''Mau pake susu gak coffe nya?? ''
''Gak ahh, rasya mau gula sama kopi ajah. ''
''Oke deh......''
Bima dan Rasya asik dengan Coffe nya dan Ranti malah tertidur pulas di atas sofa, Tante MIra sampai menggelengkan kepalanya dengan tingkah Ranti saat ini.
Keesokan harinya......
Pesta ulang tahun pertama Eta di rayakan di sebuah gedung dan mengundang beberapa kolega ibunya Ranti yang ada di Pranis, Bima sampai gak habis fikir pesta ulang tahun putrinya begitu megah.
Pesta begitu ramai dan membuat Eta terus tersenyum sambil memeluk leher Bima karena Eta terus menempel pada Bima.
Setelah acara intinya selesai, Ranti membawakan makanan untuk BIma dan memberikan Eta pada Ibunya, untungnya Eta setuju dan mengerti kalau papanya belum makan.
''Mirip banget sama kamu loh Eta. ''
ucap Bima dan membuat Ranti mendelik sebal.
''Mirip lah kan aku Bundanya. ''
jawab Ranti dan membuat Bima tersenyum.
ucap BIma sambil mengelus kepala Ranti yang sedang cemberut.
''Udah jangan ledekin aku terus Bibim, ayo kita makan yah karena perutku lapar sekali. ''
ucap Ranti sambil menyuapi Bima dengan makanan yang di bawakannya.
Bima dan Ranti akhirnya memakan makanan satupiring berdua saling suap, Eta begitu pengertian kepada Bima dan Ranti karena tidak rewel saat berada di gendongan Ibunya Ranti.
''Pesta ini lebih mirip pesta pernikahan loh. ''
ucap BIma yang heran dengan pesta ulang tahun Eta saat ini.
''Ini tuh kurang megah loh, bahkan ada yang di rayakan di hotel berbintang Bimm, emang disini seperti ini kalau konsep pesta ulang tahun, apalagi ini pesta ulang tahun pertama, anak pertama dan cucu pertama di keluarga, jadi yaa.... wajarlah. ''
jawab Ranti dan BIma hanya tersenyum.
''Nanti kalau kita menikah dan punya anak lagi, jangan seperti ini ulang tahunnya, bisa bisa bangkrut keuanganku sayang. ''
ucap Bima dan Ranti menyetujuinya.
''Kapan kita menikah emangnya?? ''
__ADS_1
ucap Ranti tiba tiba dan membuat Bima mengerutkan keningnya.
''Pulang dari sini setibanya di tanah air, kita lngsung menikah dan gak usah lah nunggu masa kamu, oh iya .....satu lagi, kita ke dokter kandungan untuk melepaskan alat kontrasepsi kamu. ''
ucap Bima dengan nada tegasnya dan Ranti mengangguk.
''Gak usah di lepas Bimm, aku kan minum Pil bukan memasang alat. ''
''Oke dan itu lebih baik jadinya. ''
''Terserah kamu ajah Bimm, aku dan Eta akan mengikuti mau kamu. ''
Beberapa saat kemudian......
Pesta pun selesai dan Ranti memutuskan untuk segera kembali ke rumah mengajak Bima dan Eta karena wajah Eta sudah terlihat sangat lelah.
''Langsung ke kamar ajah Bimm, biar aku bersihkan Eta nya juga. ''
ucap Ranti saat Bima akan merebahkan eta di box bayi dekat sofa ruang keluarga.
''Yasudah kalau gitu. ''
jawab Bima yang langsung menuju kamar Ranti.
''Kamu istirahat sana sayang temenin Bima sama Eta, lumayan kan makan malam masih lama. ''
ucap Ibunya Ranti dan Ranti menganggukan kepalanya lalu menyusul Bima ke kamar.
Ranti langsung masuk kedalam kamar dan melihat Eta tertidur tanpa Bima, ternyata Bima sudah kembali ke kamarnya karena di kamar mandi pun kosong.
''Apa Bima canggung yah kalau disini, biasanya suka gercep minta jatah kalau di rumah Tante Mira. ''
ucap Ranti sambil duduk di sisi ranjang kamarnya.
''Maaf Bima karena aku menutup keinginan kamu yang ingin membuat aku hamil kembali, aku takut kejadian masa lalu terulang krmbali, saat hamil kita di pisahkan lagi oleh keadaan yang di sengaja, aku gak akan sanggup kalau harus menanti kamu kembali untuk kedua kalinya di saat hamil kembali, batas penantian aku sudah habis kalau menunggu terus. ''
gumam Ranti dalam hatinya yang masih terngiang ngiang permintaan Bima kepadanya untuk segera hamil kembali.
Ranti langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket sebelum Eta terbangun kembali.
Bima saat ini sedang di kamarnya, setelah merebahkan Eta di ranjangnya Ranti, Bima langsung kembali ke kamarnya karena takut tidak bisa mengendalikan keinginannya kalau berdua dengan Ranti.
''Surat surah sudah selesai dan tinggal pernikahannya sajah dan saat sampai ke tanah air nanti, aku dan Ranti akan langsung melangsungkan janji suci pernikah, semoga semua lancar. ''
ucap Bima saat melihat pemberitahuan dari nomer Alfa yang memberitahukan kalau surat surat sudah rampung.
tbc.............
__ADS_1