Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
kecewa......


__ADS_3

Setelah penjelasan Bima yang begitu panjang, Ranti saat ini merasa lega karena masalahnya telah selesai satu per satu dan sekarang tinggal memberikan kesaksian saat kejadian penembakan di kantor Ayya.


Setelah mengudara beberapa jam akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna di bandara, Bima langsung membawa Ranti dan Tante mira menuju kediaman Tante Mira.


Ranti terus menggandeng lengan Bima sepanjang turun dari pesawat sampai di area pintu utama menuju mobil yang sedang menunggu.


Bima benar benar memprediksikan semuanya agar berjalan sesuai dengan semua yang sudah di susun agar semua lancar.


Ranti dan Tante Mira hanya mengikuti semua yang di lakukan Bima karena semua adalah demi kebaikan nya juga dan semua keluarganya.


Saat ini Alfa lah yang menjemput ke bandara dan langsung menuju kediaman Tante Mira.


''Bima.....ada kabar baik dan kabar buruk juga sekarang yang menimpa kamu. ''


ucap Alfa saat mengemudikan mobilnya.


''Maksud kamu apa sih, aku mau semua kabar baik dan gak ada kabar buruk nya. ''


jawab Bima dan membuat Alfa tersenyum sinis ke arah sahabatnya itu.


''Mau aku beritahu kabar baik atau kabar buruk, karena ini ada hubungannya sama keluarga kamu dan keluarga Ranti juga. ''


ucap Alfa dan Bima menghembuskan nafasnya.


''Terserah mau memberitahukan kabar baik atau buruk, karena semua membuat aku pusing. ''


ucap Bima pasrah dan Alfa langsung tersenyum.


''Kabar baik nya adalah, Rangga sudah tertangkap tadi malam Bimm dan kabar buruknya adalah, Alea yang menyembunyikan Rangga selama dia buron, Orang tua kamu sampai murka mengetahui kalau Alea malah menyembunyikan suami orang dan ada kemungkinan juga Alea dan Rangga memiliki hubungan. ''


ucap alfa dan membuat Bima juga Ranti tersentak.


''Kamu ini bicara ngaco sekali, aku gak percaya kalau Alea melakukan penghianatan. ''


ucap Bima dan membuat Alfa mendelik sebal.


''Nanti tanyakan ke Mama dan papa kamu Bima, Alea yang mati matian meminta polisi jangan menangkap Rangga, bahkan sampai mau ikut masuk kedalam penjara, mama dan papa kamu sampai murka di buatnya Bima. ''


ucap Alfa dan membuat Bima langsung terdiam.


Tak terasa mobil sampai di kediaman Tante Mira dan Ibunya Ranti juga Rasya menyambut kedatangan Ranti.


Ranti langsung memeluk Rasya dan menangis bahagia karena Rasya terbebas dari kekangan juga ancaman Rangga.

__ADS_1


''Ranti.....aku pamit pulang yah dan besok pagi aku jemput dan kita ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. ''


ucap Bima dan Ranti mengangguk.


Bima langsung pamit pulang dan langsung menuju kediaman nya di antarkan oleh Alfa, sepanjang perjalanan Bima hanya terdiam dan memikirkan masalah adiknya.


''Sudah jangan di pikirkan dan kamu hanya perlu menanyakan ke adik kamu ajah Bima, semua jawaban nya akan membuat kamu syok, bahkan Alea saat ini sedang hamil anaknya Rangga, aku gak berani memberitahukan kehamilan Alea karena menjaga perasaan Ranti. ''


ucap Alfa kembali dan membuat Bima langsung memijat keningnya yang terasa berdenyut.


Sesampai nua di rumah Bima langsung keluar dari mobil dan langsung menuju rumahnya, meninggalkan Alfa yang melongo dengan sikap Sahabatnya.


''Anak itu main pergi ajah dan tanpa bilang makasih atau apa kek......''


gerutu Alfa sambil memutar balikan mobilnya menuju kantornya kembali.


Bima langsung mencari keberadaan adiknya, setelah mama nya memberitahukan keberadaannya, Bima langsung masuk kedalam kamar adiknya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


''Kamu sedang hamil Alea dan itu anaknya Rangga?? jawab pertanyaan kakak. ''


ucap Bima saat langsung menghampiri adiknya yang sedang duduk.


''Emangnya kenapa kalau aku hamil, semua yang kakak lakukan membuat ayah dari anak aku mendekam di penjara, semua karena ulah kakak yang membela wanita itu. ''


''Kamu tau kalau Rangga itu penjahat Alea dan kamu sendiri kenapa melakukan perselingkuhan di saat Rangga masih sah menjadi suami Ranti, sekarang apa yang terjadi dengan nasib kamu, sampai kapan pun Rangga gak akan pernah mencintai kamu Alea dan kamu hanya di manfaatkan sajah, kita buktikan besok kalau kamu tidak percaya, ingat Alea kamu akan menerima komsekuensi dari semua yang kamu lakukan. ''


ucap Bima sambil meninggalkan adiknya di kamar.


