
Bima dan Aryo terus mengumpulkan bukti yang telah hilang saat kejadian penembakan yang di lakukan oleh Rasya, di saat Aryo meretas rekaman cctv nya malah rekaman lain yang terbuka.
Rekaman dimana saat Ayya menghina Ranti dan berujung penembakan yang mimpa Ayya oleh Ayya sendiri.
''Ternyata Ayya yang memancing emosi Ranti dan Ayya yang menembakkan senjatanya, bagus dan menarik juga Aryo. ''
ucap Bima dan Aryo tersenyum mengangguk.
''Pihak perusahaan Ayya bilang gak ada cctv di ruang pribadi, tapi di sudut tempat itu ada kamera kecil Bima, mungkin ada yang sengaja memasangnya dan gak tau siapa. ''
ucap Aryo dan Bima langsung terdiam.
''Simpan sajah rekamannya dan siapa tahu kita membutuhkannya, sekarang hanya mengikuti kemauan mereka dulu. ''
ucap Bima dan Aryo langsung menyimpan file rekamannya.
''Sepertinya Rangga memiliki peretas yang bisa menyimpan file nya deh Bima, tapi aku akan berusaha membuka sandinya karena rekamannya sudah ada tinggal membukanya yang sulit. ''
ucap Aryo dan Bima tersenyum.
''Ini ada pekerjaan buat kamu lumayan nambah uang jajan anak kamu, aku pamit dan kabarin kalau ada kabar terbaru. ''
ucap Bima sambil melangkah keluar rumah Aryo dan Aryo hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah Bima.
''Dasar Bima selalu seperti itu kelakuannya, sebisaku akan membantu kamu Bima karena begitu besar cinta kamu untuk Ranti. ''
gumam Aryo dalam hatinya saatv memandang Bima yang keluar dari ruangan pribadi miliknya.
...****************...
Tiga Bulan berlalu......
Di sebuah pesawat saat ini, seorang wanita cantik dan semakin cantik setelah melahirkan anak pertamanya, dia adalah Ranti yang di paksa kembali pulang oleh Ibu nya karena melihat wajah lelah dari Rangga yang harus mundar mandir, akhirnya Ranti setuju dan ikut pulang karena saat ini Babby nya juga sudah berusia empat bulan, sudah aman untuk di bawa menaiki pesawat dalam jarak jauh.
''Oh tuhan.....sebenarnya aku belum siap untuk kembali dan bertemu dengan Bima, semua kesalahanku begitu terngiang setiap aku akan merencanakan kembali ke tanah air, semoga semua akan membaik. ''
gumam Ranti dalam hatinya yang resah karena takut akan bertemu dengan Bima.
Ranti tidak mengetahui kalau Bima sudah tau semua masalahnya dan hanya kehamilan Ranti yang tidak Bima ketahui karena semua di rahasiakan termasuk dari Rasya.
''Ayo sayang pesawatnya sudah mendarat dan kita harus segera turun. ''
ucap Rangga yang membuyarkan lamunan Ranti dan Ranti langsung mengangguk lalu mengikuti Rangga.
__ADS_1
Babby nya Ranti di gendong oleh Ibunya dan Ranti saat ini menggandeng lengan Rangga sesuai keinginan Rangga tentunya yang memaksa.
''Kayanya Eta mau minum susu deh Ranti. ''
ucap Rangga yang melihat putrinya menangis di gendongan Ibu mertuanya.
Ranti langsung mengambil alih Babby Eta dari gendongan Ibunya dan langsung menggendongnya untuk di berikan Asi.
Mobil yang menjemput sudah datang dan Rangga langsung membuka pintu mobil untuk Ranti karena putrinya menangis kencang.
''Sayangnya Bunda haus yah....''
ucap Ranti saat Babby nya diam setelah di berikan Asi olehnya.
Rangga tersenyum dan mencium kepala putrinya yang sedang asik meminum Asi dari Ranti, Rangga begitu menyayangi anaknya Ranti dan menganggap kalau anaknya Ranti adalah putri kandungnya dan Ranti gak mempermasalahkannya karena baginya Rangga sudah menyayangi putrinya pun sudah membahagiakan untuk Ranti.
