
Ranti masih menangis di halaman depan rumahnya, hingga kedatangan Rasya tak terdengar dan membuat Rasya tersentak lalu berlari menhampiri kakaknya yang sedang menangis.
''Kakak kenapa?? ayo kita masuk kedalam rumah yah biar Rasya bantu. ''
ucap Rasya sambil memapah Ranti masuk dan meminta pelayan membawakan barang Ranti yang masih ada di halaman depan rumahnya.
Rasya langsung mendudukan Ranti di sofa ruang keluarga lalu menuju dapur untuk membuatkan Ranti minuman.
Rumah masih sepi karena Ibu Amara dan Tante Mira masih dengan pekerjaannya, Rasya memang sedang tidak bekerja makanya sudah berada di rumah di waktu sore hari.
''Minum dulu biar kakak tenang yah. ''
ucap Rasya sambil memberikan minuman dan Ranti menerimanya lalu meminumnya.
''Makasih Rasya.....''
ucap Ranti saat Rasya menerima gelas yang sudah di minum airnya oleh Ranti.
''Ada apa sebenarnya kak?? kakak kan baru pulang liburan dengan kak Bima, kenapa malah menangis begini kak?? ayo jujur ke Rasya. ''
ucap Rasya sambil duduk di hadapan Ranti yang masih menangis.
''Kakak gak apa apa Rasya, hanya sedih ajah dengan kehidupan dan keadaan kakak saat ini, kamu jangan khawatir karena kakak baik baik ajah. ''
ucap Ranti dan Rasya langsung menggenggam tangan Ranti.
''Kakak jangan pernah merasa sendiri di dunia ini, ada Rasya yang sangat menyayangi kakak dan akan menjaga kakak sampai kapan pun. ''
ucap Rasya dan Ranti menganggukan kepalanya.
''Antarkan kakak ke kamar yah, kakak mau istirahat soalnya Rasya. ''
ucap Ranti dan Rasya mengangguk sambil memapah Ranti menuju kamar nya.
Di kediaman Bima saat ini.....
Bima mengerutkan keningnya saat melihat ada mobil asing di depan terasnya dan Bima langsung masuk untuk melihat siapa yang bertamu.
Bima berdecak karena Ayya lah yang datang dan kehadirannya gak di harapakannya.
''Bima....akhirnya kamu kembali juga, ini Ayya menunggu kamu untuk menanyakan kasus yang di tangani kamu sekarang katanya. ''
ucap mamanya Bima saat melihat putranya.
Ayya langsung tersenyum dan menyapa Bima namun Bima tetap acuh dan langsung pamit menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
''Maaf yah Ayya, mungkin Bima lelah setelah perjalanan ke luar kota seminggu ini, makanya responnya cuek gitu barusan. ''
ucap mamanya Bima dan Ayya mengangguk.
__ADS_1
''Gak apa apa Tante, Ayya ngerti ko dan Ayya yang salah waktu untuk datang, kalau gitu Ayya pamit Tante dan tolong berikan berkas nya ke Bima. ''
ucap Ayya dan mamanya Bima mengangguk.
Setelah kepergian Ayya mamanya Bima langsung menuju kamar Bima dan langsung masuk setelah Bima mempersilahkannya.
''Kamu ini kenapa sih Bimm?? jutek banget sama Ayya kan dia kesini mau ada keperluan sama kamu. ''
ucap mamanya Bima dan Bima hanya terdiam.
''Mama harus jaga jaraj sama dia, Bima sudah memutuskan akan menikahi Ranti dalam dekat ini karena Bima gak mau Ranti dimiliki laki laki lain. ''
jawab Bima dan membuat mamanya tersenyum senang.
''Kapan tanggalnya Bimm?? mama senang akhirnya Ranti jadi menantu mama juga. ''
ucap mamanya Bima dengan nada bahagianya dan membuat Bima tersenyum.
''Besok Bima akan membicarakan nya dengan Ranti dahulu saat makan siang, barulah Bima akan menemui orang tua Ranti. ''
ucap Bima dan mamanya mengangguk.
''Yasudah kamu makan dulu yah baru istirahat biar nyenyak tidurnya. ''
ucap mamanya Bima dan Bima mengiyakannya.
Keesokan harinya.....
''Ranti....Kalau kamu gak sanggup, jujurlah kepada Bima yang sebenarnya dan ceritakan semuanya, agar Bima bisa membantu jalan terbaiknya. ''
ucap Tante Mira dan Ranti menggelengkan kepalanya.
