Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Rumah masa depan


__ADS_3

Bima mengantarkan Ranti terlebih dahulu lalu melajukan kembali mobilnya menuju pengadilan karena pagi ini Bima ada sidang.


Ranti terus menyunggingkan senyumannya selama perjalanan menuju ruangan kerjanya, namun senyumnya luntur saat menatap kedua orang tua Ayya yang ada di hadapannya.


Ranti berjalan menghampiri orang tua Ayya yang sedang mengobrol dengan Ibunya, lalu mengajak nya untuk masuk kedalam ruangannya.


''Ranti.....bisa kita bicara sebentar sajah. ''


ucap Mamanya Ayya yang memang susah untuk bertemu dengan Ranti karena selalu menghindar.


''Tante mau bicara apa lagi sama saya, semua sudah saya kuasakan ke pengacara dan saya gak mau mengabulkan apapun yang di minta Tante ataupun yang lainnya, maafkan saya. ''


ucap Ranti dengan nada tegasnya dan membuat mamanya Ayya langsung terdiam.


''Om mohon sama kamu, cabut tuntutannya kepada Ayya, bukannya kalian bersahabat baik kan, kenapa jadi seperti ini sekarang. ''


ucap papanya Ayya dan membuat Ranti langsung menghembuskan nafasnya karena kesal.


''Om harusnya bertanya ke anak Om dulu sebelum mengatakan persahabatan sama saya, Ayya yang lebih dulu tega menghancurkan hidup saya hanya demi seorang pria, kalaupun Ayya mau ke Bima maka saya akan dengan senang hati melepaskan Bima, tapi apa yang di lakukan Ayya kepada saya, dia menghalalkan segala cara agar saya terjerat kedalam jebakannya, maafkan saya om karena keputusan saya final dan gak akan di cabut atau di rubah, karena saya mau Ayya membayar semua kejahatannya dan setimpal dengan apa yang di lakukannya. ''


ucap Ranti menolak semua keinginan Papanya Ayya.


Ibunya Ranti hanya diam karena memang dia pun merasakan sakit saat putranya terjerat percobaan pembunuhan dan ternyata semua hanya rekayasa.


''Lebih baik kalian mengajukan banding ke pengadilan dan Saya ataupun Ranti tidak akan pernah mencabut tuntutan pada Ayya ataupun Rangga, maafkan kami karena kami hanya belajar egois untuk hal satu ini. ''


ucap Ibunya Ranti dengan tutur kata yang lembut namun terdengar menekankan setiap kata katanya.


Kedua orang tua Ayya langsung pamit meninggalkan ruangan kerja Ranti dan membuat Ranti langsung terdiam.


''Apa semua yang aku lakukan itu keterlaluan Buu?? aku hanya menuntut keadilan untuk adikku Buu, tapi....apa aku gak berdosa membuat seorang ibu bersedih karena putrinya di penjara?? ''


ucap Ranti dengan nada sendunya dan membuat Ibunya langsung mendekati Ranti.


''Semua yang kamu lakukan sudah paling tepat sayang, kita harus bersikap egois dengan yang namanya kejahatan, jangan mengedepankan rasa kasihan ataupun rasa empati, karena kalau kita melakukan semuanya sama ajah kita memberikan kesempatan kejahatan terulang kembali, kamu gak berdosa sayang dan kamu sangat tepat memberikan pelajaran kepada anak manja seperti Ayya. ''


ucap ibunya Ranti menenangkan putrinya yang terlihat bersedih dan sendu.


''Makasih Buu, aku akan berusaha untuk egois dengan semua yang aku lakukan Buu. ''


ucap Ranti dan membuat Ibunya mengusap rambut putrinya dengan penuh sayang.

__ADS_1


''Ibu masih ada yang mau di kerjakan gak?? ''


''Gak ada sayang, semua sudah ibu rampungkan dan kamu hanya tinggal melanjutkan kerajaan fashion Ibu dan Ibu percayakan semua sama kamu. ''


''Makasih Ibu dan semoga aku bisa menjalankan semuanya. ''


''Pasti kamu bisa karena kamu adalah keturunan Ibu dan ayah yang hebat dengan bisnis, yasudah.....ibu mau pulang dan mengasuh Eta dulu, karena besok juga ibu akan segera berangkat. ''


Ranti beranjak dan mengantarkan Ibunya menuju ke area depan butik dan menunggu sampai mobilnya tidak terlihat di pandangannya.