Hanya Dua puluh menit perjalanan, mobil sampai di kediaman mewah milik Rangga dan Ranti pun ikut masuk dengan Ibunya yang akan mengantarkannya karena Ibunya Ranti akan tinggal di kediamannya menemani Rasya yang di temani oleh adik iparnya saat ini.
''Rumahnya terlalu mewah Kak Rangga, kenapa gak minimalis sajah. ''
ucap Ranti saat menidurkan Babby Eta di box bayi yang ada di ruang keluarga.
''Aku gak mau putriku merasa sesak kalau bermain nanti dengan rumah yang sederhana dan sempit, kamu hanya perlu menikmatinya sayang. ''
''Ibu gak lama yah dan langsung pulang, di rumah Rasya sama Tante Mira udah nunggu. ''
ucap Ibunya Ranti saat menghampiri putrinya di ruang keluarga.
''Baiklah Ibu dan palingan besok Ranti akan mengunjungi rumah, bilang ke Tante Mira supaya jangan kemana kemana gitu. ''
ucap Ranti dan Ibunya mengangguk.
''Biar supir mengantarkan Ibu pulang yah. ''
ucap Rangga yang mengantarkan ibu mertuanya menuju halaman depan rumah.
''Makasih Rangga dan Ibu pamit yah. ''
ucap Ibunya Ranti dan Rangga mengangguk sambil melihat ibu mertuanya masuk kedalam mobil.
Di dalam rumah Ranti masih duduk diam dan menunggu Rangga karena dia gak mengetahui dimana kamarnya.
''Loh....kenapa masih diam disini, bukannya ke kamar istirahat. ''
__ADS_1
ucap Rangga saat masuk kembali ke dalam rumah.
''Aku gak tau dimana kamarnya Kak, makanya nunggu kamu ajah deh. ''
ucap Ranti dan Rangga tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Ranti.
''Ayo biar aku tunjukan kamarnya dan akan sama seperti kamar di Prancis. ''
ucap Rangga dan Ranti mengangguk.
Ranti langsung menggendong Babby Eta dan mengikuti Rangga menuju kamarnya, Rumah yang akan di tempati Rangga juga Ranti saat ini hanya satu lantai namun begitu mewah dan sangat luas.
Kamar saat ini begitu luas dan ada box bayi untuk tempat tidur nya Babby Eta begitu mewah yang di siapkan Rangga.
''Yasudah kamu istirahat yah, aku mau ke ruang kerja dulu ada email masuk soalnya. ''
ucap Rangga dan Ranti mengangguk.
Setelah Rangga keluar dari kamarnya, Ranti langsung membersihkan tubuhnya dan akan mengistirahatkan tubuhnya karena lelah setelah perjalanan jauh.
''Kak Rangga gak cape apa malah langsung kerja setelah perjalanan jauh, aku ajah langsung keleyengan gini kepalanya dan Eta juga rewel karena sama mungkin keleyengan. ''
ucap Ranti saat setelah menyegarkan tubuhnya dan ikut tertidur dengan putrinya.
Dua jam kemudian Rangga masuk kedalam kamar dan langsung menyegarkan tubuhnya, karena tubuhnya pun begitu lengket dan lelah ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
Hanya sepuluh menit Rangga selesai dengan urusan kamar mandi dan langsung ikut gabung dengan Ranti dan babby nya.
''Bima sedang mencari bukti bukti kejadian Rasya, aku gak akan membiarkan kamu dan putri kita sampai jatuh ke tangan Bima, karena kalian berdua adalah dua wanita yang aku sayangi. ''
ucap Rangga sambil mencium kening Ranti dan putrinya.
Saat ini Rangga sedang resah karena dia sudah mengetahui kalau Bima sedang menyelidiki kasus nya Rasya dan itu membuat Rangga begitu kalut dan takut kalau Ranti mengetahui semua kebenarannya akan meninggalkannya.
''Gak bisa terbayangkan saat Ranti mengetahui semuanya, aku gak mau Ranti pergi karena sangat susah mendapatkan dia saat ini, wanita dengan penuh kelembutan dan baik hati, walaupun aku gak mendapatkan hatinya tapi raganya telah ada di genggamanku saat ini. ''
gumam Rangga dalam hatinya sambil menatap wajah cantik Ranti yang sedang tertidur pulas.
Pusing dengan pikirannya tak butuh waktu lama Rangga pun terlelap dengan sendirinya.
...................
tbc.
__ADS_1