''Bagi aku kebahagiaan Rasya adalah nomer satu Tante, aku tau ini keputusan terberat yang harus aku pilih, tapi kalau aku jujur ke Bima nantinya akan ada masalah baru yang timbul, biarlah aku yang merasakan dan mengalami kepahitan ini tante. ''
ucap tegas Ranti dan Tante Mira hanya terdiam lalu mengelus lengan Ranti.
Setelah selesai sarapannya, Ranti memilih menuju butiknya di antarkan supir karena nanti siang akan bertemu dengan Bima.
''Keponakan ku, betapa beratnya beban kamu yang harus mengorbankan kebahagiaan kamu demi adik kesayang kamu, bersabarlah karena Tante yakin akan ada pelangi setelah bujan dan akan ada bahagia setelah air mata kamu terjatuh. ''
gumam tante Mira sambil menatap mobil yang membawa Ranti yang mulai menjauh.
Berbanding terbalik dengan Ranti yang sedang sedih, Bima pagi ini begitu bahagia karena nanti siang akan memutuskan tanggal dan bulan pernikahannya dengan Ranti.
''Sebentar lagi kamu jadi milikku Ranti, aku akan menjaga kamu dan membahagiaakan kamu selamanya. ''
ucap Bima di sela sela mengemudikan mobilnya menuju kantor nya.
Bima seperti biasa mengerjakan pekerjaannya dengan penuh ketelitian dan sangat tegas dalam bertindak, sehingga Bima di cap sebagai jaksa yang paling di takuti di kota karena tuntutan yang di ajukan nya untuk terdakwa selalu di kabulkan oleh hakim.
__ADS_1
Namun Bima kebal akan suap yang selalu menghampirinya hanya untuk meringankan jeratan hukum terdakwa bersalah.
Bima telah selesai dengan sidangnya dan langsung mengirim pesan kepada Ranti karena Ranti tidak mengangkat panggilannya.
💬 Sayangku.....aku tunggu di restoran biasa yah dan aku menurutimu memesan kan ruagan vip untuk kita makan siang nanti, see you 😘😘😘
Pesan terkirim namun Ranti belum membacanya dan Bima kembali melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai sebelum tiba makan siaang.
Di Butik saat ini.....
Ranti sedang sibuk dengan segudang pekerjaannya dan mengabaikan handphone yang terus berdering, karena Ranti mengetahui kalau Rangga lah yang menghubunginya.
Ranti memilih melanjutkan pekerjaannya setelah makan siang pun langsung duduk kembali di kursi kerjanya dan membuka handphone nya.
Ranti menghela nafasnya saat banyak notifikasi di handphone nya panggilan dari Rangga, Bima dan Ayya.
Ranti langsung membuka pesan dari Bima.
''Bimaa.....maafkan aku kalau nanti saat makan siang akan membuat kamu sakit, semua aku lakukan demi adikku Bibim....''
gumam Ranti sambil bersiap menuju restoran yang sudah di pesan oleh Bima.
Ranti menghampiri asistennya dan menitipkan butiknya, setelahnya langsung menuju area depan dimana supirnya sudah siap untuk mengantarnya.
Handphone Ranti terus berdering dan Ranti yang kesal pun langsung mengangkatnya.
Dalam panggilan.....
''Kamu sengaja mengabaikan saya Ranti....''
''Kak Rangga kan tau kalau aku sibuk di butik, kenapa juga hubungi terus dan bisa kan mengirim pesan ajah. ''
''Telphone ajah gak kamu angkat loh, apalagi pesan pasti gak akan kamu balas. ''
''Iya maaf, aku sibuk soalnya kak. ''
''Kamu masih ingat dengan perjanjian kita kan?? kapan mengakhiri hubungan kamu dengan Bima?? ''
''Siang ini aku mau memutuskannya kak, aku akan menepati janji dan gak berniat ingkar. ''
''Baguus....kamu langsung ke kantor saya yah Ranti, makan disini temani saya. ''
''Baik......''
Panggilan Berakhir.....
Ranti langsung menangis sambil menyimpan handphone nya kedalam tas, sungguh saat ini Ranti begitu sulit untuk melakukan tindakannya kepada Bima yang begitu di cintainya.
.........
__ADS_1
tbc....