Sampai Batas Penantian

Sampai Batas Penantian
Malam bersama mu......


__ADS_3

Bima langsung mengajak Ranti menuju kamar yang sudah di persiapkannya, Bima menggelengkan kepalanya saat menatap wajah Ranti yang di penuhi dengan senyum bahagia.


''Ada apa sih?? lihatin aku sampe segitunya. ''


ucap Ranti saat beradu pandangan dengan Bima.


''Aku sedang heran ajah, wajah kamu terpancar senyum kebahagiaan sejak tadi, kamu bahagia kan sayang dengan gelar baru kamu sekarang?? ''


jawab Bima dan Ranti mengangguk.


''Sangat bahagia Bimm, ini adalah hari yang dari dulu aku tunggu dan sekaranh baru terwujud, kisah cinta kita di uji dengan berbagai macam rintangan dan sekarang kita berhasil bersama dengan melalui rintangan itu semua. ''


ucap Ranti dan Bima langsung memeluk tubuh Ranti.


Setelah pintu lift terbuka, Bima langsung membawa Ranti menuju kamar nya dan begitu Bima membuka kamarnya, Ranti langsung takjub dengan penampakan kamar di hiasi kelopak bunga yang indah berukir hati.


''Sosweeeet nya kamu Bimm. ''


ucap Ranti saat masuk kedalam kamar dan mencium wangi bunganya.


''Semua untuk kamu dan hanya untuk kamu, walaupun sekarang bukan malam pertama kita tapi ini malam pertama kita setelah kita sah sebagai pasangan suami istri. ''


ucap Bima dan Ranti langsung tersenyum.


''Sebentar lagi makanan akan di antar kesini, kamu mandi duluan yah biar segar badannya, aku mau nunggu yang anter makanannya. ''


ucap Bima kembali saat melihat Ranti sibuk membuka gaun pengantinnya.


Ranti mengiyakannya dan langsung menuju kamar mandi setelah Bima membantu membuka sleting di bagian belakang gaunnya.


''Aku baru sadar kalau Eta gak ada selama pesta, siapa yang jagain Eta yah. ''


gumam Bima dalam hatinya saat menyadari tidak melihat putri cantiknya.


Bima langsung menghubungi nomer Tante Mira dan dalam tiga kali dering langsung di angkat oleh Tante Mira.


Dalam panggilan.......


''Tante maaf ganggu, Eta sama tante gak sekarang?? ''


''Kamu ini baru menyadari kalau Eta gak ada, dasar bucin. ''


''Maaf Tante, beneran aku hari ini gak ada pikiran Eta loh. ''

__ADS_1


''Iya.....Tante ngerti ko Bimm, santai ajah karena Eta sekarang ada sama Tante dan selama pesta pernikahan, Eta di jaga Rasya di kamar hotel karena sangat bahaya kalau Eta melihat kamu nantinya gak mau lepas dan akan mengganggu pesta kalian. ''


''Kok ganggu sih, gak juga ko Tante dan malahan sekarang Bima baru sadar kalau Eta gak berfoto dengan aku dan Ranti saat kami memakai pakaian pengantin. ''


''Udah lah nanti bisa di foto ulang bertiga, yasudah kamu tenang ajah pokonya Eta baik baik ajah. ''


''Makasih Tante udah jagain Eta. ''


''Sama sama Bimm, Eta sudah jadi bagian hidup Tante kan sekarang. ''


''Pokonya makasih Tante. ''


Panggilan berakhir....


Bima langsung menuju pintu saat pintu kamarnya di ketuk, ternyata pelayan yang membawa makanan dan Bima langsung menerimanya lalu membawanya masuk.


''Makanannya komplit dan banyak sekali, apa akan habis yah di makan berdua. ''


ucap Bima saat melihat makanannya begitu banyak dan komplit.


''Kenapa Bimm?? ''


ucap Ranti yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat Bima mematung menatap trolli berisi makanan.


''Ini makanannya banyak sekali, yaudah kamu tata makanannya di meja yah, aku juga mau mandi dulu gerah banget soalnya. ''


Ranti langsung menata makanannya dan sesekali mencicipi makanannya, Ranti tersenyum senang karena rasa makanannya sangat enak dan pas di lidahnya.