Ranti kembali masuk ke ruang kerjanya dan mengerjakan beberapa disain yang harus di rampungkannya karena Bima akan menjemputnya saat makan siang nanti.


Ranti begitu fokus dan teliti dengan disainnya, karena itulah Disain Ranti begitu tidak di ragukan lagi karena semua hasilnya akan sangat bagus dan memuaskan pelanggannya.


Tepat jam makan siang Bima mengabari kalau dia akan telat menjemput karena harus mengurus berkas berkas di pengadilan dan Ranti pun tidak mempermasalahkannya.


''Lebih baik aku makan siang dulu, perutku sangat lapar sekali. ''


gumam Ranti sambil merapihkan disain nya lalu beranjak menuju keluar area butik.


Saat Ranti keluar dari butik ternyata Bima baru datang dan segera menghampiri Ranti.


ucap Bima tiba tiba mencekal lengan Ranti.


''Bibim bikin kaget deh aku mau makan siang lah. ''


jawab Ranti dan membuat Bima menghembuskan nafasnya.


''Aku kan udah bilang tunggu sebentar, telatnya kan gak akan lama. ''


''Kan aku takutnya kamu lama Bimm, makanya aku makan siang duluan ajah. ''


''Kamu ini, udah sana masuk lagi ke butik dan pamit karena hari ini kamu jangan ke butik lagi, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. ''


''Baiklah, tunggu sebentar dulu. ''


Ranti langsung masuk kedalam butiknya untuk pamit seperti biasa pada asistennya dan seperti biasa asistennya mengacungkan jempol tanda setuju.


Ranti langsung menuju mobil untuk menghampiri Bima yang sudah menunggunya dengan setia lalu masuk kedalam mobil saat Bima membukakan pintu mobilnya.


''Jangan bertanya apapun sayang, pokonya nurut dan ikuti aku kemanapun aku membawa kamu. ''

__ADS_1


ucap Bima yang mengetahui gelagat penasaran dari wajah nya Ranti.


''Dasar pak jaksa, tau ajah kalau aku sekarang lagi penasaran. ''


sindir Ranti dan membuat Bima tertawa.


''Kamu itu wanitaku banget sayang.......''


gemas Bima sambil mencium pipi Ranti.


''Fokus Bibim jangan banyak tingkah karena nyawaku hanya satu. ''


kesal Ranti saat Bima selalu memanfaatkan keadaan untuk mencuri ciumannya.


Hanya tiga puluh menit perjalanan, Bima langsung mengajak Ranti untuk turun dari mobilnya karena saat ini tempat tujuannya sudah sampai.


''Mau apa ke apartemen?? ''


ucap Ranti saat menatap bangunan megah di hadapannya dan Bima tersenyum.


''Kita akan ke lantai atas laah, ayo sayang ikut denganku dan jangan banyak bertanya. ''


ucap Bima yang langsung membungkam Ranti agar tidak bertanya kembali.


Bima belum sadar kalau Apartemen megah saat ini adalah milik keluarga Ranti dan di kelola oleh Rasya, namun Ranti bersikap acuh karena gak ingin membuat Bima berkecil hati.


''Taraaa.......ini adalah Rumah Masa Depan kita dan Eta, maaf hanya apartemen yang baru aku bisa berikan untuk hunian kelak kita nanti. ''


ucap Bima saat berhasil membuka pintu Apartemen unit miliknya dan Ranti langsung memeluk Bima.


''Gak apa apa Bibim, aku akan senang dan bahagia dimanapun tempatnya, asal kamu dan Eta ada di dekatku, bersamaku. ''


ucap Ranti saat berada di pelukan Bima dan membuat Bima langsung bahagia lalu membalas pelukan nya Ranti.


''Kamu memang wanita yang sangat menjadi idaman bagi pria manapun Ranti, kamu adalah nona muda kaya raya tapi tetap menerimaku yang hanya mampu membelikan kamu sebuah unit Apartemen untuk kita huni kelak saat sudah menikah, semoga tidak ada lagi halangan yang memisahkan kisah cinta kita. ''


gumam Bima dalam hatinya karena telah beruntung mendapatkan Ranti dengan segala penerimaannya dan tidak memandang harta semata.


......................


tbc.

__ADS_1


__ADS_2