
Bima langsung terdiam dan memikirkan cara bagaimana memberitahukannya pada Ranti, padahal janjinya adalah melepaskan Ranti dan putrinya dari Rangga.
''Maafkan papamu sayang, papa gak bisa membebaskan kamu dan bunda kamu dari tangan ayah kamu, bersabarlah dan papa janji akan segera melepaskan kalian, maafkan papa......''
ucap Bima sambil melihat foto Ranti dan Eta yang ada di handphone nya.
Di ruang makan saat ini.....
''Mama apa apaan sih melakukan hal konyol seperti itu, bagaimana kalau Bima tidak menyetujuinya?? ''
ucap Papanya Bima dan membuat mamanya Bima terdiam dan duduk.
''Mama hanya menggeretak sajah karena mama tau kalau Bima akan memilih mama daripada wanita itu, mama gak mau Bima kembali pada wanita itu, apalagi dia sudah memiliki suami dan anak hasil dari pernikahannya. ''
jawab mamanya Bima dan membuat papa nya Bima lega mendengarnya.
''Mama jangan melakukan hal seperti itu lagi yah dan maafkan Ayya. ''
ucap Ayya yang berpura pura merasakan penyesalan.
''Udah gak apa apa, nanti saat pulang beritahukan ke orang tua kamu kalau Mama Akan melamar kamu yah, palingan nanti hari minggu. ''
ucap Mama nya Bima dan Ayya langsung mengangguk tersenyum.
Setelah selesai makan malam nya Ayya memutuskan untuk segera pulang dan enggan mencari keberadaan Bima karena dia ingin pulang menemui orang tuanya.
Hari pertunangan tiba......
Satu minggu setelah lamaran, kedua orang tua Bima dan Ayya sepakat untuk pertunangan dahulu, sedangkan pernikahannya Bima masih menolak dan meyakinkan semuanya untuk tidak di tentukan dahulu, semua setuju termasuk Ayya karena bagi Ayya sudah bertunangan dengan Bima pun sudah cukup untuk saat ini.
Ayya saat ini sedang di rias untuk acara pertunangannya, gaunnya pun spesial Ranti yang mendisainnya, hancur memang hancur sekali saat ini perasaan Ranti, namun dia tetap propesional untuk mengurus gaun yang akan Ayya gunakan.
Setelah selesai dengan gaunnya Ayya, Ranti memilih untuk pulang ke rumah nya karena ingin bersiap menghadiri pesta pertunangan Ayya dan Bima.
''Menyesal adalah hal yang aku akuin saat ini Bima, janji kamu semua hanya dusta dan aku dengan bodohnya mempercayai kamu. ''
ucap Ranti dengan nada yang sendunya bahkan air matanya menetes begitu sajah.
__ADS_1
Ranti langsung masuk kedalam kamarnya begitu sampai di rumahnya, Rangga akan menjemputnya dan Ranti hanya tinggal bersiap dan menunggu sajah.
Ranti terus menangis menerima kenyataan kalau Bima bertunangan dengan Ayya, bahkan semangat cerianya seakan hilang.
Ranti menghubungi asistennya dan mengatakan kalau dia yang akan mewakili butiknya untuk Fashion week tahunan di Dubai.
''Mudah mudahan dengan aku pergi sementara waktu bisa melupakan sakit dan kecewa yang di berikan oleh Bima. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil merapihkan gaun yang akan di kenakannya.
Sungguh Ranti tidak berfikir bagaimana sakitnya Bima saat menerima kenyataan kalau Ranti memilih menikah dengan Rangga di saat Bima sedang terpuruk, hancur adalah satu kata yang bisa di umpamakan untuk Bima.
Kembali ke pertunangan Bima dan Ayya.....
Ranti dan Rangga datang terlambat karena Eta sempat rewel saat Ranti meninggalkannya dan terpaksa Ranti menenangkan Eta dahulu.