''Apa Bima gak menyiapkan pakaian buat tidur?? kenapa lemari isinya kosong sih. ''


gerutu Ranti saat membuka lemari dan isinya kosong.


''Ada apa Sayang?? ''


ucap Bima saat melihat Ranti sedang menatap lemari di dalam kamar hotelnya.


''Malah nanya ada apa, ini kenapa di dalam lemari gak ada satupun pakaian Bimm, masa kita gak akan pakai pakaian sih. ''


jawab Ranti dengan nada kesal dan membuat Bima tertawa.


''Kamu lupa yah kalau kita sudah jadi suami istri dan gak membutuhkan pakaian untuk malam pertama kita sekarang, udah jangan memikirkan pakaian karena saat ini ada yang lebih penting, mengisi perut karena perutku sangat lapar sekali. ''


ucap Bima yang langsung menuju meja dan mulai mencicipi makanannya.

__ADS_1


Ranti langsung mengikuti Bima menuju meja dan ikut gabung memakan makanannya, Bima terus tersenyum saat Ranti terus terusan membenarkan jubah mandinya yang terus terbuka di area dadanya.


''Kamu jangan mesum Bibim. ''


sergah Ranti saat melihat wajah Bima sangat terlihat sekali tatapan yang sulit di artikan dan senyumnya membuat Ranti tiba tiba merinding.


''Kenapa takut?? kita sudah sering melakukannya kan dan aku sudah tau betul bentuk tubuh kamu. ''


ucap Bima dengan sengaja dan membuat Ranti mendelik sebal.


''Gak tau pokonya aku malu Bimm, padahal udah sering kan buka bukaan sama kamu berdua, entah kenapa malam ini aku malu tau. ''


Tawa Bima langsung pecah mendengar kejujuran ucapan Ranti, mungkin Ranti terserang Virus malam pertama di malam pengantin.


Bima menghampiri Ranti dan Ranti seperti tersihir karena merespon yang Bima lakukan padanya, Ranti tersenyum saat Bima mencium bahu nya yang sudah terbuka.


''Malam ini adalah malam pengantin dan malam bersama mu untuk pertama kalinya di hari pertama kita SAH sebagai suami istri. ''


ucap Bima sambil menuntun Ranti menuju ranjangnya.


Ranti tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil mengikuti langkah Bima yang menuntunnya menuju ranjang hotel.


''Kenapa kamu mendadak jadi pendiam dan pemalu sih sayang?? ''


ucap Bima saat Ranti hanya tersenyum dan terlihat malu malu.


''Ihh....aku juga gak tau Bibim kenapa jadi gini, pokonya aku malu dan kamu jangan ledekin aku ajah. ''


ucap Ranti sambil menutup matanya dengan telapak tangannya karena saat ini Ranti begitu malu melihat wajah Bima yang SAH sebagai suaminya.


Bima hanya tertawa dengan penuturan Ranti yang begitu jujur saat ini, Bima langsung merebahkan tubuh Ranti di ranjang.


''Kita mulai yah malam pertamanya dan aku harap kamu respon seperti biasa kalau aku menyentuh kamu sayang. ''


ucap Bima saat berhasil membuka jubah mandi yang membalut tubuh Ranti.


Ranti hanya mengangguk dan tidak mengeluarkan suaranya, Bima langsung memulai semuanya dan Ranti benar benar merasakan sesuatu yang berbeda malam ini, setiap sentuhan Bima terasa melayang dan sulit di artikan.


Bima yang sudah mulai di kelilingi kabut gairah pun langsung melakukan penyatuannya karena Ranti sudah tidak bisa di kondisikan, suara dan tangannya terus menyentuh tubuh Bima menginginkan lebih.


Penyatuanpun berhasil dan terasa lebih berbeda rasanya, malam penuh suara suara yang begitu merdu bagi sepasang suami istri yang sedang melakukan malam pertamanya.


Bima bahkan menggila karena Ranti selalu merespon setiap penyatuannya dan Ranti begitu berbeda dengan Ranti yang Bima sentuh sebelum menikah.

__ADS_1


Bima menutup penyatuannya setelah hampir mendekati fajar dan Ranti jangan di tanyakan lagi, langsung tertidur karena Bima begitu semangat melakukan penyatuannya hingga tiga kali dan memberi jeda hanya beberapa menit untuk Ranti mengatur nafasnya.


tbc.......


__ADS_2