Bima memilih keluar dari rumah nya dan menuju apartemen nya karena saat ini ketenangan yang ingin Bima inginkan.


Ke esokan harinya......


Bima mengabari kalau dia tidak akan menjemput Ranti dan Rasya lah yang mengantarka Ranti menuju kantor polisi karena Bima akan menyusul ke kantor polisi.


''Kak Ranti sudah siap kan?? ''


ucap Rasya yang masuk kedalam kamar Ranti.


''Sudah.....kita berangkat sekarang ajah dan sarapan nanti di jalan ajah yah. ''


jawab Ranti dan Rasya mengangguk.


Ranti dan Rasya langsung pamit ke Ibu dan Tante Mira, selama perjalanan Ranti hanya diam dan Rasya tidak berani memulai pembicaraannya.

__ADS_1


''Kamu udah di mintai keterangan belum oleh polisi?? ''


ucap Ranti yang memecahkan keheningan.


''Sudah Kak, pas ibu melaporkannya aku langsung di mintai keterangan dengan berbagai macam pertanyaan, sampai empat jam baru selesai. ''


jawab Rasya dan Ranti langsung mengangguk.


''Berarti sekarang itu kakak di mintai keterangan itu buat kasus nya Ayya yang di kantor kan?? ''


''Betul sekali kak dan Ibu sampai menceritakan semua ancaman yang di lakukan oleh Ayya dan Kak Rangga, ternyata Kak Bima pun dapat ancaman dari Ayya karena vidio di kantor itu, Kak Ayya jahat sekali orangnya karena menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Kak Bima dan karena sayangnya kak Bima dia rela berkorban demi membuat kakak aman dari jeratan hukum. ''


''Iya Rasya, kakak beruntung di cintai pria sebaik dan setulus Bima, entah kakak harua apa sekarang. ''


''Ibu juga sudah mendaftarkan gugatan cerai kakak ke pengadilan dan sedang di proses juga. ''


''Iya.....kakak di kasih tau tadi malam sama Ibu dan kakak malah senang karena Ibu melakukan semuanya dengan sangat baik. ''


Tak ada obrolan kembali karena saat ini Rasya dan Ranti sampai di kantor polisi, Ranti langsung masuk kedalam ruangan penyidik dan di mintai keterangan,


Ternyata Bima sudah sampai dengan Alea di sampingnya, bahkan tatapan Alea begitu benci saat bertatapan dengan Ranti, Ranti perduli dan tetap masuk kedalam ruangan penyidik.


Dua jam kemudian Ranti selesai di mintai keterangan dan saat ini Ranti sedang di hadapkan dengan Rangga, Ayya dan sekertaris Rangga.


Rangga bahkan langsung memeluk Ranti dan Rasya langsung melepaskan pelukannya.


''Aku gak sangka kalian bertiga jahat sekali menjerat adikku, dimana hati nurani kalian sih dan kenapa tega sekali melakukan segala cara karena ingin memisahkan aku sama Bima?? jalan kalian sangat instan dan sangat licik sekali. ''


ucap Ranti dan membuat Ayya semakin menatap Benci ke arah Ranti.


''Satu lagi, kak Rangga menghamili Alea kan kak dan kenapa harus Alea, kakak gak berpikir saat melakukannya dan kakak masih sah secara hukum dan agama sebagai suamiku, kenapa kakak behianat?? aku sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan, maafkan aku kak dan Putriku berhak mengetahui siapa ayah kandung sebenarnya, terimakasih atas pengorbanan kakak selama ini karena mau bertanggung jawab dengan kehamilan aku. ''


ucap Ranti dan langsung beranjak dari tempat duduknya.


''Ranti aku mohon maafkan aku, aku khilaf dan soal kehamilan Alea, Alea sendiri yang merayu aku dan aku juga sudah mengatakan gak akan pernah mau bertanggung jawab kalau dia hamil, aku melakukan itu karena selama melakukannya hanya kamu yang ada di wajah Alea. ''


ucap Rangga dan membuat Ranti terdiam sejenak dan kembali berjalan menuju keluar kantor polisi.


Rangga, Ayya dan sekertaris Rangga langsung kembali ke dalam sel tahanan, sedangkan Alea saat ini langsung menangis karena mendengarkan ucapan Rangga mengenai dirinya dan Alea hanya di manfaatkan.


Bima langsung membawa Alea pulang saat Ranti meninggalkan kantor polisi.


...............

__ADS_1


tbc.


__ADS_2