Ranti berdiri mematung melihat Bima dan Ayya bertukar cincin, terlihat raut wajah bahagia dari Ayya namun di wajah Bima tidak terlihat.
''Apa sesakit ini yang kamu rasakan Bimm, saat kamu mengetahui aku menikah dengan laki laki lain di saat kamu sedang dalam masalah. ''
gumam Ranti dalam hatinya sambil meneteskan air matanya.
''Selamat Ayya.....Bimaa.....semoga pernikahan nya di segerakan yah. ''
ucap Rangga sambil memeluk adik sepupunya dan Ranti hanya tersenyum menyalami tangan Ayya dan Bima.
Ranti langsung pamit saat pengasuh Eta memberitahukan kalau Eta demam dan nangis tidak berhenti, Rangga pun mengijinkannya pulang duluan sedangkan Rangga sedang berbincang dengan rekan bisnisnya.
Alea terus sajah menatap Rangga kadang tersenyum untuk menarik perhatian Rangga.
Bima hanya duduk dan hatinya resah saat tadi tak sengaja mendengar putrinya sakit saat Ranti berbicara dengan Rangga.
''Maafkan papa putriku sayang, papa janji secepatnya akan mengakhiri derama ini, sabar sebentar dan semoga kamu cepat pulih. ''
ucap Bima dalam hatinya sambil terdiam memikirkan Eta dan wajah sedih Ranti tadi.
''Bima.....Temani Ayya bukan melamun duduk di bawah pohon gini. ''
__ADS_1
ucap Mamanya Bima saat mendekati putranya yang melamun.
Bima tidak menjawab dan dia lebih memilih pergi saat mamanya berbicara, rasa kesal dan kecewa masih ada di hatinya Bima takut lepas kendali dan menyakiti mamanya dan Bima memilih menghindar.
''Mama tau gak kalau suaminya Ranti itu kakak sepupu menantu idaman Mama?? ''
ucap Alea saat menghampiri mamanya.
''Udah karena Ayya memberitahukannya tadi pas Mama bertanya kenapa Ranti datang ke pesta ini. ''
jawab mamanya Bima dan Alea mengangguk.
Rangga saat ini sedang duduk sambil mengirim pesan kepada Ranti menanyakan keadaannya.
💬 Gimana keadaan Eta sekarang sayang??
Satu pesan terkirim namun Ranti belum membalasnya bahkan membacapun belum, Rangga kembali menyimpan handphone nya dan tersentak saat Alea duduk di hadapannya.
''Jaga sikap kamu disini banyak keluarga besarku, awas kalau kamu berulah. ''
ucap kesal Rangga saat Alea tiba tiba duduk di hadapannya.
''Tenang Kak aku gak akan macam macam ko, aku cuma mau malam ini sama kamu atau aku akan kirimkan foto kita malam itu kepada istri tercintamu itu. ''
ucap Alea dengan ancaman nya dan membuat Rangga melototkan matanya.
''Jangan macam macam kamu Alea dan oke kalau kamu menginginkannya, tidak usah mengancam karena laki laki mana yang di tawari tidak menolak, kamu yang datang ke saya dan jangan pernah meminta tanggung jawab kalau suatu saat terjadi sesuatu dengan kamu. ''
ucap Rangga menantang Alea balik dan Alea mengangguk menyetujuinya.
Alea selalu bersikap ceroboh dan mementingkan obsesinya untuk memiliki Rangga, dia gak pernah berfikir kalau Rangga mau pasti ada alasannya dan Alea gak memikirkannya kalau Rangga mengiyakannya untuk menghampus foto dengan cara mengiyakan keinginan Alea.
''Awas ajah saat kamu lengah aku akan hapus data di handphone kamu wanita licik. ''
gumam Rangga dalam hatinya sambil berdiri dan memberikan catatan dimana bertemu dengan Alea.
Alea tersenyum saat melihat tulisan Rangga menunggunya di parkiran dan akan mengajaknya ke suatu tempat.
__ADS_1
.......................
tbc.